
Api dewa, adalah salah satu api terkuat. Api dewa memiliki 7 warna. Semua memiliki kekuatan yang luar biasa, namun terdapat sebuah perbedaan di balik warna yang berbeda itu.
Contohnya seperti api ungu yang dimiliki oleh Kaito saat ini, api ini mengandung unsur panas namun juga mengandung unsur kegelapan. Dan ambil contoh lainnya, terdapat juga api berwarna biru. Api itu mengandung unsur api namun bercampur dengan unsur es. Apabila api ini beradu dengan es, mau sekuat apapun itu pasti akan tetap dapat dikalahkan oleh Api dewa.
Lain halnya, apabila es itu adalah Es dewa, itu akan mampu beradu dengan api dewa. Saat ini, api yang berada di dalam tubuh Kaito, mulai lepas kendali dan mengambil alih kekuasaan pada tubuh Kaito. Terutama, karena Class dragon memiliki hubungan yang erat dengan esensi api.
Hal inilah yang menjadikan Kaito berubah karena terpengaruh api dewa miliknya. Dikarenakan Kairo tidak dapat mengendalikan seluruh kekuatan api dewa miliknya, alhasil tubuh itu kini di ambil alih.
* *
Wushhhh...
Angin di sekitar, berhembus kencang, membuat rambut Ling bergoyang-goyang. Ling cloning menatap tajam kepada Kaito, dia sangat terpukau sebenarnya dengan kekuatan api dewa milik Kaito.
Lalu, tidak berbeda jauh dengan Ling, Giant berzirah yang melihat hal tersebut sungguh tidak dapat mempercayainya. Api, yang di agung-agungkan oleh pemimpin mereka, malah dapat di temukan di kerajaan kecil ini (Bagi Giant)
Lalu, tiba-tiba saja Giant itu mengambil sebuah terompet dari dalam baju zirah besinya. Terompet itu kecil jika di ukuran leher Giant tersebut, tapi ukuran sebenarnya adalah 2m.
Dia mengambil posisi meniup, lalu saat di tiup olehnya, sebuah suara yang nyaring terdengar. Membuat Ling dan lainnya terpaksa menutup telinga karena itu cukup kencang bagi mereka.
Dalam posisi menutup kuping, Ling cloning juga memikirkan cara untuk pergi dari tempat ini. Saat ini, wilayah air terjun sudah menjadi area yang berbahaya. Ling kali ini bertarung dengan waktu, dia tau, kekuatan Kaito saat ini berada di puncaknya, namun Ling jelas mengetahui bahwa Kaito tidak akan mengenali lawan ataupun musuhnya.
Sudah jelas, berdiam diri di wilayah air terjun hanya akan menunggu kematian. Terlebih, sepertinya Giant itu memanggil kawanannya dengan terompet itu. Ling membulatkan tekad, lalu, setelah bunyi terompet itu berhenti. Ling langsung berjalan ke teman-temannya.
“Semuanya, gunakan mana yang tersisa untuk terbang! Cepat, kita tidak punya banyak waktu!” Ling berteriak lantang sambil melompat lalu terbang.
“Baik.”
Semua orang mengikuti jalur terbang Ling, meski ada di antara mereka ada yang bertanya tentang Kaito di mana. Ling hanya mengatakan 'Aku akan menjelaskannya nanti.'
__ADS_1
Beberapa puluh menit kemudian, mereka sampai di tengah kota. Pemandangan di sana dapat dikatakan cukup kacau, banyak raksasa yang terus menghancurkan perumahan. Namun, di sana juga kelompok Ling dapat menemukan banyak prajurit dari pasukan penerjang hingga pasukan tingkat tinggi.
Mereka bertarung dengan sangat gesit dan cepet, namun di antara mereka. Fokus Ling dan orang-orang dibelakangnya terarah kepada seorang pria yang cukup familiar bagi Ling.
Orang itu adalah seorang pahlawan yang tidak lain pernah Ling temui sebelumnya. Pahlawan itu, bernama, Ifan.
* *
“Api kegelapan!”
Seperti sebuah semburan naga, sebuah api berwarna gelap keluar dari salah satu tujuh mutiara milik Ifan.
Seperti yang diketahui, senjata Ifan adalah 7 bola sihir, semua bola-bola sihir itu. Mengandung esensi yang berbeda, jadi lebih tepatnya, cara bertarung milik Ifan sangatlah unik dan terkesan licik.
Setiap harinya, untuk mengisi kekuatan esensi miliknya, Ifan akan pergi ke beberapa wilayah hutan untuk mendapatkan serangan dari para hewan liar. Di sana, dia memanfaatkan sihir lawan untuk di simpan kedalam kristal dan di satu padukan dengan esensi kegelapan miliknya untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa.
