
Happy Reading 🌹🌹
Terlihat seorang gadis mendengus kesal karena mendapatkan telfon dari orang misterius.
"Awas saja jika sampai menelfon lagi, akan aku cekik jika bertemu." Ucap Rose dengan kesal.
Segera Rose meninggalkan ponselnya di atas kasur dan berjalan menuju kamar mandi.
Hari ini Rose berencana mencari apartemen untuk dirinya karena tidak mungkin jika harus tinggal di hotel selama di Korea.
Tidak membutuhkan waktu lama, Rose sudah keluar dari dalam kamar mandi dan bersiap berburu apartemen.
Terlihat Rose mengenakan baju lengan panjang berwarna kuning dan di padukan celana jeans berwarna biru muda.
Rose sengaja menggerakkan rambutnya yang bergelombang.
"Selesai." Ucap Rose girang.

Segera Rose keluar dari kamar hotelnya dan menuju lift untuk ke lantai satu.
Ting
Terdengar suara lift terbuka, segera saja Rose masuk dan menekan tombol ke ruang loby.
Tidak membutuhkan waktu lama, lift berhenti dan terbuka.
"Apa lift ini rusak." Gumam Rose yang kembali menekan lantai dasar.
Terlihat beberapa pria berpakaian jas rapi dan dandanan yang sangat rapi.
Sejenak Rose terpaku dengan pria yang ada di hadapannya, pria itu yang menabraknya tempo hari di bandara.
"Ma.. maaf, apa aku salah naik lift?" Tanya Rose yang menjadi pusat perhatian.
"Tidak Nona, tenanglah. Lift satunya sedang di perbaiki." Ucap seorang pria paruh baya mungkin bisa di bilang sudah kakek-kakek.
Rose mengangguk kaku dan menggeser kakinya hingga menempel di dinding.
Seluruh rombongan masuk menjadi satu bersama Rose di dalamnya. Rose yang sangat canggung mencoba bermain dengan ponselnya.
"Bagaimana perusahaan selama Kakek pergi?" Tanya sang kakek.
"Baik, Kek." Jawabnya singkat.
"Kamu harus selalu menjaga kesehatanmu, jangan biarkan mereka meremehkanmu." Ucap Kakek yang penuh tekad.
"Baik, Kek." Jawabnya lagi.
"Kakek yakin, ibumu akan setuju dengan apapun yang Kakek lakukan untukmu." Ucap kakek lagi.
Tidak ada jawaban dari sang cucu, karena tatapan pria tersebut terpaku pada bayangan Rose yang terpantul di lift tersebut.
Terlihat Rose sedang asik berchating ria, bahkan tidak segan Rose sampai tertawa terpingkal meskipun tidak mengeluarkan suaranya.
"Apa kamu mendengarkan kakek, El." Tanya sang kakek yang menoleh ke arah cucunya.
__ADS_1
Terlihat sang cucu masih fokus dengan pemandangan yang ada disana, sang kakek melihat ke arah Rose dan sang cucu secara bergantian.
Sang kakek hanya tersenyum tipis melihat sang cucu, lift sudah sampai di lantai satu.
"Awww." Seru Rose yang merasa tubuhnya di tabrak seseorang.
"Ma.. maaf." Ucap El gugup.
"Sshh.. kau! hoby sekali menabrakku!" Sungut Rose kepada El.
El tergagap karena dirinya tidak pernah dekat dengan wanita selain ibu dan sahabatnya.
"Ayo, El." Ucap sang Kakek yang sudah keluar terlebih dahulu dengan para pejabat tinggi.
"Sekali lagi, maafkan aku Nona." Ucap El yang langsung berlalu dari hadapan Rose.
Sedangkan sang Kakek menahan tawanya, ya sang Kakek sengaja keluar dengan meringsek ke arah El agar cucunya menabrak gadis yang tidak jauh dari tempat El berdiri.
Beruntung para pejabat lain tanggap dengan perlakuan Kakek, sehingga ikut mendorong El agar semakin dekat dengan gadis pendek tersebut.
Rose keluar dari dalam lift dengan wajah menekuk, dirinya berjalan sampai depan. Terlihat rombongan Kakek masih di depan hotel.
El menoleh ke arah Rose, sedangkan Rose melototkan kedua matanya dengan wajah yang kesal.
"Nona." Ucap seorang pria yang baru sampai.
"Siapa, kamu? Kau ingin menculikku, huh!" Jawab Rose berlagak galak sedangkan kakinya perlahan mendekat ke arah El tanpa sadar.
"Saya adalah bodyguard utusan Tuan Nugroho." Ucap pria itu dengan memperlihatkan pesan dari Surya.
