Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 216 : Michael Aldiva


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin dari Raja Daun, Levi mendapatkan sebuah tanda pengenal yang dapat membuatnya bertemu dengan Michael Aldiva.



Secarik kertas yang berisikan letak keberadaan Michael Aldiva juga di berikan kepada Levi sebagai petunjuk arahnya. Dari apa yang di beritahu oleh Raja Kerajaan Diamond, Michael Aldiva adalah seorang Kepala Sekolah dari sebuah Akedemi bergensi, letaknya berada cukup jauh dari Ibu Kota Scrollaves.



“Benar-benar menyulitkan orang lain saja!” Levi bergumam kesal sambil menatap secarik kertas di tangannya. Dirinya melihat kertas tersebut sambil sesekali melihat sekitarnya.



Masalahnya bukanlah tentang kejauhan letak Akedemi Mondstar, tetapi letaknya yang tersembunyi karena Formasi Sihir. Levi berulangkali berdecak kesal, dia geram karena tidak menemukan apapun selain tanah yang kosong.



“Sebaiknya aku menyerang sekitar sini saja–! Sepertinya tidak ada yang peduli juga!” Cukup kesal dengan keadaan, Levi mulai membabi buta menyerang tanah di sekitar.



Bulu-bulu Gagak yang melesat sangat cepat hingga terjadi ledakan beruntun, hal itu merilis tanah retak dan debu-debu yang hinggap kemana-mana. Belum lagi Levi juga merilis badai angin yang membuat sekitarnya terhisap.



“Aku akan menghancurkan lebih jauh! Ini untuk Formasi Sihir bajingan yang menutupi pandangan ku!”



Cahaya Berwarna Hitam muncul begitu banyak di sekitar Levi. Dia tersenyum penuh makna sebelum menghempaskan sayapnya dengan kencang, membuat Cahaya berwarna hitam itu tersebar ke sekitarnya.



Saat bola Cahaya Hitam tersebut mengenai benda keras, warnanya berubah menjadi merah, tidak lama Bola Cahaya Hitam tersebut meledak dan menimbulkan kerusakan yang signifikan terhadap tanah di sekitarnya.



Semakin lama semakin banyak Cahaya Hitam yang meledak, tetapi saat Cahaya Hitam tersebut menabrak sesuatu tidak kasat mata, Bola tersebut meledak namun jauh lebih besar. Membuat sesuatu yang tidak kasat mata akhirnya terlihat jelas.



Sebuah Tembok yang terbuat dari besi terlihat, di atas tembok banyak Prajurit yang mengarahkan anak panahnya kepada Levi. Mereka menganggap Levi sebagai musuh yang membabi buta.


**


Michael Aldiva, seorang Ketua Penyihir Kerajaan. Memiliki rambut putih yang panjangnya mencapai pundak. Memiliki perawakan wajah yang tajam, sosoknya juga terlihat sangat berkarisma di mata siapapun.


__ADS_1


Michael saat ini sedikit terkejut merasakan Energi besar dari luar Akedemi miliknya, dia yang sedang bermain Catur dengan salah satu Guru Akedemi akhirnya memutuskan menundanya karena ingin mengeceknya.



Belum lama dia mengumpulkan niatan keluar Akedemi, suara bising terdengar dari Tembok Pertahanan Utama. Membuatnya kembali mengerutkan kening, Guru yang berada di dalam ruangan tamu pun juga penasaran dengan suara bising di luar.



“Sebenarnya ada apa Ketua Michael? Mengapa tiba-tiba semua Prajurit sangat berisik?” Guru yang baru saja keluar bertanya kepada Michael yang masih mengamati situasi sekitarnya.



Michael menatap Guru tersebut, “Aku sebenarnya juga tidak terlalu mengerti situasinya, yang aku tau ada ledakan di luar Akedemi. Aku baru saja ingin mengeceknya tetapi suara bising ini membuatku keheranan, mungkin ada penyusup.”



“Kalau begitu kita tidak bisa tinggal diam Ketua, mari kita pergi melihatnya!” Ajak Guru tersebut, memimpin jalan.



