Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 71 - Tiga Petarung emas vs Ling Chen


__ADS_3

Ling menyetujui pertaruhan dari Nadia, dia kemudian melirik ke arah Taori dan bertanya kepada dirinya, apa yang akan dipertaruhkan nya?


Taori menjawab dia akan memberikan kartu hukum tingkat 2, dimana Ling akan dapat keluar masuk dari satu wilayah ke wilayah lainnya, Ling hanya perlu menunjukkannya dan prajurit dari keluarga Kavila pasti akan menyingkir dari jalan.


Tawaran dari Taori pun kira-kira Ling memang membutuhkannya, tetapi Ling agak penasaran dengan sistem hukum kerajaan ini, namun dia tidak mempertanyakan nya, sebab, waktu sudah menjelang sore.


"Baik, tidak usah berlama-lama, kita mulai saja pertarungannya."


Ling kira-kira menggunakan kemampuan yang setara dengan tingkat Emas Murni, dia tidak menurunkan kekuatannya karena menjaga informasi mengenai kekuatannya.


Seperti yang diharapkan oleh Ling, semua orang itu kini berdiri mengepung dirinya, meskipun salah satu diantaranya ada yang ragu menyerang Ling, tetapi Ling sudah memberikan izin untuk menyerang, karena itu dia menganggap ini adalah latihan dari seniornya.


Beberapa saat kemudian, pertarungan pun terjadi, yang pertama menyerang adalah Shukaku, orang dengan esensi petir itu bergerak sangat cepat menendang Ling, hanya saja setiap dia melakukan serangan kakinya, Ling dapat menghindar dengan mudah dan elegan, membuat dirinya mengerutkan keningnya.


'K..kenapa, dia, dia cepat sekali, serangan ku bahkan dihindari nya, Cih, pantas saja dia berani bertarung dengan kita bertiga.' Batin Shukaku sambil menyerang Ling dengan kakinya secara terus-menerus.


Lalu, serangan mulai diikuti oleh Nadia, menggunakan kemampuan sihirnya, dia mengeluarkan sebuah bola petir yang berukuran bola basket ke arah Ling dengan cepat, di saat bersamaan itu juga, Taori menyerang dengan api yang keluar dari mulutnya, meskipun Class dark, namun sebenarnya mereka lebih hebat menggunakan sihir Api dari siapapun kecuali dragon, bisa dikatakan Class Dragon saat ini adalah yang terkuat.


Semua serangan akhirnya bersatu, serangan dari tiga arah, dimana Ling pun sebenarnya tidak bisa menghindar karena sudah melompat, dia tidak menyangka akan mendapatkan serangan tiga arah secara bersamaan. Shukaku, kini sedang menendang dengan kakinya yang terlihat terdapat aliran listrik. Nadia, kini sedang melemparkan bola-bola petir ke arah Ling dan itu tinggal beberapa meter lagi. Taori, kini maju sambil melepaskan api yang besar ke arah Ling, jurusnya sendiri bisa dibilang mirip dengan Itachi.


Ling yang mendapatkan tiga serangan dari tiga arah sekaligus tersenyum penuh makna, dari beberapa pertarungan, kini dia mendapatkan kesenangannya kembali.

__ADS_1


'Ah~ sudah berapa lama aku tidak bertarung semenyenangkan ini, aku jadi ingat masa lalu saat aku membakar ribuan mayat, khi khi khi, baiklah, aku akan mengatasi dari yang terdekat dulu.' Batin Ling, dia terlihat tersenyum seringai.


Ling kemudian menangkap kaki dari Shukaku lalu menariknya dengan fisik beberapa Orc, Ling sendiri menjadi lebih bertenaga saat menggunakan mayat Orc sebagai fisiknya. Ling melemparkan tubuh Shukaku ke arah bola-bola petir itu lalu segera berpaling ke arah api yang besar itu, dia kemudian menyatukan tangannya lalu secara tiba-tiba muncullah sebuah tembok es dari bawahannya, dengan begitu, Ling berhasil mengatasi ketiga serangan sekaligus dengan mudah.


