
Happy Reading 🌹🌹
Terdengar suara pintu terbuka dengan sedikit keras, membuat Nyonya Kim dan Minzy menjadi terserang rasa panik.
"Mama, Ayah datang." Ucap Minzy panik.
"Cepat sembunyi." Ucap Nyonya Kim yang ikut panik.
Sejak kapan Tuan Kim kembali, kenapa tidak terdengar suara mobilnya. Apa mereka yang terlalu fokus mencari dokumen penting itu.
Satu detik
Satu menit
Dua menit
"Mah, kan pintunya Minzy kunci." Ucap Minzy yang meringkuk dibelakang sofa.
"Oh, iya. Mama lupa." Jawab Nyonya Kim dengan polos.
Keduanya sejenak diam dan tertawa terbahak-bahak karena kebodohan mereka sendiri.
Minzy dan Nyonya Kim keluar dari persembunyiannya dan duduk disofa, terlihat wajah panik mereka masih tersisa.
"Lalu tadi suara apa?" Tanya Nyonya Kim.
"Tidak tahu Mah, seperti pintu terbuka." Jawab Minzy jujur.
"Sepertinya pencarian hari ini kita sudahi dulu Minzy, Ayahmu sungguh pintar menyembunyikannya." Ucap Nyonya Kim dengan lemas.
"Iya Mah, bahkan sampai lubang semut Minzy cari juga tidak ada." Kelakar Minzy menanggapi ucapan Mamanya.
Keduanya berdiri dari sofa dan berjalan menuju pintu keluar, namun langkah Minzy terhenti karena rak buku bergeser hingga menyisakan lubang yang besar.
"Mah, tunggu." Minzy menarik pakaian Nyonya Kim namun pandangannya fokus pada ruangan yang gelap.
Nyonya Kim berhenti dan menoleh ke arah Minzy, mengikuti arah pandang Minzy.
"Apa itu!" Seru Nyonya Kim dengan menutup mulutnya karena kaget.
"Apakah ruang rahasia? Wahh, seperti di film-film. Rumah kita memiliki ruang rahasia." Ucap Minzy berdecak kagum.
"Minzy jangan mendekat." Larang Nyonya Kim yang melihat Minzy berjalan keruang gelap itu.
"Ayo Mah, mungkin disimpan didalam ruangan ini." Minzy menggandeng tangan Nyonya Kim.
Minzy merogoh ponsel yang berada di saku celananya dan menyalakan senter.
Keduanya berjalan dengan perlahan memasuki ruangan gelap itu, terlihat Minzy mencari saklar lampu untuk menerangi ruangan tersebut.
__ADS_1
Tak
Minzy menemukan saklar lampu yang berada di dinding, terlihat ruangan yang awalnya gelap menjadi terang benderang.
Minzy dan Nyonya Kim terdiam ditempat mereka berdiri, melihat ruangan yang sangat banyak foto seorang wanita cantik.
"Wah, apa dia selingkuhan Ayah?" Tanya Minzy asal.
Nyonya Kim tidak menjawab, langkah kakinya mendekat kearah figura yang sangat besar disana. Dirabanya figura itu ada kesakitan dan kesedihan didalam hati Nyonya Kim.
Apakah selama ini suaminya berselingkuh setelah menikah dengannya, Nyonya Kim cukup lama mengangumi dan menatap wajah wanita yang ada didalam figura itu.
Sedetik kemudian langkah Nyonya Kim mundur secara perlahan, menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Tidak mungkin."
Bahkan tangannya sudah bergetar dengan hebat karena kaget dengan apa yang sedang dia pikirkan.
"Ada apa Mah?" Tanya Minzy mendekati Mamanya.
"Minzy, apa yang meminta dokumen dari keluarga Han adalah Kristal?" Tanya Nyonya Kim dengan air mata yang meleleh.
"Bukan, tapi Daniel." Jawab Minzy jujur.
"Daniel? Anak Eve dan Stevan?" Tanya Nyonya Kim dengan wajah sulit diartikan.
"Daniel itu anak kandung Mama Kristal dan Paman Stevan." Jelas Minzy.
Benar kata pepatah, dunia hanya seluas daun kelor.
"Mama." Panggil Minzy yang sudah duduk mensejajarkan tinggi badanya dengan Nyonya Kim.
