Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Kebahagiaan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


“Jadi bagaimana, apakah kalian setuju dengan pernikahanku?” Ucap Gabriel dengan gaya sombongnya yang mana dia sudah terlihat sangat jengkel terhadap kedua pria yang sudah berhasil menaburkan benih-benih ketakutan di dalam diri Rose tentang malam pertama.


“Ya mau bagaimana lagi, pernikahan sudah di depan mata jadi tidak bisa di batalkan. Namun, jika di ganti mempelai pria bisa saja” Celetuk Ayah Nugroho yang langsung membuat Gabriel melototkan kedua matanya.


“Ayah kira aku ini barang yang bisa sesuka hati ditukar tambah seperti itu” celoteh Gabriel dengan wajah yang sudah sangat kesal.


“Kenapa Ayah berbicara seperti itu, Kak Gabriel sudah lebih cukup untukku. Tapi, jika Ayah mau mencarikannya yang lebih baik lagi. Rose terima saja asalkan tidak semenyebalkan dia.” Sahut Rose yang kali ini berpihak pada sang Ayah.


“Kau! benar-benar ya, belum jadi istri saja sudah bisa-bisanya melelang calon suamimu sendiri. Bagaimana jika sudah menikah? Yang ada kau akan melelang anakmu sendiri.” Pekik Gabriel dengan menatap tajam ke arah Rose.


“Dari pada aku melelang anakku, lebih baik aku melelang suamiku. Maka harganya pasti akan jauh lebih baik, dan aku bisa hidup dengan bergelimang harta berkat melelang suamiku sendiri. Lagian belum ada kan berita di televisi jika seorang istri melelang suaminya sendiri? Jadi, aku akan terkenal di mana-mana nantinya.” Jawab Rose panjang lebar dengan terkekeh geli membayangkannya.


Dalam hati, Rose tertawa senang lantaran ia berhasil menggoda calon suaminya yang terbilang sangat kaku dan jarang sekali bercanda.Hingga tawa Rose mengundang semuanya untuk ikut tertawa kecil yang semakin membuat Gabriel kesal, marah dan campur aduk.


Mungkin, jika yang ada di hadapannya ini bukanlah orang yang dia sayangi. Kemungkinan butik ini sudah pasti sudah menjadi abu.


Sampai seketika Gabriel melirik ke arah semunya yang kini bahagia di atas penderitaannya, hingga akhirnya Gabriel kembali mendengus kesal duduk di sofa panjang bersama dengan Ayah Nugroho dan juga Kakek  Kristoff.


Sedangkan Suryo dan Robby mereka berdiri samping sofa dengan senyuman kecilnya saat melihat tingkah konyol sang Istri yang akan melelang suaminya sendiri tanpa rasa kasihan.


Kemudian, Rose kembali memilih gaun yang ia sukai dengan perasaan gembira lantaran kebohongan yang menurutnya akan berujung penyesalan namun kini malah menjadi kebahagiaan.


Gabriel memang sangat kesal dengan semua sikap mereka yang telah memojokkannya, tapi di dalam lubuk hati Gabriel dia sangatbahagia karena apa yang dia bayangkan tadi tidaklah kejadian. Yang mana, semuanya malah menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


Tidak ada lagi rasa khawatir, cemas, gelisah dan ketakutan melanda hati Gabriel serta Rose akibat kebohongannya tentang kehamilan yang mana itu hanyalah alasan agar mereka bisa bersatu dalam pernikahan untuk membina rumah tangga kecil yang penuh dengan kebahagiaan.


...***...


Hari ini adalah yang sudah ditunggu-tunggu, dimana tepat pada ini Gabriel dan Rose akan melangsungkan pernikahan yang penuh dengan kebahagiaan.


Seluruh keluarga sudah tahu jika Rose tidak hamil. Mereka hanya mencari jalan pintas agar cinta mereka tidaklah bisa di pisahkan, namun tanpa mereka sadari takdir memanglah berpihak pada mereka dari awal.


Apa lagi setelah kebohongan itu terbongkar semua keluarga tidak ada yang mempermasalahkan semua itu. Bahkan saat ini semua keluarga terlihat sangat bahagia menyambut hari yang sangat spesial ini.


Tepat di Balroom Hotel yang sangat mewah, kini sudah di sulap bagaikan sebuah istana yang sangat indah dengan tema serta perpaduan warna yang saling melengkapi satu sama lain. Sehingga membuat acara tersebut terkesan begitu manis.


Ini semua tidak terlepas dari kerja keras Ayah Nugroho dan Kakek Krostoff dalam menyalurkan keinginan pernikahan sang anak dan cucu pertama.


