Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Rapat Pergantian CEO


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Terlihat rombongan Robby, Stevani, Stevan, dan Kristal telah sampai di perusahaan Kristoff dengan cepat para penjaga menghampiri mobil-mobil tersebut dan membukakan pintu.


Banyak wartawan yang sudah menunggu di luar perusahaan karena berita panas yang mencuat di media online.


Banyak yang bertanya-tanya tentang berita mengenai Kakek Kristoff dan Daniel, karena keduanya tidak terlihat datang di perusahaan membuat semua orang berfikir jika berita online itu benar.


Terlihat wartawan berusaha mewawancarai keluarga Krostoff namun karena banyaknya pengawalan membuat mereka tidak bisa mendekat ke arah rombongan keluarga tersebut.


"Ijinkan mereka masuk hanya perwakilan saja dan yang di luar tetap tertib jangan sampai ricuh." Ucap Stevani kepada Robby.


"Sudah Nona, di dalam sudah beberapa wartawan dari beberapa stasiun TV. Di luar mungkin wartawan yang baru saja mengetahui berita online karena tidak semuanya kita undang." Jawab Robby menjelaskan.


"Baiklah." Ucap Stevani.


Stevani memimpin jalan di rombongan keluarga Kristoff, ke empatnya berjalan menuju lift yang biasa di gunakan para petinggi perusahaan. Kedatangan Kristal menjadi perhatian semua orang yang ada di perusahaan karena mereka tahu jika Eve adalah istri dari seorang Stevan buka Kristal.


Kristal berusaha acuh mendengar bisikan dan mendapatkan tatapan yang tertuju padanya, Stevan yang berada di samping Kristal menggenggam tangan mantan istrinya dengan lembut.


Kristal yang mendapatkan perlakuan tersebut tersentak kaget karena sedekat apapun dirinya dengan Stevan belum pernah bergandengan tangan.


"Ayah dan Gabriel kapan akan sampai di perusahaan?" Tanya Stevani.


"Mungkin nanti, karena mereka ada urusan terlebih dahulu." Jawab Robby.


Stevani menghela nafasnya panjang, "Apakah berita itu belum reda di online?" Tanya Stevani.


"Sudah, aku rasa Rocky sangat cepat mengatasi semuanya." Jawab Robby jujur.


"Tentu saja, dia adalah putraku." Ucap Stevani sombong.


Mendengar ucapan sang kakak membuat Stevan berdecih, "Itu bibit unggul dari kakak ipar, jika keturunanmu tidak mungkin seperti Rocky." Kata Stevan memutar bolanya malas.


Stevani mencebik malas jika di pikir memang lebih mirip suaminya dibanding dirinya yang pecicilan ini. Sudahlah yang penting kedua anaknya dapat di andalkan, putus Stevani.


Tidak terasa ke empatnya telah sampai di lantai ruang rapat, terlihat sudah banyak para pemilik saham di perusahaan Kristoff berkumpul.


Melihat kedatangan keluarga Kristoff membuat mereka memasang wajah pertama dan kedua, tersenyum dan menyapa seakan mereka adalah teman sejak lama yang akan memberikan dukungan penuh.


Terlihat Stevan masih menggandengan tangan Kristal hingga masuk kedalam ruang rapat bahkan keduanya tampak nyaman dan tidak sadar jika belum melepaskan pegangan tangan itu.


Eve yang sudah sampai terlebih dahulu mendengus kesal karena melihat keduanya datang dan bergandengan tangan bersama.


"Kita mulai saja." Ucap Ketua Kim yang baru saja datang.


"Baiklah." Jawab Eve mengangguk.


Ketua Kim memberi kode kepada MC untuk memulai rapat kali ini, sehingga mic berbunyi MC mempersilahkan kepada semua orang yang berada di dalam ruangan untuk duduk di kursi masing-masing.


Terlihat Eve dan Ketua Kim duduk di bagian kanan dan di belakang para pemegang saham perusahaan Kristoff, begitu juga keluarga Kristoff duduk di sebelah kiri dan belakang mereka pemegang saham yang mendukung Kakek Kristoff.


Jika dilihat pendukung keduanya tidak seimbang karena lebih banyak para pendukung Eve dan Ketua Kim dibandingkan Kakek Krostoff.

__ADS_1


MC mulai berjalan ke tengah panggung yang di samping kirinya terdapat sebuah mimbar.


"Baiklah, pada acara pergantian jabatan CEO hari ini akan kita mulai. Harap semuanya tenang." Ucap MC.


"Silahkan Ketua Kim." MC memoersilahkan Ketua Kim untuk maju kedepan.


Ketya Kim segera berdiri dari kursinya dan berjalan dengan angkuh menuju panggung, terlihat MC menyerahkan microfon kepada Ketua Kim.


