
Sasaki mengerutkan keningnya saat mengetahui apa yang dilakukan Levi, namun sebelum Sasaki bertindak lebih jauh, Ling menahannya dan berbisik kepadanya untuk menantang duel Levi di keadaan lain saja, Ling tidak ingin kediamannya di buat hancur, jika Sasaki bersikeras, Ling tidak akan ragu untuk menyerang nya.
"B.. baiklah." Sasaki kembali duduk di kursi nya.
Melihat kakaknya tidak marah dengan Ling, Yuki menjadi heran, namun tidak lama Yuki menyadari kalau itu semua bukanlah perbuatan Ling melainkan perbuatan Levi yang berubah wujud menjadi Ling.
Yuki hanya menahan malunya karena berkata seperti itu, dia juga mengutuk keras kepada Levi, hingga tanpa sadar, Yuki meneteskan air matanya.
Ling yang melihat Yuki menangis pun hanya mengalihkan pandangannya ke arah Levi, Ling kemudian menghukum Levi dan menyuruh Levi untuk mengikuti semua perkataan dari Yuki selesai dia melakukan hukuman.
"Yuki, jangan menangis ok, aku sudah menghukum Levi dan memintanya untuk mengikuti semua permintaan mu setelah dia mendapatkan hukuman." Ucap Ling sambil menunjuk Levi yang kini sedang melakukan push up.
Bukannya menjadi tenang, justru Yuki menjadi menangis lebih keras, membuat Ling menutup telinganya karena malas untuk mendengar tangisannya.
'Apa yang harus dilakukan saat wanita menangis?' Batin Ling yang sudah tidak tahan dengan tangisan Yuki.
Sedangkan itu, Sasaki dari waktu ke waktu terus menenangkan Yuki, Sasaki kemudian teringat hadiah yang akan diberikan oleh Yuki, dengan cepat, Sasaki pergi dan mengambil hadiahnya.
Melihat Sasaki telah pergi, Ling segera berdiri dan duduk di samping Yuki, dia kemudian bertanya apa yang Yuki suka atau yang Yuki ingin lakukan, Ling akan menyuruh Levi untuk mengabulkan semuanya.
Yuki nyatanya menolak, namun tangisannya menjadi lebih reda saat Ling berada di sampingnya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin berjalan-jalan ke luar Akedemi di hari minggu, namun aku menginginkan untuk tuan Ling yang menemani ku, boleh, kan?" Tanya Yuki dengan raut wajah memelas.
Ling menghela nafas panjang, dia tidak ingin Yuki terus menangis atau dirinya akan menyumpal mulutnya dengan kain, namun melihat adanya pilihan yang lebih baik, Ling pun mengiyakan nya dan Yuki seketika berhenti menangis, Yuki kini kembali terlihat senang, tetapi Ling merasa dibodohi oleh Yuki.
Pintu ruang makan kembali terbuka, kini sosok Sasaki datang dengan hadiah di kedua tangannya, dia tersenyum sambil kembali menutup pintu dengan kakinya.
Saat Sasaki berniat untuk menghentikan tangisan Yuki dengan hadiahnya, Yuki kini malah terlihat senang dan ceria, membuat banyak pertanyaan muncul dalam pikiran Sasaki, namun Sasaki tidak ambil pusing, dia kini berjalan mendekati Yuki dan memberikan hadiah-hadiahnya.
"Terima kasih kakak, aku akan mencobanya nanti." Balas Yuki tersenyum.
Sasaki membalasnya dengan senyuman kembali, namun dirinya yang melihat Ling berada di samping Yuki menduga bahwa Ling lah yang telah membantu Yuki untuk kembali ceria.
Tidak lama, pintu kembali terbuka, sosok pria dengan rambut putih datang dengan piring yang berada di tangannya, dia adalah Estes, dia kemudian berjalan dan menaruh piring piring itu di hadapan Ling.
"Sama sama tuanku." Balas Estes.
Melihat Ling yang sedang makan, Sasaki pun mengalah dan duduk ditempat yang tadi Ling gunakan, dia kemudian melirik Levi yang dari tadi masih terus push up.
'Meski begitu, orang ini cukup gigih, aku menjadi ragu kalau aku dapat mengalahkan nya.' Batin Sasaki yang kemudian mengalihkan perhatian nya ke Yuki yang sedang melihat lihat aksesoris yang diberikan olehnya.
