Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 101 - Skill Fushion


__ADS_3

Sebenarnya bukan rahasia lagi bahwa Aojin memiliki adik. Karena itu dia sama sekali tidak mewaspadai Ling. Hanya saja, dalam hatinya dia malu karena bisa berpapasan dengan Ling. Sudah bukan rahasia umum bahwa seluruh keluarga terpandang selalu dikenal oleh keluarga kerajaan maupun pahlawan. Oleh sebab itu pula, Aojin mengenali Ling sebagai tuan muda dari keluarga Gronth.


"Pahlawan Aojin, apakah kalian ingin pergi ke lelang keluarga ku?"


"Iya benar sekali Ling, tapi sepertinya kau tidak perlu bersikap terlalu formal seperti itu."


Aojin tersenyum sambil menggaruk kepalanya, menurutnya Ling ini terlalu formal saat berhadapan dengan dirinya.


"Ah maaf, haha. Ouh yah, ngomong-ngomong aku dengar ada suatu organisasi yang kalian hadapi... hhm apa yah nama organisasi tersebut."


Ling menaruh tangannya di dagu sambil melihat ke atas, dirinya terlihat sedang berfikir keras untuk mengingat nama organisasi tersebut.


Melihat itu, Aojin langsung menjawab kebingungan yang Ling sedang hadapi, "Ah maksudmu organisasi Cold Blooded Troops? Kalau itu memang benar. Mereka berkata ingin merebut kekuasaan raja."


Wajah yang terlihat tersenyum itu kini berubah menjadi raut wajah yang terlihat kesal.


"Aku tidak akan membiarkan mereka berbuat seenaknya! awas saja, jika aku melihat mereka aku akan langsung membunuh mereka ditempat!"


Aojin berkata cukup keras, membuat Ling, Yuki maupun adiknya sendiri mundur.


Menyadari dirinya terbawa suasana, Aojin tersenyum malu. Raut wajah yang seram itu sebenarnya sama sekali belum Aojin tunjukkan kecuali dengan musuh-musuhnya. Karena itu dia merasa tidak sopan memperlihatkan tampang menyeramkan seperti tadi.


Ling hanya terkekeh dalam hati, jika aku melihat mereka aku akan langsung membunuhnya ditempat? yang benar saja. Ling yang berada di depannya saja tidak langsung dibunuhnya. Memikirkan hal itu, Ling tidak sengaja tertawa lepas.


"Hahahaha."


Ketiga orang itu melirik Ling kaget, mereka heran kenapa Ling tertawa seperti itu.


"K-kau kenapa Ling?"


Aojin maju lalu menaruh tangannya di bahunya Ling. Aojin khawatir Ling stres dan akhirnya tertawa sendiri.


"Hahahaha, tidak-tidak. Tadi di belakang kalian ada seorang wanita yang mengejar anak kecil yang sedang telanjang."

__ADS_1


Mendengar itu, kedua orang yang berada di depan Ling melirik kebelakang.


Melihat tidak ada orang yang cukup mirip dengan apa yang dikatakan Ling, mereka pun kembali berpaling ke arah Ling, "Hhm tidak ada, mungkin sudah jauh. Hahaha."


Aojin juga ikut tertawa, mungkin ini yang dinamakan tertawa menular. Sudah bukan umum ada manusia yang dapat menularkan tawa.


Sedangkan itu, berbeda dengan yang lainnya, Yuki adalah orang yang paling panik saat ini. Bagaimana tidak? Dia sudah mengetahui rahasia tuannya. Namun dia sangat heran sekaligus terkejut karena tuannya sama sekali tidak terlihat panik maupun gelisah berada di depan seorang pahlawan yang akan menjadi lawan di masa depannya.


Yuki dengan perasaan gelisah langsung mengajak Ling untuk pergi. Yuki meraih tangan kanan Ling lalu menariknya pergi meninggalkan Aojin.


Dengan menarik Ling, Yuki berkata cukup kencang sambil berjalan menjauh, "Maaf, hari ini adalah hari kencan kami! Mohon jangan ganggu kencan kami!"


Wajah Yuki sangat memerah saat mengatakan hal tersebut. Dia tidak tau apakah Ling yang berada dibelakangnya akan tersinggung apa tidak saat dirinya berkata demikian. Namun, beberapa saat setelah mereka cukup jauh dengan pahlawan itu. Yuki melirik Ling dengan perasaan gelisah.


"L-ling, itu tadi."


"Hhm? tidak apa-apa. Kalau begitu apa yang akan dilakukan setelah ini? Apakah bermain di taman?"


"Tidak usah Ling, aku rasa lebih baik kita fokus ke latihan. Sebentar lagi kita akan kembali masuk ke dalam Akedemi."


