
Happy Reading πΉπΉ
Jakarta
"Dave, apa kamu akan hadir di acara pernikahan Putri dan Sky?" Tanya Lila pelan.
Tampak Dave masih diam belum menjawab, tidak masalah jika saat ini melihat gadis yang pernah Dave cintai bersanding dengan pria lain yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
"Dave, bagaimana? Mungkin kamu akan bertemu Rose disana." Ucap Lila lagi memancing Dave.
Dave menolehkan kepalanya ke arah Lila.
"Bagaimana, jika kamu tidak datang juga tidak masalah Dave. Tapi yang Mama dengar dari Papa, Gabriel sering berhubungan dengan Rose." Ucap Lila berbohong.
Lila tidak tahu jika ucapannya itu benar, karena Lila tidak pernah tahu tentang hubungan ketiganya. Lila berfikir dengan membawa nama Gabriel, Dave akan cemburu.
"Dave akan datang Ma, lihat saja. Dave juga akan membawa menantu untuk Mama dan Papa." Jawab Dave tegas dan segera meninggalkan Lila sendiri di ruang keluarga.
Lila tersenyum lebar, Lila sendiri juga tidak sabar ingin bertemu dengan Rose. Banyak hal yang ingin di ceritakan kepada gadis yang berhasil membuat Dave setiap hari mendatangi kantor Tuan Nugroho.
Sedangkan Dave, terlihat menaiki tangga dengan menggerutu kesal.
"Awas saja jika kamu pulang, akan aku pukul pantatmu gadis nakal. Bagaimana bisa seorang Dave kamu acuhkan, sedangkan pria kulkas enambelas pintu itu kamu perhatikan." Ucap Dave pelan.
Dave membuka dan menutup pintu kamarnya dengan cepat, Dave masih terus saja mengomel seakan Rose mendengarnya.
Dave berjalan ke arah lemari untuk berganti pakaian, "Aku harus selalu terlihat tampan, jika Paman Nugroho tidak merestuiku. Akan aku buat hamil saja sekalian." Oceh Dave dengan memakai pakaiannya.
Dave hari ini berencana pergi ke mansion Amanda, karena sudah berulang kali Dave selalu di usir jika datang ke kantor Ayah Nugroho.
...πΎπΎ...
Hatcing
"Siapa yang membicarakanku." Ucap Rose dengan mengucek hidungnya yang gatal.
"Apa, kamu baik-baik saja?" Tanya Daniel yang melihat Rose bersin.
"Ya, kita langsung ke topik utama. Aku tidak ingin berlama-lama meninggalkan Mamamu sendirian di apartemenku, bagaimana jika Mamamu pergi." Ucap Rose panjang.
Jantung Daniel berdetak hebat dan merasakan perih yang teramat sangat.
Melihat mata Daniel yang berkaca-kaca membuat Rose merasa bersalah.
"Maaf Daniel, Mamamu benar-benar ingin bertemu denganmu. Mamamu ingin aku dan kamu masuk ke dalam kamarnya mencari sesuatu hal yang sangat penting." Ucap Rose kembali.
"Baiklah, ayo segera saja." Daniel langsung berdiri dari duduknya karena tidak sabar ingin bertemu Mamanya.
__ADS_1
Rose mengangguk mantap dan ikut berdiri, "Ingat, kita harus bersandiwara untuk. menjadi sepasang kekasih. Agar tidak membuat orang rumah ini tidak curiga denganku." Jelas Rose kepada Daniel.
"Kenapa harus kekasihku, bukankah bisa sebagai kenalan baru atau apa begitu. Jangan-jangan, kamu berharap menjadi kekasihku sesungguhnya?" Jawab Daniel dengan nada dan senyum yang meledek.
"Ck...ck... mimpi di siang bolong. Kamu bukan pria idamanku Tuan. Sudah ayolah cepat, aku tidak bisa berlama-lama." Ucap Rose dengan bersedekap dada.
Daniel segera melangkahkan kakinya menuju mansion yang berjalan berdampingan dengan Rose.
Terlihat Rose menggandeng lengan Daniel dengan bibir yang tersenyum.
"Tersenyum Daniel, jangan sampai terbongkar kebohonganku." Ucap Rose dengan masih tersenyum.
Daniel yang mendengarkannya ingin sekali mencium seluruh wajah Rose karena terlalu gemas.
Mengingat kata mencium, membuat telinganya Daniel menjadi merah padam.
Tak
Tak
Tak
"Siapa dia sayang, kenapa tidak dikenalkan kepada Momy?" Tanya Eve yang berjalan mendekat ke arah Rose dan Daniel.
