Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 247 : Snow God Gloves


__ADS_3

“Ahhhhkkk itu adalah Mandi ternyaman ku! Sudah lama sekali aku tidak merasakan air hangat!” Tiba-tiba Pemuda itu dengan santainya mengatakan hal tersebut, sambil merenggangkan tubuh dan tangannya. Terlihat seolah tidak terganggu dengan kedua Monster yang ada di hadapannya.



Pemuda itu tidak lain adalah Ling Chen, setelah selesai membersihkan tubuhnya dari bau yang tidak sedap. Dirinya memutuskan untuk segera kembali.



Ling Chen yang telah kembali menatap kedua Hewan Sihir di hadapannya bergantian, kedua Hewan Sihir ikut melihatnya. Terlihat mereka menatap Ling Chen dengan wajah heran.



Sementara itu Ling Chen melihat kepada Naga Kecil, yang juga ikut melihatnya, dia tersenyum tipis melihat Naga Kecil, “Kau sudah berjuang, biarkan aku membantumu.” Ling Chen terlihat mengarahkan tangannya kepada Naga Kecil.



Tak lama kemudian, tangan itu mulai mengeluarkan cahaya kehijauan. Naga Kecil yang melihat hal tersebut hanya terkejut, meskipun terkejut, Naga Kecil tidak berusaha menghindar, dirinya sepenuhnya percaya kepada Tuannya.



Ketika Cahaya itu berlangsung meneranginya, luka pada tubuh Naga Kecil nampak tertutup kembali. Bahkan tubuhnya saat ini mendapatkan Buff, membuatnya memiliki mana pada kondisi puncaknya.



Melihat hal tersebut Laba-laba Es Perak merasa terganggu juga di rugikan. Pertarungan antara dirinya dengan Naga Kecil yang seharusnya berlangsung dengan kemenangannya menjadi buyar. Laba-laba Es Perak kemudian menatap tajam pada pemuda yang menyembuhkan Naga Kecil, nampak sangat kesal terhadapnya.



Tidak dapat membendung amarahnya, Laba-laba Es Perak menerjang dengan cepat ke arah Ling Chen. Naga Kecil yang terus memperhatikan tuannya juga sesekali melihat Laba-laba Es Perak segera menyadari bahwa Monster itu sedang menerjang cepat ke arah tuannya.



Naga Kecil tidak yakin dirinya akan sempat sampai untuk membantu Tuannya, karena jarak antara Laba-laba Es Perak dengan Tuannya hanya berjarak sekitar 5 meter. Sedangkan dirinya berada enam belas meter dari tuannya.



Merasa tidak ada tindakan yang bagus selain memberitahu Tuannya, Naga Kecil segera berteriak. Tetapi wajahnya mulai mengusut ketika melihat tuannya seperti tidak menanggapinya. Dia sekali lagi berteriak.



“GROAARRRR!!!”



Kali ini teriakan Naga Kecil sangat besar, membuat Ling Chen yang sedang mengarahkan tangannya kepadanya segera menutup kedua kupingnya. Melihat hal tersebut, raut wajah Naga Kecil menjadi lebih kusut.



‘Astaga!!!’ Naga Kecil mengamuk dalam hatinya, kesal dengan perilaku tuannya yang begitu bodoh.



Ketika sikap di dalam hatinya sedang Eksplosif, Laba-laba Es Perak terlihat sudah semakin dekat. Ketika berada di sekitar Ling Chen, dia mengangkat kedua kaki tajamnya yang berada di depan, lalu dengan cepat mengarahkan kakinya untuk menusuk Pemuda tersebut.



Namun, tepat sebelum Laba-laba Es Perak dapat menyentuh lebih jauh area sekitar pemuda tersebut, Tubuh Ling Chen telah di lindungi oleh skill Pelindung Hologram yang tidak kasat mata.


__ADS_1


Ling Chen mengalihkan pandangannya kepada Laba-laba Es Perak, ketika itu tangannya sudah di turunkan. Dia menatap Laba-laba Es Perak di hadapannya dengan sinis, “Beraninya kau menatapku dengan niat membunuh...” Ling Chen nampak tidak senang, tatapannya penuh aura membunuh.



Tubuh Laba-laba Es Perak ketika itu menjadi bergetar hebat, merasakan takut yang mendalam pada Pemuda Dihadapannya. Dirinya segera menarik Kedua kakinya yang baru saja di arahkan pada Ling Chen, kemudian berlari menjauh dari pemuda tersebut.



Ling Chen yang melihat Laba-laba Es Perak berniat kabur segera memerintahkan Naga Kecil untuk menangkapnya.



“Miya! Kau tangkap dia!”



Tubuh Laba-laba Es Perak terlalu berharga, sulit baginya untuk melepaskannya. Tidak ingin membiarkan Laba-laba yang begitu berharga kabur begitu saja setelah melukai Hewan Kontraknya. Terlebih, Inti Kristal dalam tubuhnya mampu membuat Naga Kecil semakin kuat dan memiliki salah satu kemampuan nya.



Naga Kecil yang mendapatkan perintah tersebut segera terbang mengejar Laba-laba Es Perak yang masih berusaha pergi dari Tuannya. Terlihat Laba-laba Es Perak berlari menuju lorong tempat Ling Chen masuk.



