Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Lamaran


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Di kediaman Danuarta.


"Apa kamu yakin akan menikahi Rose secepat ini Dave?" Tanya Rudi serius.


"Yakin, Ayah. Dave sudah mengantongi restu Paman Nugroho dan Rose juga bersedia." Jawab Dave sungguh-sungguh.


"Rose benar-benar menerimamu kembali, sayang?" Tanya Lila yang terlihat sangat bahagia.


Dave mengangguk, Dave yakin jika Rose juga bahagia dengan keputusannya kali ini.


Lila bertepuk tangan riang, "Ayah, kita harus segera datang ke keluarga Amanda untuk meminang Rose secara resmi." Ucap Kila dengan memegang lengan Rudi.


"Iya, Mah. Kapan kita akan melamarnya?" Tanya Rudi.


"Besok saja, Ayah. Semakin cepat semakin bagus." Jawab Dave cepat.


"Tapi, Dave. Mempersiapkan semuanya tidak mudah. Mama harus ke mall membeli perhiasan dan yang lainnya." Ucap Lila panik.


"Mah, tenang saja. itu sudah Dave siapkan." Jawab Dave tenang.


"Apa kamu yakin, Dave?" Tanya Lila resah.


"Sangat yakin, Mah." Jawab Dave lagi.


"Baiklah, jika begitu hubungi Nugroho agar mempersiapkan diri. Kita akan pergi melamar Rose besok." Ucap Rudi dengan tenang.


Dave mengangguk dan segera beranjak dari sofa menuju teras rumahnya.


Lila mendekat ke arah Rudi, "Pah, ini benerankan?" Tanya Lila.


"Ya, benar Mah. Memang ada apa?" Jawab Rudi.


"Papa tidak melihat gelagat aneh dari, Dave?" Ucap Lila yang melihat ke arah teras.


Rudi diam sejenak, "Sudah kita ikuti kemauan Dave saja, bukankah bagus gadis itu akan menjadi menantu kita seperti keinginan Mama." Kata Rudi heran kepada sang istri.


"Ya seneng, Pah. Tapi--- jika di paksa oleh Dave bagaimana?" Tanya Lila dengan wajah tergurat kekhawatiran.


"Tenang saja, Mah. Semoga memang berjodoh dengan Dave." Jawab Rudi merangkul tubuh Lila.


Lila memeluk tubuh Rudi dari arah samping, dan menganggukkan kepalanya pelan.


Ya, semoga Rose adalah jodoh Dave. Lila tidak ingin melihat Dave kembali seperti dulu lagi.


"Halo, Paman. Ini. Dave." Dave menelfon Ayah Nugroho.


"Ada apa? Apa kau di tolak oleh putriku?" Jawab Ayah Nugroho di sebrang telfon.


"Tidak, Paman. Dave hanya memberitahukan besok Dave dan keluarga akan datang ke mansion Amanda untuk melamar Rose secara resmi." Ucap Dave tegas dan lugas.


Ayah Nugroho yang ada di sebrang telfon diam sesaat, sebelum menjawab.

__ADS_1


"Apa kamu yakin, Rose mau kembali kepadamu?" Tanya Ayah Nugroho menginterogasi.


"Yakin, Dave sudah mengutarakan kepada Rose." Jawab Dave cepat.


"Baiklah, kami tunggu kedatanganmu dan keluarga di mansion Amanda." Ucap Ayah Nugroho dengan suara yang melunak.


"Terima kasih, Paman." Jawab Dave sebelum mematikan panggilannya.


Dave tersenyum sempurna, memainkan ponsel yang ada di tangannya dengan di putar-putar dan kemudian menggenggamnya kencang.


"Satu langkah lagi, dan kamu tidak akan pernah di miliki siapapun selain aku." Ucap Dave dalam hati.


Dave membalikkan tubuhnya, bergegas masuk kedalam kamarnya. Hari ini cukup, besok Dave akan melamar Rose seperti apa yang sudah di sepakati.


Tok


Tok


Tok


"Rose." Panggil Ayah Nugroho.


"Rose, apa kamu di dalam?" Tanya Ayah Nugroho lagi.


Suara pintu terbuka, Ayah Nugroho mendorong pintu kamar Rose terbuka terlihat Rose berjalan kembali ke arah sofa yang ada di dalam kamarnya.


Ayah Nugroho melangkah masuk yang sebelumnya sudah menutup kembali pintu kamar Rose.


Terlihat Rose duduk melamun dengan menekuk kedua kakinya, sedangkan tangan Rose di lingkaran memeluk kedua lututnya.


