
Kini Ling tengah berada di sebuah ruangan yang cukup besar. Namun di sana hanya terdapat empat orang saja. Yaitu Ling, Yuki, manajer disana, dan yang terakhir adalah pelayan wanita.
Ling dan manajer itu berbincang dan menukar sapa sebentar sebelum berbicara ke topik utama.
"Aku langsung saja ke intinya, dimana hewan itu?"
"Ah, hewan itu." Manajer itu memalingkan wajahnya menghadap ke pelayan yang berada di sampingnya, dia memberikan kode untuk pelayan itu segera pergi. Menyadari maksud tuannya, pelayan tersebut segera pergi keluar untuk membawa hewan sihir itu.
Setelah pelayan tersebut pergi, manajer disana langsung memperkenalkan dirinya sebagai Andri. Andri kemudian bertanya-tanya kepada Ling darimana dia mendapatkan uang sebanyak itu? Dia juga bertanya, Kenapa Ling masih hidup?
Ling syok mendengar pertanyaan kenapa dirinya masih hidup. Namun dia segera kembali tenang dan menanggapinya sebagai lelucon belaka.
Ling menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan pertama Andri. Ling berkata bahwa dirinya memiliki bisnisnya sendiri, terlebih dirinya juga menabung uang yang diberikan oleh ayahnya untuk dikemudian hari saat dirinya membutuhkan sesuatu.
Ling kemudian juga menjawab pertanyaan kedua. Mungkin hal inilah yang masih dipertayankan oleh sebagian orang. Hanya saja mungkin tidak ada yang berani bertanya karena status Keluarga terpandang bukanlah omongan belaka! keluarga terpandang memiliki wilayahnya sendiri. Mungkin kira-kira luasnya sebesar satu desa. Mereka juga memiliki kekuatan yang besar, karena itu sangat jarang ada yang berani menentang kehendak mereka.
Ling menjelaskan, bahwa terdapat anak yang cukup mirip dengannya waktu peperangan itu terjadi. Karena itu mungkin seseorang salah mengira bahwa itu dirinya. Ling juga menambahkan, di tengah pertempuran terjadi, dirinya kabur dari sana dengan segera. Karena itu juga dirinya tidak balik dengan orang-orang yang selamat.
Selesai Ling menjelaskan hal tersebut, dia kemudian mengambil sebuah cangkir minum yang telah disediakan tadi sambil menunggu tanggapan dari Andri.
"Begitu? baiklah, aku hanya penasarannya saja tadi." Setelah berkata demikian, Andri tertawa.
Beberapa saat kemudian, tibalah sang pelayan itu. Akan tetapi, Ling tidak melihat adanya hewan di sekitarnya. Hal itu tentu saja membuat dirinya heran dan bertanya. Terlebih pelayan wanita itu hanya membawa sebuah kubus berwarna biru gelap.
"Dimana hewan sihir tersebut?" Tanya Ling penasaran.
"Ah, itu ada di dalam sini tuan Ling. Apakah tuan tidak tau?" Wanita itu menunjuk kubus itu.
"Eh! bagaimana bisa hewan sihir itu berada di dalam kubus ini?"
__ADS_1
Ling tidak bisa tidak penasaran, bagaimana bisa seekor hewan sihir masuk kedalam kubus.
"Ah, itu sebaiknya tuan Ling pelajari saja di buku panduan barang ini. Buku panduan itu bisa tuan dapatkan di kasir. Sebenarnya barang ini sendiri cukup mahal, namun karena tuan Ling adalah pelanggan yang membeli dengan harga tinggi, dan juga karena tuan adalah anak dari pemimpin. Kami memberikan ini secara cuma-cuma."
Tentu saja, itu semua karena Ling memiliki status tinggi sebagai anak pemimpin mereka. Sudah sewajarnya mereka harus bersikap baik kepada anak dari atasannya. Hal ini sudah biasa, yang memiliki kekayaan akan di hormati, dan yang miskin hanya akan menjadi mainan mereka yang di atas. Entahlah, semua tau akan hal ini. Namun tentu saja tidak semuanya seperti demikian.
Pelayan tersebut kemudian menyerahkan kubus itu kepada Ling setelah cukup dekat dengannya.
Ling juga langsung mengeluarkan dua kantung emas yang tadi. Hanya saja, penampakan dari dekatnya membuat sosok kedua orang itu sangat terkejut. Kekuatan apa yang dimiliki oleh Ling? apakah ada sihir semacam ini? itulah pertanyaan yang mereka terapkan dalam batin mereka.
