
Para pelayan Ling menjadi sangat bersemangat, mereka sangat senang mendengar bahwa Ling akan memberikan mereka sebuah misi.
"Hyugo, Arthur dan Zabuza, kalian akan mendapatkan tugas menjadi petualang, aku sempat mengetahui terdapat petualang di kerajaan ini." Ucap Ling sambil melirik Hyugo dan Zabuza.
"Siap laksanakan tuan." Ucap Zabuza dan Hyugo bersamaan.
"Untuk Kim Miru dan Kurumi, kalian akan berpasangan dengan Leonard, kalian aku tugaskan untuk menjadi seorang kakak dan adik, dan juga kalian hanya perlu mendirikan bisnis di tempat yang ramai, tetapi aku sarankan untuk kalian melakukan bisnis obat obatan." Ucap Ling sambil melirik kedua orang itu, Ling kemudian mengambil seribu koin emas dari sistem dan memberikannya kepada mereka.
"Siap laksanakan tuan." Ucap mereka berdua bersamaan.
"Ouh ya, Leonard, kamu harus menjadi perilaku anak kecil mengerti? sebab akan aneh jika seorang anak kecil berperilaku layaknya orang dewasa, bukan tanpa sebab, hanya saja pasti itu akan menarik banyak perhatian, terlebih lagi bangsawan." Ling menjelaskan.
"Baik tuan, hamba mengerti." Ucap Leonard membalas perkataan Ling.
"Kalau begitu, kalian yang tersisa, bagi dua tim, aku ingin salah satu tim pergi keluar tembok besar, aku yakin diluar sana masih banyak manusia yang hidup, aku ingin kalian menyelidiki dunia diluar sana, dan untuk tugas tim lainnya, aku ingin kalian pergi mencari mahluk mahluk kuat lainnya, kalian harus membawa mayat dari mahluk mahluk kuat untuk diriku, kalau begitu, sampai disini saja, kalian paham?" Tanya Ling sambil berdiri kembali.
"Paham!" Ucap Xiao Zhang, Xiao Li dan Xan Zhang.
Ling menambahkan, "Dan aku rasa Xan Zhang, kau akan pergi sendiri keluar untuk menyelidiki tentang dunia luar, sedangkan si kembar kalian harus saling bersama, kau tidak keberatan kan Xan?" Tanya Ling.
"Tidak sama sekali tuan." Ucapnya tegas.
Ling kemudian berjalan keluar dan menyuruh mereka semua untuk mengikuti nya, untuk saat ini, kastil akan dibiarkan tanpa penghuni, Ling dan mereka semua pun sampai di depan pintu besar menuju keluar pintu kastil.
__ADS_1
Leonard yang paling kecil membukakan pintu untuk semuanya, meskipun fisiknya terlihat seperti anak kecil, tetapi sejatinya dia memiliki tubuh yang paling kuat diantara Anggota Assassin Ghost lainnya.
Ling menatap langit, Ling melihat matahari kini hampir terbenam seutuhnya, Ling pun segera mengeluarkan sayap nya dari belakang punggungnya, membuat pakaian belakang nya robek akibat sayap yang besar, begitu juga dengan tiga roh lainnya yang sudah mendapatkan tubuhnya, mereka mempunyai tubuh elang, membuat mereka dapat terbang tanpa menggunakan "Mana".
Namun sebelum Ling terbang, dia menatap ketiga orang yang mempunyai sayap itu, lalu Ling berkata, "Nama kelompok kalian adalah Killer Owls, mengerti?" Tanya Ling sambil melirik mereka, Ling melirik mereka namun tubuhnya menghadap kedepan, seolah Ling sudah bersiap untuk segera terbang.
"Kami mengerti tuan!" Ucap tiga Undead itu.
Ling kemudian segera terbang setelah mendengar jawaban dari ketiga orang itu, diikuti oleh semua pelayan Ling yang lainnya.
* * *
Dikediaman Ling di Akedemi Feniks, kini Levi sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati teh dan juga beberapa makanan ringan, para pelayan Ling kini duduk dibawah lantai menunggu perintah Levi untuk selanjutnya.