Estes segera pergi ke luar ruang makan setelah memberikan makanan kepada tuannya, namun dia memang penasaran dengan Levi yang terlihat sedang push up, tetapi Estes tidak memiliki keberanian untuk menanyakan nya.
__ADS_1
"Saudara Ling, kau memang saudaraku, jika kau ingin tau beberapa hal yang menarik di Akedemi, aku bisa memberitahu mu sebagai balas budiku." Ucap Sasaki tersenyum.
Ling yang mendengarnya segera menghentikan makannya, dia kemudian menatap Sasaki dan bertanya soal turnamen yang akan di adakan satu bulan mendatang, setelah melakukan pertanyaan, Ling segera kembali melanjutkan makannya.
"Ouh, itu, baiklah baiklah, aku akan menjelaskan nya dari awal, ehm, jadi turnamen itu bernama Turnamen Kasara, turnamen ini adalah pertarungan antara 10 orang melawan 10 orang, kau harus membuat anggota Aliansi mu sendiri, jika tidak kau terpaksa harus mengikuti turnamen sendirian, dan juga Aliansi dalam Akedemi berbeda dengan pengartian di luar sana, Aliansi di Akedemi adalah tentang menjalin kerja sama di antara murid dalam dengan murid dalam lainnya, aku mungkin akan merekomendasikan beberapa tim yang harus kau ajak menjadi aliansi." Sasaki menawarkan.
"Tidak, terima kasih atas tawarannya, tetapi aku sendiripun yakin untuk mengalahkan 10 orang meskipun sendiri." Ucap Ling menyombongkan diri.
"Heh, meski begitu, kau tetap tidak akan bisa menang, karena pertarungan ini pun mempunyai peraturan untuk merebut bendera musuh, kau harus bekerja sama dengan 10 orang dari 4 tim yang menjalin aliansi dengan mu, akan ada yang bertugas menyerang dan bertahan, kau harus mendapatkan bendera musuh di markas mereka untuk memenangkan pertandingan, pertandingan ini juga dibuat dengan replika sihir, kalian akan berada disebuah arena Colosseum yang sangat sangat besar, yang dimana ditengah tengah arena Colosseum akan terdapat replika replika bangunan dan tempat, dan juga kalian boleh menentukan menaruh dimana bendera kalian, tetapi bendera tetap tidak boleh dibawa, kalian hanya memiliki satu kesempatan untuk menaruh bendera itu ditempat yang menurutmu aman." Sasaki menjelaskan secara rinci.
Disaat bersamaan itu pula, Ling telah selesai menghabiskan seluruh makanannya, sedangkan Yuki yang mendengar penjelasan kakaknya juga ikut menyimak penjelasan dari kakaknya.
'Jadi begitu, turnamen Kasara yah, menarik.' Batin Ling.
Tidak lama, pintu terbuka dan rombongan orang masuk sambil menyanyikan lagu perayaan untuk ulang tahun Yuki.
Ling segera menyuruh Levi berdiri dan berjalan ke belakangnya dan berdiri disana, setelah itu, Ling pun ikut menyanyikan lagu perayaan bersama Sasaki dan Levi.
Malam itu menjadi malam pertama kenangan indah Ling, dia baru merasakan yang namanya perayaan ulang tahun, meskipun itu bukan ulang tahunnya, tetapi dia cukup senang untuk merayakan ulang tahun bawahannya.
3 jam kemudian, pesta pun selesai, Yuki kembali ke kamarnya dengan hati yang gembira, sedangkan Sasaki segera pamit undur diri untuk menghindari hukuman yang lebih lama, para bawahan Ling mendapatkan tugas untuk merapihkan semuanya sedangkan Ling pergi ke kamarnya, namun sebelum itu terjadi, Ling menaruh 500 koin emas di meja dan menyuruh mereka untuk saling membagikan nya, itu adalah hadiah yang diberikan Ling untuk mereka yang telah bersedia menjalin kontrak dengan nya dan juga bersedia merapihkan pesta.
__ADS_1
_ _ _
C o n t i n u e d : Kedepannya, saya akan berhenti update sejenak, mungkin setelah lima hari saya akan kembali melanjutkan novel ini, dikarenakan saya setelah ini ingin beristirahat sambil mengerjakan novel satunya lagi, jadi karena itu, jika ingin novel ini dipercepat untuk update nya, kalian bisa mendukung penulis dengan like dan vote nya, aku gk maksa sih, buat yang mau aja, kalau begitu sampai jumpa 5 hari kedepan, bye bye~