
‘B-bagaimana manusia ini bisa tiba-tiba di sini?!!!’ Laba-laba Es Perak tertegun dengan tubuh yang bergetar. Ketika dirinya tertegun, dirinya dapat melihat bayangan manusia tersebut maju mendekatinya...
ㅤ
Sementara itu Naga Kecil yang berada di belakang Laba-laba Es Perak, sudah kembali mendapatkan kesadarannya setelah kepalanya terbentur cukup keras. Ketika dirinya bangun, dia dapat melihat bagian belakang tubuh Laba-laba Es Perak.
ㅤ
Melihat Laba-laba Es Perak masih belum menyadari dirinya, Naga Kecil segera mendorong Laba-laba Es Perak yang berada di depan.
ㅤ
Laba-laba Es Perak masih belum menyadari Naga Kecil telah Bangun. Membuatnya terkena dorongan kuat tiba-tiba dan membuatnya maju dengan cepat ke arah Ling Chen.
ㅤ
Ketika tubuhnya terdorong barulah dirinya sadar, namun hal tersebut tidak mengubah apapun karena dirinya masih terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba ini. Laba-laba Es Perak yang memiliki refleks tinggi mulai menusukkan kakinya ke dalam tanah untuk menghentikan dorongan Naga Kecil. Tetapi entah sekuat apapun dirinya menahannya, dirinya tetap terdorong, membuatnya seketika panik.
ㅤ
‘T-tunggu di depan ada manusia! Jangan dorong aku!!’ Bentak Laba-laba Es Perak kepada Naga Kecil.
ㅤ
Naga Kecil yang mendengarnya hanya terkekeh geli, mengabaikannya dan terus mendorong. Membuat Laba-laba Es Perak semakin panik.
ㅤ
Merasa sudah tidak ada jalan keluar lain alias buntu, Laba-laba Es Perak akhirnya memutuskan menggunakan kekuatan terakhirnya yang seharusnya tadi digunakan olehnya untuk mengalahkan Naga Kecil.
ㅤ
Laba-laba Es Perak membentuk sebuah Es yang mengelilingi setiap kakinya, juga di tulang belakangnya Laba-laba Es Perak membuat duri-duri. Hal tersebut tentunya membuat Naga Kecil yang dari tadi mendorong bagian tersebut, segera menjauh.
ㅤ
Meskipun telah terbang menjauh Naga Kecil masih terkena sedikit luka tusukan dari duri yang tiba-tiba tumbuh di Tulang belakang Laba-laba Es Perak.
ㅤ
Tetapi sensasi saat terkena Duri Es tersebut sangatlah aneh, lebih tepatnya seperti luka tersebut membuat gerakan bagian yang terluka menjadi lambat. Juga tida dapat dipungkiri darah di dalam Naga Kecil menjadi semakin dingin seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
ㅤ
Naga Kecil yang merasakan luka kecilnya mengeluarkan darah dingin, segera menatap Laba-laba Es Perak dengan tajam.
ㅤ
‘Sebenarnya apa ini?! Apakah kau bermain curang?! Dasar bajingan curang!’ Naga Kecil menduga keras bahwa Laba-laba Es Perak menggunakan sebuah Racun untuk membuat luka kecilnya semakin lama semakin terasa dingin dan keras.
ㅤ
Mendengar hal tersebut Laba-laba Es Perak hanya terkekeh geli, ‘Memangnya ada larangan menggunakan Racun? Yang penting adalah kemenangan!’ Meskipun berbicara dengan santai, pandangan Laba-laba Es Perak masih tetap tertuju kepada Ling Chen yang berada beberapa meter lagi darinya.
ㅤ
Naga Kecil yang mendengarnya berdecak kesal, ingin sekali dirinya menghabisi Laba-laba Es Perak dengan tangannya sendiri.
ㅤ
Sementara itu Ling Chen yang berada di sisi berlawanan dari Naga Kecil, atau mungkin lebih tepatnya beberapa meter dari depan Laba-laba Es Perak. Tersenyum menyeringai, terlihat dirinya sedang mengamati baik-baik tubuh Laba-laba Es Perak di hadapannya.
ㅤ
“Hmm tubuhmu akan lebih berguna jika masih utuh. Baiklah...” Ling Chen terlihat seperti baru saja selesai mengambil keputusan.