Ling tidak terlalu memikirkan apa yang sedang mereka pikirkan, namun Ling sebenarnya juga sudah mengetahui dari ekperesi terkejut mereka. Itu sudah wajar, di kerajaan ini, ilmu mengenai Class sangat terbatas, karena itu mereka belum mengetahui apa itu Class Void, Necromancer. Sedangkan Ling yang memiliki sistem sangat mudah untuk mencari tahu kebenaran tentang Class Class di dunia ini.
Setelah mengeluarkan kedua kantung emas itu, dia kemudian langsung menyerahkannya dengan santainya kepada wanita itu, begitu pula dengan wanita tersebut. Dia langsung menyerahkan kubus itu juga kepada Ling. Bisa dibilang Ling adalah orang yang sudah lupa perasaan, karena itu juga dirinya membutuhkan pengalaman lagi untuk merasakan perasaan itu sendiri.
Wanita itu awal mulanya tersenyum, namun beberapa saat setelah bertukar dengan Ling, mimik wajahnya langsung berubah drastis. Dari yang tersenyum langsung berubah menjadi jelek, dari yang berdiri tegak menju
Ling tidak memperhatikannya karena sibuk melihat-lihat kubus yang baru saja diambilnya.
Ling sangat mengagumi kepintaran orang yang membuat benda ini. Jika saja dia bisa merekrutnya, pastinya fantasi yang Ling miliki Ling ingin wujudkan dengan bantuan pengrajin itu.
Tanpa disadari, wanita yang baru saja menerima kantung emas dari Ling terhuyung jatuh ke lantai saking tidak kuatnya mengangkat emas sebanyak itu.
Manajer yang berada di sampingnya segera membantu pelayan tersebut. Dia kemudian menatap Ling tajam, apa yang ditaruh anak itu dalam kantung ini? Apakah benar emas bisa seberat itu? Setidaknya seseorang dengan tingkat emas dapat mengangkat 500kg.
Setelah memastikan pelayan tersebut tidak kenapa-kenapa, dia kemudian membuka salah satu kantung. Hasilnya, sebuah koin emas langsung jatuh berserakan di lantai-lantai ruangan transaksi.
Bersamaan dengan itu, Ling langsung pamit undur diri karena tidak ingin membantu memungut koin emas.
* *
__ADS_1
Di depan tempat toko pusat Gronth berada, terlihat seorang pria berambut biru tua dengan pakaian yang sangat rapih. Kharisma yang dikeluarkan oleh pria ini berbeda dengan yang lainnya.
"Jin san, aku ingin barang unik!"
Beberapa cm dari pria berambut biru itu, terlihat seorang gadis kecil yang sungguh imut berada disampingnya.
"Iya iya nanti akan ku belikan di lelang Keluarga Gronth."
Pria berambut biru itu menghela nafas panjang, itu semua karena permintaan gadis kecil di dekatnya adalah permintaan adiknya. Pria yang dipanggil Jin san ini sengaja untuk memanjakan adiknya itu. Namun, kalian jangan salah sangka. Adik dari pria itu memiliki tingkat perak bintang 3 di usianya yang terbilang muda.
Saat mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat lelang Gronth berada. Mereka secara tidak sengaja bertemu dengan pasangan pemuda pemudi yang cantik maupun tampan.
* *
Sedangkan itu, Ling yang telah keluar dari tempat tokoknya langsung berniat untuk pergi ke restoran. Sudah sepanjang pagi ini mereka belum memakan sesuatu.
Namun, beberapa menit kemudian setelah keluar dari tokonya, dia tidak sengaja bertemu dengan...
"Eh, Aojin." Ling membuka matanya lebar-lebar melihat sosok pahlawan itu yang terlihat terlalu dekat dengan adik disampingnya. Tampilan dirinya sekarang sangat berbeda jauh dengan pahlawan yang pernah Ling hadapi saat menggunakan topeng.
Aojin secara bersamaan langsung menatap wajah Ling.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Masih dengan seperti biasanya, pria itu tersenyum setiap kali bertemu dengan siapapun itu.
"Ah tidak-tidak, hanya saja aku terkejut kau bisa menjadi berbeda seperti ini saat berjalan dengan adikmu." Ling tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya.
"Hahaha." Mungkin saat ini Aojin tertawa, namun dalam hatinya...
_ _ _
__ADS_1
Terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca novel ini :) tinggalkan ( like ) ( komentar positif ) dan rate 5 Bintang. Sekali lagi terima kasih, tanpa kalian saya malas lanjutin novel ini wkwkwkwk 🤣 semoga sehat selalu untuk para pembaca👍