Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Elsa dan Dave


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Tangan Ayah Nugroho berhenti di udara, karena piring yang akan dia gunakan telah di ambil oleh Kristal.


Terlihat Kristal dengan cekatan dan telaten melayani Ayah Nugroho dan Rose di meja makan.


Membuat pandangan kedua orang tersebut terpaku, Ayah Nugroho merasa dejavu dengan perilaku yang Kristal lakukan.


Kristal yang merasa dirinya menjadi pusat perhatian di meja makan tersebut langsung tersadar dengan apa yang tengah dia lakukan.


"Ke.. kenapa? Ah, maafkan aku karena sudah lancang." Ucap Kristal yang langsung berdiri dan melakukan bow kearah Ayah Nugroho beserta Rose.


"Tidak apa-apa, lain kali jangan lakukan. Karena kamu bukan pelayan di kediaman Amanda." Jawab Ayah Nugroho pelan.


Rose masih terpaku dengan berkedip cepat, bola matanya melihat ke arah Kristal dan Ayah Nugroho secara bergantian.


"Apa Rose jodohkan saja Ayah dengan Tante Kristal, tidak akan ada yang marah bukan. Secara Tante Kristal berstatus janda sedangkan Ayah duda ditinggal mati oleh istrinya." Gumam Rose dalam hati.


"Rose, ayo dimanakan. Keburu dingin." Ucap Kristal dengan menggoyangkan tangan Rose.


"Oh, ya Tante. Terima kasih." Kata Rose dengan tersenyum.


Rose dan yang lainnya segera memakan makanan mereka masing-masing. Ayah Nugroho sesekali melirik ke arah Rose, terlihat wajah anaknya yang bahagia dan sedih terlihat jelas di wajahnya.


Sedangkan Kristal, makan dengan diam. Kristal tidak berani mengangkat kepalanya di meja tersebut karena merasa tidak enak hati terhadap Ayah Nugroho.


Di sebuah apartemen.


Terlihat seorang pria baru saja keluar dari dalam kamar mandi, terlihat otot perut yang terpahat dengan indah membuat siapa saja berteriak histeris ketika melihatnya.


Langkah lebarnya berjalan kearah lemari besar, dengan cepat menggeser pintu lemari dibagian jas.


Gabriel mengambil jas yang dibelikan oleh Ambar untuk acara Sky malam ini.


Dengan cepat Briel mengenakan kemeja putih yang sangat pas melekat di tubuhnya, kemudian di balut menggunakan jas tersebut.


Gabriel bercermin dengan memasangkan kancing jasnya, tidak lupa Briel mengenakan dasi untuk menunjang penampilannya.


"Kau sangat tampan malam ini Briel. Jauh lebih tampan dari curut itu." Ucap Briel pelan.


Tidak lupa Briel menggunakan pomade di rambutnya, agar tetap tegak menantang meskipun terkena hujan dan halilintar.


Sentuhan terakhir, Briel menggunakan aksesoris jam yang selalu setia menemani hari-harinya.


Setelah dirasa sudah siap, Briel segera keluar dari dalam kamar dan menuju basement dimana mobilnya terparkir.

__ADS_1


Ting


Terdengar bunyi lift yang menandakan jika Briel telah sampai lantai yang dituju, segera Briel keluar menuju mobilnya.


Kini Briel sudah duduk di kursi pengemudi, tanpa memberi kabar kepada Rose agar bersiap. Langsung saja Briel menjalankan mobilnya menuju mansion Amanda.


Selama diperjalanan hanya ada keheningan, karena Briel yang pendiam terlebih tidak memiliki teman didalam mobil.


...🐾🐾...


Di kediaman Danuarta.


Dave terlihat menuruni anak tangga dengan bersiul dan kedua tangannya dimasukkan kedalam kantung celana.


"Dave." Panggil Agung.


Langkah Dave terhenti, "Ada apa, Ayah?" Tanya Dave yang kemudian berjalan menghampiri Agung.


"Kamu akan datang dengan siapa malam ini?" Tanya Agung kepada Dave.


"Sendiri." Jawab Dave singkat.


"Tidak ada pasangan?" Tanya Agung yang menahan tawanya.


"Di acara nanti Dave akan bertemu dengan pasangan Dave." Jawab Dave dengan percaya diri.


Dave menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan Agung.


"Kenapa kamu tidak menjemputnya saja sekarang?" Tanya Agung kepada Dave.


