
Bangsawan, mustahil untuk tidak terlibat dalam pertarungan ini, contohnya saja seperti keluarga Kavila.
Prajurit bayangan mereka membuat banyak wilayah menjadi lebih mudah untuk di taklukkan. Dan saat ini, keluarga Kavila setidaknya telah membebaskan dua wilayah dari ancaman para raksasa.
Bukan hanya membebaskan, banyak prajurit keluarga bangsawan Kavila yang mengevakuasi rakyat ke dalam area keluarga inti. Namun bukannya mendapatkan pemandangan yang baik, mereka hanya melihat tempat itu kini di penuhi oleh darah di sekitarnya.
Tidak sedikit juga di antara mereka yang muntah karena melihat tubuh para prajurit setidaknya kehilangan beberapa anggota tubuh nya.
Dan dari antara mereka semua, salah satu prajurit bayangan menemukan salah satu pahlawan yang sudah kehilangan nyawanya.
“S-sebenarnya siapa yang membuat kekacauan ini? Keluarga inti bukanlah Keluarga yang mudah di tindas, bahkan untuk raksasa yang berada di luar. Tapi, apa ini? Ini bahkan lebih mirip pembantaian yang dilakukan manusia. Bahkan sampai pahlawan Aojin sendiri mati...”
Jujur saja, seluruh prajurit bayangan menjadi di selimuti oleh ketakutan. Andaman yang mereka hadapi mungkin bukan dengan para raksasa itu saja, namun juga dengan organisasi yang akhir-akhir ini namanya sedang menjadi trending.
“Kita tidak punya banyak waktu, masukan saja para warga kedalam. Dan minta mereka sendiri yang membereskan mayat-mayat ini, kuburkan saja mayat mereka dengan layak...”
“Baik, aku akan memberitahu semua warga.”
Sementara itu, disaat mereka sedang mengevakuasi rakyat, dari atas tembok kerajaan muncul banyak sekali prajurit. Prajurit-prajurit itu adalah prajurit elite pribadi milik raja.
Salah satu di antara pasukan bayangan, melihat, “Raja sudah mulai bergerak, dengan begini seharusnya kita dapat melewati kekacauan ini.”
* *
Setelah pergi dari daerah istana, Ling dan Nanako pergi ke markas Bulan Purnama. Untuk perjalanan ke sana sendiri, membutuhkan waktu tidak lebih dari 10 menit. Jujur saja, Ling memperlihatkan salah satu kekuatan hebatnya.
Yaitu membangkitkan mayat-mayat manusia yang tergelatak, hal itu membuat sekelompok orang dari kelompok Bulan Purnama menjadi kagum sekaligus ngeri.
Bukan hanya itu saja, mayat manusia itu terlihat sudah berumur dan juga hanya rakyat biasa. Namun saat berada di bawah pengaruh kekuatan Ling, mereka tidak jauh berbeda dengan monster.
__ADS_1
Kembali ke waktu saat ini, Ling telah berada di dalam markas Bulan Purnama. Markas Bulan Purnama berada di bawah tanah, dan juga letak bangunan di bawah tanah ini sangatlah luas. Membuat siapa saja seharusnya tersesat.
Untuk Ling sendiri, dia sama sekali tidak kesusahan untuk mengingat. Namun jika dipikir-pikir oleh Ling, dia tinggal menghancurkan tanah yang ada di atasnya saja, dan itu akan menjadi jalan keluar yang simpel.
Dan juga, Ling saat ini mengetahui identitas dari pemimpin Bulan Purnama, dia tengah perjalanan pemimpin Bulan Purnama. Hades datang ke mereka.
“Hmm, lalu kapan aku harus membantai kalian? Aku sudah mengetahui tempat ini, jadi bagaimana jika kita mulai bertarung kembali?” Ucap Ling tidak sabar untuk bertarung.
Saat mendengar perkataan Ling, itu seperti terdengar suara petir yang menyambar. Jujur saja nyali di antara semua manusia kelompok Bulan Purnama menjadi ciut. Melihat Ling sendiri bisa membangkitkan mayat manusia.
Hades sendiri, cukup ragu akan menang meskipun dengan bantuan kelompok nya. Namun lain halnya, jika saja dia bisa ke ruangan laboratorium, dia akan menggunakan cairan virus Angry untuk memaksa tubuhnya menjadi lebih kuat.
Untuk hal itu, Hades mengatakan, “Aku sebenarnya sangat tidak menduga pemimpin organisasi Cold Blood Trops hanyalah seorang anak muda. Dari semua ke anehan ini, apa perbuatan mu?” Tanya Hades.
