Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 103 - Creator


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Ling hampir sampai di tengah-tengah/pusat jalanan di dalam Akedemi. Dari jauh, Ling dapat melihat sebuah tanah yang melayang di udara dengan sebuah tangga yang cukup besar berwarna putih ke atas. Di atas tanah itu sendiri terlihat sebuah Arena pertandingan yang mirip dengan colloseum. Hanya saja besarnya sangat luas.


"K -keren sekali, siapa yang bisa membuat ini?"


"Tentu saja itu adalah kepala sekolah Tuan. Kepala sekolah adalah Creator." Ucap Estes dengan tangan yang menyilang.


Ling kembali memasukan kepalanya karena terkejut dengan perkataan Estes.


"Creator? A-apa itu?"


Estes menghela nafas panjang sebelum menjelaskan tentang Creator, "Creator adalah sebuah job. Sama halnya dengan ahli formasi. Ahli formasi dan Creator ini adalah orang-orang yang sangat berharga di kerajaan. Sebab, Creator dapat membuat barier pelindung hanya dengan merapal mantra. Sedangkan ahli formasi dapat membuat pelindung sihir yang sangat kuat."


"Begitu rupanya, aku sudah menjadi Ahli formasi peri 2. Sepertinya aku akan mempelajari cara menjadi creator." Ucap Ling sambil melirik ke arah tangannya.


Memang benar, Ling sendiri akhir-akhir ini terus berlatih untuk menjadi ahli formasi. Namun, siapa sangka ternyata untuk menjadi ahli formasi sangatlah sulit dibandingkan apa yang Ling bayangkan. Untuk menjadi ahli formasi, setidaknya seseorang membutuhkan seribu mana. Itu pun hanya tingkat 1 peri. Jika ingin naik menjadi tingkat selanjutnya, seseorang membutuhkan 1k lagi begitu juga seterusnya.


Setelah menjadi ahli formasi, Ling membuat semua pakaian yang digunakannya memiliki efek regenerasi, defense yang kuat, dan anti api. Ling sangat senang saat dirinya berhasil membuat formasi sihir. Namun tentu saja, formasi sihir milik Ling belum begitu hebat. Itu semua karena ahli formasi bergantung kepada tingkat mereka. Semakin tinggi tingkatannya, formasi sihir yang dibuat oleh mereka akan semakin hebat.


Ling turun dari kereta kudanya lalu menyuruh Eric membakar kereta kuda tersebut. Hanya dalam beberapa detik, kereta kuda itu hangus menjadi debu.


"Sudah selesai tuan."


"Baiklah, kalau begitu mari kita naik. Ah yah ..." Ling berjalan ke arah Yuki lalu membisikan dirinya untuk mencari anggota aliansi miliknya. Ling juga memberikan sebuah cincin kepada Yuki. Cincin itu sudah dilengkapi dengan sihir MC, di dalamnya Ling sudah memasukkan kostum pakaian yang akan dirinya gunakan.


Itu semua karena, Peraturan dalam turnamen, aliansi harus menggunakan pakaian yang sama.


Karena itu Ling menyuruh Yuki untuk membagikan kepada pihak aliansinya. Itu semua karena Yuki dapat berubah menjadi banyak. Dan tentu saja itu juga karena Yuki sangat cepat, terlebih pakaiannya yang ketat membuat dirinya sangat mudah untuk berlari.


"Baiklah."

__ADS_1


Setelah itu, Yuki dipindahkan cukup jauh oleh Ling dengan kemampuan Class Void.


Ling tersenyum kemudian menyuruh kelima orang dibelakangnya untuk mengikutinya naik ke tanah yang melayang.


* *


Beberapa saat kemudian, Ling pun akhirnya sampai di arena Colosseum yang melayang itu. Ling melirik ke kanan dan kiri, dirinya bisa melihat kursi para penonton hampir penuh seluruhnya. Rupanya, banyak orang dari luar yang diperbolehkan menonton pertandingan di Akedemi.


Ling tidak mengurusi lagi, dia langsung berjalan ketempat para peserta aliansi berdiam.


Ling pada akhirnya dituntun oleh seorang Guru dari Akedemi. Ling di bawa ke sebuah ruangan tunggu yang berada di bawah arena Colosseum. Untuk pelayan Ling sendiri kini berpisah dan duduk di kursi penonton.