Sejenak Nyonya Kim terdiam, pantas jika Nyonya Kim begitu familiar dengan wajah wanita yang ada difigura itu. Wajah itu sangat mirip dengan Kristal yang memiliki nama korea (Han Ji Won).
Nyonya Kim masih bersimpuh dilantai dengan menatap figura besar yang ada didepannya. Wajah keduanya bagaikan pinang dibelah dua.
"Minzy, ayo cepat kita harus menemukan semua dokumen penting." Ucap Nyonya Kim dengan menguatkan perasaannya.
"Ayo Mah." Minzy membantu Nyonya Kim berdiri.
Segera Minzy dan Nyonya Kim berpencar mencari kotak besi yang biasa menyimpan dokumen penting keluarga Kim.
Minzy mencari dengan bersungguh-sungguh kotak. besiitu, beda halnya dengan Nyonya Kim.
Nyonya Kim mencari hubungan apa yang terjadi antara suami juga teman sekolahnya itu.
Minzy menyenggol sesuatu hingga pecah, dengan panik mereka segera membereskan pecahan itu.
"Kamun tidak apa-apa sayang?" Tanya Nyonya Kim khawatir.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Mah, maaf membuat lama pencarian kita." Jawab Minzy pelan.
"Tidak apa-apa sayang, masih ada esok hari jika hari ini tidak ketemu." Ucap Nyonya Kim dengan lembut.
Minzy menganggukkan kepala dan memunguti pecahan vas yang berserakan dilantai.
"Tali." Gumam Minzy.
Minzy menarik perlahan tali merah yang dia temukan dilantai, hingga terbukalah tirai putih yang warnanya menyerupai tembok hingga membuat ilusi jika tidak ada yang mencurigakan diruangan rahasia itu.
Terdapat papan pesar didinding tersebut, foto-foto juga berita koran harian.
Nyonya Kim dan Minzy berdiri dan melihat dengan seksama apa yang ada dipapan tersebut.
Foto wanita yang sama dalam figura dengan satu foto keluarga kecil yang terlihat bahagia. Ada foto pria yang sangat tampan jauh lebih tampan dari Ketua Kim sedang tersenyum hingga terlihat lesung pipinya.
Foto kecelakaan mobil yang menabrak pembatas jalan raya hingga dimuat pada koran dan majalah bisnis.
"Ini seperti Tante Eve, kenapa ada disini juga?" Tabya Minzy yang menunjuk wajah gadis remaja.
Nyonya Kim tidak menjawab, tangannya terulur mengambil satu foto dengan seragam menengah atas. Mensejajarkan foto pria yang bersama suaminya saat muda.
Sama.
Mereka satu almamater.
Nyonya Kim mengikuti garis dari benang merah yang dibuat oleh Ketua Kim. Hingga menemukan jawabannya.
Rencana pembunuhan itu direncanakan oleh suaminya sendiri dengan pengeksekusi adalah Eve.
"Pembunuhan berencana." Ucap Nyonya Kim lirih.
"Apa? Pembunuhan Mah, jadi Ayah pembunuh?" Tanya Minzy dengan wajah kaget karena tidak percaya.
"Minzy cepat foto ini dan dan rekam semua yang ada didalam ruangan ini. Cepat Minzy!" Seru Nyonya Kim.
Minzy masih tremor karena mengetahui jika Ayahnya seorang pembunuh? Apakah benar? Kenapa bisa? Banyak pertanyaan yang bercongkol di otak Minzy.
Sedangkan Nyonya Kim, melihat tumpukan koran disudut ruangan. Terlihat berita koran tahun kejadian kecelakaan itu terjadi.
Nyonya Kim menghembuskan nafasnya kasar karena tidak percaya dengan penemuannya kali ini. Segera Nyonya Kim membula setiap laci kecil yang ada disebuah meja.
Nihil, tidak ada apapun.
Nyonya Kim segera mengecek kebagian rak besi yang berada didepan Minzy, membuka satu persatu kotak yang dia temui. Hingga satu kotak berwarna abu-abu ada ditangannya.
Kotak yang cukup besar daripada kotak lainnya, perlahan Nyonya Kim membukanya dengan jantung yang berdegup kencang.
Hingga satu tetes air mata turun kembali dari mata tuanya.
__ADS_1
"Mah, Minzy menemukan brangkasnya!" Seru Minzy yang menurunkan figura besar gambar wanita yang Nyonya Kim yakini jika itu Ibu dari Kristal.
...🐾🐾...