Ling menyeringai, “Apa maksudnya? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan,” Ling menggelengkan kepalanya dengan wajah polos, “Aku hanya berencana merebut kerajaan, dan sepertinya kalian juga sudah tau bahwa aku berbohong tentang Giant itu bukan?”
“Ehm, kalau begitu bisa kita mulai? Aku berjanji tidak akan melukai putri yang kalian sebut itu. Ah yah kalian juga tidak perlu memperlihatkan fotonya. Karena aku cukup melihat ingatan kalian saja...”
Ling mendekatkan jari telunjuknya ke arah Nanako yang paling dekat dengannya. Nanako yang mendengar 'melihat ingatan' langsung terkejut dan berusaha untuk menjauh. Namun sayangnya itu sudah terlambat, Ling berhasil menyentuh jidat Nanako.
Dalam sekejap, Ling sudah mengetahui beberapa rahasia tentang virus. Namun yang membuat Ling tiba-tiba berhenti adalah karena pemandangan yang indah. Iyah, indah, pemandangan di mana Nanako memandikan seorang wanita.
Tanpa sadar Ling mengeluarkan sepercik darah pada hidungnya, memang dia dahulu sama sekali tidak tertarik pada apapun selain perang. Namun tubuh barunya, adalah tubuh yang masih memiliki perasaan.
Hades juga ikut terkejut karena Nanako terlihat mundur, dia pun bertanya sesuatu, “T-tunggu, Nanako jangan bilang kemarin kau memandikan Rafaela?!”
Nanako dengan wajah menunduk menganggukkan kepalanya, wajahnya juga sangat memerah. Hades seketika itu marah.
“Kau, beraninya melihat tubuh anakku! Aku tidak peduli mau kau lebih kuat a.. a.. ata–”
__ADS_1
“Atau? Atau apa? Hah? Memangnya kau bisa mengalahkanku? Jangan kau pikir aku telah menggunakan seluruh kemampuan ku. Kekuatan yang ku tunjukkan tidak lebih dari 50% kekuatan asliku.” Ling tersenyum sambil mengeluarkan hawa membunuh yang pekat.
Hades menjadi ragu, karena itu, dia mengatakan untuk mengambil senjatanya terlebih dahulu sebelum akhirnya mulai bertarung.
Ling yang tidak mempermasalahkannya hanya menunggu, di ruangan yang saat ini Ling tempati, hanya dirinya dan beberapa anggota Bulan Purnama. Jujur saja, para manusia yang berada di kelompok Bulan Purnama frustasi melihat kekuatan Ling dan aura membunuhnya. Mereka saat ini sedang mencoba menenangkan diri dan memantapkan hati.
Jadi karena hal itu, tinggal 7 Ghoul serangga dan Nanako yang saat ini berada di ruangan. Ling juga karena bosan meminta Nanako untuk menceritakan tentang dirinya di masa lalu.
Nanako tanpa keberatan bercerita tentang Ling di masa lalunya, itu menghabiskan beberapa puluh menit.
“Akhhhhh!”
Sampai akhirnya sebuah teriakan terdengar dan memecahkan konsentrasi Ling yang sedang mendengarkan cerita Nanako.
“Ah, sepertinya Hades telah menggunakan virus itu. Baiklah-baiklah, dari sini lebih baik aku memikirkan cara mengendalikan nya untuk mengusir para Giant. Giant itu mulai tidak terkendali, menurut Arthur yang berada di luar tembok Maria. Terdapat lebih banyak Giant yang menunggu, merek sangat kuat dan besar, dengan sebuah pemikiran. Mereka tidak jauh berbeda dengan senjata hidup.” Gumam Ling.
Samar-samar, Nanako mendengar perkataan Ling, mengendalikan tuannya? Entah kenapa Nanako tidak keberatan dengan hal itu, namun tentu saja Nanako tidak mengetahui apa yang di rencanakan Ling.
Ling kemudian melirik Nanako, “Nana, bagaimanapun juga kau adalah teman baikku saat kecil. Jadi ku rasa, lebih baik kau ku bebaskan dan pergilah sekarang.”
Ling mengibaskan tangannya ke arah Nanako, saat itu juga, tubuh wanita bernama Nanako menghilang.
“Baiklah, kalau begitu karena pertarungan sepertinya akan di mulai. Kalian juga harus bergerak, mengerti? Pionku?” Ling tersenyum seringai.
“Siap mengerti!”
_ _ _
Ah, kenapa aku lama? Karena tugas:( Tapi di hari libur ku usahakan dua chapter terus. Sekian dan terima kasih
__ADS_1