Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 149 - Skakmat


__ADS_3

“Tubuhnya besar dan fisiknya jelas lebih besar dariku, mungkin jika itu tubuh asliku.. dia bukan apa-apa, tapi untuk Ling cloning seperti ku Ini masih terlalu sulit. Aku harus memikirkan strategi tempur yang bagus...”


Di situasi ini, Ling sama sekali tidak diuntungkan. Temannya di Sandra dan dirinya saja yang masih bebas. Musuh sangat banyak dan dirinya sendiri. Terlebih, sebelumnya Ling telah banyak menghabiskan mana di tubuhnya, jelas ini pertarungan yang tidak adil.


Saat ini, Ling mundur beberapa langkah kebelakang sambil mengamati musuhnya. Mencoba untuk melihat beberapa titik fital yang akan menjadi sasarannya.


Para Giant sendiri hanya mengamati Ling sambil tersenyum meremehkan, mereka benar-benar meremehkan Ling layaknya semut. Untuk para Giant yang memegang sandra, mereka berada di barisan paling belakang. Menjaga sandra.


“Cih,” Ling sedikit kesal, “Giant ini sangat licik, jika aku menyerang dan menghabisi yang di depan. Aku takut mana ku tidak cukup untuk melawan yang di belakang. Dan juga takutnya musuh yang ada di belakang menjadikan mereka tameng. Tapi jika aku langsung ke barisan belakang, yang di depan akan menghalanginya. Ukh...”


Ling sangat bingung, pilihannya sangat sulit dan dia tidak yakin untuk dapat mengalahkan mereka semua. Ini jelas adalah skakmat bagi Ling.


Saat Ling masih berfikir cara efektif untuk mengalahkan lawannya, salah satu Giant berwajah garang dan rambutnya botak menendang ke arahnya. Ling dengan segera menghindari kaki raksasa tersebut ke samping.


Akan tetapi, Ling masih terjatuh, hembusan angin dari tendangan Giant. Cukup untuk membuat manusia terbang, meskipun berat Ling tidak biasa, namun jika dia berada di udara, tentu saja dia akan terdorong oleh angin.


Ling langsung bangkit dan mundur dengan teleportasi.


Para Giant yang melihatnya membuka mata mereka lebar-lebar. Sihir yang Ling tunjukan barusan, sama seperti sihir milik Raja para Giant.


“Hey manusia sampah, dari mana kau mempelajari sihir teleportasi? Sihir ini adalah sihir yang unik dan sangat jarang, dan aku sama sekali tidak mempercayai ada manusia yang mendapatkan kekuatan ini. Kekuatan ini hanya milik master kami, kau harus mati di sini.”


Setelah mendengar perkataan Giant tersebut, Giant yang lainnya langsung maju ke arah Ling. Muka mereka terlihat beringas dan tidak bersahabat, senjata tajam mereka juga mulai di keluarkan satu persatu dari sarung senjata mereka.


“Tunggu, apa berarti master mereka memiliki Class Void?” Gumam Ling terkejut, tidak menyangka bahwa master para Giant memiliki sihir seperti dirinya, hanya 1 kemungkinan saat ini yang terpikirkan oleh Ling. Master Giant itu memiliki Class yang sama seperti dirinya.


Ling berhenti berfikir saat dirinya merasakan tanah di sekitarnya bergetar hebat, dia mundur dan lari kebelakang.


“Sial, aku masih tidak mengetahui caranya, jika seperti ini terus, jalan satu satunya adalah aku meledekan diriku sendiri. Saat ini mereka sedang mengejarku, dan ini adalah keputusan akhirku.” Gumam Ling berfikir untuk meledakkan dirinya.

__ADS_1


Memang benar, untuk saat ini dapat dikatakan satu-satunya strategi yang paling efektif adalah meledekan diri sendiri. Ling mulai dengan rencananya, dia berlari ke hutan lebih dalam agar para Giant mengikutinya.


Dan tentu saja, Ling menyadari Giant barisan belakang juga mengikutinya. Dia tersenyum tipis, lalu melirik ke belakangnya, Ling dapat melihat banyak temannya yang pingsan, satu-satunya orang yang tidak pingsan adalah Yuki dan Shukaku.