Rose menaikkan sebelah alisnya, indra penglihatannya meneliti dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Dia, siapa sayang?" Tanya Rose dengan suara yang dibuat semanja mungkin.
Daniel rasanya ingin tertawa saat ini, melihat bagaimana Rose tadi ditaman dan sekarang seperti anak kucing.
"Bukan orang penting, jadi tidak perlu aku kenalkan kepadamu sayang." Jawab Daniel dengan menatap Eve remeh.
Eve meradang karena semakin hari Daniel semakin berani terang-terangan menolak keberadaannya di keluarga Kristoff.
"Kenalkan, Eveline biasa dipanggil Momy Eve oleh Daniel. Aku Momynya Daniel." Ucap Eve berusaha ramah kepada Rose.
"Oh, aku Rose kekasih Daniel." Jawab Rose cepat.
"Sayang, ayo kita kekamar saja." Ajak Daniel dengan menarik pinggang Rose.
Sontak Eve dan Rose melebarkan matanya, di telinga Rose ucapan Daniel serasa ambigu meskipun Rose tahu jika yang di maksud adalah kamar Kristal.
Sedangkan Eve tercengang karena perubahan Daniel yang sangat drastis, bagaimana bisa dengan terang-terangan Daniel mengajak seorang gadis ke dalam kamar.
"Daniel!! Jangan sembarangan memasukkan gadis kedalam kamar. Momy tidak suka!" Seru Eve lantang hingga cukup menggema di ruangan tersebut.
Kakek Kristoff dan Stevan yang tengah berada diruang kerja bersama Robby segera keluar ketika mendengar suara Eve yang keras.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Tanya Kakek Kristoff.
Eve yang melihat keberadaan mertuanya tersenyum licik.
"Ayah, lihat. Daniel ingin membawa Rose pergi kekamar mau di taruh dimana wajah keluarga Kristoff jika orang lain tahu kelakuan Daniel." Adu Eve yang berjalan mendekat Kakek Kristoff.
Stevan yang mendengar ucapan Eve, wajahnya berubah menjadi merah padam.
"Daniel! Jaga kelakuanmu, jangan membuat malu keluarga Kristoff." Seru Stevan.
Daniel hanya tersenyum sinis kepada Stevan.
"Bukankah bagus, aku akan segera memberi keluarga Kristoff seorang cucu." Jawab Daniel seakan menantang.
Plak
Suara tamparan menggema di ruangan tersebut, terlihat Stevan telah menampar Daniel dengan kencang hingga ujung bibir Daniel terluka.
Rose yang melihatnya sangat shock, bagaimana bisa seorang Ayah sangat kejam terhadap anaknya.
Sedangkan Daniel, tertawa sinis dengan mengusap ujung bibirnya.
"Kamu tahu sayang, kenapa aku tidak mengenalkanmu kepada orang tuaku. Inilah jawabannya." Ucap Daniel kepada Rose.
Deg
Jantung Stevan seakan dihantam baru untuk kesekian kalinya, Stevan melihat ke arah telapak tangannya yang telah menampar Daniel baru saja.
Apa aku melakukan kesalahan lagi, aku hanya ingin menjadi Ayah yang baik bagi Daniel. Ucap Stevan dalam hati.
Rose menatap sedih ke arah Daniel, terlihat dimata Daniel banyak menyimpan kesedihan dan luka.
"Paman! Bagaimana bisa seorang Ayah menampar anaknya di depan orang lain, aku ini masih orang lain belum menjadi keluargamu!" Seru Rose yang sudah berdiri di depan Daniel.
"Dan Anda Tante, atas dasar apa Anda berkata seperti itu. Aku hanya ingin berganti pakaian dan menunpang di toilet. Anda ini Momy Daniel atau nenek sihir, lihat penampilan Anda. Bedak tebal... lipstik merah darah... perhiasan.... oh my! Kuno sekali dandan Anda." Lanjut Rose lagi.
Terlihat kedua mata Rose yang melebar dengan tangan berdecak pinggang, tidak lupa dada yang dibusungkan seakan mengajak duel.
Eve yang di sebut nenek sirih merasa tidak terima, "Dasar kau bocah ingusan, aku tidak akan pernah merestuimu bersama Daniel!" Seru Eve kepada Rose.
"Siapa yang membutuhkan restumu."
...πΎπΎ...
...Kira-kira siapa itu ya π€ untuk menunggu bab selanjutnya, AUTOR punya rekomendasi novel bagus untuk kalian. ...
__ADS_1