
Ling memasuki toko skill untuk pertama kalinya di dunia sistem ini, kenapa dunia sistem? sebab, Ling berfikir adanya tempat ini juga karena sistem, karena itu Ling menamakan nya dunia sistem.
Saat Ling memasuki Toko skill, Ling dapat melihat sebuah hologram kakek tua yang berada di sana, hologram itu tersenyum ramah kepada Ling, namun dia tidak mengatakan apa-apa selain hanya tersenyum, meskipun Ling bertanya, kakek hologram itu tetap tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Ling tidak mengambil pusing, dia kemudian berjalan dan menemukan terdapat 100 skill pada toko ini, jumlahnya memang banyak, tetapi ini sepertinya sangat sedikit untuk toko sederhana sekalipun.
'Ah sudahlah, aku lebih baik mencari beberapa skill yang berguna.' Batin Ling yang kemudian kembali melanjutkan pencarian skill nya.
* * *
Di ruang tamu Ling, kini terdapat dua orang pria tampan yang saling bertarung, namun dapat dilihat, salah satu di antara mereka dari tadi terus bertahan dan tidak menyerang lawannya, itu adalah Levi, dan yang menyerang bukan dan tidak lain adalah Sasaki.
'Ada apa dengannya, kenapa dia tidak menyerang sama sekali?' Batin Sasaki sambil terus melancarkan serangannya.
Levi terus menangkis semua serangan Sasaki dengan cepat, mungkin tingkat mereka tidak berbeda terlalu banyak, tetapi Levi adalah Undead, fisiknya pun sekeras kulit Goblin, dan juga setelah Levi memakan tubuh Ghoul, dia mendapatkan kemampuan untuk merubah penampilannya, dan juga, entah mengapa fisiknya menjadi sekeras besi, namun yang Levi paling kagumi adalah, dia dapat mengendalikan pasir besi untuk membantunya bertarung, namun dikarenakan tidak ada pasir besi disekitarnya, dia pun tidak dapat menggunakan kemampuan penuhnya.
Melihat Levi tak kunjung menyerang, Sasaki berhenti untuk memukulnya.
"Ada apa dengan mu? kenapa kau tidak menyerang?" Tanya Sasaki sambil mengubah tangannya kebentuk semula.
Levi segera menatap Sasaki setelah mendengar perkataan Sasaki, Levi kemudian menghela nafas panjang lalu berkata.
"Karena kau masih lemah." Jawab Levi santai.
__ADS_1
Hal itu membuat kerutan Sasaki menjadi terlihat kembali, namun Sasaki menahan amarahnya, bagaimanapun juga yang dikatakan oleh Levi ada benarnya, dia dapat menahan serangan Sasaki hanya dengan tangan kosong? itu pastinya sangat susah, meskipun seseorang pada tingkat Emas murni akhir sekalipun, dia akan kesusahan untuk menahan dan menangkis serangannya.
"Baiklah, karena pertarungan kita pun sudah berakhir, kita harus segera merapikan ruang tamu, jika tidak aku takut tuan Ling akan memarahi ku dan menghukum diriku." Ucap Levi yang kemudian menggunakan kekuatan nya untuk membersihkan serpihan kayu dan lantai yang hancur.
Sasaki pun juga mengikutinya, bagaimanapun dia juga yang membuat kekacauan ini, dia merasa harus bertanggung jawab.
Sedangkan itu, para bawahan Ling yang pergi ke kamar Yuki adalah perempuan, dikarenakan untuk menghindari laki-laki mengambil kesempatan untuk melihat Yuki yang hanya menggunakan pakaian mini saat tidurnya, akhirnya mereka menyuruh para lelaki untuk menyiapkan makanan dari pada mengajak Yuki.
Yuki mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamarnya yang terbuka, raut wajahnya segera merah merona saat membayangkan yang masuk adalah tuannya, Ling, namun berbeda dengan pikirannya, yang masuk kedalam kamarnya adalah para wanita dari bawahannya dan juga dari kelompok wizard.
"Kak Yuki, mari kita kebawah, tuan menyuruh kami untuk memanggil kak Yuki." Ucap salah satu di antara mereka dengan senyuman manis, yang lainnya juga diam namun tersenyum.