“Wah.. sayang, lihatlah acara pernikahan Kakakmu sangatlah indah bukan? Tapi, apakah acara kita nanti akan bisa seindah ini atau akan biasa saja. Karena yang aku tahu kan di sini yang kaya itu Kakakmu bukan dirimu.” Ujar seorang wanita bernama Minzy yang mana adalah tunangan dari Daniel.


“Kau meremehkan diriku, hem?” Sahut Daniel sambil menarik pinggul Minzy agar mendekatinya serta masuk ke dalam dekapannya.


Minzy menoleh hingga menatap manik mata Daniel yang kini bibirnya tersenyum sangat indah, sampai membuat Minzy terhanyut dalam ketampanannya.


Lalu, tangan Minzy terarah untuk mengelus rahang halus Daniel sambil berkata. “Apa pun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu sayang. Meskipun acara pernikahan kita hanya sebatas pernikahan di sebuah gereja aku tak masalah, asalkan pengantin prianya dirimu.”


Daniel yang mulai terbawa suasana pun kembali mendekat Minzy agar bisa berada di dalam pelukannya, hingga kedua mata mereka saling bertemu dengan jarak wajah yang sangat dekat.


“Apa kau tahu sayang, aku tidak akan membuat bidadari di hadapanku ini hanya merasakan pernikahan yang sederhana. Tapi, aku akan membuat bidadari di hadapanku ini menjadi bidadari yang sesungguhnya hingga membuat semua orang percaya jika bidadari itu benar-benar ada”

__ADS_1


Daniel berucap sangat lembut sambil tangannya mengelus pelan pipi Minzy sambil tersenyum yang mana membuat Minzy pun ikut tersenyum penuh kebahagiaan.


“Terima kasih, aku benar-benar sangat beruntung bisa memiliki pasangan seperti dirimu sayang.” Ucap Minzy.


“Aku juga sangat-sangat beruntung bisa mendapatkan bidadari secantik dirimu, sayang.” Jawab Daniel.


Sampai seketika keduanya mulai terhanyut dalam keromantisan entah sejak kapan bibir mereka sudah menempel satu sama lain, namun saat mereka ingin menggerakkan bibirnya seketika mereka di kejutkan dengan suara MC yang telah menggodanya.


“Ekhem… apakah Saya salah membawakan acara? Dimana di sini tertulis pernikahan Tuan Gabriel dengan Nona Rose, bukan Tuan Daniel dengan Nona Minzy. Namun, kenapa mereka terlihat tidak sabaran dan ingin mendahului sang calon pengantin.” Goda MC dengan tersenyum manis.


Daniel dan Minzy langsung saling menjauh satu sama lain dengan wajah yang suda memerah, bahkan tingkahnya terlihat sangat lucu dengan kegugupan yang melanda keduanya. Sampai membuat semuanya tertawa gemas ke arah kedua sejoli yang hampir saja mendahulu sang Kakak.


Hingga kini, sang MC yang sudah berhasil menggoda Daniel dan juga Minzy. Seketika langsung kembali fokus untuk membuka serangkaian acara dengan susunan acara secara urut.


“Akhirnya anakku yang satu sebentar lagi akan melepas masa lajangnya, semoga saja di awal yang baru ini tidak akan ada yang berani merecoki rumah tangga mereka. Amin.” Ucap Kristal selaku ibu dari Gabriel yang kini matanya mulai berkaca-kaca.


“Amin… semoga rumah tangga mereka tidak seperti kita.  Meskipun rumah tangga orang tuanya tidak lagi utuh, namun aku selalu berharap agar rumah tangga mereka harus jauh lebih baik dari pada orang tuanya” Jawab Stevan sambil menatap wajah Kristal dengan intens.


Hingga tak terasa setetes air mata menetes di pipi Kristal yang membuat Stevan langsung menghapusnya dengan perlahan.


“Jangan biarkan air mata kesedihan ini hadir di dalam pernikahan anak kita, tapi berikan senyuman terindah untuk menyambut menantu baru kita.” Ucap Stevan yang tersenyum menatap Kristal dan hanya diangguki kecil oleh Kristal sambil tersenyum lebar.


Stevan yang gemas melihat Kristal menangis membuatnya ingin sekali mencium wajah Kristal, hanya saja Stevan sadar jika status mereka tidaknya seperti dulu.


Di balik semua orang yang berbahagia di dalam ruangan hotel tersebut, ada seorang pria yang sedang gugup hingga jantungnya berdetak sangat cepat dan kencang.

__ADS_1


Pelipisnya mengeluarkan keringat, kedua telapak tangannya terasa sedingin es kutub utara.


__ADS_2