
Sesampainya di kastil tua itu, Ling segera mengeluarkan cahaya terang dari tangannya untuk menerangi seluruh ruangan. Keenam pelayan Ling tentu saja terkejut, cahaya adalah esensi milik Class Healler, sedangkan Ling hanyalah seorang Assasin, bagaimana bisa dia mengeluarkan cahaya? Apa satu Class milik Ling lagi adalah Healler?
Healler adalah Class tipe penyembuh, kekuatan mereka biasanya adalah Cahaya, karena itu mereka sama sekali tidak bagus untuk menyerang. Akan tetapi cahaya dapat digunakan untuk berbagai hal, contoh, bertahan. Healler memiliki skill pertahanan unik yang dapat membuat sebuah tembok cahaya yang kuat. Mereka juga memiliki sihir untuk menyegel kekuatan jahat seperti iblis.
Tanpa memperdulikan pelayannya, Ling masuk jauh lebih dalam ke kastil tua itu. Mulanya beberapa dari bawahan Ling ada yang takut saat mengetahui dan melihat kuburan dimana-mana. Namun karena merasa malu jika ditanya takut dengan hantu, mereka pun mengikut Ling tanpa membantah.
Sesampainya lebih dalam di kastil tua tersebut, Ling sampai disebuah meja makan yang meja makannya sendiri berbentuk persegi empat panjang.
Ling duduk disana setelah dia mengeluarkan sebuah sihir angin dari tangannya untuk membersihkan debu di ruangan tersebut. Lewat tiga puluh menit kemudian, satu persatu pelayan Ling mulai bermunculan.
"Tuan..."
Yang pertama datang adalah Kurumi, Zabuza, Hyugo dan Arthur.
Sebelum itu, Ling tidak menjelaskan kenapa dia menyalakan kembang api yang artinya darurat. Ling saat ini sedang tertarik tentang pencapaian yang mereka dapatkan di serikat petualang.
"Laporkan pencapaian kalian."
Ling bertanya namun hal ini bukan dengan Kurumi, melainkan pertanyaan ini merujuk kepada kedua Undead lainnya.
"Baik tuan, kami telah..."
Zabuza menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pencapaian yang cukup bagus, mereka mendapatkan lencana master dari serikat. Akan tetapi sebenarnya Zabuza cukup malu karena mereka hanya melakukan pencapaian setingkat itu saja.
"Baiklah, itu sudah cukup bagus, tidak usah terlalu memaksakan diri. Kalau begitu... Arthur, aku ingin kau keluar dari tubuh Hyugo."
__ADS_1
Ling mentitahkan kepada Arthur untuk keluar dari dalam tubuh Hyugo, namun sebenarnya Ling belum memberitahu maksudnya kepada Arthur.
Arthur tidak menjawab karena dia aktif hanya saat malam hari saja, namun sebenarnya dia dapat mendengar titah Ling. Segera dia keluar dari dalam mulut Hyugo. Sama halnya dengan Kurumi, roh milik Arthur juga berwarna biru muda samar-samar.
Ling segera mengeluarkan mayat raja Macan biru dari dalam tubuhnya melewati tangannya.
Bukk...
Sebuah tubuh keluar dari dalam tangan Ling dan jatuh dibawah lantai, hal itu tentunya membuat bawahan manusia Ling sangat terkejut. Baru pertama kali ini mereka melihat tuannya yang dapat mengeluarkan mayat dari tangannya.
Karena merasa penasaran, mereka pun bertanya kepada Ling, "T-tuan, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tuan mengeluarkan mayat? Dan juga kenapa terlihat sebuah hantu yang keluar dari mulut Hyugo?" Sosok yang bertanya saat ini adalah Yuki.
Ling berpaling saat mendengar pertanyaan dari Yuki, dia kemudian tersenyum lalu mulai memberitahu kepada Yuki, "Mayat ini aku gunakan untuk ku buat hidup kembali, bukan hanya mayat ini, yang sekarang kalian lihat. Semuanya adalah Undead." Ling meninggikan suaranya saat berkata semuanya adalah Undead.
"Aku memberitahu kalian karena kalianlah yang paling dekat denganku. Ah yah, Arthur, cepat masuk kedalam mayat ini." Ling menunjuk mayat manusia yang memiliki tahta sebagai raja Macan biru itu.
