
Sebuah pukulan mendarat di tubuh Ling, membuat dirinya terpental cukup jauh kebelakang, dan juga Ling hampir saja terjatuh kedalam kolam itu karena terpental.
Ling mengigit bibir bawahnya sambil menatap Tetua Queen, dia tidak percaya pada kemampuan Tetua Queen, berhasil membuat dirinya terpental, padahal dulu orang yang sekuat Tetua Queen langsung mati hanya dengan satu kali serangan darinya.
'Huh, diriku yang sekarang ini sangat lemah, bahkan satu dari seperjuta kekuatan ku pun tidak selemah ini.' Batin Ling. Ling cukup kesal dengan kondisinya yang seperti ini, dulu di dunianya dia terkenal akan kekuatan maupun namanya, bahkan orang sekuat Tetua Queen dulu sangat banyak di kehidupan lalunya, mereka hanya kutu bagi Ling yang dulu, amun sekarang Ling berhasil dikalahkan oleh kekuatan yang dianggap nya Kutu, sungguh menodai derajat nya.
Ling kembali berdiri lalu melompat lompat memutari Tetua Queen, dia melihat dari berbagai arah lalu menyerang Tetua Queen dari titik buta nya dengan cepat, kali ini Ling sungguh mengeluarkan semua kemampuan nya untuk mengalahkan Tetua Queen, dengan cepat sebuah pukulan berhasil dilancarkan oleh Ling ke tubuh Tetua Queen.
Tetua Queen sempat menyadari hanya saja dirinya terlambat untuk menghindari serangan Ling, alhasil Tetua Queen pun terpental ke belakang meskipun tidak sejauh Ling tadi.
Tetua Queen mencoba menahan agar dirinya tidak masuk kedalam kolam saat terpental, dia juga sempat mengaktifkan skill pertahanan di bagian pukulan Ling, namun dia masih merasakan sakit yang cukup membuat dirinya terjatuh sambil memegang perutnya.
'Aku telah menggunakan jurus pertahanan diri tetapi bocah ini masih dapat membuat ku sesakit ini, jika saja aku tidak menggunakan nya apa yang akan terjadi? apa bocah ini dendam kepada ku?' Batin Tetua Queen sambil memegang perutnya yang terluka itu, Tetua Queen kemudian melihat perutnya dan menemukan darah keluar dari perutnya meskipun hanya sedikit.
'Jurus apa yang tadi bocah itu gunakan?' Tetua Queen tidak menduga bahwa serangan fisik dari Ling pun dapat membuat luka goresan terhadap tubuhnya. Tetua Queen kemudian melirik Ling namun dirinya juga menemukan tangan yang tadi Ling gunakan untuk menyerangnya kini terlihat dipegangi terus olehnya, Ling terlihat seperti orang yang sedang menahan rasa sakit.
'Sepertinya jurus yang digunakan olehnya tadi juga berakibat buruk bagi tubuhnya.' Batin Tetua Queen sambil tersenyum kecil, dia kemudian berdiri sambil memegangi luka di perutnya itu.
Tetua Queen kemudian berjalan dan menggendong tubuh Ling di pundaknya seperti anak kecil, Ling hanya pasrah dengan keadaan itu, lagipula dirinya juga masih fokus untuk membuat tangannya itu sembuh.
Ling melihat tetua Queen ingin menginjakkan kakinya ke air, namun secara ajaib saat Tetua Queen menginjak air, air tersebut seketika berubah menjadi beku, alhasil Tetua Queen dapat melewati kolam itu hingga sampai di permukaan tanah.
"Ngomong ngomong serangan mu yang tadi Sangat berbahaya, apakah kau dendam dengan gurumu ini?" Tanya Queen sambil berusaha tetap tersenyum.
Ling Chen menyadari dirinya yang sekarang bukanlah yang dulu, seharusnya dia dapat menerima kekalahan dari gurunya sendiri, dia kemudian tertawa dan akhirnya meminta maaf kepada Tetua Queen.
"Maaf Tetua Queen, diriku terlalu bersemangat tadi, hingga diriku melupakan sedang bertarung dengan guruku sendiri." Ucap Ling sambil menggaruk kepalanya di atas pundak Tetua Queen.
__ADS_1
Tetua Queen tertawa dan akhirnya mereka pun sampai di dalam rumah, sesampainya di dalam rumah, Tetua Queen segera memanggil para pelayannya dan juga tabib Akedemi yang sering dipanggil nya teman itu.