Merasa di atas angin, Naga Kecil terkekeh geli lalu meledek Laba-laba Es Perak yang masih berusaha kabur, ‘Lihat, manusia yang kau remehkan tadi, kini dapat membuatmu takut hanya dengan melihatnya. Bagaimana dengan usulanku tadi? Hahahaha.’ Naga Kecil tertawa puas, meskipun dirinya tidak dapat melihat ketika sedang telepati, dirinya masih dapat merasakan sekitaran Lorong dengan sense nya.



Laba-laba Es Perak yang mendengar hal tersebut hanya berdecak kesal sebelum kembali mempercepat gerakannya. Ketika itu terjadi Naga Kecil juga ikut mempercepat gerakannya.



Sementara itu, Ling Chen yang masih berada di dalam Aula Kediaman Laba-laba Es Perak berjalan menuju kotak kaca yang di dalamnya terisi Sarung Tangan. Ketika mendekatinya, Ling Chen masih dapat merasakan mana yang begitu kuat keluar darinya.




Dirinya membuka Kotak Kaca tersebut, wajahnya tampak biasa saja namun dalam hati Ling Chen merasa kagum dengan Fragmen di hadapannya. Dia pun mengelus Sarung Tangan di hadapannya, mencoba mencari tau tekstur Sarung Tangan tersebut.



Sarung Tangan ini sendiri memiliki warna emas, dengan di punggung tangan terdapat sebuah lubang yang mungkin untuk di isi oleh sebuah Kristal Inti. Tetapi tentu saja itu hanya dugaan, Ling Chen masih belum mengerti tentang Sarung Tangan dihadapannya.



Ketika itulah Ling Chen memutuskan untuk mencari tahu dengan mata X-ray nya. Sebuah Layar game berwarna biru terlihat, menunjukkan informasi Sarung Tangan tersebut.



[Fragment Name : Snow God Gloves]


[Rank : S]


[Esensi : Es]


[Diskripsi : ]


[Snow God Gloves adalah Senjata]

__ADS_1


[Perang milik Dewa Eiyad yang sangat]


[mengerikan, dapat membekukan]


[lawan hanya dengan menyentuhnya]


[Siapapun Lawannya jika di sentuh]


[dalam waktu 1 menit maka akan]


[membeku. Tidak berlaku kepada]


[Sosok yang memiliki tingkat di atas]


[tidak terukur]



Ling Chen mengerti maksud dari tidak berlaku pada tingkat tidak terukur. Karena dirinya sendiri juga ikut mengalami kejadian ini. Kekuatannya sekarang berada pada tahap tidak terukur.



Ketika sebuah suara ledakan tiba-tiba terdengar oleh telinga, Ling Chen kembali tersadar dari lamunannya. Dia segera mengambil Sarung Tangan di hadapannya, lalu memasukkannya ke dalam Dimensional Ring miliknya. Sebelum menghilang di ujung Lorong yang tidaklah lain adalah tempat Ling Chen tadi bingung dengan pertigaan.



Untuk berteleportasi ke sana mana yang di butuhkan cukup banyak. Sekitar enam ratus mana segera terkuras untuk berteleportasi ke sana. Ketika selesai berteleportasi, Ling Chen dapat melihat dua bayangan di dalam Lorong.



Bayangan yang pertama adalah bayangan milik Laba-laba Es Perak. Memiliki delapan kaki juga berlari dengan ke delapan kakinya dengan cepat. Sementara yang kedua adalah Naga Kecil, berada di belakangnya sedang terbang mengejarnya.



Sementara itu di sisi lain, Ketika Laba-laba Es Perak hampir sampai pada ujung Lorong, dia dapat melihat bayangan manusia. Laba-laba Es Perak mendengus pelan sebelum mempercepat gerakannya, tidak peduli dan masih belum mengetahuinya.



Ketika jarak di antara dirinya dengan bayangan manusia itu semakin dekat dan hanya berjarak lima belas langkah lagi, Laba-laba Es Perak tertegun tiba-tiba, merasakan ada sesuatu yang Janggal. Laba-laba Es Perak yang tertegun, berhasil membuat Naga Kecil yang berada di belakangnya tidak siap berhenti dan berakhir menabrak tubuhnya.



Laba-laba Es Perak yang tertabrak tidak merasakan terdorong kencang, karena tubuhnya yang terbuat dari perak sangatlah keras, membuatnya hanya maju sekitar dua langkah sebelum keluar dari ujung Lorong.



Pandangannya masih tertuju terhadap manusia di hadapannya. Ketika dirinya menatap dengan penuh ketelitian, Laba-laba Es Perak kembali bergetar hebat.



‘B-bagaimana manusia ini bisa tiba-tiba di sini?!!!’ Laba-laba Es Perak tertegun dengan tubuh yang bergetar. Ketika dirinya tertegun, dirinya dapat melihat bayangan manusia tersebut maju mendekatinya...




*Catatan Penulis✍🏻


__ADS_1


Teruntuk para Reader yang masih membaca novel ini. Saya ucapkan terima kasih banyak. Memang di awal itu cerita DLS itu terkesan jelek yah, tetapi author manapun pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Juga sebagai tambahan, setiap author itu akan berkembang, jadi jangan heran jika kalian membaca novel yang awalnya keliatan jelek tapi akhirnya lebih bagus. Itu Bukti nyata dari perkembangan mereka.


Baiklah tanpa basa-basi saya ingin langsung pada intinya. Pengumuman ini untuk menanyakan, apakah di sini ada yang menginginkan sistem Spin Off? Kalau ada taruh di kolom komentar yah. Baiklah itu saja sekian terima kasih banyak✍🏻


__ADS_2