Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Frustasinya Stevani


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Eve terlihat berjalan kekanan dan kekiri didalam kamar, menggigitgigit kuku ibu jarinya.


"Aishh! Sial, kenapa menjadi kacau begini." Ucap Eve frustasi.


Terdengar suara ponselnya berbunyi, segera Eve nerlari untuk melohat siapa yang tengah menghubunginya.


Terlihat nama sang Ayah yang ada dilayar ponselny, segeraEve mengangkatnya. Mungkin dikediaman Ayahnya juga tengah terjadi kehebohan seperti dimansion Krostoff.


Baru saja Eve membuka mulutnya namun belum sempat bersuara, suaras Ketua Kim sudah muncul terlebih dahulu.


πŸ‘€ Datang ketempat biasanya.


πŸ—£οΈ Ya, Ayah.


Eve segera mengambil tasnya yang ada di atas nakas dan memasukkan ponselnya tergesa-gesa.


Karena terlalu tergesa-gesa membuat Eve tidak memperhatikan jalannya hingga membuat tas dan isinya berceceran dilantai.


"Ap---" Suara Eve menggantung di udara karena seseorang.


"Mau kemana kamu?" Tanya Stevani dengan penuh selidik.


"Tidak ada urusannya denganmu." Jawab Eve ketus dengan memunguti kembali barang-barangnya dilantai.


Stevani hanya berdecak dan bersedekap dada hingga Eve kembali berdiri dengan tasnya yang sudah rapi.


Eve langsung melenggang pergi meninggalkan kakak iparnya saja disana, Stevani menatap Eve hingga Eve tidak terlihat dari pandangannya.


"Segera ikuti wanita itu." Perintah Stevani dari telfon kepada seseorang.


"Baik, Nyonya." Jawabnya.


Stevani hanya tersenyum sinis kearah pintu keluar dimana Eve yang baru saja keluar dari mansion.


Segera Stevani melangkahkan kakinya menuju kamar adik kesayangannya, karena Eve sudah pergi dan melihat Stevan yang tidak ada diaekitar mansion membuat Stevani berani masuk.


Stevani terlihat mengelilingi kamar tersebut, sesekali menyentuh dan melihat barang-barang disana. Hingga pandanganbya teralih pada sesuatu yang menyala merah namun tidak terlihat itu.


"Siapa yang memasang CCTV disini, apa Ayah atau Robby? Tidak mungkin jika Daniel maupun Kristal." Gumam Stevani dengan netapan lampu yang menyala itu.


Stevani kembali berjalan untuk melihat-lihat kembali, kini langkah kakinya menuju walk in closet. Telihat pakaian Stevan dan Eve yang berjejer dengan rapi didalam lemari.


Set perhiasan, jam mewah, sepatu mewah dan aksesoris mewah milik keduanya.


Stevali membula laci yang berisi jam-jam tangan milik Eve, hingga Vani menyincingkan kedua matanya karena menemukan sesuatu dibawahnya.


Dengan cepat, Stevani mengangkat semua kotak-kotak berisi jam tangan Eve diatas kaca.


Lembaran kertas yang di tata satu lembar hingga memenuhi ruang tersebut. Tangan Stevani terulur mengambil salah satu dari surat tersebut.

__ADS_1


Dengan teliti dan cepat Stevani membaca tulisan yang berada dikertas itu, hingga kedua matanya melebar.


Harta peninggalan dari mendiang ibunya untuk Kristal berupa saham dan apartemen mewah, lalu wali dari Gabriel.


Siapa Gabriel? Kening Stevani berkerut, apa mungkin Kristal memiliki anak dari pria lain? Tapi tidak mungkin, Stevani sangat tahu bagaimana kehidupan Kristal selama ini.


"Siapa Gabriel, kenapa mendapatkan saham perusahaan 10%." Gumam Stevani.


Stevani lantas langsung memfoto surat-surat tersebut dan mengembalikan kotak-kotak jam tangan mewah milik Eve pada tempatnya.


Dengan cepat Stevani keluar dari walk in closet hingga suara seseorang mengagetkannya.


"Apa yang kakak lakukan dikamarku." Uca Stevan yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


"Oh, kamu sudah kembali?" Tanya Stevani pura-pura bodoh.