"B..b.. baiklah." Jawab Yuki ragu.
Hal itu membuat para wanita dikamar Yuki heran dengan tingkah laku Yuki, dan juga mereka melihat keanehan pada wajah nya, wajah Yuki terlihat merah merona, entah apa yang dipikirkan Yuki.
"Heh, kak Yuki, kami ingin membantumu mandi." Ucap mereka semua dengan mata yang terlihat seperti hewan buas.
"Tidak! Ilusi tengkorak, ketakutan terbesar!" Yuki tanpa sadar membuat sebuah ilusi yang cukup tinggi kepada mereka, dalam sekejap, mereka terjatuh pingsan, Yuki yang tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mandi sendiri pun segera pergi berkemas dan mandi.
* * *
Sedangkan itu, Ling kini telah selesai membeli 2 skill, skill yang pertama Ling beli adalah Skill clone (15 kartu), dan yang kedua adalah Skill Defense (12 kartu) yang terlihat seperti hologram, namun skill ini sangat kuat untuk dapat menahan serangan musuh.
__ADS_1
Ling kini melihat kartu yang tersisa, namun kartu yang tersisa kini hanya terdapat 3 saja, Ling berniat untuk menghabiskan uang pertamanya, Ling kemudian bertanya kepada sistem dengan 3 kartu dia dapat membeli apa.
[ Sistem : Tuan dapat berjalan ke depan, disana terdapat toko kue, sistem merekomendasikan untuk tuan menghabiskan kartu terakhir untuk membeli kue, terlebih lagi hari ini adalah hari ulang tahun bawahan tuan ]
"Hhm, benar juga, tunggu, kau tadi bilang apa?" Ling merasakan hal janggal dalam perkataan sistem.
[ Sistem : Terlebih lagi hari ini adalah hari ulang tahun bawahan tuan ]
Ling tersedak nafasnya sendiri, dia kemudian mengatur kembali pernafasannya dan bersikap seperti tidak terjadi apa apa, bagaimanapun juga sistem selalu berada didekatnya, jadi tidak heran dia dapat mengetahuinya, Ling pun segera berjalan ke arah toko kue.
Sesampainya di toko kue, Ling dapat melihat banyaknya kue, disana juga terlihat seorang pria paruh baya yang menggunakan kostum aneh tersenyum kepadanya.
Ling kemudian berjalan dan mencari kue dengan harga 3 kartu, namun saat Ling melihat sekelilingnya, kue termahal hanya seharga 5 kartu, dan kue kue kecil berharga 1 kartu, kue yang berharga 3 kartu memiliki ukuran sedang, tidak terlalu besar maupun kecil, tetapi itu sepertinya sudah cukup untuk dinikmati oleh 15 orang, Ling pun segera menaruh 3 kartu di atas meja yang berdekatan dengan pria berkostum aneh itu.
Setelah membayarnya, Ling segera memasukan kue tersebut kedalam penyimpanan nya sebelum memerintahkan kepada sistem untuk mengembalikan kesadarannya.
[ Sistem : Harap tunggu sebentar, sistem membutuhkan 3 detik untuk mengembalikan kesadaran tuan...]
Setelah itu, Ling kembali sadar dan mendapatkan dirinya kini telah dapat kembali menggerakkan fisiknya, namun yang membuat Ling aneh, adalah hal yang tadi Ling lakukan seperti mimpi, karena penasaran, Ling pun membuka inventorinya.
Saat terbuka, Ling dapat melihat barang dan hadiah yang Ling dapatkan tadi, Ling kemudian mengambil kue yang baru saja dibelinya keluar dari inventorinya, dia kemudian berjalan ke dapur setelah menyeimbangkan kue itu.
Bersamaan dengan Ling yang berjalan ke dapur, Ling bertemu dengan para bawahan prianya, dia pun segera menyerahkan kue tersebut kepada mereka dan menyuruh untuk menaruh pada meja makan, mereka yang melihat kue yang diberikan oleh Ling berbeda sedikit terkejut dan heran, mereka belum pernah melihat kue yang seperti itu, tetapi Ling sendiripun tidak tau tentang kue itu.
__ADS_1
_ _ _
C o n t i n u e d :