Ling diberikan kamar terlebih dahulu oleh Queen untuk menunggu kedatangan tabib Akedemi ini, sambil menunggu, Ling mulai mengisi energi "Mana" nya kembali, serangan yang dilancarkan nya tadi mengambil sebanyak 60% dari "Mana" Ling, sedangkan itu Ling hanya mempunyai "Mana" yang luasnya sekitar 3 Gentong air, untuk itu Ling pun segera kembali mengisi energi mana nya yang belum terisi penuh.
Sebagai pertolongan pertama, tepat sebelum Ling diberikan kamar, tangan yang melukai Tetua Queen segera dibalut perban oleh Tetua Queen itu sendiri, membuat Ling tanpa sadar telah menaruh Tetua Queen menjadi orang yang berada di hatinya.
Dalam beberapa menit kemudian, Ling berhasil memulihkan seluruh energi "Mana" nya, mungkin ini juga adalah sebuah efek dari hasil mengonsumsi mayat, karena Ling telah mengonsumsi banyak mayat, mungkin daya hisap energinya semakin kuat.
Setelah selesai mengisi energi "Mana" nya, Ling segera membuka panel sistemnya.
"Sistem, tampilkan status pengguna." Ucap Ling.
[ Sistem : Menampilkan Status Pengguna ]
Nama : Ling
Ras : Human.
Job : Assassin Rank D, Necomancer, Kordinator, Skill Maker.
Gelar : Pengguna sistem, seseorang yang pertama, Light and Dark. Assassin Ghost.
Gelar terkunci : Gravity, Iron Body.
Kemampuan : Mengonsumsi mayat ( Infinite ), Membuat tubuh, Gelombang Yin Yang, Tak kasat mata, Terbang. Memanggil Roh, Mengendalikan tanah. Membersihkan racun, Kontrak Tulisan, Create Weapon, Hawa dingin, Tangan Pedang.
_ _ _
__ADS_1
Ling tersenyum pahit melihat jurus yang cukup dibanggakan nya itu bernama Tangan Pedang, namun selain itu Ling tidak menemukan apa apa lagi pada sistem itu, kemudian karena Ling juga masih menunggu kedatangan tabib Akedemi, Ling pun akhirnya menekan satu persatu tombol skill pada sistemnya, dia ingin melihat info dari skill nya itu.
Yang pertama Ling tekan adalah tentang skill nya yang bernama Create Weapon, dan dalam seketika, sebuah panel baru muncul dari layar Status Ling.
Nama Skill : Create Weapon.
Kegunaan : Dapat menyatukan semua benda, dan beberapa kekuatan yang memang dapat disatukan. Dapat membuat senjata jenis terbaru
Proses : Skill ini menggunakan tubuh pengguna nya untuk membuat dan menyatukan senjata, namun sebelum keluar dari dalam tubuh, jika pemilik mengeluarkan beberapa elemen ke dalam senjata, senjata akan dapat memiliki kekuatan dari elemen yang dikeluarkan oleh pemilik tersebut.
Masih dapat berkembang.
_ _ _
Ling kemudian ingin menekan tombol skill lainnya, namun karena dirinya merasakan adanya pergerakan di depan pintu, Ling pun akhirnya membatalkan nya.
Tidak lama pintu Ling terbuka dan seorang pria muda yang terlihat tampan memasuki ruangan nya.
Pria muda itu menyapa Ling dengan senyuman manisnya, dia kemudian berjalan mendekati Ling dan memeriksa kondisi tangan Ling yang diperban.
"Hhm, luka ditangan mu cukup parah, bukan kah kau terlalu memaksakan diri?" Pemuda itu melirik Ling yang kini bersandar di tembok kasurnya.
Ling hanya tersenyum canggung sambil menggaruk pelipis nya dengan satu jari.
"Ouh iya, maaf karena sebelumnya belum memperkenalkan diri, namaku adalah Sasaki, aku adalah murid inti Akedemi." Sasaki tersenyum tipis sambil mencoba untuk bertukar salam dengan Ling.
Ling tersenyum dan bertukar salam dengan Sasaki, dia kemudian mulai memperkenalkan dirinya juga kepada pemuda itu, hanya saja dalam pikiran Ling, dirinya tidak menduga Sasaki adalah seorang Tabib, padahal saat Ling mencoba melihat Kultivasi dari tingkat nya, Ling merasakan kekuatan dari Sasaki sudah sampai hingga Petarung Emas murni.
__ADS_1
_ _ _
C o n t i n u e d :