
Dari pagi hingga malam, Levi terus terbang mencari kerajaan di sekitarnya, dan lebih dari empat belas jam berlalu, mereka akhirnya menemukan sebuah kerajaan bernama Amera Frost. Cuaca di kerajaan America Frost sepertinya baru saja mulai turun salju.
ㅤ
Tanpa menunggu lebih lama, Levi terbang masuk ke dalam kerajaan dan pergi mencari sebuah tempat tinggal.
**
Satu bulan berlalu dengan tenang, mereka menemukan penginapan di desa terpencil dan membayar sekitar 30 keping perak per-bulan untuk tinggal di rumah yang agak besar. Pada hari itu juga, Ling Chen menunjukkan tanda-tanda akan segera tersadar.
ㅤ
Rafaela segera memasak suatu hidangan, Levi serta Arthur juga membantu Rafaela memasak. Mereka membuat hidangan yang sangat banyak untuk Ling Chen, karena mengira dirinya akan segera bangun.
ㅤ
Setelah mereka selesai membuat hidangan, mereka bergegas ke kamar Ling Chen dan menunggunya hingga tersadar.
ㅤ
Namun setelah mereka menunggu, apa yang mereka lihat hanyalah keanehan atau bisa juga disebut keajaiban, Tubuh Ling Chen mulai berkeringat deras. Rambut Ling Chen yang hitam tampak memutih, tubuhnya juga mengeluarkan bau yang busuk.
ㅤ
Satu jam kemudian, Ling membuka matanya dengan aura tubuh yang baru. Aura itu, adalah aura level Epic. Itu berarti Ling berhasil menembus level Epic saat dia tertidur lelap.
“Menghadap tuan Ling.” Kedua pilar demonic membungkuk hormat.
Mereka sebenarnya sedikit terkejut dan sedikit terganggu oleh penciuman mereka. Indera penciuman mereka sangatlah tajam, mencium bau tubuh yang dikeluarkan Ling, membuat mereka sangat terganggu.
“Hmm, bau busuk ini. Sepertinya aku berhasil menerobos ke tingkat selanjutnya. Dan ini tidak terlalu berbeda jauh dengan dunia asalku, disaat naik ke tingkat yang tinggi, akan mengeluarkan bau dari tubuh.” Gumam Ling mencium aroma tubuhnya yang bau.
“Siapkan air panas untuk aku mandi. Entah kenapa di sekitar sini sangat dingin.” Ling masih belum mengetahui dirinya tidak berada di kerajaan Whazard.
Levi dan Arthur, mengangguk bersamaan lalu pergi, mereka sepakat untuk tidak memberitahu kepada Ling dulu dan membiarkannya mandi lebih dulu. Jika mereka memberitahu Ling sekarang, mereka akan bercerita dengan aroma sekitar yang busuk.
...* *...
[ Di dalam kamar mandi ]
“Ahhh, rasanya aku seperti terlahir kembali. Tubuh ini menjadi sangat kuat setelah aku naik ke tingkat Epic. Lalu...”
Ling memerintahkan sistem untuk menghadap, Ling ingin melihat status tubuhnya saat ini.
[ Sistem : Menampilkan status pengguna ]
< Pribadi >
Nama : Ling
__ADS_1
Ras : Half Creature
Umur : 17
___________________________________________
< Status >
Job : 7
Gelar : 6
Gelar terkunci : 3
Skill : 14
Point : 500k
Uang : 130k
Slot penyimpanan : [21/20.000]
___________________________________________
< Statistik >
Tingkat : Epic
EXP : [ 0/110.000 ]
Point statistik : 100
STR : 522 +
VIT : 489 +
DEX : 701 +
AGT : 810 +
LUC : 610 +
___________________________________________
Ling sudah menebak, setelah berhasil menerobos tingkat Epic, panel statistik nya akan menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ling tersenyum dan dengan cepat menyelesaikan mandinya. Tidak sabar untuk pergi menanyakan dimana Yuki saat ini.
Akan tetapi, Ling sedikit heran karena rambutnya yang memutih. Terlebih, saat Ling melihat cermin, matanya juga ikut berubah menjadi merah tua darah Namun setelah tau itu dikarenakan sistem, Ling tidak terlalu khawatir.
Sistem mengatakan, untuk membantu Ling menerobos tingkat Epic membutuhkan biaya 500k point tukar. Dan hal tersebut, juga dapat mempengaruhi tubuh, akibatnya rambut Ling memutih dan mata Ling terlihat sama persis (merah tua darah) seperti saat dirinya berubah (menjadi perubahan raja kegelapan)
__ADS_1
15 menit Berlalu Ling telah mengganti pakaiannya ke pakaian baru, Ling juga menggenakan pakaian hangat. Dan hal tersebut, membuat Ling sedikit heran namun tidak terlalu terkejut.