"Bisa lepaskan tangan cucuku, Nona?" Tanya Kakek yang akan masuk kedalam mobil.
Rose tersentak kaget dan melihat ke arah tangannya, "Eh.. oh my! Maafkan aku Kakek tidak sengaja." Ucap Rose yang langsung melepaskan pegangan tangannya berjalan ke arah mobil bodyguardnya.
"Ayo, El." Ucap Kakek yang sudah masuk kedalam mobil terlebih dahulu.
Rose yang kini duduk di mobil tengah sibuk mencari sesuatu di dalam ponselnya, hingga kepala Rose terbentur kursi di depannya.
"Aww... kenapa mengerem mendadak." Ucap Rose ngena mengelus kepalanya.
"Maaf Nona, saya tidak sengaja menabrak orang." Ucap sang bodyguard.
"Apa!"
Segera Rose dan bodyguard keluar dari dalam mobil, terlihat seorang wanita paruh baya terduduk di atas aspal dengan memegang pergelangan kakinya.
"Anda tidak apa-apa Nyonya." Ucap Rose panik.
"Tidak apa-apa, maaf Saya menyebrang tidak melihat jalan." Ucap wanita tersebut.
"Cepat kita bawa ke Rumah Sakit." Perintah Rose kepada bodyguard.
Wanita tersebut menggeleng cepat, "Jangan Nona, jangan. Saya baik-baik saja." Tolak wanita tersebut.
Wanita itu berusaha berdiri namun terduduk lagi, terlihat wajah yang pucat dan pakaian yang kotor di kenakannya.
"Cepat! Apa kamu menunggu polisi datang kesini!" Kesal Rose.
__ADS_1
Segera bodyguard tersebut menggendong wanita yang ditabraknya ke kursi penumpang setelah Rose membukakaknnya.
El memutar tubuhnya karena merasa tidak asing dengan wanita yang di gendong oleh seorang pria dan seorang gadis yang membelakanginya.
Ya, mobil El melintas melewati mobil Rose beserta bodyguard yang berhenti di pinggir jalan.
"Ada apa El?" Tanya Kakek.
"A, tidak Kakek. El merasa seperti melihat Mama." Jawab El jujur.
Sang Kakek menepuk pundak cucunya dengan pelan, "Tenanglah El, kita pasti akan menemukan Mamamu." Ucap sang Kakek menenangkan.
El kembali duduk menghadap kedepan setelah mendengar ucapan sang Kakek.
"Mama akan cepat ditemukan, Kakek pasti akan menemukan Mamaku." Gumam El dalam hati.
Sedangkan sang Kakek hanya diam.
"Hanya satu menantu keluarga Kristof."
Sedangkan kini Rose tengah duduk di samping wanita yang di tabrak oleh pengawalnya.
"Apa, Nyonya benar tidak ingin ke Rumah Sakit?" Tanya Rose memastikan.
"Tidak perlu Nona." Jawab wanita tersebut.
"Kita bawa saja ke apartemen Nona, Tuan Nugroho sudah menyiapkan semua keperluan Nona." Ucap sang bodyguard memberikan solusi.
"Kenapa kamu tidak memberitahu sejak tadi!" Sungut Rose.
"Saya baru akan memberitahukannya, tetapi Nona Rose sejak tadi menyuruh Saya diam." Bela bodyguard.
Rose mencebikkan bibirnya kesal mendengar jawaban bodyguard yang dikirim Ayahnya.
Sedangkan wanita yang duduk di samping Rose hanya tertawa pelan.
"Oh, iya. Nama Nyonya siapa? Alamatnya dimana? Jika sudah sembuh akan aku antarkan pulang." Rose mencecar beberapa pertanyaan kepada wanita tersebut.
Terlihat wanita tersebut menundukkan kepalanya dan meremat baju yang di kenakannya.
"Sa.. saya yatim piatu Nona." Ucapnya.
"Anak? Suami?" Tanya Rose kembali.
Terlihat dari usia wanita tersebut mungkin sepantaran dengan sang Ayah.
Melihat wanita tersebut hanya diam, membuat Rose mengurungkan sejuta pertanyaan yang akan dia keluarkan.
"Maaf Nyonya jika menyinggung." Ucap Rose.
"Tidak apa-apa Nona, anak Saya sudah bahagia hidup dengan Ayahnya." Jawab wanita tersebut.
Rose hanya mengangguk, dia tidak ingin bertanya jauh lebih dalam. Melihat wanita tersebut sepertinya akan menangis ketika medapatkan pertanyaan dari Rose.
...🐾🐾...
KIRA-KIRA SI KAKEK INI JAHAT ATAU TIDAK YA?
__ADS_1