Guru Farhan yang melihat dari atas pun sampai di buat terkejut oleh Ling, pasalnya dia baru melihat teknik yang Ling gunakan saat bertarung adalah teknik berperang secara nyata, 'A..anak itu, d..dia, hanya dengan beberapa gerakan saja dia berhasil menghalau tiga serangan dari arah berbeda sekaligus, hebat sekali bocah ini.' Guru Farhan tidak bisa tidak memuji, dari sekian banyaknya murid dalam, dia baru melihat Skill yang seperti Ling ini.


Sedangkan untuk Shukaku sendiri, kini dia tidak dapat menghindar dan akhirnya menerima bola-bola petir itu dengan telak, hal itu tentu saja membuat dirinya menjadi terluka, hanya saja serangan petir menjadi lebih bersifat teman dari pada musuhnya, sebab, dia adalah pengguna esensi petir, karena itu petir sama saja dengan menambah energinya.


"Kau tidak apa-apa?"


Nadia segera bertanya kepada Shukaku saat dia kini bangkit kembali dari jatuhnya.


"Aku tidak apa-apa, hanya saja pertarungan ini sepertinya akan sangat menyenangkan, bersiaplah, yang tadi itu baru awal saja, dia akan menunjukkan kekuatan sejatinya, ini belum kekuatan penuhnya, aku tau itu."


"Baik, aku mengerti." Singkat Nadia.


Sedangkan itu, setelah Ling menahan serangan dari Taori, dia langsung melompati tembok es nya dan kembali melompat dari atas tembok es nya ke arah Taori, gerakannya terbilang lincah dan sulit di tebak, membua Taori tidak dapat berkutik saat menerima serangan dari Ling, Ling sendiri menggunakan kakinya untuk menyerang Taori, sedangkan untuk tangannya dia masukan kedalam sakunya.


Dakkk...


Bukk....

__ADS_1


Ling terus menyerang Taori secara terus-menerus, Taori sendiri menahannya dengan kedua tangannya, hingga akhirnya setelah beberapa menit kemudian, Taori pun tumbang akibat satu tinju yang mengandung energi besar dari Ling.


Taori terpental ke belakang hingga merusak beberapa pohon besar di belakangnya, meski nyatanya tubuh Taori lebih kuat daripada pohon, tetapi tetap saja dia merasakan beberapa tulang rusuknya hancur setiap menghancurkan pohon-pohon dibelakangnya.


"Baiklah, satu selesai." Ling membersihkan tangannya dengan menepuk-nepuk.


Dia kemudian berpaling dan menemukan kedua orang berbeda kelamin yang sedang memandangnya, mereka sendiri menjadi kurang percaya diri, meski begitu, Shukaku tidak pantang mundur, meski agak terkejut dengan hasilnya, dia tetap memberanikan dirinya untuk tidak takut.


"Kalian berdua, apakah mau bertarung senjata dengan ku?"


"Tidak perlu!" Tegas Shukaku sambil terbang ke arah ku dan menembakkan beberapa bola petir dari tangannya.


Ling hanya tersenyum lalu juga ikut berlari ke arahnya dengan menghindari semua serangannya, beberapa saat kemudian, keduanya kini saling bertemu dan melepaskan tinju ke masing-masing dada lawan, Ling sendiri sengaja untuk tidak bergantung kepada hasil Kultivasi nya.


"Ah~ ini menakjubkan."


'Apa-apaan bocah ini, aku sudah memukulnya dengan kekuatan penuh, tetapi rasanya aku seperti memukul setumpuk besi.' Heran Shukaku.


Ling hanya menanggapinya dengan senyuman, mereka kemudian kembali bertukar serangan secara beruntun saling meninju dan tidak ada yang menghindar, saat suda bertukar sepuluh tinju, Shukaku terlihat sudah agak sempoyongan, akibatnya dia pun lebih memilih untuk mundur, saat dia mundur, serangan api dilancarkan oleh Nadia yang berada di belakangnya.


Api itu sangat besar, bahkan kira kira besarnya sekitar 15 meter, dan itu langsung mengarah kepada Ling. Ling segera membuat sebuah tembok es untuk menahan serangannya, namun dia salah perkiraan, ternyata dari belakang, Nadia kembali menyerang, dan kali ini, Nadia menggunakan sebuah sihir aneh, yaitu, dia menggunakan sihir yang bernama...

__ADS_1


_ _ _


__ADS_2