"Dave sempat berfikir seperti itu, tapi apa benar Rose malam ini akan datang. Bagaimana jika Rose masih tetap liburan di luar negri, apa Dave menjemput Paman Nugroho jika Rose belum pulang?" Ucap Dave dengan panjang lebar.


Sedangkan Agung hanya tertawa kencang, karena membayangkan jika Dave datang ke mansion Amanda dan hanya bertemu dengan Nugroho.


"Yasudah, kamu berangkat bersama Ayah dan Mama saja." Ucap Agung.


"Baiklah Ayah, tapi Dave akan membawa mobil sendiri. Bagaimana jika Rose datang, tidak lucu jika berempat dalam satu mobil." Jawab Dave dengan menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa.


"Bukankah bagus, kita jadi double date?" Kelakar Agung.


Dave hanya memutar bolanya malas, "Ayah ingat umur." Jawab Dave singkat.


"Memang kenapa dengan umur?" Tanya Lila yang baru saja keluar dari dalam kamar.


Agung melihat jam yang melingkar di tangannya, "Mama lebih cepat satu menit kali ini, hanya membutuhkan waktu satu jam sembilan belas menit untuk berdandan." Ucap Agung dengan tertawa pelan.

__ADS_1


Lila memukul lengan suaminya pelan, "Mama cantik juga untuk Ayah." Jawab Lila sebal.


"Sudah ayo Mah... Yah... bertengkarnya nanti saja." Ucap Dave memotong dan pergi lebih dulu meninggalkan ruang tengah.


Agung dan Lila berjalan mengikuti Dave dengan saling bergandengan tangan.


Sedangkan Dave sudah masuk kedalam mobil miliknya dan mulai menjalankannya.


"Dave duluan." Ucap Dave yang berlalu dari hadapan kedua orang tuanya.


Selama di perjalanan Dave beberapa kali membuang nafasnya panjang, Dave sangat gugup bagaimana harus bersikap jika nanti bertemu dengan Rose di sana.


"Kamu pasti bisa Dave." Ucap Dave menyemangati dirinya sendiri.


Melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit, akhinya kuda besi Dave telah sampai di tempat acara.


Baru saja Dave membuka pintunya sudah dihampiri oleh seorang wanita yang Dave kenal.


"Dave." Ucapnya dengan tersenyum.


Dave hanya menatap datar ke arah wanita tersebut, bahkan enggan untuk menyapa.


"Menyingkir." Ucap Dave dingin.


Wanita tersebut sedikit melangkah mundur untuk memberikan ruang kepada Dave agar dapat keluar dari dalam mobil.


"Dave, kamu juga di undang?" Tanya wanita tersebut.


"Jangan bicara padaku karena aku sudah tidak memiliki urusan denganmu." Jawab Dave tegas dan langsung berjalan meninggalkan Elsa sendiri di parkiran.


Elsa mengepalkan sebelah tangannya, "Tidak akan aku lepaskan kamu Dave." Gumam Elsa dalam hati.


Dengan memasang muka tembok, Elsa berjalan kearah gedung dengan cepat. Karena Elsa tidak memiliki undangan, sehingga harus masuk bersama Dave.


Bagaimana Elsa bisa tahu, mengingat pekerjaan Elsa adalah wanita penghibur. Tentu saja para pembisnis membicarakan pernikahan keluarga Wiratama.


Awalnya Elsa tidak tertarik, karena mendengar pembicara para pembisnis menyebutkan keluarga Danuarta membuat Elsa yakin jika Dave juga akan hadir di pesta tersebut.


Dengan seringai tipisnya, didalam otak kecil Elsa sudah menyusun rencana agar dapat masuk kedalam keluarga Danuarta atau keluarga konglomerat yang lainnya.


Hingga hari yang ditunggu-tunggu tiba, Elsa langsung melakukan perawatan di seluruh tubuhnya dan berdandan di salon. Tidak lupa membeli pakaian bermerk untuk berkumpul di acara kalangan atas nanti malam.


Hingga akhirnya Elsa berangkat dan menunggu Dave datang di acara tersebut, hari ini sepertinya hari keberuntungan Elsa.


Tidak perlu menunggu lama, mobil Dave terlihat memasuki area parkir di sana. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, Elsa berjalan mendekat kearah mobil milik Dave.

__ADS_1


...🐾🐾...


...JANGAN LUPA DIBERI HADIAH READERS, HARI PERNIKAHAN NIH. MASA DATANG KE KONDANGAN GAK BAWA AMPLOP πŸ˜‚πŸ˜‚...


__ADS_2