Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Pergilah


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Adiknya Kak Gabriel masih berada di Indonesia, Rose. Tapi Daniel sedang menjalani pengobatannya di Rumah Sakit hingga sembuh sebelum kembali ke Korea. Jika kamu ingin bertemu dengannya, ruang rawatnya berada di lantai tiga menempati kamar dimana Kak Gabriel dulu dirawat."


Ucapan Putri terus terngiang ditelinga Rose, setelah prosesi penukaran cincin dengan Dave.


Pikiran Rose menjadi kalut, bahkan masih tidak percaya dengan apa yang keluar dari bibir Dave malam itu.


Tanpa terasa langkahnya terhenti di sebuah kamar, dimana ada Daniel saudara kembar dari Gabriel.


Pria yang mampu memporak-porandakan hati Rose, malam itu akhirnya Rose tahu. Jika selama ini hatinya sudah bukan untuk Dave, melainkan pria kaku yang selalu membuat bibir Rose mengeluarkan sumpah serapahnya.


"Rose, kenapa berdiri saja. Ayo masuk." Ucap Ambar yang baru membuka pintu ruangan Daniel.


Rose tersentak dari lamunannya, bahkah terlihat linglung karena tidak sadar jika dirinya telah sampai di tempat tujuannya.


"Rose." Sekali lagi Ambar memanggil Rose.


"Eh, iya tante. Ini untuk Daniel." Ucap Rose yang langsung menyerahkan keranjang buah kepada Ambar.


Ambar menerima dengan wajah bingung, melihat Rose yang seperti masih linglung.


Rose dan Ambar berjalan masuk menuju brangkar dimana Daniel tengah tidur.


"Duduk dulu saja, Rose. Tante tinggal sebentar untuk mengambil air putih dibawah." Ucap Ambar lembut.


Rose menganggukkan kepalanya dan duduk diam di kursi samping brangkar Daniel.


Pandangan Rose lurus tertuju wajah yang sangat mirip dengan Gabriel, tidak ada celah yang berbeda dari mereka.


Mata indah Rose menelisik setiap lekuk wajah Daniel yang tengah tenang dalam tidurnya, hingga kedua mata Daniel perlahan terbuka, mengerjab menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam panca indranya.


Daniel memiringkan kepalanya hingga kedua mata tersebut menatap satu sama lain, hanya ada keheningan disana. Keduanya diam dan hanyut dengan pikiran masing-masing.


"Apa kamu merindukan, Gabriel?" Tanya Daniel tiba-tiba.


Rose masih terdiam, namun wajah dan katanya dapat menjawab pertanyaan Daniel.


"Kamu terlambat." Ucap Daniel kemdian.


"Kenapa?" Tanya Rose yang tiba-tiba kesal.


"Gabriel sudah memiliki kekasih disana, jika kamu tidak percaya datang saja ke negaraku." Jawab Daniel dengan wajah tengilnya.


Rose berdecih, "Siapa juga yang merindukannya, terlalu percaya diri sekali." Sungut Rose pada Daniel.


Daniel tergelak karena wajah Rose tidak dapat membohongi dirinya.


"Benarkah? Jika begitu bulan depat datanglah diacara pertunangan mereka." Ucap Daniel dengan memasang wajah serius.

__ADS_1


"Tunangan?" Beo Rose.


"Iya, tunangan. Wanita yang dijodohkan oleh Kakek sangat mencintai Gabriel, sangat sangat sangat." Jawab Daniel dengan mendramatisir.


"Benarkah?" Tanya Rose lagi.


"Tentu saja, aku tidak pernah berbohong." Jawab Daniel.


Rose terdiam dengan kedua mata yang berkedip dengan pelan.


Pertunangan, wanita, kakek Kristoff dan Gabriel. Semuanya berputar di pikiran Rose.


"Pergilah." Ucap seseorang yang baru saja masuk.


Daniel dan Rose langsung menoleh kesumber suara, terlihat pria yang berdiri tegap dengan memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celana.


"Sa---sayang." Ucap Rose terbata.


Terlihat Rose terbata, bahkankedua telapak tangannya sudah berkeringat dingin.


Daniel melihat ke arah Rose, terlihat wajah Roae yang berubah menjadi pucat karena kehadiran pria yang masih berdiri didepan pintu ruangannya.


Rose langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Dave, namun tangan Dave mengisyaratkan Rose tidak boleh mendekat.


Dave menatap dalam kedua mata bening yang dulu selalu terpancar cinta untuknya, namun karena dirinya juga cinta itu tanpa sadar sudah untuk pria lain.


"Pegilah, kejarlah cintamu dan jangan sia-siakan dia seperti aku menyia-nyiakanmu." Ucap Dave pelan.