Ling kembali melirik ke depan sambil terus berlari, dia dapat mendengar cacian dari para Giant yang mengejarnya. Lalu sambil berlari juga, Ling mengeluarkan pedang Yin yang tadi digunakannya.


“Hey kau manusia rendahan! Jangan kabur! Apa kau mau aku melukai temanmu?!” Gertaknya dengan wajah kesal.


Giant itu sangat kesal, dia menganggap Ling ini adalah manusia rendahan yang hanya dapat berlari ketika mereka mengejarnya.


Ling berhenti, seketika itu juga para Giant ikut berhenti, namun suasana tiba-tiba sangat berbeda. Aura di sekitar sangat dingin, dan membuat para Giant sedikit bergetar.


“Kenapa tiba-tiba dingin?”


Banyak pertanyaan yang sama keluar dari mulut Giant.


Boom!!!


* *


Ledakan yang besar terjadi dan membuat sekitarnya hancur, para Giant yang berada di barisan belakang tidak mati, namun mereka mengalami luka yang parah di tubuh mereka akibat gelombang yang sangat besar.


Lalu, untuk para manusia teman-teman Ling, mereka selamat karena berada di genggaman tangan Giant. Mereka terlindungi oleh tangan Giant, dan yang masih tersadar sampai akhir, adalah Shukaku dan Yuki.


* *


Walaupun hanya cloning yang dapat berfikir sendiri, Yuki masih mengeluarkan air mata. Membayangkan jika saja yang meledakkan diri tadi adalah Ling asli, dirinya pasti akan sangat bersedih.


“Sudahlah Yuki, prioritas pertama kita adalah menyelamatkan yang lainnya. Kita tidak boleh membiarkan pengorbanan Ling sia-sia...” Shukaku menyarankan. Dirinya tidak mau ada lagi korban jiwa karena mereka bergerak lambat.

__ADS_1


Yuki mengangguk pelan, lalu dia bertanya kemana tujuan mereka.


“Aku sendiri sebenarnya tidak tau, namun aku tau, setidaknya untuk saat ini kita harus keluar dari tembok Maria dan bertahan di luar tembok. Kerajaan saat ini sudah hancur sekali, dan untungnya posisi kita sudah dekat dengan tembok Maria, kita hanya perlu terbang untuk melewatinya, kau masih punya mana yang tersisa kan?”


“Iya, ku pikir ini akan cukup Baiklah kalau begitu kita harus segera pergi...”


* *


“Ha-ha,” Suara tertawa yang tidak terlalu besar terdengar dari tumpukan mayat yang sudah gosong, “Kalian terlalu naif, aku akan memanggil bantuan...”


Salah satu Giant yang terbaring di kelilingi mayat Giant lainnya, mengeluarkan benda aneh berbentuk kristal. Kristal tersebut dikeluarkan, namun tiba-tiba dia mengahancurannya.


“Semua manusia, akan mati Hahaha!” Giant tersebut tertawa. Beberapa saat kemudian, Giant tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.


* * *


“Semuanya! Perubahan rencana, kerajaan yang kita serang, memiliki banyak ksatria hebat. Kita harus membantu mereka, salah satu Giant yang memiliki kristal darurat memberikan tanda bahaya yang besar, tapi jangan khawatir, aku akan ikut serta dengan kalian...”


“Benarkah itu ketua Victor?” Salah satu Giant memastikan.


“Kau pikir aku orang yang suka bercanda?”


“T-tidak.”


Victor tersenyum, lalu merangkulnya, dia membisikan sesuatu. Namun itu adalah bisikan yang mengandung sihir pencuci otak, sihir itu membuat Giant tersebut terlihat sangat murah dan mengeluarkan hawa nafsu membunuh yang kuat.


Victor sebagai master, mengeluarkan sebuah gerbang dimensi menuju kerajaan Whazard. Dari lokasi terakhir, Victor mengetahui kerajaan Whazard berada di mana.


“Ini akan menjadi panggung untuk memperlihatkan kepemimpinan ku yang hebat...” Gumam Victor tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2