Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 134 - Levi vs Sang penyihir


__ADS_3

“Ah, sepertinya aku menemukan lawan yang tangguh.” Gumamnya.


Para raksasa yang melihat kedatangan sosok pemimpin di balik penyerangan ini kemudian meminta bantuan kepada raksasa penyihir tersebut.


“Tuan Yaden, tolong kami! Uahhk.”


Baru saja mengharapkan pertolongan dari pemimpin mereka, para raksasa itu kembali terbunuh oleh gagak-gagak Levi.


Satu persatu raksasa mulai tumbang, tubuh mereka hanya menyisakan tulang saja. Dapat dibayangkan gagak-gagak Levi sangatlah ganas dan berbahaya.


“Huah, sihir macam apa ini. Ini sangat menarik. Hei hei, bertarunglah denganku! Sihir pencipta – Nafas api!” Seketika munculah api yang keluar dari mulut raksasa berpakaian penyihir tersebut.


Wushhhh...


Gagak-gagak yang terkena api dari mulut raksasa yang bernama Yades itu seketika lenyap. Levi sedikit mengerutkan keningnya, dia kemudian menarik seluruh gagak-gagak miliknya untuk kembali.


Gagak-gagak yang banyak itu, dalam sekejap saja berterbangan kembali ke arah Levi.


Levi menatap tajam Yades, “Kau, pasti pemimpin para raksasa ini bukan? Kau cukup kua–”


“Ayo bertarung denganku, bertarung, bertarung, bertarung! Hehehe, sihir pencipta – Pedang listrik!”


Dari tangan Yades, terlihat aliran listrik yang membentuk sebuah pedang. Yades terlihat memainkan pedang listrik tersebut.


“Yah, kami para penyihir sedikit malas menggunakan fisik. Kami lebih menyukai memakai sihir ketimbang fisik!”


Selesai Yades berkata demikian, tiba-tiba saja dia melompat ke arah Levi. Lompatannya sangatlah kencang, Levi yang melihat itu segera mengeluarkan sihirnya.


“Sihir gagak – mata kematian!” Ucap Levi sambil menatap tajam ke mata Yades.


Yades yang saat itu tidak mengetahui apa-apa tentang musuhnya, secara mendadak tubuhnya berhenti. Kulitnya tiba-tiba saja juga berubah menjadi keriput dan rambutnya yang hitam memutih secara tiba-tiba.

__ADS_1


Yades terjatuh ke bawah tanah sebelum berhasil menggapai Levi. Levi hanya menatapnya dengan sinis.


“Kalian merasa paling hebat hanya karena tubuh dan kekuatan sihir kalian sangatlah hebat? Kalau begitu coba tahan ini!” Levi mengepakan sayap hitamnya.


Seketika itu juga, banyak sekali bulu-bulu yang berterbangan ke arah para raksasa. Bulu-bulu itu menusuk hingga menembus tubuh para raksasa. Akibatnya banyak sekali yang mati hanya dengan sekali kepakan sayap Levi.


“Sampah, semuanya sampah. Aku berharap banyak akan mendapatkan lawan yang tangguh. Namun ternyata hanya segini saja...” Levi membalikan badannya, berniat pergi.


Namun, baru saja membalikkan badannya, Levi merasakan terdapat firasat buruk. Saat dia kembali memalingkan wajahnya ke para raksasa, Levi melihat sebuah pedang yang sudah berada beberapa cm saja lagi dari dirinya.


Boom!!!


Levi terpental dan menabrak rumah-rumah yang berada di belakangnya. 20 Rumah hancur karena tubuh Levi. Levi kembali berdiri, dia melirik ke arah tangan kirinya.


“Hhm, tanganku copot. Huh, tangan yang malang.” Saat pedang itu hampir mengenai kepala Levi tadi, Levi untungnya berhasil menangkis dengan tangannya, meskipun begitu, akibatnya tangan Levi menjadi tumbal atas keselamatan nyawa Levi.


“Aku akan meminta tangan baru kepada Lord setelah ini berakhir. Namun untuk saat ini, aku akan menggunakan itu dulu. Sihir pencipta – Tangan kegelapan!”


“Yah, sebenarnya ku rasa tangan seperti ini lebih bagus untuk membunuh. Kalau begitu aku akan langsung serang saja, sihir pencipta – mawar hitam!”


Cahaya hitam yang muncul dari tangan Levi, secara perlahan menyatu di udara menjadi gumpalan bola kecil. Lalu bola itu, secara perlahan terbuka dan memperlihatkan mawar berwarna hitam yang perlahan mulai berdiri. Mawar tersebut kemudian Levi ambil sebelum jatuh ke tanah.