Dari belakang Michael Aldiva mengikutinya, tidak butuh waktu lama sampai mereka berada di atas tembok. Mereka dapat melihat, seorang Pemuda yang memiliki postur tubuh gagah dengan sayap hitamnya, mata hijaunya yang menyala juga membuat suasana lebih menakutkan.



“Apa dia seorang Ras Prissy yang menuntut manusia?! Kita tidak bisa membiarkannya, kita harus segera membunuhnya atau jika tidak Ras Prissy lainnya akan bertindak serupa.” Guru yang berada di samping Michael berpendapat.




“Kenapa anda menghalangi saya Ketua?” Guru tersebut bertanya heran.



Michael menghela nafas sebelum menjelaskan sesuatu, “Tidakkah kau ingat ada lima Ksatria yang membantu Kerajaan kita? Salah satu di antara mereka di kenal sebagai Ksatria Burung Kematian...” Michael menunjuk kedua sayap pemuda yang terbang secara bergantian.



Perkataan Michael membuat Guru yang berada di sampingnya tersadar. Begitu juga dengan para Prajurit yang sudah bersiap menembakan panahnya, mereka menurunkan panah tersebut ke bawah setelah mendengar perkataan Michael.



Saat mereka semua sudah menurunkan panahnya, Pemuda bersayap hitam besar itu mendekati tembok perlahan, gaya terbangnya sangat terkesan santai tetapi indah untuk dilihat mata. Saat Pemuda tersebut hanya terpisah sepuluh meter dari tembok dia menunjukkan tanda pengenal.



“Salah Satu Ksatria yang akhir-akhir ini sedang bicarakan! Ksatria Burung Kematian, itu diriku! Aku ke sini karena menginginkan sesuatu dari Ketua Penyihir Kerajaan, Michael Aldiva!”

__ADS_1


**


Setelah mengetahui maksud Levi tidaklah buruk, Michael Aldiva memberikan instruksi kepada setiap Prajurit untuk meminta maaf kepadanya. Bagaimanapun juga, Ksatria Burung Kematian telah menjadi simbol Ksatria Kerajaan.



Michael Aldiva mengajak Levi berkeliling sambil berbicara apa yang diinginkan Levi darinya. Tetapi sebelum itu Michael melakukan beberapa pendekatan dengan Levi agar situasinya lebih nyaman untuk berbicara.



Setelah berbicara basa-basi akhirnya Levi memberitahu maksudnya datang.



“Anda ingin menjadi Guru di Akedemi ini? Apakah anda yakin? Saya tidak yakin memiliki uang yang cukup banyak untuk memberikan Gaji kepada salah satu Ksatria Terkuat seperti anda...”



Meskipun Michael adalah seorang Penyihir yang sama kuatnya, dia sadar kemampuannya berada jauh di bawah Levi. Itu sebabnya dia masih mempertimbangkan kembali tentang keinginan Levi.



“Aku hanya butuh gaji secukupnya, berikan saja aku gaji seperti salah satu Guru di Akedemi.” Levi memberitahu apa yang ada di pikirannya.



Meskipun tidak membutuhkan uang, tetapi jika dapat melakukan keuntungan dua hal dalam satu waktu, kenapa tidak? Itu yang di pikirkan Levi saat ini.



Michael Aldiva akhirnya menyetujuinya, Levi hari itu langsung mendapatkan pengalaman mengajar di salah satu kelas. Kelas tersebut adalah kelas paling kecil dan hanya berisikan beberapa murid, murid yang berada di sana pun di katakan hanya seorang Rakyat Jelata.



Takut menyinggung perasaan Levi, Michael menjelaskan maksudnya memberikan kelas ini menjadi tanggung jawab Levi.



“Tidak banyak Guru yang bersedia mengajarkan Rakyat Jelata, mereka masih di butakkan oleh Hirarki dan status sosial, kebanyakan Guru di sini adalah Seorang bangsawan, karena itu tidak banyak yang bersedia mengajari mereka yang berasal dari Rakyat Jelata. Saya harap Tuan Levi dapat mengajari mereka...”



Michael ingin menambahkan sesuatu tetapi Levi sudah masuk duluan ke dalam kelasnya. Michael bernafas lega melihat Levi tidak mempersalahkan tempatnya mengajar.



“Sebaiknya aku juga membimbing Murid lainnya...” Michael bergegas pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2