Ketua Kim berdehem sebelum memulainya, "Baiklah, seperti yang kita ketahui jika Tuan Kristoff tengah terbaring sakit karena mengingat usianya yang sudah senja begitu juga Daniel selaku pewaris dan pengganti Tuan Krostoff ternyata selama ini menyembunyikan penyakitnya dari kita semua. Sehingga membuat posisi krusial dalam perusahaan kosong, oleh karena itu saya sebagai pemegang saham terbesar kedua setelah Tuan Kristoff mengajukan Eve untuk menduduki kursi jabatan CEO di perusahaan Kriatoff." Ucap Ketua Kim panjang lebar.


Eve berdiri dan menebar senyum kepada para pemegang saham, senyum Eve terlihat meremehkan keluarga Kristoff.


Eve berjalan maju dengan anggun, meski usianya sudah tidak muda lagi namun banyak yang mengakui jika tubuh Eve tetap seperti para gadis.


Seorang pemegang saham A berdiri, "Saya menolak jika kursi jabatan CEO di isi oleh orang lain yang bukan keluarga Kristoff, bagaimana bisa perusahaan keluarga di isi oleh orang lain terlebih Nyonya Eve hanya menantu di keluarga tersebut." Ucap pemegang saham A.


Pemegang saham B dari kubu Ketua Kim, "Tentu saja bisa, meskipun ini adalah perusahaan kekuarga Kriatoff namun banyak orang yang menanamkan modal di perusahaan ini. Jika pewaris yang akan menggantikan Tuan Kristoff saja penyakitan tidak mungkin dapat memimpin perusahaan Kristoff dengan baik." Ujar pemegang saham B.


Kristal meremat tangan Stevan, marah tentu saja. Daniel bukan orang penyakitan hanya memang takdirnya sudah seperti itu.


Kristal menatap tajam ke arah panggung, tatapannya menghunus ke arah Eve. Begitu juga Eve yang menatap Kristal tidak kalah tajamnya dengan seringai yang tipis di bibirnya.


"Keluarga Kristoff masih memiliki Tuan Stevan dan Nyonya Stevani untuk memimpinnya, Nyonya Eve tidak memiliki apapun untuk terpilih sebagai CEO meski mendapatkan dukungan dari Ketua Kim." Sangga pemegang saham A.


"Apa kalian tidak ingat, ketika Tuan Stevan memimpin perusahaan bagaimana kacaunya saat itu bahkan uang perusahaan di korupsi habis-habisan olehnya." Jawab pemegang saham C dari kubu Ketua Kim.


Terlihat para pemegang saham menganggukkan kepalanya setuju, memang benar apa yang di ucapkan pemegang saham C karena saat itu membuat perusahaan hampir gulung tikar saat di pimpin oleh Stevan.


"Kita masih memiliki Nyonya Stevani, pasti kita tidak perlu menanyakan kemampuannya dalam memimpin perusahaan karena selama ini dia selalu di samping suaminya Tuan Smith. Meskipun Tuan Smith tidak memiliki saham di perusahaan Kristoff namun kemampuan dan keahlian Nyonya Stevani tidak dapat diragukan lagi." Ucap pemegang saham D.


Eve dan Ketua Kim yang melihat situasi mulai tidak mendukung mereka menyela perdebatan antara pemegang saham.


"Semuanya, meskipun Eve tidak mendapatkan dukungan dari keluarga Kristoff namun Eve mendapatkan dukungan dari mendiang Nyonya Krostoff. Eve adalah pemilik saham 10% yang selama ini tidak di ketahui pemiliknya." Ucap Ketua Kim.


πŸ‘₯ Haa....


Terdengar para pemegang saham yang belum tahu mengenai pemilik saham 10% merasa kaget, bagaimana bisa mendiang Nyonya Kristoff memberikan saham sebesar itu kepada Eve yang notabennya sebagai menantu.


"Benar tuan-tuan, saya adalah pemilik saham 10% tersebut. Ini adalah bukti surat kuasa dari mendiang ibu mertua saya Nyonya Kristoff. Beliau memberikan saya warisan 10% saham dari perusahaan ini." Timpal Eve.


Eve menerima sebuah kertas dari orang kepercayaan Ketua Kim dan di bukanya surat tersebut, di berikan keoada MC agar dapat ditampilkan di layar monitor yang besar agar semua dapat membacanya.


Pemegang saham yang mendukung keluarga Kristoff mulai tidak tenang karena jika banyak yang mendukung Ketua Kim mereka akan dipastikan kalah.


"Tidak bisa, kami mempertanyakan saham 10% tersebut apakah benar jika mendiang Ibuku mewariskannya kepada Eve." Ucap Stevani lantang.


"Kakak, tentu Eve tidak berbohong. Meskipun kakak ipar tidak menyukaiku, mana berani Eve berbuat kebohongan besar seperti ini." Jawab Eve mulai berdrama.