"Rose, apakah kamu yakin akan menikah?" Tanya Ayah Nugroho.


Rose menoleh ke sumber suara, terlihat mata Rose yang sudah sembab memikirkan ucapan kekasihnya Dave.


Rose masih diam dengan menatap Ayah Nugroho, "Apa Ayah setuju, Rose menikah dengan Kak Dave?" Tanya Rose dengan suara seraknya.


"Ayah setuju, asalkan kamu juga setuju sayang. Bagaimanapun, Ayah ingin melihat putri satu-satunya hidup bahagia. Ayah tidak memiliki hak untuk menghalangi sumber kebahagiaanmu kelak." Jawab Ayah Nugroho lembut.


Rose menghambur ke pelukan Ayah Nugroho, terisak didalam pelukan hangat sang Ayah.


Ayah Nugroho hanya dapat mengelus pelan surai pirang Rose, "Keluarga Danuarta akan datang besok untuk melamarmu." Ucap Ayah Nugroho jujur.


Rose membeku dan sedetik kemudian menegakkan duduknya.


"Besok?" Beo Rose dengan wajah kaget.


Ayah Nugroho mengangguk, "Benar, besok. Baru saja Dave menefon Ayah sebelum Ayah menemuimu." Jawab Ayah Nugroho yang menjelaskan kepada Rose.


Rose semakin kacau, direbahkannya kepala Rose ke paha sang Ayah.


Ayah Nugroho hanya mengelus kepala Rose dengan penuh kasih sayang, sedangkan Rose menangis dalam diam.


"Rose, jika ingin mundur. Mundurlah sekarang." Ucap Ayah Nugroho tiba-tiba.

__ADS_1


Rose masih diam, kini tubuhnya terguncang karena menangis tanpa suara.


"Apa, Rose mencintai pria lain?" Tanya Ayah Nugroho serius.


Rose hanya diam masih terisak, dirinya juga tidak tahu kenapa sedih ketika tujuannya akhirnya tercapai.


Bukanlah dulu mendekati Dave dan kemudian menikah dengan Dave adalah impian besar Rose.


"Rose, Ayah peringatkan. Kamu tidak boleh mundur setelah acara lamaran." Ucap Ayah Agung tegas.


.


.


.


Hari telah berganti, kini malam telah datang lagi.


Terlihat Dave tengah berdandan di depan cermin kamarnya, mengancingkan lengan kemejanya dan kemudian mengenakan jas biru dongker.


"Setelah ini, kamu hanya milikku Rose." Ucap Dave pelan.


Dave membuka laci balasnya, terlihat kotak bludru merah sudah ada disana.


Di ambilnya kotak kecil itu dan di buka perlahan, terlihat cincin bertahtakan berlian dengan bentuk sederhana.


Entah sejak kapan Dave membeli cincin cantik itu, tanpa membawa Rose untuk membelinya.


Dave menutup dengan tersenyum terukir sempurna di bibirnya, segera memasukkan kotak cincin ke dalam saku dan keluar menuju kamarnya.


"Mama, dimana Pah?" Tanya Dave pada Rudi.


"Masih bersiap-siap, biasa perempuan." Jawab Rudi enteng.


Dave mendengus kesal, "Nanti keburu malam, sudah jam berapa ini." Ucap Dave sedikit kesal.


"Astaga, sabar Dave." Ucap Lila yang sudah keluar dari dalam kamar.


"Mama sudah cantik, tidak perlu berdandan lama-lama." Kata Dave dengan wajah datarnya.


Lila tersenyum tersipu malu, "Kenapa kamu merayu, Istriku." Ucap Rudi yang merengut kesal.


Dave memutar bolanya malas, "Sudah, ayo cepat. Rose pasti sudah menunggu Dave." Kata Dave kepada kedua orang tuanya.


Keluarga Danuarta, berjalan keluar meninggalkan mansionnya. Masuk di dalam satu mobil untuk menuju kediaman Amanda.


Di kediaman Ambar, tengah berkumpul keluarga Wiratama dan Kristoff.


"Mbar, kita pergi mengantar Dave tidak ya?" Tanya Bulan kepada Ambar.


"Kenapa, Dave anaknya Lila?" Tanya Ambar.


Bulan mengangguk, "Iya, Lila baru mengabariku baru saja. Katanya Dave akan melamar seorang gadis." Jawab Bulan.

__ADS_1


Kristal yang berada di sana hanya diam, karena tidak tahu Lila itu siapa. Dave, siapa? Teringat Dave teman Rose tapi nama Dave banyak bukan.


...🐾🐾...


__ADS_2