
Di arena Colosseum yang besar itu. Kini kedua tim sudah berada di atasnya. Mereka saat ini saling berhadap-hadapan, diantaranya tidak sedikit yang berusaha untuk menganalisis tingkatan lawan. Namun yang membuat mereka bingung ( Aliansi Carlbion ) adalah mereka sama sekali tidak dapat menganalisis kemampuan lawan. Semua anggota Ling hanya tersenyum melihat wajah terkejut lawannya.
Saat suasana diantara kedua kelompok hening, wasit langsung memecahkan keheningan tersebut.
"Apakah kalian sudah siap?" Tanya wasit.
Ling dan kelompok aliansi lawan mengangguk sebagai balasannya. Setelah itu, tiba-tiba saja sebuah lingkaran cahaya mulai mengelilingi mereka.
"Ronde 1 : Aliansi Reven Gouse! melawan Aliansi Carlbion! Pertandingan mereka akan dilaksanakan di ..."
"Istana!" Teriak wasit. Bersamaan dengan itu. Ling dan anggota aliansinya hilang, begitu pula dengan aliansi Carlbion.
* *
"Dimana ini?"
"Ini sepertinya dimensi buatan. Ku dengar sihir ini adalah sihir kuno milik keluarga Shion."
"Begitu, hhm tunggu. Ini ...."
Ling melihat sebuah kertas yang bertuliskan peraturannya. Ling kemudian membacakan surat tersebut di depan para anggota aliansi miliknya.
"Aturan pertama, untuk memenangkan pertandingan. Kalian harus mengambil bendera milik lawan untuk menang." Ling membacakan surat itu cukup keras agar para rekan aliansinya mendengar.
"Hhm, ini seperti catur yah. Kalau begitu siapa yang ingin maju?" Ling bertanya.
Sebenarnya, Ling saat ini seperti dihadapkan dengan permainan catur. Jujur, di dunia sebelumnya yang paling Ling sukai adalah permainan catur. Itu karena bermain catur layaknya mengatur strategi berperang. Karena itu, Ling bisa dibilang sudah ahli di permainan catur.
Ling tersenyum seringai, jika ini adalah permainan catur dalam bentuk manusia. Ling yakin 100% akan memenangkan pertandingan pertama ini meskipun hanya menggunakan satu kekuatan classnya saja.
"Aku saj -" Belum selesai Count berbicara. Ling memotong pembicaraannya.
"Mendekatlah, aku memiliki rencana ..."
Semua orang mendekat ke arah Ling. Mereka kemudian mendengarkan penjelasan dan arahan yang Ling berikan
* *
Sedangkan itu, di lain tempat namun sama di dimensi milik Ling saat ini. Kesepuluh orang yang berada di istana bagian barat terlihat sedang membicarakan sesuatu.
"Ketua, kau yakin? Mereka tidak biasa. Aku khawatir kita akan kalah." Ucap seorang wanita berambut ungu muda.
"Hahaha, kita tidak akan kalah melawan cecunguk-cecunguk itu. Mereka paling hanya setingkat Perak Bintang 5. Paling tinggi aku yakin hanya tingkat emas bintang 1 saja. Mereka bukan apa-apa dibandingkan kita." Ketua kelompok aliansi itu tersenyum sombong. Dia sangat yakin kekuatanya akan mampu membuat kelompok aliansi lawan tunduk.
__ADS_1
"Ah ngomong-ngomong ..." Ketua kelompok memalingkan wajahnya melihat ke arah seorang laki-laki yang cukup gendut.
Menyadari hal tersebut, pria gendut itu kemudian bertanya, "Ada apa ketua?"
"Ku dengar kau memiliki masalah dengan pelayan dari salah satu anggota aliansi Reven Gouse. Benarkah?"
"Iya ketua, saat itu ..."
Pria gendut itu menceritakan tentang kejadian di mana dirinya berdebat di depan sebuah toko bar. Nama dari wanita yang membuat dirinya kesal adalah ...
"Yuki! dia dari keluarga bangsawan kelas 2. Aku tidak akan melupakannya. Berkat dia aku mengalami luka di wajahku yang tampan ini." Ucapnya dengan tangan yang mengepal. Dia bukan lain dan tidak lain adalah Youl Shion.
Youl Shion pernah mengalami cekcok dengan Yuki di episode 24. Berkat Yuki beberapa giginya juga mengalami luka yang mengharuskannya dirinya untuk mencabutnya.
"Hahahaha, kalau begitu bagaimana kita buat cacat beberapa dari mereka?" Usul Ketua kelompok Carlbion.
"Hahaha kami setuju ketua!"
"Kami juga Hahaha."