Stevani yang sudah berdiri dengan anggung hanya berdecih, "Kakak ipar? Menggelikan, kamu sudah menceraikan adikku jadi jangan memanggilku dengan panggilan menjijikkan seperti itu." Ucap Stevani sarkas.


πŸ‘₯ Haa....


Para pemegang saham dari kedua kubu terlihat kaget, bercerai?

__ADS_1


"Sebentar, saya teringat kejadian beberapa hari lalu Nyonya Eve menceraikan Tuan Stevan? Apakah benar jika Nyonya Eve dan Ketua Kim memiliki hubungan seperti yang diberita tempo lalu?" Tanya pemilik saham A dengan raut wajah yang sangat penasaran.


Eve dan Ketua Kim kelabakan karena topik mulai di alihkan oleh Stevani, "Te---tentu saja tidak benar, kami hanya---"


"Hanya anak dan ayah." Ucap seseorang yang menerobos masuk begitu saja.


Semua orang mebelalakkan matanya karena mendengar jawaban orang tersebut, begitu juga Eve dan Ketua Kim yang kaget kehadiran orang itu.


"Kenapa? Asal semua tahu jika mereka itu adalah anak dan ayah, mereka telah membohongiku puluhan tahun." Seru Nyonya Kim.


πŸ‘₯ Waa....


Semua orang yang berada di dalam ruangan semakin penasaran begitu juga para wartawan yang di undang masuk terlihat sangat kaget mendapatkan berita hot seperti ini. Rekan mereka langsung mengetik dengan cepat di laptop sedangkan kameramen memgarahkan lensanya ke arah Eve, Ketua Kim, dan Nyonya Kim.


"Apakah benar itu Ketua Kim?" Tanya beberapa pemilik saham.


"Tentu itu tidak benar, istriku hanya sedang cemburu saja." Jawab Ketua Kim cepat.


Ketua Kim memberi kode kepada pengawal untuk menyeret istrinya keluar namun hanya bergeming, Nyonya Kim berjalan duduk di meja pendukung Kristoff. Robby segera berdiri dan melakukan bow kepada Nyonya Kim.


Membuat para pemegang saham terheran-heran, keluarga Kim menjadi dua kubu semakin bertambah bingunglah para pemegang saham yang mendukung Ketua Kim.


Ketua Kim geram, "Itu semua tidak benar, saya dan Eve hanya sebagai rekan kerja saja. Saya yang mengundang Eve untuk bertemu di hotel tidak hanya berdua namun juga dengan pengacara saya. Karena Eve berkata jika mendapatkan warisan sari mendiang Nyonya Krostoff takut jika warisan itu akan di rampas darinya." Ucap Ketua Kim menjelaskan.


"Baiklah aku sebagai anak tertua dari keluarga Kristoff akan mendukung Eve, jika Eve dapat membuktikan keaslian dari surat wasiat tersebut. Panggil pengacara mendiang Nyonya Kristoff yang menyerahkan warisan itu kepadamu Eve." Stevani kembali berbicara dengan tenang namun menantang.


Eve merasa kelabakan mendapatkan peetanyaan dari Stevani, "Kakak, Ibu memberikannya langsung kepada Eve saat masih sehat dulu sehingga tidak melalui pengacara." Kilah Eve.


"Benarkah?" Tanya Stevani dengan wajah bodoh.


"Benar kak." Jawab Eve cepat.


"Baiklah, saya Stevani selaku anak tertua dari keluarga Kroatoff mendukung pengangkatan Eve menjadi CEO." Ucap Stevani lantang.


Stevan, Kristal, Robby, dan Nyonya Kim kaget dengan keputusan Stevani yang tidak ada di salam skenario saat rapat kemarin.


"Apa kau gila!" Ucap Stevan menggeram kesal saat Stevani sudah kembali duduk.


"Diamlah." Jawab Stevani singkat.


"Kau! Kau sungguh gila, bagaimana bisa mendukung Eve." Ucap Stevan yang tidak terima.


Stevani tidak menggubris ucapan Stevan, Stevani hanya tersenyum manis ke arah Eve juga Ketua Kim.


"Baiklah, karena Nyonya Stevani sudah mengatakan akan mendukung Nyonya Eve untuk menduduki jabatan CEO sehingga kita secara resmi dan sadar dalam pemilihan CEO kali ini. Oleh karena itu saya putuskan rapat ini di---"


Brak!


Terlihat Gabriel berjalan dengan Kakek Kristoff yang duduk di kursi roda di dorong oleh seorang perawat tidak lupa paman Seo dan seorang pria paruh baya di belakang mereka.


"Tuan Kristoff." Seru semua orang segera semua orang berdiri dan melakukan bow.


"Duduklah." Ucap Kakek Kristoff dengan menggerakkan tangannya.

__ADS_1


Eve dan Ketua Kim juga melakukan bow, karena mereka tetap harus menampilkan cintra yang bagus di depan publik.


...🐾🐾...


__ADS_2