Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Baby Twins J


__ADS_3

Pagi hari, tepatnya pukul 7 Rose sudah bersiap untuk pergi ke kampus lantaran ada kelas di pagi hari yang mana Rose harus segera menyelesaikan masa kuliahnya agar bisa mengurus Baby twins J dengan tenang tanpa di uber-uber untuk membagi waktu.


“Sayang, bangunlah.. ini sudah pagi. Lihat itu jam menunjukkan pukul 7, bahkan jam kerjamu saja sudah tinggal tersisa 30 menit. Bagaimana kamu mau mengantarku ke kampus?” celoteh Rose saat membangunkan Gabriel.


“Errrghhh.. aku masih mengantuk sayang, lagian hari ini aku akan berangkat ke kantor pukul 9. Jadi, kau berangkat saja gunakan supir untuk mengantarkanmu” ucap Gabriel sambil memeluk guling dan kembali memejamkan kedua matanya.


“Wah.. jika begitu kebetulan, ya sudah aku titip Baby twins J ya.. terima kasih sayang, aku pergi dulu dahhh..” jawab Rose dengan wajah senangnya, lalu mencium kening Gabriel dan langsung pergi dengan


tergesa-gesa.


Gabriel belum menyadari bahwa dirinya sebentar lagi akan di hadapi oleh masalah yang sangat membuat kepalanya menjadi pusing. Namun, beberapa menit kemudian Gabriel membuka matanya dengan melotot dan langsung bangun hingga duduk dalam keadaan terkejut.


“Ta-tadi dia bilang apa? Dia menitipkan Baby twins J padaku? Astaga, kenapa aku yang kena sih!!” gumam Gabriel dengan gusar hingga mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


Lalu, Gabriel langsung pergi ke kamar mandi untuk bersiap. Setelah selesai dengan pakaian kantornya Gabriel melihat ke arah box bayi yang mana Baby Twins J sudah terbangun.


“Selamat pagi princes-princes Daddy, hari ini kalian ikut Daddy ke kantor ya. Jadi, kalian mandi dulu oke. Tapi, satu-satu ya karena tangan Daddy hanya ada 2. Jadi siapa ya yang mandi duluan? Hem..”


“Nah.. bagaimana jika Jessyca mandi lebih dulu, baru Jessy ya oke?”


Gabriel langsung menggendong Jessyca yang mana membuat Jessy langsung merengek nangis, hingga membuat Gabriel terkejut.


“Eh.. kok Jessy nangis? Oh jadi, Jessy mau mandi duluan begitu? Baiklah, Jessyca mengalah dulu ya.. nanti setelah Jessy selesai maka giliran Jessyca mandi oke..”


Hingga baju yang sudah rapi Gabriel gunakan seketika menjadi sangat basah, Gabriel cuman bisa mendengus kesal lantaran Jessy seperti ingin mengajak Gabriel agar mandi bareng dengannya.


Setelah Baby Jessy selesai mandi, Gabriel langsung menaruhnya di atas kasur yang mana di tinggal begitu saja untuk mengambil pakaian Baby Jessy.

__ADS_1


Namun, saat pakaian sudah di tangan Gabriel lalu ia berjalan menatap ke arah kasur yang mana Baby Jessy hampir saja nyungsep dan terjun, sehingga Gabriel langsung membuang semua yang ada di tangannya dan berlari sekilat mungkin untuk menangkap Baby Jessy.


“Astaga, Jessy!!!” Pekik Gabriel saat berhasil menggendong Jessy, yang mana Jessy malah terkekeh seperti sedang meledek Gabriel.


“Huhh.. kamu ini ya buat jantung Daddy copot saja, bagaimana jika kamu sampai nyungsep terus benjol? Bisa-bisa Daddy akan kena amuk Mommymu itu, belum lagi jatah Daddy akan semakin berkurang. Jadi, ayolah bantu Daddy jangan melakukan hal konyol lagi dengar?”


Gabriel mengomeli Jessy dengan wajah paniknya, namun Jessy malah terkekeh hingga menjulurkan lidahnya dengan nada mengejek yang mana Gabriel benar-benar frustrasi di buatnya dan langsung saja menggendong Baby Jessy untuk menyiapkan semua keperluan mereka.


Hingga akhirnya Baby Jessy telah siap dan juga terlihat cantik, hanya saja bedak yang menghiasi wajahnya bagaikan seorang lenong yang akan siap pentas.


Gabriel kembali meletakan Baby Jessy di box bayinya, lalu menatap ke arah Baby Jessyca yang mana dia malah tertidur dengan begitu pulas.


“Astaga, ini anak bisa-bisanya tidur lagi. Padahal tadi jantungku hampir saja lepas tapi dia dengan santainya tertidur. Dasar keturunan Mommynya beginilah malasnya..” gumam Gabriel sambil menatap

__ADS_1


wajah Baby Jessyca yang mana Baby Jessy langsung melototkan matanya menatap Gabriel


hingga membuat Gabriel terkejut buka main.


__ADS_2