Stevan menyipitkan matanya menatap saudari kembarnya dengan penuh selidik.


"Apa yang ada dibelakang punggungmu?" Tanya Stevan dengan suara mengintimidasi.


Stevani langsung mengeluarkan tangan yang sejak tadi dibelakang punggungnya dan mengangkatnya tinggi.


"Hanya ponselku saja, apa kamu berfikir mencuri apa dikamarmu." Jawab Stevani galak.


Stevan berdecak kesal, "Lalu kenapa masuk kedalam kamar Stevan." Ucap Stevan.


"Aku mencarimu, ya mencarimu." Jawab Stevan yang sedikit berfikir.


Stevani terlihat berfikir, keduabola matanya mencari sesuatu untuk mencari alasan.


"Gunting kuku, iya Kakak ingin meminjam guntung kuku." Jawab Stevani dengan tersenyum lebar tanpa suara tawa.


"Gunting kuku? Kenapa mencari dikamarku, tentu saja tidak ada. Biasanya ditaruh dalam laci lantai satu." Ucap Stevan heran atas jawaban Stevani.


Stevani menoleh kekanan dan mengatakan haduh karena jawaban konyolnya.


"Oh begitu, Kakak lupa karena sudah lama tidak berkunjung ke rumah." Kata Stevani untuk membuat Stevan tidak curiga.


Stevan hanya ber-oh ria.


"Kakak turun dulu ya mau ambil gunting kuku." Pamit Stevani.


Dengan cepat Stevani berlari setelah keluar dari kamar sang adik.


"Hais, bodoh sekali otakku ini kalau sudah terpepet. Semoga adikku yang bodoh itu tidak curiga." Ucap Stevani terkikik lirih.


Segera Stevani berjalan cepat menuju kamarnya untuk menghubungi sang suami.


πŸ‘€ Hallo, sayang.


πŸ—£οΈ Ada apa sweety?

__ADS_1


πŸ‘€ Sepertinya aku akan di rumah Ayah lebih lama.


πŸ—£οΈ Apa banyak hal penting?


πŸ‘€ Iya, bisakah kamu mencarikan seseorang untukku?


πŸ—£οΈ Siapa yang ingin kamu selidiki lagi sweety?


πŸ‘€ Gabriel.


πŸ—£οΈ Gabriel?


πŸ‘€ Ya, hanya nama saja Gabriel.


πŸ—£οΈ Oh, itu pasti akan sangat susah sweety. Ratusan juta penduduk di bumi ini banyak yang bernama Gabriel.


πŸ‘€ Benar juga.


πŸ—£οΈ Memang ada apa dengan nama Gabriel?


πŸ‘€ Mama meninggalkan saham perusahaan 10% dan apartemen mewah kepada Kristal sebagai wali dari Gabriel.


πŸ—£οΈ Really? Kenapa tidak langsung kamu tanyakan kepada Kristal saja.


πŸ‘€ Tidak mungkin sayang, Kristal pasti tidak akan menjawab pertanyaan yang pribadi seperti itu.


πŸ—£οΈ Dicoba saja dulu sweety, tidak ada salahnya.


πŸ‘€ Hemm... apa menurutmu Kristal memiliki anak dari pria lain?


πŸ—£οΈ I don't know.


πŸ‘€ Huh, yasudah akan aku selidiki dulu.


πŸ—£οΈ Oke, hati-hati sweety. Segera hubungi aku jika membutuhkan sesuatu.


πŸ‘€ Hemm.


πŸ—£οΈ Love you.


πŸ‘€ I Know.


Stevani langsung menutup panggilan kepada suaminya, terlihat Stevani meletakkan ponsel disampingnya.


Terlihat Stevani tengah berfikir dengan memainkan bibir bawahnya, apakah aku melewatkan sesuatu?


"Arghh!"


Stevani mengacak acak rambut indahnya karena merasa pusing memikirkan nama Gabriel.


"Siapa sih Gabriel, apa Kristal menikah lagi? Tapi tidak mungkin, sepertinya aku harus bertanya kepada Robby atau Ayah." Putus Stevani pada akhirnya.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2