‘Aneh sekali. Hmm mungkin karena suasana disekitar dingin aku diharuskan memakai pakaian hangat ini. Sudahlah, lebih baik aku pergi makan. Perutku sangat lapar, ah yah sebelum itu...’ Ling menepuk pundak Levi.
Levi melirik Ling, “I-iya, ada apa tuan?”
“Hmm, kenapa kau terlihat grogi sekali. Ah sudahlah, Levi berapa lama aku tertidur?”
“1 Bulan lebih tuan.”
“Ya ampun, lama sekali. Bagaimana bisa aku tertidur selama itu. Pantas saja aku sangat lapar!” Ling pergi dengan kecepatan tinggi ke dapur.
Memakan semua hidangan dengan lahap. Tanpa menggunakan mulut yang berada di tangannya. Ling menikmati setiap hidangan yang dikonsumsi nya hingga perutnya tidak sanggup mengonsumsi lagi.
Makanan terakhir yang dihabiskan oleh Ling, diakhiri sendawa kecil. Setelah hal tersebut mata Ling berubah seketika menjadi tajam dan mengintimidasi.
"Jawab aku, dimana Yuki?"
Kata-kata yang dikeluarkan Ling, membuat para pelayan Ling sedikit bergetar. Kata-kata Ling barusan terasa terus terdengar di telinga Levi maupun Arthur.
"T-tuan, maaf sebenarnya kami tidak pergi untuk menyelematkan Yuki."
"Ouh begitu, baiklah tidak perlu dipikirkan. Yah semoga Yuki tenang..."
Levi, Arthur menghela nafas lega mendengar perkataan Ling. Mereka tidak menduga Ling hanya akan menjawab santai setelah mengetahui apa yang mereka katakan. Namun mereka juga dapat melihat Ling diam termenung. Mereka sadar Ling memang memiliki perasaan terhadap Yuki. Hanya saja Ling tidak menyadarinya sampai dimana gadis itu menghilang. Ling terlihat menahan air matanya.
...* * *...
Tiga hari berlalu dan Ling telah beradaptasi di kerajaan baru ini. Dia juga telah mendengarkan detailnya termasuk tentang kematian pilar demonic.
Akan tetapi sifat Ling menjadi lebih dingin terhadap orang luar. Meskipun begitu sejak Ling tersadar dirinya terus berlatih dan mulai menggunakan kekuatan Kultivasi dari dunia tenaga dalam itu.
“Huft.” Ling mengatur nafas, dirinya baru saja selesai berlatih.
Ling mengambil botol minumnya yang berada dimeja dekat ruangan latihannya. Meskipun saat ini musim dingin Ling berlatih tanpa menggunakan pakaian bagian atas. Ling ingin melatih tubuhnya untuk kebal terhadap rasa dingin dengan membiasakan tubuhnya terhadap cuaca dingin.
Di kehidupan sebelumnya Ling juga telah menerapkan latihan ini. Dan itu membuat kemajuan terhadap tubuhnya, bukan hanya Ling sangat kuat bertahan di cuaca yang ekstrim. Dia juga menjadi pendekar yang sangat cepat di keadaan seperti itu.
Selesai meminum, terlihat seorang pria tampan dengan mata hijaunya datang ke ruangan latihan Ling. Pria itu tidaklah lain adalah Levi.
“Tuan apakah kamu ingin pergi ke pasar utama untuk membeli persediaan makanan? Kalau itu yang tuan inginkan saya atau Arthur saja yang melakukannya. Tuan duduk di rumah saja menunggu kita datang.” Kata Levi.
Ling menggelengkan kepalanya, “Aku bosan. Aku hanya berlatih, makan lalu tidur. Itu membosankan jadi aku ingin keluar dari penginapan ini.” Keluh Ling.
Levi tidak dapat membalasnya dan diam seribu bahasa, bagaimanapun yang dikatakan tuannya benar. Pada dasarnya mereka yang sudah terjerumus di dunia pertarungan dan pembunuhan akan bosan saat hanya melakukan makan tidur lalu berlatih.
“Baiklah tapi saya ingin saya untuk ikut bersama tuan.”
“Baiklah kau ikut saja denganku.” Ling menutup mata kanannya sambil berpaling dari Levi. Senyuman seringai terlihat saat Ling berpaling.
__ADS_1