Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 106 - Reven Gouse vs Carlbion II


__ADS_3

Lima menit sejak kejadian tadi telah berlalu, kini bulan sudah tidak tertutup awan, dan membuat semua orang dapat melihat. Keempat orang yang tersisa saat ini sedang berada di lantai tiga. Mereka mencoba untuk kabur. Namun anehnya, setiap mereka melangkah turun lantai menjauhi lantai lima. Mereka seakan mendapatkan tekanan.


Sama halnya di dalam laut, tekanan yang dimaksud di sini adalah tekanan energi yang dipancarkan oleh seseorang. Biasanya seseorang yang terkena dampak ini. Adalah orang yang lebih lemah daripada orang yang memancarkan tekanan tersebut.


"Apa ini?! Kenapa semakin kita turun kita seperti merasakan sesak napas."


"Kami juga tidak tau ketua. Mungkin kita harus naik kembali untuk menghilangkan sesak nafas ini." Usul salah satu dari Assassin.


"Huah, aku lupa. Kenapa kita tadi lari?! Ah sial. Memangnya mereka yang memiliki kekuatan itu! Itu pasti hanya jebakan yang berada di istana ini. Semuanya, kembali ke atas!"


"B -baiklah ketua Bion." Ucap ketiga orang lainnya dengan sedikit ketakutan.


Mereka sebenarnya ragu itu adalah jebakan. Namun di keadaan yang sama mereka juga tidak bisa menentang kehendak dari ketua kelompok mereka. Sebab, ketua Bion sendiri memiliki tingkat emas hitam bintang 2. Dan kekuatan yang dimilikinya jelas akan membuat mereka bertiga kalah, terlebih Jay berasal dari keluarga kerajaan.


Mereka bertiga pun berjalan naik ke atas tangga. Perlahan tapi pasti, mereka pun sampai di lantai empat lagi.


"Semuanya, bersiap. Jangan pedulikan kamar yang terbuka. Kita hanya perlu menutupnya!" Khawatir kejadian yang tadi terulang. Mereka pun hanya menutup pintu kamar yang terbuka dan sama sekali tidak memeriksanya.


Saat mereka sedang berjalan menuju tangga lantai lima. Tiba-tiba dari empat pintu kamar di sebelah mereka muncul seseorang.


"Hiyat!"


Tidak sempat menghindar serangan dari ke empat sosok yang muncul. Mereka pun akhirnya mendapatkan luka serius di bagian perut.


"Hahaha, menyerahlah. Kau bahkan tidak bisa sampai di tempat kami. Kau sama sekali tidak pantas untuk berhadapan dengan ketua kelompok kami." Ucap pemuda berambut putih berantakan yang bukan lain adalah Count.


Mendengar hal tersebut, Jay menjadi sangat kesal.


"Tidak pantas untuk berhadapan dengan ketua kelompok mu?! Memangnya siapa ketua aliansi kalian?!" Bentak Jay sambil memegangi perutnya yang terluka.


"Ketua aliansi kami adalah ..."


Mimik wajah dan tatapan Jay lama-lama berubah. Dari yang terlihat marah menjadi tersenyum.


"Ling! Kalian menunjuk Ling sebagai ketua?! Hahahaha! Kalian bodoh sekali. Dia hanya menggunakan kekuatan kalian saja untuk menang! Aku tau dia pintar. Karena itu dia hanya bisa berada di balik layar. Aslinya mah lemah!" Ucapnya penuh nada mengejek.


"Kau!" Count yang mendengar hal tersebut menjadi terpancing untuk menutup mulutnya dengan kaos kakinya. Dia sangat kesal dengan ucapan Jay.


"Kenapa? Hah? Memang itu kenyataannya bukan? Hahahaha!"

__ADS_1


Berbeda dengan yang lainnya, ketiga rekan aliansi Jay saat ini terlihat bersiaga. Mereka secara bergantian meminum Potion dari keluarga Phoneix. Luka dari ketiga orang itu perlahan menghilang. Mereka kemudian segera mengelilingi Jay untuk mengulur waktu agar Jay sembuh.


"Cepat serang mereka! Hahahaha. Kalian mungkin memang pintar. Tapi aku yakin kalian tidak menduga bahwa kami memiliki Potion Keluarga Phoneix." Jay menertawakan usaha sia sia lawan. Mau seberapa lama pun. Jika Jay masih memiliki Potion Keluarga Phoneix. Dia pasti bisa memenangkan pertandingan pertama ini.


Count menatap Jay kesal, namun tidak lama wajah yang kesal dan gigi yang digertakan itu kini berubah menjadi tersenyum seringai.


"Benarkah?" Tanya Count tersenyum sinis.


Melihat senyuman Count, Jay merasa ada yang aneh. Seharusnya kubu lawan akan terkena serangan batin. Namun apa ini? Ini tidak sesuai ekpetasinya.


Beberapa saat kemudian, keempat orang aliansi Reven Gouse yang terdiri dari Count, Kaito, Kamaki dan Shukaku pun masuk kembali ke dalam kamar keluar mereka tadi.


"Cih, mereka lari! Sudah kuduga mereka hanya orang-orang pengecut saja! Hahaha!"