Tiba-tiba, Ling mengulurkan tangannya dan berkata kemari.


Yuki heran dengan tuannya yang secara tiba-tiba mengulurkan tangannya. Namun Yuki tidak memperlama dan mengulurkan tangannya. Saat tangan Yuki telah berada di genggaman Ling. Ling menarik Yuki ke pelukannya.


"Pegangan yang erat." Ucap Ling mengingatkan Yuki.


"B-baiklah Ling." Yuki menutup matanya karena merasa malu.


Namun, tidak beberapa lama kemudian, secara tiba-tiba Yuki merasakan dirinya menginjak sesuatu yang padat. Hanya saja angin sekitar semakin kencang. Saat dirinya membuka matanya, dia melihat dirinya saat ini sedang terbang cukup kencang di udara.


Namun hal yang membuat dirinya terkejut bukanlah itu, namun yang membuatnya terkejut adalah udara yang saat ini dirinya bisa injak.


"L-ling, i-ini, apa ini? kenapa bisa aku injak?" Yuki sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Ling sampai bisa membuat hal baru seperti ini.

__ADS_1


Ling yang sedang fokus mengendalikan skill fushion nya mengalihkan pandangannya ke arah Yuki.


"Ini namanya sihir Fushion, kau tau. Ini seperti sihir yang dapat digabungkan..."


Perlahan, Ling mulai menjelaskan satu persatu tentang sihir gabungan ini. Yuki sendiri baru mengetahui adanya hal ini. Meskipun sebenarnya dia pernah mendengar adanya sihir gabungan. Dia belum mempercayainya karena belum pernah melihat seseorang menggunakan sihir tersebut di depannya.


"Lalu-lalu, Ling apa yang kamu gunakan untuk menfushion sihir ini?" Yuki sangat bersemangat, dirinya sangat ingin mengetahui banyak hal di dunia ini.


"Ah itu, sebenarnya..."


Ling mulai memberitahu, sebenarnya dirinya membuat udara disekitarnya menjadi padat dengan api. Lalu dirinya saat ini menggunakan sihir angin yang sangat kencang untuk mendorong lantai udara yang saat ini dirinya dan Yuki injak.


"Begitu ternyata, tenyata bisa seperti itu juga yah. Kalau begitu Ling, apakah aku bisa menggunakan sihir ini?"


Ling menghela nafas panjang sebelum berkata, "Sayangnya kau tidak akan pernah bisa, menurut buku yang ku baca. Class ilusi hanya dapat menggunakan esensi cahaya dan kegelapan. Selebihnya adalah sihir-sihir kuno. Tapi sebenarnya kau bisa menggabungkan cahaya dan kegelapan. Hanya saja itu akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit." Jelas Ling kepada Yuki.


Yuki yang awalnya mengeluh saat mendengar tidak akan pernah bisa. Menjadi kembali bersemangat saat tuannya berkata dirinya sebenarnya bisa menggabungkan cahaya dan kegelapan.


"Aku akan berusaha tuan." Yuki tersenyum senang. Dalam hatinya, dia berkata, 'Mungkin ini jalan satu-satunya untuk aku menarik perhatian tuan. Aku akan berusaha sekeras mungkin.' Sebuah tekad yang sangat kuat tercipta. Demi cinta, seseorang pasti akan berusaha sebisa mungkin untuk memenangkan hati dari seseorang yang disukainya. Begitulah manusia.


* *


Sekitar lima belas menit terlewati, Ling dan Yuki telah sampai di kediaman keluarga Gronth dan wilayah yang dikuasai oleh keluarga Gronth pastinya.


Ling kemudian menurunkan udara padatnya di depan gerbang masuk Keluarga Gronth, itu semua agar tidak terlalu banyak menarik perhatian banyak orang.


"Baiklah, setelah ini. Kita akan berlatih bersama-sama. Aku akan memperketat pelatihannya. Jadi kau jangan mengeluh mengerti?" Ling tersenyum lalu mengelus kepala dari gadis tersebut. Mungkin tinggi Ling bisa dikatakan sama dengan Yuki, namun tetap saja mengelus orang yang tingginya sama dengan kita bukanlah perkara mudah. Karena itu Ling merasa agak canggung saat melakukan hal tersebut.


Yuki diam dengan pipi yang merah.


"Terima kasih atas waktunya tuan Ling." Ucapnya pelan dengan wajah yang menunduk.


_ _ _

__ADS_1


Dari kata-kata diatas, kita bisa berkesimpulan. Bahwa, 'Cin ta' itu berkorban, bukan ingin menang sendiri. Ingat :) (Author kasih tau aja biar pada langen hubungannya. Kalau bisa di share aja haha)


__ADS_2