Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 196 : Ibukota Scrollaves


__ADS_3

Sehari sebelumnya, para prajurit penjaga kota Scrollaves mendapat perintah untuk meningkatkan penjagaan mereka di sekitar area pintu masuk ibukota dan memeriksa semua orang yang datang ke kota Scrollaves, mereka tidak mengetahui alasan jelasnya namun mereka tetap menjalankan perintah semaksimal mungkin.



Beberapa prajurit juga menghabiskan waktunya dengan meminum arak karena bosan terus menjaga area pintu masuk. Tiba-tiba saat mereka sedang berpatroli, mereka melihat sebuah kereta kuda yang cukup besar dengan baju zirah khas kerajaan Diamond.



Xan Zhang maju ke depan lebih dulu dan menunjukkan identitasnya sebagai Jendral kerajaan, semua prajurit menundukkan kepalanya hormat.



“Saya tidak menyangka akan bertemu dengan anda tuan Jendral, anda adalah seorang pria yang kami kagumi!” Semua prajurit mengatakan 'yang kami kagumi' secara serentak.



Xan Zhang hanya terbatuk pelan dan berterima kasih atas pujiannya, Xan Zhang kemudian kembali ke rombongan kereta dan menuntun kereta kuda tersebut masuk ke kota.



Satu pertanyaan yang masih terlintas di kepala mereka, 'Siapa yang dikawal oleh seorang Jendral?'


**


Popularitas Xan Zhang nyatanya cukup terkenal dikalangan warga, membuat Xan Zhang mendapatkan banyak pujian kemanapun dia berjalan. Xan Zhang hanya tersenyum masam karena membuat kereta kuda tuannya dikelilingi akibatnya.



Pada akhirnya Xan Zhang pun mendapatkan sebuah penginapan untuk Ling Chen dan lainnya tinggal.



Ling Chen, Kazan, Rafaela dan lainnya masing-masing ke kamarnya sendiri untuk bersiap-siap makan malam di bawah penginapan. Sedangkan Xan Zhang yang baru sampai tiba-tiba mendapatkan panggilan dari seorang prajurit yang mendengar suara bising. Xan Zhang mengangguk paham, dia kemudian berpesan kepada anggota timnya untuk tetap menjaga Ling Chen dan memberitahu kepadanya dia kemana.



Xan Zhang pun menaiki kereta kudanya dan bergegas, ditemani oleh kedua prajurit, mereka bersama-sama pergi menuju kerajaan.


Tidak butuh waktu lama bagi mereka sampai di kerajaan, karena kerajaan yang cukup dekat dengan ibukota. Xan Zhang menatap ke atas langit, ‘Hmm Xin jaga omongan mu, kita akan segera bertukar posisi.’



‘Aku tau aku tau, sudahlah kau cepat masuk saja.’


__ADS_1


Xan Zhang masuk ke dalam setelah pintu gerbang kerajaan dibukakan oleh kedua prajurit yang menjaga pintu gerbang. Sampai di dalam area kerajaan, Xan Zhang turun dan menyerahkan kudanya kepada satu prajurit yang mengawalnya tadi.



Satu prajurit sisanya mengantarkan Xan Zhang ke dalam hingga kedepan pintu tahta kerajaan.



“Silahkan masuk tuan.” Prajurit tersebut membukakan pintu ruang tahta.



Xan Zhang menatapnya, “Terima kasih.” Lalu dia berjalan masuk ke dalam ruang tahta.


**


“Xan Zhang, sebenarnya kau darimana?” Layla bertanya, sedangkan Raja Daun terdiam sambil menatap wajah Xan Zhang.



Sebenarnya saat ini posisi Xan da Xin telah bertukar, Xin Zhang tersenyum lalu membalas, “Yang mulia, maafkan saya, karena saya Yang Mulia harus menunggu... Sebenarnya saya bertemu dengan seorang yang cukup dekat dengan saya dulu, karena itu saya menemaninya.”



“Tapi menurut yang ku ketahui dari Walikota Monday, kau sangat menghormatinya dan bahkan memberikan hormat layaknya menghadap Raja, kalau boleh tau sebenarnya siapa dia?” Layla mengangkat satu alisnya.




“Itu...”