Berbeda dengan Kurumi, Arthur menunggu diperbolehkan dahulu sebelum masuk kedalam mayat. Saat mendengar persetujuan Ling, dia langsung terbang dengan cepat kedalam mayat itu.
Wushhhh...
Cahaya biru terang langsung menghiasai kastil tua itu, beberapa pelayan manusia Ling mundur karena merasakan panasnya api biru yang keluar dari dalam tubuh Arthur.
Saat api itu padam, terlihat seorang laki-laki macho namun tetap terlihat tampan dari balik api biru. Akan tetapi saat keluar dari sana, pakaian milik Arthur sobek tidak tersisa, bahkan lantai-lantai disekitarnya pun juga ikut berlubang akibat api biru yang tidak terkendali itu.
Arthur segera bersujud memberikan hormat kepada Ling, namun hal itu menjadi pemandangan yang aneh bagi Ling. Alasannya sangat simpel, hal itu disebabkan oleh Arthur yang sama sekali tidak menggunakan pakaian.
__ADS_1
Ling pada akhirnya memerintahkan sistem untuk membeli beberapa pakaian. Saat ingin membeli pakaian di sistem, Ling menjadi mempunyai ide berlian.
'Sistem! belikan pakaian yang digunakan untuk pasukan revolusi, aku ingin pakain itu terlihat keren namun identiknya dengan warna hitam dan merah.' Titah Ling kepada sistem.
Meskipun sistem telah berganti menjadi baru, tetapi satu hal yang perlu diketahui. Ling masih ingat caranya untuk membeli apapun dengan memerintahkan kepada sistem.
Segera saat itu pula, kesadaran Ling diambil alih sejenak. Ling saat ini langsung berada disebuah ruangan putih, disana hanya terdapat sebuah layar biru yang besar di atas tembok.
Layar itu sendiri kini menampilkan kostum yang Ling mau, sistem saat ini sedang memberikan pilihan bagi Ling. Sedangkan itu, Ling menjadi terkagum-kagum saat sistem menjadi lebih canggih dari pada sebelumnya. Sebelumnya Ling hanya memberitahu ciri-cirinya, dan itupun tidak akan dia bisa pilih karena sistem yang memilihkan nya, namun sekarang sudah berbeda. Setelah sistem ditingkatkan, kini Ling menjadi lebih terbantu dengan adanya pilihan.
Ling tanpa basa-basi segera menggeser-geser beberapa pilihan kostum dari sistem, dia juga menambahkan untuk sistem membelikannya dua belas topeng yang sekiranya cocok untuk dipadukan dengan pakaian revolusi yang akan dirinya beli. Setelah mencari dan memikirkan, Ling menjadi sangat tertarik dengan kostum jubah hitam perpaduan merah dan hitam.
Segera saja Ling langsung membelinya meskipun harga dari kostum itu sendiri adalah seratus point tukar. Ling juga tidak memilih acak, dia juga melihat kegunaan dari kostum yang dibelinya.
Kostum yang baru saja Ling beli dapat menyesuaikan lebar terhadap pemakainya, bukan hanya itu saja, bahkan kostum itu bisa mengubah menjadi kostum yang sesuai dengan gendernya, dan itu tentu saja sangat memudahkan Ling. Point tukar Ling sendiri langsung berkurang sekitar 1,2k, atau harga tepatnya 1.200.
Ling langsung dikeluarkan dari ruangan tersebut saat selesai memberikan pilihan. Seakan waktu hanya terlewat beberapa detik, Ling telah sadar dan menjadi tersenyum cerah.
'Dengan begini, tujuan ku merebut tahta raja akan semakin dekat.' Ling menyilangkan kakinya lalu menaruh tangan kanannya sebagai penahan dagunya.
Sedangkan itu, tangan kiri milik Ling tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah pakaian dari sana, sebenarnya lebih tepatnya mungkin sebuah cahaya ungu yang mengeluarkan kostum-kostum yang Ling baru saja beli tadi.
Ling kemudian menyuruh semua pelayan Undead miliknya memakai kostum tersebut, disaat bersamaan itu juga, seluruh pelayan Ling telah sampai,
Ling tersenyum semakin lebar saat pelayannya telah berkumpul semuanya.
__ADS_1