"Rose, aku Dave Danuarta melepaskanmu dari ikatan pertunangan. Kejarlah Gabriel dan bahagia bersamanya." Lanjut Dave.


Kedua mata Rose memanas, hingga tidak dapat membendung air matanya untuk turun membasahi kedua pipinya.


Rose berjalan dengan cepat dan langsung memeluk tubuh Dave yang masih berdiri tegap ditempatnya.


Rose tergugu dalam pelukan Dave, Dave hanya dapat membalas pelukan Rose menganggap jika ini adalah pelukan terakhir dari mereka.


"Bagaimana dengan orangtua kita, Kak?" Tanya Rose pelan.


"Tenang saja, Kakak sudah berbicara dengan mereka sebelum datang kesini. Mereka menyerahkan kepada kita, Kakak juga sedang dekat dengan wanita lain." Ucap Dave jujur.


Rose mendongak menatap Dave dengan masukkan ingusnya, "Jadi Kakak selingkuh?" Tanya Rose polos.


"Jorok sekali!" Seru Daniel dengan melempar bantal hingga mengenai punggung Rose.


Rose menoleh dan menatap kesal kearah Daniel, "Jangan membuatku kesal." Ucap Rose.


"Kak Dave, aku salut denganmu bisa betah berdekatan dengan gadis jorok sepertinya." Ucap Daniel memprovokasi.


"Kau!" Tunjuk Rose kesal.

__ADS_1


"Sudah, Kakak tidak berselingkuh hanya mempersiapkan penggantimu saja." Ucap Dave pelan.


Rose menatap haru ke arah Dave, "Maafkan Rose, Kak. Seharusnya sejak awal Rose tidak memberi Kak Dave kesempatan jika akhirnya membuat Kakak kembali terluka." Kata Rose penuh penyesalan.


"Tidak masalah, Kakak dapat belajar dari kejadian ini. Jika semua kejadian ada hikmahnya, Kakak bisa lebih menghargai perasaan seseorang dengan tulus tanpa harus melukainya agar tahu seberapa besar cintanya untuk Kakak." Jawab Dave dengan mengelus rambut Rose.


Tanpa kedua sadari, interaksi Rose dan Dave di abadikan oleh Daniel dalam bentuk foto. Segera Daniel mengirimkan gambar tersebut kepada saudara kembarnya.



Terdengar Daniel cekikikan bermain dengan ponselnya.


"Apa kamu sudah tidak waras?" Tanya Rose yang berjalan mendekat.


"Jadi, sekarang kamu ingin mengejar Gabriel?" Tanya Daniel tanpa menjawab pertanyaan Rose.


Rose memutar bolanya malas, sedangkan Dave terkekeh melihat interaksi keduanya.


"Aku rasa Gabriel akan menolaknya." Kelakar Dave dengan duduk di sofa.


"Benar, gadis ini bukan type kakak ipar yang ideal untukku." Daniel menanggapi perkataan Dave.


"Kenapa kalian jahat sekali denganku yang imut ini." Ucap Rose dengan sebal.


"Imut?" Beo Daniel.


Tawa Daniel langsung pecah, gadis pendek didepannya sangat percaya diri.


"Lihatlah, ini adalah kekasih Kak Gabriel saat ini."



Rose mengambil ponsel milik Daniel, dan memperbesar gambar dimana ada Gabriel dan seorang wanita yang sangat cantik.


"Jadi, kamu tidak berbohong dengan ucapanmu tadi?" Tanya Rose yang tidak percaya.


"Sudah aku bilang, aku tidak pernah berkata bohong gadis pendek. Apa kamu yakin dapat menyaingi wanita itu?" Tanya Daniel dengan menggerakkan dagunya ke arah foto.


"Tentu saja, Kak Dave saja bisa jatuh cinta denganku apalagi Kak Gabriel." Ucap Rose dengan mengibaskan rambutnya.


"Cih, sombong sekali. Bahkan kecantikanmu tidak bisa menyaingi ujung hidung wanita itu." Olok Daniel dengan menatap remeh ke arah Rose.


Dave hanya mengamati interaksi keduanya dari sofa, terlihat Rose yang lebih bebas mengekspresikan dirinya dibandingkan saat bersama Dave.


Dave teringat, acara pertunangannya disaat sesi ciuman. Dave sengaja dengan menutupi wajah Rose yang sebenarnya mereka tidak melakukan ciuman itu.


Karena Dave ingin melihat, bagaimana perjuangan Gabriel. Namun nyatanya, ketika turun kelantai dansa. Dave sudah tidak menemukan keberadaan Gabriel lagi.


...🐾🐾...

__ADS_1


...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA...



__ADS_2