Sesampainya di depan pintu ruangan, "Sampai nomor kalian dipanggil, kalian baru boleh naik untuk bertarung. Kalian bisa melihat tontonan pertandingan dari bola kristal yang berada di dalam ..." Ucap guru itu menjelaskan. Kemudian guru itu terlihat membukakan pintu dan segera pergi dari sana.


Ling masuk kedalam pintu tersebut. Saat dirinya masuk, Ling dapat melihat Drian Count dan Kamaki sudah berada di dalam tempat tersebut. Ling tersenyum lalu menyapa mereka. Sudah beberapa Minggu ini mereka tidak bertemu.


"Yo Ling, kau duluan rupanya yang datang. Ngomong-ngomong di mana Kaito?"


"Ah, aku juga kurang tau." Ling tersenyum tipis sambil menggaruk pelipisnya dengan jari telunjuknya.


"Bocah ini, suka sekali dia terlambat di saat-saat genting. Hari masuk Akedemi, dan sekarang saat turnamen. Huh, aku tidak tau lagi harus berkata apa dengan anak itu." Count menghela nafas panjang, menurutnya Kaito ini suka sekali dengan yang namanya keterlambatan.


Tidak jauh dari keberadaan Akedemi Feniks, Kaito yang sedang berada di kereta kudanya bersin kencang.


Hacihh...


"Huh, perasaan musim saat ini adalah musim panas."


Kembali di tempat Ling dan Count berada. Ling duduk di kursi dan melihat-lihat kristal yang tadi diberitahu oleh gurunya.

__ADS_1


"Ah Iyah, ngomong-ngomong di Turnamen Kasara ini kita diperbolehkan menggunakan senjata sihir kan dan berbagainya bukan?" Tanya Ling memastikan sambil melirik-lirik ke segala sudut bola kristal.


"Iya, memangnya ada apa? Aku memang membawa senjata sihir. Apa kau juga membawa?" Tanya Count penasaran sambil melirik ke arah Ling yang sedang melihat-lihat bola kristal ungu pudar itu.


"Ah, kalau senjata sihir aku memang membawanya. Namun, aku juga membawa kostum yang akan kita gunakan."


Count menatap Ling dengan raut wajah jelek, "Kan memang kau yang harus membawa kostum, itu sudah kesepakatannya."


"Iya aku tau itu. Tapi yang kali ini aku bawa adalah kostum dengan formasi sihir. Dan ini juga tersedia untuk sepuluh orang!" Ling berkata penuh semangat.


Saat selesai berkata demikian, tiba-tiba suasana menjadi hening sekejap.


"L ...ling, K ...kau tidak bercanda bukan?" Count maju lalu menaruh kedua tangannya di pundak Ling.


"I -iya aku tidak bercanda, memangnya ada apa?" Ling menjadi penasaran dengan tingkah laku Count yang membuatnya sedikit tidak nyaman.


"Kau masih bertanya? Kau tidak tau? Untuk mendapatkan pakaian pelindung formasi saja sangat susah dan mahal. Tapi kau... ah sudahlah. Tapi Ling, kalau aku boleh tau, kau mendapatkan ini darimana?"


"Aku tidak mendapatkannya dari manapun. Aku sendiri yang membuat itu." Ucap Ling tersenyum manis.


"Hahahaha, jangan bercanda Ling. Yasudah kalau kau tidak ingin memberitahu. Lebih baik kita fokus latihan atau tidur saja dulu." Count kemudian berjalan ke arah kursi sofa dan duduk di sana.


"Aku tidak bercanda, kalau kau tidak percaya ..."


Ling mengeluarkan sebuah pakaian kaos biasa dari sebuah ruangan dimensi miliknya. Ling kemudian melemparkannya ke arah Count berada, niatnya adalah untuk membuat Count melihat bahwa itu ada formasi sihir apa tidak.


Ling berjalan ke arah Count setelahnya.


"Kalau begitu, aku akan mulai membuat formasi sihir pada kaos ini ..." Ling tersenyum seringai lalu mengeluarkan sebuah kuas dari dalam sistem miliknya.

__ADS_1


"Aku akan memperlihatkan kalian apa itu ahli formasi!"


__ADS_2