Jay tertawa lepas, dia sudah menduga lawannya adalah seorang pengecut. Namun, beberapa saat kemudian. Tiba-tiba Jay di colek oleh seseorang dari belakangnya.


"K -ketua! I -itu! lihatlah!" Tunjuk salah satu bawahan Jay.


Jay memalingkan wajahnya, dia heran kenapa bawahannya itu sangat berisik. Namun beberapa saat kemudian ....


"Yah tuhan! semuanya! Lari!" Titah Jay terhadap bawahannya.


Jay dari tadi merasa gerah, dia pikir udara di sekitar menjadi panas akibat ruangannya yang tertutup dan luas. Namun ternyata di ujung lorong terlihat seorang laki-laki berambut merah yang di mana di tangannya terdapat sebuah api besar. Namun, ternyata usahanya sia-sia. Sebab, dia terlalu lambat untuk merasakannya. Alhasil ....


Boom!!!


Duar!!!


Laki-laki berambut merah itu bukan dan tidak lain adalah Kaito. Dengan satu serangan itu. Keempat orang itu dikalahkan dengan telak. Pakaian yang mereka gunakan langsung hangus dan mereka langsung keluar dari dimensi buatan itu.


* *


Sedangkan itu, di luar dimensi saat ini para penonton menjadi tertegun diam. Mereka memang tidak mendengar rencana yang Ling ucapkan. Namun mereka sangat kagum dengan rencana Ling. Meskipun di beberapa waktu tiba-tiba layar mengalami erorr. Itu tidak membuat mereka menghilangkan kekaguman mereka.


"Kalian lihat, anak yang bernama Ling itu yang merencanakan ini. Aku tidak tau anak dari generasi keluarga Gronth bisa sepintar ini." Ucap salah satu penonton berbicara kepada penonton di sebelahnya.


"Iya, aku pun sama terkejutnya. Aku yakin dia bisa menjadi ahli strategi kerajaan. Keluarga Gronth beruntung sekali memiliki generasi muda yang hebat."


Sedangkan itu, berbeda dengan yang lainnya. Kepala sekolah Akedemi Feniks saat ini sedang terhanyut dalam lamunannya.

__ADS_1


'Aku yakin ada yang aneh. Kenapa layarnya menjadi erorr di keadaan tertentu saja? Ini bukan karena erorr. Tapi memang ada yang membuat erorr itu. Aku yakin ini ....'


Bagiamana kepala sekolah tidak berkata ini perbuatan seseorang? Erorr ini terjadi hanya saat-saat genting saja. Seperti, saat tiba-tiba saja layar kembali terlihat dan anggota aliansi Carlbion tersisa empat orang. Ini jelas telah di atur oleh orang dari aliansi Reven Gouse. Namun mereka hanyalah anak muda. Tidak mungkin dapat melakukan hal tersebut.


Kepala sekolah tidak lama sedikit berdiri dan membisikkan sesuatu terhadap wakil kepala sekolah yang berada di sampingnya.


"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu kepala sekolah."


Wakil kepala sekolah kemudian meninggalkan tempat duduk spesialnya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.


* *


Sedangkan itu, di dalam dimensi buatan.


"Yare - Yare, ini terlalu mudah. Tiga orang kembali out. Hah, sudahlah, kalian urus sisanya. Aku ingin tidur saja." Ucap Ling kemudian dia menjatuhkan badannya di kasur milik raja.


Semuanya hanya menatap Ling rumit. Melihat mereka tidak segera pergi. Ling pun berkata.


"Aku yang berkontribusi banyak di penyerangan ini. Kalian urus sisanya." Ucap Ling namun agak kurang jelas. Itu semua akibat dia berkata namun wajahnya tertutup oleh kasur.


Semuanya hanya dapat menghela nafas, beberapa dari mereka kemudian pergi sesuai yang mereka sepakati.


"Kak, aku juga ingin tidur. Boleh?" Ucap Sakuyi si gadis kecil berambut merah muda itu.


"Iya tidak apa-apa, tidur saja." Ucap Ling, setelah itu. Dia kemudian mulai menguap dan tidak beberapa lama kemudian dirinya tertidur.


"Aku juga!" Sakuya naik ke atas tempat tidur dan tidur di dekat Ling.


"Hey kau terlalu dekat Sakuya." Ucap Sakuyi menegur Sakuya.


"Heh, kau tidak tau. Aku ini kan wanita dewasa. Kau anak kecil lebih baik tidak perlu tidur di dekat calon suamiku." Ucap Sakuya dengan mimik wajah melet.


"Kau! aku juga wanita dewasa."


Pada akhirnya, Ling pada saat itu tertidur dengan di temani oleh dua gadis kecil di sisinya. Kedua gadis kecil yang bukan lain dan tidak lain Sakuya dan Sakuyi pun juga ikut tertidur. Rupanya, tubuh hangat Ling membuat mereka juga ikut mengantuk.


* *


Sedangkan itu, di luar dimensi Ling saat ini. Terlihat seorang wanita berambut biru tua berdiri dengan tangan yang mengepal. Dia berpakaian ketat dan juga sangat cantik. Dia bukan lain adalah Yuki.

__ADS_1


Melihat apa yang terjadi di kamar Raja, Yuki menjadi kesal akibat terbakar api cemburu, "Tuan Ling!!!"


__ADS_2