Levi menghirup wangi dari setangkai bunga mawar hitam tersebut, “Ahhh, wangi sekali, mawar ini sangat wangi. Wanginya seperti mayat, yah, sepertinya nama yang pantas untuk sihir ini adalah sihir pencipta – Mawar kematian!” Levi melempar mawar tersebut ke arah Yades.


Yades tersenyum lebar menyambut kedatangan mawar hitam tersebut, tubuhnya sudah kembali seperti semula, berotot dan pastinya besar.


“Hahaha, apa-apaan, bunga sekecil ini apa bisa membuatku terluka....” Yades tertawa terbahak-bahak, terlebih saat mawar tersebut nyatanya tidak mengenai dirinya.


“Hahahaha, apa-apaan ini, kau lucu sekali, bahkan mawar itu tidak berhasil menyentuhku...” Yades tertawa semakin besar.


Namu untuk beberapa saat, dia merasakan sihir yang sangat besar terkumpul di bawahnya, saat dia melihat ke bawahnya. Rupanya bagian bawah bunga mawar tersebut mengeluarkan akar hitam yang sangat kuat. Akar dari mawar itu melilit tubuh Yades, di saat bersamaan itu juga Yades merasakan mana nya di serap.

__ADS_1


“Apa-apaan ini,” Yades mengerutkan keningnya kesal, dia kemudian menatap Levi, “Hei kau kapar*t, berani sekali kau mengotori pertarungan ini dengan perbuatan curangmu.”


“Curang?” Mimik wajah Levi terlihat heran, “Memangnya di peperangan seperti ini, ada kata curang? Ingat ini, di pertarungan, tidak ada kata curang. Yang ada adalah kata menang atau kalah, jadi terima saja nasibmu yah.”


Levi tersenyum seringai, “Ah, selamat tinggal yah, Yades. Tenang saja, tubuhmu akan menjadi milikku nanti, kau bisa istirahat dengan tenang....” Levi tertawa kecil, dia kemudian membunyikan tangannya.


Saat tangan Levi dibunyikan, akar-akar yang melilit para raksasa tiba-tiba saja mengeluarkan duri dari dalamnya. Para raksasa yang terlilit seketika itu juga mati.


“Sihir ini sepertinya akan menjadi salah satu kartu As ku di masa depan. Baiklah, kalau begitu saatnya makan-makan.” Levi tersenyum seringai lalu mulai merobek kepala dari raksasa dan mengambil isinya.


Levi kemudian memakannya, dan secara mengejutkannya, fisiknya dan aura sihirnya semakin besar. Membuat Hades dan kedua Ghoul yang melihatnya menatap ngeri.


* *


No 1 dan No 2 yang melihat Levi menghabisi banyaknya musuh dengan mudah. Merasa mereka bukan apa-apa jika berhadapan dengannya.


“T-tuan, A-apakah dia adalah musuh kita?” Tanya no 1 gagap.


Hades mengalihkan pandangannya ke arah no 1, Hades menghela nafas, “Sayangnya itu benar, namun melihat salah satu anggota mereka yang sekuat ini, ku pikir kita sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menandingi mereka...”


“Lalu tuan, bagaimana dengan rencana penculikan pemimpin organisasi Cold Blood Trops? Tuan jadi menculiknya lalu menikahkannya dengan putri tuan?” Tanya no 2 tiba-tiba.


Hades mengalihkan pandangannya ke arah no 2, “Iyah, sebenarnya itu yang ku pikirkan tadi. Namun, seharusnya dengan virus itu, kita pasti bisa melakukan perlawanan terhadap organisasi monster ini. Dan juga, pemimpin mereka tetap akan kita culik. Tenang saja, aku yakin tidak ada satupun pria yang dapat tidak tergoda saat melihat kecantikan anakku.” Hades menyambung perkataannya sekaligus menjawab pertanyaan no 2.


Sudah di pikirkan matang-matang oleh Hades, bahwa yang cocok menjadi menantu anaknya adalah sosok pemimpin bertopeng itu. Namun Hades yakin itu tidak akan mudah, karena segalanya di dunia ini akan membutuhkan yang namanya pengorbanan.


_ _ _


Makasih yang udah dukung novel ini:) Sedikit lagi arc 1 selesai. Et-et, bentar dulu, yang suka novel Necromancer. Silahkan mampir di karyaku yang berjudul I'M GOD NECROMANCER. Novel ini juga sedikit berhubungan dengan novel Demon Lord System (DLS) Ehm, kalian baca aja oke👌🏻 mudah-mudahan novel 3/4 itu bisa lebih baik dari novel DLS. Bye bye~


__ADS_1


__ADS_2