Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 185 : Menuju persembunyian


__ADS_3

“Tuan apakah kau kedinginan?” Levi bertanya.


“Tidak, kau bisa terus mempercepat terbangmu...”


“Kalau begitu baiklah.”


Saat ini Ling berada di atas tubuh Levi yang telah berubah menjadi gagak. Mereka sedang terbang di atas hutan dengan kecepatan tinggi, dan tentunya, cuaca pagi masihlah dingin.


Beberapa puluh menit kemudian mereka turun ke hutan dan berjalan. Levi membuat gagak-gagak miliknya mengelilingi Ling dan dirinya. Hanya untuk berjaga-jaga bila ada sesuatu yang menyerang secara tiba-tiba.


Saat berjalan di sekitar hutan, Levi dan Ling merasakan sedang di tatap oleh sesosok mahluk hidup. Namun mereka benar-benar hebat dalam bersembunyi, meski begitu Ling dan Levi tetap dapat mengetahui keberadaan mereka menggunakan aura.


“Apa-apaan mereka? Tidakkah mereka melihat banyak monster karnivora disini? Bahkan lebah pun yang jumlahnya menyaingi gagakku seharusnya memikirkan resikonya...” Levi berkata pelan sambil melirik kanan dan kiri.


Tidak terlihat mereka akan menyerang, namun Levi tetap tidak melonggarkan kewaspadaannya.


Ling yang ikut merasakannya pun juga heran, dia mendengar perkataan Levi. Dan tentu cukup terkejut, dari yang dia rasakan, aura milik sosok yang mengelilingi mereka dengan bersembunyi saat ini adalah mahluk ras Prissy.


“Levi, mereka adalah ras Prissy. Kita harus melindungi mereka karena dimasa depan mereka akan menjadi rekan. Dan bisakah kau membiarkan aku bertemu mereka, lagipula goa yang kita cari aku belum mengetahui lokasi jelasnya...”


“Kalau begitu baiklah, tapi aku akan tetap menjaga tuan. Jadi tuan tidak perlu khawatir.” Levi terlihat jelas berbeda, daripada saat dengan rekannya, dia jauh lebih hangat saat bercakap dengan Ling.


“Baiklah.”


Segera setelah itu, Levi menaikan gagak-gagak nya ke atas udara, membiarkan tuannya melakukan sesuatu. Ling dengan cepat mengeluarkan kubus berwarna biru muda dan memperlihatkan kepada sosok-sosok ras Prissy yang sedang bersembunyi.


“Dengarkan aku! Aku di sini atas perintah keturunan Dewa yang menciptakan kalian! Kami disini datang untuk mengajak kalian menjadi sekutu, tidak ada maksud tersembunyi. Bisakah kalian keluar?”

__ADS_1


Mulanya, para sosok ras Prissy tidak ada yang keluar. Sampai pada akhirnya, Ling mengatakan nama Dewa yang saat ini.


“Apakah kalian tidak menghormati Dewa Zeus dan Dewa Azure? Kedua Dewa tersebut adalah Dewa yang sampai saat ini masih memberikan rahmatnya kepada kalian. Apa begini cara kalian membalasnya?”


Segera setelah Ling berkata demikian, satu ras Prissy keluar. Terlihat, wanita dengan rambut putih, bertelinga rubah dan tingginya 183 cm keluar. Diikuti dengan satu persatu rad Prissy lainnya. Mereka datang menghadap Ling dan berlutut di hadapannya.


“Maafkan kami karena tidak menyadari ini, Penerus Dewa Petir yang agung. Kami meminta maaf sebagai ras yang melayani Dewa Petir...” Suara yang dihasilkan menjadi seperti paduan suara, namun Ling senang karena mendapatkan pujian agung.


Levi yang berada disekitarnya mengerutkan keningnya, tuannya tidak berhenti membuatnya terkejut. Bila Levi ingat dari awal, tuannya tidak terlihat seperti manusia seumurannya, dia sangat licik dan entah kenapa Levi merasakan tuannya tidak memiliki perasaan. Seperti, tuannya hanya memiliki hasrat bertarung, berbeda seperti manusia lainnya.


