Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Daniel Bersujud


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Waktu berlalu, Daniel terlihat masih berusaha meminta maaf kepada Minzy. Sudah tiga hari ini Minzy kembali dari luar negri terlihat Minzy jauh lebih dingin kepada Daniel.


"Sayang, maafkan aku." Ucap Daniel menohon.


Minzy acuh dan terus berjalan menuju mobilnya, Daniel pagi buta sudah datang ke mansion untuk menemui Minzy sekaligus mengantarnya bekerja namun lagi-lagi gagal karena Minzy terus menghindarinya.


Daniel menghela nafasnya panjang, melihat mobil Minzy berjalan keluar dari gerbang utama mansion Kim. Nyonya Kim yang melihat dua insan anak muda hanya menghela nafas saja, dirinya juga tidak ingin terlaku ikut campur. Biarlah Tuhan yang berkendak, jika mereka jodoh pasti kembali dan ini salah satu cobaan hubungan mereka.


Minzy bekerja dengan giat dan profesial seperti biasanya hingga salah satu rekan kerjanya menaruh buket bunga di meja. Minzy menoleh ke arah rekan dengan wajah bingung.


"Dari calon suamimu." Ucap teman Minzy.


Minzy hanya mengangguk saja dan tidak menyentuh buket bunga tersebut, terus saja jemarinya bergerak lincah di papan keyboard untuk menyelesaikan pekerjaan yang sangat menumpuk karena Minzy tinggal menenangkan diri ke luar negri tempo lalu.


Waktu menunjukkan makan siang, Minzy tidak memperdulikan waktu istirahat dirinya terus menyibukkan diri dan menenggelamkan dirinya di pekerjaan. Rekan kerjanya kembali menaruh kotak bekal di meja Minzy.


"Dari calon suamimu." Ucap teman Minzy.


Minzy menghela nafasnya panjang, tangan Minzy terulur mengambil ponsel yang dia matikan dayanya di dalam laci, ponsel menyala ratusan chat bahkan panggilan tidak terjawab dari Daniel terus memenus masuk kedalam ponselnya.


Minzy meletakkannya bersikap bodo amat dengan Daniel, kembali Minzy menenggelamkan dirinya pada pekerjaan hingga perutnya berbunyi. Minzy memijat pangkal hidungnya karena pusing seakan pekerjaan yang tidak ada habisnya dan juga ponselnya terus menyala karena panggilan dari Daniel.


Di liriknya bekal makan siang pemberian Daniel, ingin rasanya Minzy memakannya karena sangat lapar namun enggan.


"Kenapa belum di makan? Ini sudah pukul dua sore, bukankah ini dari calon suamimu?" Cecar rekan kerja Minzy.


"Aku tidak lapar." Jawab Minzy acuh.

__ADS_1


"Jika begitu untuk aku saja ya." Ucap temannya dengan mengambil kotak bekal pemberian Daniel.


Minzy langsung merebutnya, "Aku tidak lapar bukan berarti aku tidak ingin memakannya." Ucap Minzy sewot.


Minzy langsung membawa kotak bekal, bunga serta ponselnya menuju rofftop perusahaan. Sedangkan teman Minzy hanya berdecih sebal padahal lumayan untuk mengganjal perutnya yang lapar. Segera Minzy berjalan keluar menuju lift yang akan membawanya ke Rofftop.


Pintu lift tertutup bebarengan dengan Daniel yang melintasinya, Daniel langsung menuju ke perusahaan untuk menemui Minzy karena tidak ada pesan apapun mengenai bunga dan juga makan siang yang dia kirimkan.


Para karyawan yang melihat kedatangan Daniel serentak langsung berdiri memberikan bow, siapa yang tidak tahu Daniel cucu dari pemilik perusahaan sekaligus tunangan Minzy.


"Dimana Minzy?" Tanya Daniel to the point.


"Nona Minzy pergi ke rofftop pak." Jawab rekannya.


"Baiklah, terima kasih." Ucap Daniel yang kemudian berlalu dari ruangan tersebut.


Di rofftop, Minzy tengah duduk di bangku yang ada disana. Telihat Minzy berkaca-kaca membaca surat yang  disematkan di dalam bunga tulip putih tersebut.


Minzy menangis sesenggukan membaca pesan tersebut, di letakkannya surat tersebut dan membuka kotak bekal yang di kirimkan Daniel untuknya. Dengan tangan dan bibir bergetar Minzy memakannya.


"Hiks, bodoh. Seharusnya kamu bersujud di depanku." Ucap Minzy dalam tangisnya.


Daniel yang sejak tadi di belakangnya mengusap air matanya dengan kasar, pelahan dirinya berjalan di depan Minzy dan langsung bersujud di depan Minzy.


"Maafkan aku Minzy." Ucap Daniel dengan menunduk.


Minzy menatap Daniel yang bersujud sesuai dengan sumpahnya dulu, air matanya luruh dan semakin deras tangis Minzy. Daniel langsung berdiri dan memeluk tubuh kekasihnya seraya berucap maaf berulang kali karena tidak ada jawaban dari Minzy.


"Sayang, bahkan saat kamu sedang marah sekalipun, kamu tetap sangat cantik! Aku benar-benar mencintaimu, ku mohon maafkan aku!" Ucap Daniel yang masih memeluk Minzy.

__ADS_1


Minzy memukul lengan Daniel, Daniel tertawa dengan mencium seluruh wajah Minzy dengan gemas hingga berhenti di benda kenyal yang sudah lama tidak pernah Daniel cium. Keduanya terhanyut dalam pautan bibir yang memabukkan hingga Daniel melepaskan ciumannya karena Minzy mencubit pinggangnya.


"Terima kasih sudah memaafkanku sayang, maaf aku menjadi pria bodoh." Ucap Daniel lagi.


"Ya, kamu memang bodoh sejak dulu." Jawab Minzy.


"Benar, aku semakin bodoh saja saat berdekatan denganmu." Kata Daniel.


Minzy hanya mencebik saja.


"Apakah enak masakanku?" Tanya Daniel dengan antusias.


"Apakah ini masakanmu?" Tanya Minzy seakan tidak percaya.


"Benar, enak tidak." Jawab Daniel.


"Enak." Kata Minzy.


"Benarkan, sini aku coba." Daniel langsung merebut sendok dan mengambil nasi goreng kimci.


Puft! Daniel menyemburkan nasi tersebut hingga tersedak dan terbatuk-batuk.


"Blewh! Asin sekali, buang saja sayang. Ayo kita ke restoran bawah." Kata Daniel yang merebut kotak makan Minzy.


Minzy mempertahankan kotak bekal tersebut, "Enak kok, lidahmu saja yang sakit." Ucap Minzy sebal.


Minzy merebut sendok kembali dan memakan nasi goreng kimci yang kekasihnya buat, terlihat Minzy tersenyum ketika mengunyahnya. Ya meskipun memang sangat asin namun Minzy tetap memakannya hingga habis. Daniel yang melihat sang kekasih memakan hasil masakannya merasa terharu, bahagia namun juga kasihan.


"Aku harus mengambil kursus memasak sebelum menikah!" Tekad Daniel dalam hati.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2