Kembali ke topik utama, saat Ifan selesai mengeluarkan sihirnya. Tubuh besar yang berada di depan itu, kini hanya menyisakan bagian pinggul hingga ujung kaki. Kaki raksasa itu, langsung terjatuh dan Ifan segera pergi ke tempat lainnya.
Untuk membantu kerajaan yang sedang mendapatkan serangan besar, Ifan akhirnya mengeluarkan potensi sebenarnya dalam kekuatan miliknya.
“Cih, aku terpaksa menggunakannya. Kemana Aojin dan lainnya? Kenapa mereka menyerahkan ini kepadaku sendiri, huh.” Gumamnya dengan nada marah.
Ifan, mengeluarkan pisau dari saku belakang celananya, dia lalu melukai sendiri tangannya. Darah merah yang hangat, keluar dari dalam tangannya, Ifan langsung membuat sebuah segel. Di mana terdapat 7 Garis yang mengarah ke tengah-tengah.
Garis garis yang menuju ke tengah itu, pada ujungnya Ifan meletakkan seluruh bola sihirnya. Sedangkan dirinya, berdiri di tengah-tengahnya. Lalu, saat Ifan berkata...
“Mulai!”
Seluruh bola itu mengeluarkan cahaya yang berbeda warna, ada yang putih, kuning, ungu, biru, hijau, semuanya. Lalu, garis-garis yang saling terarah kepada Ifan, mulai berwarna dan mengalir ke tengah-tengah.
__ADS_1
Ifan seketika itu merasakan kekuatan yang luar biasa masuk ke tubuhnya. Dalam beberapa menit kemudian, tubuh Ifan mengeluarkan keringat yang hebat, namun sebagai gantinya. Aura Ifan, bahkan lebih menakutkan daripada pahlawan no 1 sekalipun.
“Mode Hybrid, aku tidak akan dapat menahannya hingga 1 jam. Tapi akan ku usahakan mempertahankan hingga 50 Menit.” Gumam Ifan.
Note : Karena kekuatan dari bola kristal sudah mengalir ke tubuh Ifan. Otomatis bola kristal itu tidak menjadi senjata lagi bagi Ifan. Karena Ifan yang sekarang adalah senjata hidup.
Pasukan yang berada di sana menyaksikan perubahan Ifan yang sangat hebat. Mereka menelan ludahnya merasakan aura yang kini berbeda dari Ifan yang sebelumnya.
Bila dulu Ifan orang yang terlihat biasa-biasa saja karena tidak selalu mengeluarkan aura. Kali ini aura yang di pancarkan Ifan sama sekali bukan main.
Bukan hanya menakutkan, tapi itu juga sangat mengintimidasi. Ifan, menoleh ke semua prajurit, dia lalu berkata, “Apa yang kalian lihat?! Cepat hancurkan mereka, aku tidak terlalu suka menggunakan mode ini. Ini membuatku lelah. Saat ini selesai, akan ku pastikan kalian membayarku sangat banyak.” Ucapnya dengan nada kesal. Lalu terbang ke atas dan mengeluarkan bola-bola sihir.
Tidak perlu mengucapkan, bola-bola sihir itu langsung keluar dari tangan, dan dengan reaksi yang cepat, Ifan melemparkan bola-bola sihir itu ke arah para raksasa yang dilihatnya.
Dengan serangan Ifan yang seperti itu saja, dalam beberapa menit dia berhasil membunuh 21 raksasa dari jarak yang jauh.
Ling, langsung mengumpat saat tatapan mata Ifan menghadap ke dirinya. Menggunakan mode ghost, seseorang yang disentuh juga ikut tidak terlihat. Dan untungnya, Ling cloning membuat tubuhnya memiliki lebih dari 6 tangan.
“Hmm, apa aku salah lihat? Aku tadi sepertinya melihat sesuatu.”
Butuh beberapa menit sampai Ifan pergi untuk mengurus wilayah selanjutnya. Ling dapat menebak, kali ini Ifan adalah senjata pamungkas milik kerajaan. Kekuatannya yang sangat besar itu kini menjadi pedang kerajaan.
Ling menghembus nafas lega, dia kemudian menonaktifkan mode ghost nya. Lalu...
Tiba-tiba Count memegang bahu Ling, lalu berkata dengan marah.
“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kerajaan ini Ling?! Bagaimana bisa kejadian ini terjadi?! Ini semua pasti karena kesalahan kerajaan Bhaki it–”
“Berbicara seperti itu lagi maka akan ku pastikan tidak ada hari esok bagimu.” Ucap Ling dingin.
__ADS_1