
Hoammm!
Ah tidurku nyenyak, sudah lama aku tidak merasakan tidur nyenyak seperti ini. Mungkin akibat kekuatan Necromancer ku meningkat.
Aku beranjak dari kasur lalu membasuh muka.
"Hey lihat ada pria tampan di sana!" Aku berkata sambil menunjuk cermin.
Hahaha
Memiliki emosi rupanya menyenangkan juga, tetapi untuk waktu yang cukup lama, aku masih tidak dapat melupakan Yuki. Bahkan aku masih bertanya-tanya mengapa aku bersedih?
Selesai aku mandi aku memakai kemeja hitam dan celana panjang berwarna hitam. Hari ini aku berniat untuk berjalan-jalan sebentar lalu pergi ke kerajaan Diamond. Aku terlihat setidaknya mirip pemuda mapan yang memakai pakaian mewah.
Setelah bersiap, aku menyuruh mereka berdua untuk menunggu di penginapan.
...* *...
Aku menghirup udara dalam-dalam, lalu ku buang.
"Hahhhhh!"
Rasanya nyaman dan pikiran ku tenang, aku mulai melupakan kesedihan. Aku kemudian berjalan ke kanan ku karena ku lihat di sana cukup ramai. Tetapi saat sampai di sana.
Aku mencium bau mayat yang sangat menyengat, aku mendorong kerumunan tersebut untuk melihat apa yang sedang dikerumuni. Saat itu aku melihat tubuh seorang pria yang kehabisan darah.
__ADS_1
"Lagi-lagi ini terjadi, korbannya juga selalu laki-laki. Aku heran kenapa sedikit sekali korban wanita."
"Entahlah, ku pikir lebih baik kita mulai menghubungi keluarganya. Dan melaporkan ini kepada wali kota."
Korbannya selalu laki-laki? Hmm sepertinya aku mengetahui jalan pikirin ini, haruskah aku memberitahu? Tetapi mungkin itu akan menarik perhatian, mungkin lebih baik aku tidak ikut campur.
Aku berjalan menjauhi kerumunan, tetapi, bila aku berhasil memberitahu apa yang sedang terjadi, mungkin wali kota akan membantuku di kerajaan Diamond nanti. Aku pun kembali ke kerumunan tersebut lalu mulai mengatakannya.
"Dengar, ini khususnya laki-laki! Jangan– atau kalian akan mati! Sekarang kalian tau mengapa korban jiwa lebih banyak laki-laki?" Aku bertanya memastikan.
"Yeah kami paham, bila begitu orang yang melakukan pembunuhan ini adalah mahluk hitam yang sangat cantik. Tidak heran banyak laki-laki tergoda dan berakhir mati. Aku tidak kepikiran..."
Aku menghela nafas, bagaimana bisa mereka tidak terpikirkan ini? Huh, yah sudahlah. Aku pun menghilang setelah suasana menjadi riuh. Aku berjalan ke beberapa toko dan membeli makanan, itu terasa sangat lezat! Cuaca di sini juga tidak terlalu dingin akan tetapi rasanya mungkin sebentar lagi akan turun salju di kota ini.
Aku kembali berjalan melihat-lihat toko, aku akan makan makanan enak ini. Sudah lama aku tidak menikmati hari santai dimana bisa berjalan sesukaku. Aku membeli daging-daging, tidak peduli apapun semuanya enak.
"Kurumi?!"
...* *...
Sungguh aku sangat terkejut, pantas saja aura ini terasa familiar. Dan dari mayat tersebut, aku juga seperti mengenal luka pria tadi, hanya vampir yang akan berbuat seperti itu. Karena mereka membutuhkan darah untuk hidup.
"Jadi, kau masih hidup, lalu bagaimana dengan Xan Zhang?"
"Tuan, sebelum itu aku meminta maaf karena tidak bisa menjagamu. Aku yakin kau akan tetap hidup dibawah perlindungan Levi dan Arthur. Untuk Xan Zhang.. dia menjadi salah satu prajurit di kerajaan Diamond 5 Minggu yang lalu, dan beberapa hari yang lalu dia mendapatkan posisi kapten karena kerjanya yang hebat."
__ADS_1
"Begitu."
"Lalu..."
Kurumi mulai menceritakan kepada Ling, segera setelah Ling, Levi dan Arthur pergi. Kurumi menghentikan waktu di sekitarnya dengan seluruh mana yang dimiliknya. Ini satu skill yang baru saja di dapatnya, ruang lingkupnya tidak selalu menjadi disekitarnya lagi. Kurumi dapat membuat bola lingkup penghentian waktu memanjang.
Akibatnya, Kurumi pingsan, namun Xan Zhang yang tidak terkena dampaknya langsung membawa pergi Kurumi sebelum dia kehabisan seluruh tenaganya.
Setelah mendengar cerita tersebut, aku meminum segelas cangkir alkohol. Saat ini kami berada di sebuah bar, penampilan Kurumi yang terlihat seperti tante-tante cantik menarik banyak pasang mata lelaki. Aku hanya dapat tersenyum, inilah kenapa kebanyakan korbannya laki-laki.
Aku sedikit menggoyangkan gelas yang berisi bir, lalu mulai meminumnya seperti orang yang telah berpengalaman. Tetapi...
Uek!
Ah kepalaku pusing, entah kenapa ini mengingatkanku pada kejadian di Akedemi Feniks. Kepalaku langsung pusing setelah meminum segelas bir.
Dan tentu saja, aku melupakan hal tersebut karena tidak pernah membayangkan akan kembali terjadi. Huh, sepertinya bir akan membuatku pusing.
"Tuan!"
Kurumi mendatangiku yang sedang mabuk, aku tidak tau kenapa Kurumi terlihat sangat cantik! Wajahnya bersinar terang layaknya dia bidadari, tetapi aku sadar ini karena dibawah pengaruh alkohol.
Hari itu, kami tidak jadi berangkat dan berdiam di penginapan. Kurumi mengantarkan ku pulang dengan selamat, dan tentu saja, saat pulang beberapa pria paruh baya menggoda Kurumi. Aku hanya berteriak ayo kalahkan wanita ini! Tetapi tetap saja hasilnya... Mereka semua mati kehabisan darah.
Levi dan Arthur, sangat terkejut melihat Kurumi yang saat ini. Penampilannya berbeda dari sebelumnya, rambutnya putih dan matanya merah, dia juga menjadi lebih tinggi dan terlihat seperti mamah muda. Dan tentunya, setelah aku di bawa masuk ke kamarku, mereka berpelukan layaknya Telet*bbies.
__ADS_1
"Ah hari ini lumayan... menyenangkan..."