Semua orang dari aliansi Carlbion mengikuti apa yang direncanakan oleh ketua kelompok mereka.
"Baiklah, kalau tidak salah saat ini kita berada di ruangan singgasana kerajaan. Lalu mereka ...."
"Ouh, kalau begitu semuanya! Mari kita serang dan rebut bendera mereka." Ucap ketua kelompok Carlbion.
* *
Para kelompok aliansi dari Carlbion maju dengan cepat menuju lantai Lima. Jarak antara ruang tahta dengan kamar tidur Raja adalah 2km. Menandakan luasnya kerajaan ini sungguh besar.
"Rin, gunakan sihir cahaya mu." Titah ketua aliansi Carlbion.
"Baik ketua."
Rin kemudian terlihat mengeluarkan sebuah cahaya dari telapak tangannya. Dia adalah seorang Healler di aliansi Carlbion. Aliansi Carlbion sendiri memiliki Fighter satu, Paladin dua, Assasin dua, mage dua, Gunner satu, Healler satu dan yang terakhir Dragon satu. Saat ini Bian sedang berjalan dengan beranggotakan enam tujuh orang.
Terdiri dari dua Assassin, dua Paladin. satu Healler dan satu lagi Gunner. Dengan dirinya sebagai Dragon menjadi tujuh orang.
Rin berjalan dengan dikelilingi oleh yang lainnya. Suasana di istana bisa dibilang sangat gelap. Itu semua karena malam hari dan bulan di luar sedang tertutup oleh awan.
"Tunggu, lihat ada kamar yang terbuka." Ucap salah seorang dari aliansi.
"Hhm, coba salah satu dari kalian periksa. Akan tetapi, yang memiliki Class Assassin saja." Titah ketua kelompok.
__ADS_1
Ketua kelompok Carlbion bernama Jay atau lebih sering disapa dengan sebutan Bion.
Salah satu dari seorang assassin kemudian maju mengikuti apa yang diperintahkan oleh Jay.
Beberapa menit kemudian, Assassin itu kembali keluar dari kamar tersebut. Namun belum mengeluarkan semua tubuhnya. Tiba-tiba dia kembali masuk dan pintu kembali tertutup.
"Cepat! kalian buka!" Merasa panik, Bion pun berteriak keras menyuruh rekannya membuka pintu tersebut.
Setelah mendengar yang diperintahkan oleh Bion, kedua Paladin langsung berlari ke arah pintu kamar tersebut. Dan memaksa untuk membuka pintu tersebut. Cahaya yang dikeluarkan oleh Rin sangat terang, berkat itu lorong lantai empat itu kini menjadi cukup terlihat.
"Tidak bisa! kami tidak bisa membukanya ketua! Ada energi kuat yang menghalangi pintu ini!"
Kedua Paladin itu sudah bekerja sama untuk membuka pintu itu. Namun mereka tidak bisa mendobraknya.
"Hancurkan saja bodoh!"
"Baik ketua." Ucap serentak kedua Paladin tersebut.
Di saat kedua Paladin itu kini sedang mendobrak pintu. Anggota yang lain sedang berada di belakang Bion.
Duar...!
Beberapa saat kemudian pintu pun hancur dan menimbulkan suara keras akibat ledakan yang di akibatkan dua orang Paladin.
Pintu kamar tersebut hancur. Namun saat kedua fighter itu masuk. Mereka sama sekali tidak melihat adanya rekan assassin mereka.
"K ...ketua! gawat!" Ucap kedua Paladin itu tergagap - gagap.
"Ada apa?!" Bingung Bion karena tidak tau apa yang dimaksud oleh kedua rekannya itu.
"Rin dan Lani menghilang!" Teriak mereka bersamaan dengan keras.
Bion kemudian melirik kebelakang nya karena penasaran. Perasaan dirinya tidak merasakan energi yang janggal dari belakangnya, dan juga cahaya milik Rin masih ada di sana. Namun saat dirinya melirik kebelakang ....
Bion baru saja sadar bahwa dia telah kehilangan tiga orang dari kelompoknya. Hal itu tentu membuat dirinya terkejut. Kini mereka hanya tersisa empat orang.
* *
Di lain tempat, Ling saat ini tertawa lepas sambil tersenyum jahat, "Hahahaha!"
"Tiga bidak sudah ku kalahkan! kini aku akan memulai teror sebenarnya!" Ucap Ling sambil memajukan bidak kuda pada catur di depannya. Catur itu sendiri Ling beli dari sistem dengan harga 1 point tukar.
"Hanya kelompok rendahan! mereka pikir mereka dapat mengalahkanku?! Hahahaha!".
__ADS_1