Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Pergi Bersama Daddy


__ADS_3

Happy Reading


 “Astaga.. nih anak punya indra ke berapa sih, baru juga diomongin langsung melotot begitu.


Seakan-akan tidak rela jika disamakan dengan Mommynya hihi..” ucap Gabriel di dalam hatinya.


“Aduh.. aduh.. anak Daddy, jangan galak-galak dong. Daddy hanya bercanda kok, ya sudah Jessyca mandi dulu ya biar cantik kaya Jessy oke..” ucap Gabriel sambil menggendong Baby Jessyca.


Baby Jessyca langsung menatap Jessy yang kini telah asyik bermain dalam keadaan wajah sudah tertaburi bedak hingga membuat Jessyca sedikit aneh dengan mengerutkan kedua dahinya.


Namun, apa daya. Jessyca tidak akan bisa menolak ajakan Daddynya yang mana menurut Jessyca lebih baik Mommynya saja yang memandikannya jika Daddynya maka wajah mulus dan cantik Jessyca akan bernasib sama dengan Jessy yang bagaikan moci.


Dan benar saja Baby Jessyca malah lebih parah dari pada Baby Jessy, bahkan wajah Jessyca terlihat sangat kesal saat menatap wajahnya di kaca saat Gabriel menggendongnya melewati kaca rias milik Mommynya.


“Huhhh.. akhirnya tugas Daddy telah selesai, sekarang kalian tunggu di sini dulu ya. Daddy harus mandi lagi karena

__ADS_1


memandikan kalian sama seperti dengan bekerja keras, sehingga membuat tubuh Daddy kembali berkeringat”


Gabriel menaruh Baby Jessyca di boxnya sambil menatap kedua putrinya secara bergantian, kemudian Gabriel kembali mandi dan mengganti pakaian kantornya.


Setelah selesai semuanya, Gabriel langsung menggendong Baby twins secara bersama-sama lalu menuruni anak tangga menuju lantai satu.


Gabriel langsung memanggil pembantu untuk mengambil kereta bayi yang mana saat sang pembantu mau membantu Gabriel untuk menaruh Baby Jessy tiba-tiba Gabriel menarangnya lantaran dia sangat tidak mau


jika putrinya di sentuh oleh pihak mana pun kecuali keluarga.


Sampai seketika Kristal yang melihat Baby Twins bagaikan bola-bola salju langsung saja memukul Gabriel lantaran kecantikan cucunya malah terhalang oleh tepung yang menghiasi wajahnya.


Kristal langsung membenarkan wajah Baby twins J agar terlihat lebih cantik, yang mana setelah beres Baby Jessyca barulah bisa tersenyum. Jika di sadari dari tadi Baby Jessyca hanya bisa cemberut menatap kesal ke arah Daddynya, berbeda dengan Baby Jessy yang terlihat enjoy saja dan tidak mengerti apa-apa.


Ya, meskipun mereka kembar tapi mereka memiliki kepekaan yang berbeda. Yang mana Baby Jessyca lebih peka dan Baby Jessy terlihat masa bodo.

__ADS_1


Sampai seketika semuanya langsung sarapan bersama, dan tak lupa Baby twins J juga ikut sarapan dengan di suapini oleh Kristal dengan lembut. Sedangkan Gabriel dia makan dengan porsi yang cukup banyak karena menurutnya hari ini energinya terkuras cukup banyak.


“Kau mau membawa Baby twins J ke kantor?” tanya Stevan dengan datar.


“Ya, itu jauh lebih baik. Karena aku tidak mau jauh-jauh darinya, apa lagi Rose sedang kuliah” sahut Gabriel.


“Kan ada Mamah, jadi biarkan mereka bersama Mamah kau bisa pergi ke kantor tanpa kerepotan” ucap Kristal.


“Tidak usah, anakku hanya 2 bukan 100. Jadi aku tidak akan kerepotan untuk mengurusnya” jawab Gabriel yang kini sudah kelar makannya dan langsung minum.


“Huhh.. dasar anak ngeyel, belum tahu saja bagaimana susahnya mengurus anak kembar apa lagi jika keduanya menangis secara bersamaan maka kamu tidak akan bisa membayangkan bagaimana pusingnya palamu itu” ujar Kristal dengan cuek.


“Mereka akan menangis jika sedang lapar dan juga mengantuk, selebihnya mereka akan terdiam anteng dengan mainan di tangannya. Jadi Mamah tidak usah khawatir, Gabriel bisa mengurus mereka dengan sangat baik karena Gabriel Daddynya jadi mana mungkin mereka kan membuat susah Daddynya”


Gabriel berbicara dengan nada sombongnya yang kini membuat semuanya terdiam dengan menggelengkan kepalanya.  Hingga di saat semuanya sudah beres, kini waktunya Gabriel berangkat ke kantor dengan mendorong kereta bayi milik Baby twins J.

__ADS_1


Gabriel meletakkan Baby twins J di jok belakang yang sudah sedikit di rombak, tak lupa Gabriel memakaikan sabuk


pengaman untuk Baby twins J dengan sangat kuat hingga di pastikan semuanya aman langsung Gabriel memasuki kursi pengemudi dan melajukan mobilnya sedang kecepatan standar sambil sesekali melirik ke arah spion atas untuk mengawasi pergerakan Baby twins J.


__ADS_2