ㅤ
ㅤ
“Pertama! Combined Magic - Wind and Earth - Earthstorm.” Ling Chen mengucapkannya tanpa banyak bergerak, dia hanya mengarahkan tangannya kepada Laba-laba Es Perak sambil berjalan mundur.
ㅤ
Badai Tanah yang di maksud bukanlah seperti duri-duri akan tumbuh dari bawah tanah dan menusuk Laba-laba Es Perak. Juga bukan berarti Badai angin yang di atasnya akan membuat kepalanya terpenggal. Ini lebih seperti menutup panca Indra penglihatannya, menggantikan pasir dengan tanah, Ling Chen berhasil membuat mata Laba-laba tertutup.
ㅤ
Ketika itu dia mulai melanjutkan strategi sihir lainnya, tangan kirinya terlihat memutar-mutar jari telunjuk, membuat kaki Laba-laba Es Perak yang menyentuh tanah seketika jatuh dua puluh cm ke bawah lalu tanah lainnya mengunci kaki tersebut.
Sedangkan tangan lainnya yaitu tangan kanan, sedang menjentikkan jarinya. Sebuah Cahaya Api muncul, lalu dengan cepat api tersebut terbang ke kepala Laba-laba Es Perak.
ㅤ
__ADS_1
Laba-laba Es Perak yang tidak dapat melihat, juga tidak dapat menggerakkan kakinya hanya dapat mengeluarkan mana Es di sekitar tubuhnya untuk mengantisipasi serangan dadakan ketika dirinya tidak dapat melihat.
**
Laba-laba Es Perak terjatuh seketika ketika sebuah laser Api meluncur menembus kepalanya. Padahal Laba-laba Es Perak telah menggunakan banyak mananya agar menutupi bagian kepala dari serangan, tetapi apa boleh buat.
ㅤ
Semuanya sudah berakhir ketika Api tersebut dapat menembus dengan mudah Es yang mengelilingi Kepala Laba-laba Es Perak.
ㅤ
Laba-laba Es Perak seketika itu terjatuh tidak bernyawa. Kedua sosok yang menyerang Laba-laba Es Perak kemudian maju mendekati mayat Laba-laba tersebut. Terlihat, Ling Chen yang sedang mengelus-elus tubuh Laba-laba Es Perak.
ㅤ
“Menggunakan Sihir Api dengan cara seperti itu sangat gila, tetapi juga sangat kuat. Aku akan menggunakannya lagi lain kali, tidak ku sangka Api sekecil itu dapat dengan mudah menghancurkan Otak Laba-laba ini.” Ling Chen bergumam pelan, tetapi tidak dapat dipungkiri Naga Kecil yang berada di dekatnya dapat mendengar.
ㅤ
Naga Kecil sedikit mundur ketika mendengar hal tersebut. Tuannya ini sudah menjadi terlalu berbahaya untuknya.
ㅤ
Ling Chen hanya terkekeh geli ketika menyadari Naga Kecil sedikit menjauhinya. Dia lalu kembali menatap Laba-laba Es Perak di hadapannya, terlihat dirinya kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas, lalu tiba-tiba tangan tersebut meluncur masuk menusuk bagian perut laba-laba.
ㅤ
Ketika Ling Chen menarik kembali tangannya keluar, dia menggaruk kepalanya menggunakan tangan lainnya, “Heh aku salah mengambil, seharusnya aku mengambil Inti Kristal bukannya Jantung ini.” Ling Chen memasang senyuman tipis sambil menatapnya, terlihat sama sekali tidak merasa jijik.
ㅤ
Ling Chen membuang Jantung tersebut ke arah Naga Kecil. Naga Kecil seketika merasa jijik melihatnya, ‘Tuanku ini ternyata sangat psikopat dari psikopat!’ Naga Kecil makin menatap Ling Chen dengan ngeri.
ㅤ
Sementara itu di sisi lain Ling Chen telah menarik kembali tangannya, kali ini tangannya yang berlumuran darah berhasil menangkap sebuah Inti Kristal Laba-laba Es Perak.
ㅤ
“Beruntung! Ini Inti Kristal yang sangat berharga. Serap ini Miya!” Ling Chen terlihat melemparkan Inti Kristal tersebut setelah mengamatinya cukup lama.
__ADS_1
ㅤ
Naga Kecil yang melihatnya, segera menangkapnya antusias menggunakan mulutnya.