“Dia tuan yang luar biasa, aku akan terus berada disisinya, semoga saja...” Gumam Levi.


...* *...


Ling dan Levi berjalan dituntun oleh wanita ras Prissy rubah putih tadi, dia bernama Mikhaela, dan tentunya ras Prissy lainnya juga ikut menuntun dan menjaga disekitar Ling dan Levi, memastikan keamanan mereka berdua.


Ling mengangguk pelan mengerti maksud Mikhaela, berselang tidak lama setelah Mikhaela bercerita. Mereka pun sampai di formasi sihir tersebut, Mikhaela mengatakan untuk mengetahui batas tanah formasi sihir, Ling hanya perlu melihat sebuah pohon peri– karena batasnya tepat di antara pohon tersebut.


Segera, Mikhaela menuntun dan memberikan contoh tanah mana yang harus di injak. Ling memperhatikan dengan seksama, meskipun Ling tidak melihat contohnya, Ling sendiri tetap bisa melihat tanah mana yang harus diinjak. Hanya untuk low profile sementara saja.


Ling pun berjalan dengan cepat, tidak butuh waktu lama Ling dan Mikhaela sampai di depan Goa. Mikhaela tidak menyangka Ling begitu cepat, memaksanya untuk berjalan lebih cepat di tanah formasi tadi.


Tidak lama pasukan yang berpatroli juga ikut masuk bersama dengan Levi. Mereka pun akhirnya masuk ke dalam Goa, sesampainya di sana Ling disambut dengan pemandangan ras Prissy yang sakit.


“Sepertinya kalian kekurangan obat-obatan, yah?” Ling memastikan.


“Um bisa dibilang begitu tuan, mohon maaf atas pemandangan yang tidak enak ini. Saya akan pergi menemui kepala suku...” Mikhaela berjalan pergi setelah itu.

__ADS_1


Para pasukan yang berpatroli berjalan menuju Ling dan menawarkan tempat duduk. Tentunya mereka membawa beberapa makanan bagi Ling.


“Tuan untuk sekarang apa saya harus berjaga diluar seperti biasanya?”


“Tidak perlu, kau temani saja aku disini. Kau tau cuma aku dan kau saja manusia disini, bila kau pergi mungkin suasananya menjadi sedikit lebih canggung karena aku tidak mengenali banyak ras Prissy...”


“Baiklah tuan.”


Tiba-tiba saat Ling sedang menikmati cemilan, suara teriakan terdengar dari ras Prissy yang tengah terbaring di tempat tidur.


Ling menghilang dan muncul di samping ras Prissy tersebut, ras Prissy yang merawat terkejut. Namun sebelum dia menyuruh Ling untuk menjauh, Ling bertanya lebih dahulu mengapa dia berteriak.


“Um itu, sebenarnya dia mendapatkan luka racun di tubuhnya....”


Wanita itu menjelaskan kepada Ling, bahwa terdapat luka racun di perutnya yang diakibatkan manusia. Mereka sering memburu ras Prissy dan bahkan mengeksekusi di tempat karena dianggap sebagai ras iblis. Tentunya hal ini membuat para ras Prissy membenci manusia, termasuk Ling.


“Racun yah, sepertinya aku bisa membantu. Bisakah kau minggir sebentar?”


“Eh? B-baiklah.” Wanita ras Prissy itu jujur saja tidak berani membantah Ling. Karena terlihat, para prajurit ras Prissy pun tidak ada yang mempermasalahkannya.


“Kalau begitu...”


Ling membuat sebuah jarum dari energi internal nya, jarum tersebut berwarna biru muda, energi internal sebenarnya adalah evolusi dari energi yang disebut mana. Tentunya, energi internal tersebut menghabiskan 2× lipat mana daripada aslinya.


Ling menotok seluruh bagian pengalir darahnya untuk menghentikan terjadinya aliran racun lebih jauh. Tentunya Ling memakai sebuah sihir suci untuk membersihkan darah pada tubuh ras Prissy, tidak butuh waktu lama. Ling berhasil membuat ras Prissy itu sembuh dari racunnya.


“Fiuh, memang dari dulu menggunakan energi internal cukup melelahkan dan menguras tenaga...”

__ADS_1


__ADS_2