Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 82 - Kekasih di kehidupan lama


__ADS_3

Tiba di kamarnya, Ling langsung menghilangkan skeleton miliknya, dia kini sedang berada di ranjangnya sambil meratapi langit langit kamarnya.


Ling tidak dapat menggerakkan tubuhnya, ia juga tidak dapat berbicara, mungkin karena efek samping dari mengonsumsi mayat dengan kekuatan yang tinggi akan terjadi hal seperti ini jika di tahan, Ling pun pada akhirnya memutuskan untuk beristirahat.


Sedangkan itu, satu hari sebelumnya saat Kurumi menyelesaikan misi yang diberikan oleh tuannya, dia bertemu dengan seorang laki-laki yang sekiranya sangatlah mirip dengan kekasihnya dahulu, Kurumi sendiri dulu adalah seorang tabib, dia memiliki kekasih yang bernama Zhu Ge Liang, dia adalah seorang pendekar dari aliran putih.


Kurumi bertemu dengan sosok laki-laki yang mirip dengan kekasihnya terdahulu, dia kini sedang memandangi sosok laki-laki itu dari jauh sambil mengintip.


* *


"Pekerjaan hari ini sudah selesai, aku akan kembali ke rumah ku saja kalau begitu." Pria yang di dambakan mirip dengan kekasihnya Kurumi dahulu itu menepuk tangannya membersihkan kotoran/debu pada tangannya.


Sosok pria itu kemudian terlihat mengambil sebuah pakaian atau lebih tepatnya jas, namun beberapa saat setelah itu, beberapa orang dengan lambang Serigala di tangannya muncul dari belakang pria tersebut.


"Hey, Vamas, bayar pajakmu! kau sudah menumpuk uang pajak dari dua bulan yang lalu." Seorang pria kekar berambut botak dengan lambang Serigala pada kepala botaknya berkata tegas kepada sosok pria yang bernama Vamas.


Vamas memalingkan wajahnya menghadap pria-pria berbadan kekar itu, dia kemudian menggaruk kepalanya dan berkata bahwa dirinya sekarang tidak memiliki uang, bahkan untuk makan pun dirinya pun kadang-kadang harus meminjam sana sini agar dapat bertahan hidup.


"Alasan!"


Sebuah tamparan keras di lepaskan oleh pria berbadan kekar itu, sedangkan untuk kedua orang di belakangnya hanya menatap Vamas jijik dan sinis.


"Aku akan mengambil barang-barang mu sebagai penebusan!"


Mendengar itu, Vamas kembali berdiri dan memohon untuk sosok pria berbadan kekar itu tidak mengambil barang miliknya.


Di tengah kekerasan yang terjadi, seorang wanita cantik berambut hitam panjang berjalan ke arah mereka sambil melambaikan tangannya dan diikuti dengan suara sapaan.


"Vamas~"


Lambainya sambil berlari ke arahnya, itu adalah Kurumi yang telah mengganti pakaiannya, sebelumnya Kurumi sempat mampir ke salah satu toko untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Semua orang termasuk Vamas memalingkan wajahnya ke asal suara tersebut, mereka melihat seorang wanita berambut hitam panjang yang sangat cantik datang ke arah mereka.


"Tunggu." Gumam Vamas sambil memegang dagunya, "Kenapa dia tau namaku? apakah namaku sepopuler itu dikalangan wanita?" Pikirnya positif.


Sedangkan itu, pria botak berbadan kekar dengan dua bawahannya itu kini terlihat memandang Kurumi dengan tatapan yang penuh nafsu, tubuh dan wajah Kurumi sangatlah menawan, membuat mereka sangat menyukainya.


Kurumi berjalan ke arah Vamas dan mengandeng tangan nya layaknya seorang kekasih, dia kemudian menatap wajah Vamas yang kini memerah merona sambil memandangi wajahnya.


Vamas tidak bisa tidak malu, wajah Kurumi sangatlah menawan, tubuhnya yang lebih pendek darinya tidak menjadi patokan akan kecantikannya.


Pria botak berbadan kekar yang memiliki nama asli Bagas itu tersenyum penuh nafsu, terlebih saat mengetahui bahwa Kurumi adalah orang yang dekat dengan Vamas, dia kemudian berjalan ke arah mereka berdua dan mengucapkan syaratnya.


"Vamas, karena aku berbalik hati, hari ini kau tidak perlu bayar, tapi, aku ingin pacarmu ini menemaniku oke." Bagas tertawa lantang dengan wajah yang terlihat layaknya bajing*n.


Vamas yang mendengar hal itu tentu saja tidak membiarkannya, bagaimanapun juga dia sama sekali tidak mengenalinya, dia tidak bisa lari dari masalah dengan mencelakai orang lain.