'Ehm, kue ini enak juga, aku tidak menyangka memakan akan membuat ku sesenang ini.' Gumam Levi sambil mengambil kembali kue yang berada di depannya, dia kini tengah menjadi sosok Ling.
"Baiklah, kalau begitu beberapa orang bawakan mereka makanan yang banyak." Levi memberikan titahnya, sebelumnya dia telah memberikan tugas kepada mereka semua untuk memasak makanan yang cukup banyak, itu semua sebenarnya untuk Ling, tetapi karena Levi berfikir mereka juga adalah bawahan tuannya itu, akhirnya dia tidak mempermasalahkan nya, toh mereka akan cukup berguna bagi tuannya kelak saat mereka kuat.
Beberapa orang kemudian segera bergegas pergi, setelah itu, Levi memandang ke arah mereka semua yang sedang duduk di bawah itu.
"Kalian, dapat pergi ke kamar masing masing."
Levi merasa mereka pun telah bekerja keras, tidak baik jika terus membuat mereka bekerja, namun Levi menyuruh mereka selalu bekerja adalah karena itu latihan yang dibuatnya untuk mereka, Levi mencoba membuat mereka belajar yang namanya kesabaran, sebab marah pernah membuat dirinya hancur di kehidupan dulunya sebelum dirinya menjadi Roh.
__ADS_1
"Terima kasih tuan lev, Ling!" Mereka hampir saja berkata tuan Levi, jika saja mereka tadi salah berkata, dalam pikiran mereka pasti Levi akan memberikan mereka pekerjaan lagi.
Mereka pun segera pergi meninggalkan Levi di ruang tamu sendirian.
* * *
Ling kini telah berada di tengah tengah kota, beberapa menit lagi Ling akan sampai pada Akedemi nya, itu semua berkat sayap elang petir yang dimilikinya, semua bawahan Ling telah pergi berpisah darinya beberapa saat yang lalu, mereka pergi untuk segera melaksanakan tugasnya masing-masing.
Tidak lama Ling kini sudah sampai di pintu gerbang Akedemi, dengan kemampuan tidak terlihat, Ling memasuki Akedemi dengan santai sambil menatap langit, hari telah menjadi gelap, namun untungnya sayap elang yang dimilikinya tidak menggunakan "Mana", itu karena sayapnya adalah bagian dari tubuh Ling.
Ling terbang dengan cepat kedalam area murid dalam, setelah berada di area tempat murid dalam berada, Ling pun turun perlahan
Setelah merasa tidak ada orang yang melihatnya, Ling turun dengan perlahan lalu menghilangkan sayapnya sebelum menonaktifkan skill Ghost.
Ling berjalan santai ke arah rumahnya, namun Ling kembali teringat akan Kultivasi nya yang masih terbilang rendah, alhasil, Ling pun berniat untuk berlatih kemampuan dari dunia sebelumnya, namun sebelum itu, Ling ingin meracik sebuah Obat yang dapat mengeraskan tulang tulangnya, Ling pun pergi kesebuah toko yang menyediakan beberapa bahan bahan untuk membuat obat.
Suara bel berbunyi dari pintu, lalu tidak lama terlihat seorang pria muda tampan dengan rambut hitam pekat nya, itu tidak lain adalah Ling, dia berjalan masuk kedalam sebuah toko yang lumayan besar di Akedemi area murid dalam, namun karena hari telah malam, tidak banyak orang yang berada di sana.
Di area murid dalam, terdapat banyak toko toko yang menjual barang dan obat obatan langka, tidak seperti di dalam area murid luar, mereka para murid luar hanya dapat membeli ramuan kelas 1 sampai 3, namun berbeda dengan area murid dalam yang menyediakan ramuan kelas 4 hingga 7, sungguh membuat murid luar iri dengan murid dalam.
Kembali ke cerita, Ling berjalan dengan santai menuju rak bahan dan ramuan, namun sebelum itu terjadi, seorang pria paruh baya datang ke arah Ling.
"Selamat datang anak muda, kalau bisa saya tau anda mencari ramuan apa ? saya bisa merekomendasikan ramuan ramuan yang bagus." Pria paruh baya itu tersenyum hangat menyambut Ling.
__ADS_1
_ _ _
C o n t i n u e d :