
Happy Reading πΉπΉ
Setelah datang ke apartemen milik keluarga Kristoff, kini Ayah Nugroho dan Suryo langsung melesat menuju Rumah Sakit dimana Rose mendapatkan perawatan.
Terlihat Ayah Nugroho yang menahan gemuruh amarah siap diledakkan kapan dan di mana saja.
Sedangkan Suryo langsung menghubungi sekertaris perusahaan untuk menghandel selama kepergian mereka di Korea juga memerintahkan untuk menyiapkan satu ruang perawatan.
Sekertaris nampak kaget apakah bosnya tengah melakukan pemeriksaan keluar negri. Namun semua segera di laksanakan oleh sang sekertaris.
Tanpa menunggu lama, Ayah Nugroho dan Suryo telah sampai di Rumah Sakit yang dituju.
Dengan tergesa-gesa, Ayah nuNugroho keluar dan melangkahkan kakinya dengan cepat.
Suryo mengikuti langkah Ayah Nugroho dibelakang dengan membenarkan jasnya.
Ya, Suryo terlibat perkelahian dengan beberapa pebgawal keluarga Kristoff hingga akhrinya Ayah Nugroho bersuara jika dia adalah Ayah dari gadis yang sudah hilang setelah mengunjungi apartemen keluarga Kriatoff.
Dengan paksaan, Ayah Nugroho menanyakan keberadaan Rose hingga akhirnya memberi informasi terjadinya kecelakaan yang menimpa Rose kepada Ayah Nugroho.
"Ruang rawat atas nama Zia Rose Amanda." Ucap Ayah Nugroho.
Segera petugas informasi mengetikkan nama Rose di layar komputernya.
"Pasien berada di ruang picu, maaf tidak menerima kunjungan karena ruangan itu harus steril dan hanya pihak keluarga yang dapat berkunjung." Jawab petugas dengan sopan.
Deg.
__ADS_1
Jantung Ayah Nugroho serasa terhenti, seperti apa keadaan sang putri sampai masuk di ruang steril.
"Saya Ayahnya, Rose anak saya. Dia hanya mahasiswi internasional di salah satu universitas." Ucap Ayah Nugroho dengan tangan yang gemetar.
Pertugas kembali memeriksa data Rose, "Mohon maaf tuan, di sini keluarga pasien adalah keluarga Kristoff." Kata petugas pelan.
Ayah Nugroho menghembuskan nafasnya dengan kasar, dirinya merasa frustasi dan emosi yang beraamaan.
"Maaf Nona, kami adalah keluarga kandungnya dan keluarga Kristoff kekuarga yang bertanggung jawab selama pasien berada dinegara ini. Kami baru saja mendapatkan kabar kecelakaan pasien sehingga baru datang di negara ini." Ucap Robby yang mengambil alih.
Petugas terlihat tidak mudah percaya, "Bisa minta kartu identitas Anda, kami akan mengkonfirmasi kepada keluarga Kristoff." Jawab petugas sopan.
Suryo segera mengeluarkan kartu idetitasnya dan menyerahkan kepada petugas. Sedangkan petugas segera menghubungi kamar Kakek Krostoff menanyakan perihal kedua pria asing yang mengaku keluarga Rose.
π£οΈ Halo.
π€ ----
π€ ----
"Kamu mau kemana Stevani?" Tanya Kakek Kristoff.
"Ada tamu penting, Ayah." Jawab Stevani yang langsung berlalu dari ruangan Kakek Kristoff.
Orang-orang yang berada diruangan Kakek Kristoff hanya menatap kepergian Stevani dan kembali berbincang.
Stevani terlihat berlari karena tiba-tiba kedatangan Ayah Rose di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Sial, kenapa para pengawal tidak ada yang menghubungiku." Umpat Stevani.
Terlihat Stevani gusar bagaimana harus menjelaskan kepada Ayah Rose. Tanpa sadar pintu lift terbuka, segera Stevani berjalan keluar untuk menemui Ayah Nugroho.
"Di mana mereka?" Tanya Stevani.
"Di kursi tunggu nona." Jawab petugas dengan menunjuk dua orang pria paruh baya.
Stevani segera mendekat ke orang yang di maksud.
"Maaf menunggu lama." Ucap Stevani begitu sampai.
Ayah Nugroho langsung berdiri begitu juga Suryo, "Di mana kamar Rose." Ucap Ayah Nugroho dingin.
"Kita bicaraka baik-baik tuan." Jawab Stevani mencoba tetap tenang.
"Apa kau tuli, di mana kamar putriku!" Seru Ayah Nugroho dengan mata yang sudah memerah.
"Ikuti saya." Ucap Stevani.
Ketiganya langsung berjalan menuju lift, tidak ada obrolan selama didalam lift karena Stevani merasa ciut ketika melihat Ayah Rose yang sedang tidak dapat di ajak bercanda.
Setelah lift sampai, segera Stevani berjalan dengan dibikuti Ayah Nugroho dan Suryo. Kedatangan ketiganya bertepatan dengan Gabriel yang baru saja membersihkan tubuh Rose di sore hari.
Tanpa aba-aba ataupun berkata, Ayah Jugroho berjalan cepat dan langsung menghajar Briel hingga terduduk di atas lantai.
Briel kaget dan tidak ada persiapan karena tidak tahu jika Ayah Rose datang.
__ADS_1
"Jauhi putriku!" Ucap Ayah Nugroho tegas.
... πΎπΎ...