Vamas maju dan melentangkan kedua tangannya di depan Kurumi, "Tidak boleh, aku sama sekali tidak mengenalinya, jadi aku tidak bisa menyerahkan dia kepadamu." Vamas berusaha untuk memberanikan dirinya, padahal Vamas di kenal sebagai penakut dan pecundang karena memiliki Class yang aneh, tetapi dia tetap berusaha tegar demi tidak mencelakai seseorang yang berada di dekatnya.


Melihat tingkah laku dari Vamas yang menjengkelkan, Bagas langsung meninju wajahnya, namun sebelum itu terjadi, sebuah tangan kecil nan halus menahan tinju nya secara tiba-tiba.


Sebuah ledakan kecil terjadi di tangan sosok yang tidak dan bukan lain adalah Kurumi, ledakan itu mengeluarkan sebuah kepulan asap hitam namun tidaklah besar.


"Maaf, dia adalah kekasihku."


Kurumi tersenyum namun terdapat arti yang mendalam di balik senyumnya itu.


Vamas yang berada di belakangnya Kurumi terkejut bukan main, dalam hatinya, terdapat beberapa pertanyaan yang keluar, seperti, sejak kapan aku mempunyai kekasih? memangnya ada yang mau dengan orang gagal sepertiku?


Berbeda dengan Vamas, Bagas sama sekali tidak menduga pukulannya yang mengandung energi Mana itu dapat di tahan oleh seorang wanita, setidaknya fisik maupun kekuatan Bagas lebih terlihat jelas dan kuat, namun tentu saja itu hanyalah pemikiran dari nya.


"Ba-bagaimana bisa?!"

__ADS_1


Kurumi melebarkan senyumnya mendengar hal itu, dia jelas adalah sebuah roh yang memiliki tubuh dari seorang vampir, tidak heran fisik nya pun sangatlah kuat, meski terlihat lebih kurus dari manusia, nyatanya itu tak berpengaruh dengan kekuatan fisik dari seorang ras vampir.


Kurumi tidak menjawabnya, dia hanya mendorong bagas pelan dengan tangannya yang kini sedang menahan tinjunya bagas, tetapi meskipun terlihat pelan, nyatanya Bagas langsung terpental dan menabrak sebuah rumah di belakangnya, dan juga untungnya Kurumi hanya menggunakan fisiknya saja, itu pun masihlah pelan, bayangkan saja apa yang akan terjadi jika dia menggunakan seluruh fisiknya.


Untuk kedua bawahan dari Bagas hanya menatap Kurumi dengan rasa takut yang besar, hingga tanpa sadar, celana mereka basah karena saking ketakutannya, mereka jelas sangat takut, Bagas yang mereka idola idolakan itu adalah seorang fighter rank C, tingkat Petarung nya pun sudah mencapai tingkat emas akhir, namun melihat Kurumi dengan mudahnya melempar Bagas, mereka menjadi sangat ketakutan, pada akhirnya mereka melarikan diri dengan terbirit-birit.


Suasana menjadi canggung karena Vamas sendiri tidak tau harus berbicara apa kepada Kurumi, terlebih sosok di depannya itu adalah seorang wanita yang sangat kuat, jelas dia tidak berani menyingung sosok kuat sepertinya.


Pada akhirnya, Vamas memberanikan diri dan berterima kasih kepada Kurumi dengan setulus dan sehormat mungkin.


Kurumi hanya menatap vamas itu dengan berbagai biasa, dia kemudian memberikan sebuah pertanyaan kepadanya.


"Vamas, betul namamu?"


Vamas mengangguk sekali untuk menjawab pertanyaan dari Kurumi.


"Baiklah, karena aku tidak bisa balik tanpa alasan, kau akan ikut denganku ke kediaman tuanku."


"Ouhhhh."


Vamas membuat huruf O pada bibirnya, beberapa saat kemudian, "Tunggu tunggu tunggu, tadi apa? aku ikut ke kediaman tuan nona? tidak tidak, aku tidak mau." Bantahnya sambil memalingkan wajahnya.


"Terserah, kau mau atau tidak kau tidak bisa memutuskannya."


Setelah itu, secara tiba-tiba saja Kurumi telah menggendong Vamas di bahunya, dia kemudian melompat dari bawah ke atas genteng rumah dan terus melompat-lompat ke atap rumah lainnya.


Vamas yang secara tiba-tiba merasakan bahwa dirinya kini di gendong oleh seseorang menjadi sangat terkejut, sejak kapan dia telah di gendong?


"Tidak! tolong aku! jangan culik aku!" Teriaknya penuh ketakutan.


"Berisik bodoh!"

__ADS_1


Bukkk...


Pada akhirnya Vamas langsung pingsan seketika saat Kurumi memukulnya.


__ADS_2