Raja Daun mengangkat alisnya, tidak biasanya Xan Zhang yang diketahuinya bisa seperti ini, sesaat sebelum Layla ingin bertanya kembali, Daun menghentikannya dan membuka suara, “Sepertinya kau tidak bisa memberitahunya, baiklah tapi aku ingin memastikan sesuatu, kau tidak memiliki niat buruk bukan?”



Wajah Xin Zhang sedikit berubah, dia tidak menyangka Raja Daun memiliki aura seganas ini, namun dibandingkan dengan Pilar Demonic lainnya, ini bukan apa-apa, hanya saja Xin Zhang sengaja menggetarkan tubuhnya dan menjawab dengan gagap kalau dia tidak memiliki niatan buruk kepada kerajaan.



Raja Daun menghela nafas dan menarik auranya karena melihat wajah Xan Zhang yang lumayan ketakutan, “Baiklah aku mempercayaimu, lalu sebenarnya kau dipanggil ke sini karena ada sesuatu yang harus kau kerjakan. Layla bawa kemari kotak itu.”


__ADS_1


“Baik tuan.” Layla berjalan kebelakang singgasana dan mengambil sebuah peti kecil, setelah itu dia kembali ke hadapan Raja dan menunggu perintah selanjutnya.



“Xan Zhang, maukah kau menerima tugas untuk mencari dan menghanguskan Asosiasi Penyihir Hitam? Kalau kau bisa menghanguskan Asosiasi Penyihir Hitam ini, aku sebagai Raja akan memberikan hadiah di dalam peti ini, juga kau akan menjadi keluarga kerajaan dan mendapatkan posisi yang lebih tinggi daripada Jendral lainnya.”



Tawaran yang sangat mengiurkan, Xin Zhang menerimanya tanpa keberatan, “Kebetulan rekan-rekan ku yang dulu juga berkumpul, dua rekanku setidaknya memiliki kemampuan yang sama denganku dan satu lagi bahkan ada yang jauh di atasku, untuk menerima tugas ini aku tidak keberatan sama sekali. Aku akan meminta bantuan rekanku juga.”



Perkataan Xin Zhang membuat Raja Daun dan Layla terdiam, kekuatan Xan Zhang sangatlah kuat dimata mereka, bahkan dari semua Jendral hanya Xan Zhang yang mampu dapat berdiri setelah aura milik Daun mengenainya. Lalu kalau rekan-rekan yang dimaksud Xan Zhang bersama-sama membantu menghanguskan Asosiasi Penyihir Hitam, mungkin itu akan terjadi.



“Baiklah, Layla serahkan peti kecil itu kepadanya. Xan Zhang ini adalah hadiah muka dariku.”



Layla berjalan maju mendekati Xin Zhang dan menyerahkan peti kecil ditangannya.



“Terima kasih kepada yang mulia Daun, kalau begitu saya mohon pamit undur diri.”



“Tunggu, Xan Zhang kalau boleh bisakah kau mengajak mereka makan bersama? Aku tidak keberatan meskipun mereka rakyat jelata.”



Xin Zhang menghentikan langkahnya dan berbalik, “Saya akan menanyakan kepada mereka, karena mereka adalah orang yang kuat yang tidak dibutakan dengan popularitas dan harta, jadi status Raja pun mereka tidak perduli, jadi saya tidak bisa mengatakan ya tanpa bertanya kepada mereka, mohon maaf yang mulia.”



“Ah tidak apa-apa, baiklah terima kasih.” Raja Daun cukup terkejut dengan perkataan Xan Zhang, namun kalau begitu dia juga tidak bisa memaksa mereka datang.


**


Xin Zhang kembali ke penginapan di ibukota kerajaan, sampai di sana dia melihat Ling Chen dan lainnya sedang makan di ruang bawah penginapan.



“Xin, kau sudah datang, kemarilah mari kita minum.” Arthur melambaikan tangannya mengajak Xin Zhang ke mejanya.

__ADS_1



Xin Zhang menggelengkan kepalanya dan berjalan menghadap Ling Chen, sampai di hadapan tuannya, Xin mengatakan apa yang Raja katakan padanya. Ling Chen mendengarkan dengan serius, dari yang dikatakan Xin Zhang, Ling Chen sepertinya berhasil mendapatkan dua burung dalam sekali panah.


__ADS_2