
(Enam Hari Sebelum Hari Festival)
ㅤ
Malam Hari yang tenang dengan di temani suara jangkrik di sekitarnya, Ling Chen memandangi langit malam yang indah sambil bersandar di satu Pohon yang tidak terlalu besar.
ㅤ
“Waktu berjalan dengan cepat...” Ling Chen bergumam sendiri, lalu menghela nafas. Terlihat dia kemudian memainkan jari-jarinya mengarah ke atas langit.
ㅤ
Bulan Malam ini tidaklah seperti malam lainnya. Malam ini Bulan terlihat lebih terang, tidak... Mungkin lebih tepatnya semakin hari Festival akan segera di mulai, Bulan semakin terang.
ㅤ
Pada Siang hari ini Ling Chen diberitahukan oleh Master Petir, bahwa semakin Terang Bulan pada malam hari. Maka, Bulan Purnama Galhana Fate akan segera muncul. Bulan-bulan ini akan membuat Giant menjadi dua kali lebih kuat, tetapi...
ㅤ
“Para Giant yang tidak dapat menstabilkan energi dari Galhana Fate akan segera lumpuh ketika pagi harinya. Ketika itulah kemenangan akan ditentukan, Pastikan kau menang karena aku berharap banyak padamu” Begitulah kira-kira kata Master Petir saat menjelang malam hari. Sebelum Alat Komunikasi tersebut hilang.
ㅤ
Sebenarnya Ling Chen menatap langit malam tidak sendirian, bersamanya terdapat Laba-laba Es Perak yang telah mengecil dengan Naga Kecil di pangkuannya. Mereka menatap Langit-langit malam yang indah.
ㅤ
“Karena mana ku yang belum pulih. Aku harus menunda untuk mencari Yuki dan lainnya. Aku tidak tahu tetapi lama-kelamaan perasaan ku hilang kembali, tidak ada perasaan sedih, ataupun takut kehilangan. Sebenarnya... Aku ini kenapa?” Ling Chen menghela nafas berat, dirinya merasa aneh dengan dirinya sendiri.
ㅤ
Ketika Ling Chen sedang dalam suasana hati yang bingung, Kurumi datang dengan membawa sebuah gelas bambu yang di dalamnya terdapat air panas.
ㅤ
“Tuan ini air panasnya. Di duniaku dulu, seharusnya air panas ini akan di campur dengan tanaman yang bernama Jahe, itu akan membuat tubuh Tuan terasa hangat di dinginnya malam ini. Tetapi...”
ㅤ
Kurumi belum selesai mengatakan alasannya ketika Ling Chen tiba-tiba saja menggelengkan kepalanya pelan sambil memotong pembicaraannya.
ㅤ
“Tidak ini bukan salahmu juga. Kau tidak seharusnya merasa bersalah, meskipun aku kedinginan aku masih dapat menahannya. Lagipula tanaman yang ada diingatan mu mungkin tidak ada di dunia ini.” Setelah berkata demikian, Ling Chen mengambil Gelas Bambu yang di pegang oleh Kurumi.
__ADS_1
ㅤ
Saat ini dirinya memang benar-benar kedinginan. Terlebih, fakta tentang dirinya yang tidak membuat rumah agar lokasinya tidak menarik perhatian. Membuat Ling Chen saat ini hanya dapat tidur di luar dengan ditemani kedinginan malam.
ㅤ
Di sisi lain Kurumi tetap masih merasa bersalah. Karenanya, tuannya harus menghemat mana. Fakta tentang mereka yang tidak dapat membuat api unggun lama-lama membuat perasaan Kurumi semakin merasa bersalah.
ㅤ
Ketika pikiran itu terus membuatnya tidak nyaman. Dia memikirkan sesuatu yang benar-benar, tidak seharusnya dipikirkan oleh wanita. Dirinya melangkah mundur beberapa kali, lalu menatap Ling Chen yang masih dengan tenangnya melihat langit malam.
ㅤ
“Tuan, mungkin saat ini hanya dengan ini aku dapat membuat mu hangat...” Setelah berkata demikian, perlahan, Kurumi membuka satu-persatu kancing pada pakaiannya.
ㅤ
Ling Chen tersedak oleh air yang diminumnya ketika melihat Kurumi membuka pakaiannya. Dia ingin segera menghentikan hal yang di lakukan Kurumi, tetapi akibat tersedak dirinya tidak dapat berbicara dengan jelas.
ㅤ
Bukkk...
Bukkk...
ㅤ
ㅤ
Ketika merasakan telah berangsur membaik, Ling Chen kembali menatap Kurumi. Matanya terbelalak ketika melihat Kurumi telah selesai membuka pakaiannya. Lekukan indah dari setiap tubuhnya, ini... Seperti sebuah lukisan yang sangat indah! Perpaduan antara wanita Rusia dengan kesempurnaan wanita milf!
ㅤ
“T-tunggu!! Bodoh jangan–”
ㅤ
Brukkk...
ㅤ
Ketika sedang berteriak memperingati Kurumi, Ling Chen secara tiba-tiba terjatuh ke belakang, sebelum terjatuh dia dapat merasakan mana angin mendorongnya. Membuatnya kini berada dalam posisi terbaring dengan kepala yang menyender di pohon. Ketika Ling Chen berusaha untuk kembali berdiri, dia tertegun menyadari sesuatu.
ㅤ
__ADS_1
‘Ini... Aku tidak bisa bergerak. Pandangan di sekitar juga berubah... Jangan bilang! Dia menghentikan waktu di sekitar ku!’ Ling Chen mengambil kesimpulan demikian bukan karena asal menebak, hal ini disimpulkan karena pandangan sekitarnya berubah menjadi tanpa warna, seperti hampa.
ㅤ
Di saat bersamaan dirinya dapat melihat Kurumi berjalan ke arahnya. Wanita itu terlihat sangat indah, Ling Chen yang dulu membuatnya sesempurna mungkin, juga tidak menyangka akan berada dalam posisi ini.
ㅤ
Ketika Ling Chen melihat Kurumi telah berada di dekatnya. Pandangannya perlahan-lahan pudar, di saat bersamaan dirinya mendengar sesuatu...
ㅤ
“Maaf Tuan, saya terpaksa. Ini sungguh memalukan tapi saya akan tetap melakukannya asalkan tuan tidak sadar.”
ㅤ
Setelah itu Ling Chen benar-benar kehilangan kesadarannya. Namun, sebelum kehilangan kesadaran, di saat-saat terakhir Ling Chen dapat merasakan sesuatu yang hangat nan empuk mulai bersandar di punggungnya.
**
(Pagi : 5 Hari Sebelum Festival Baidan)
ㅤ
Ling Chen terbangun sambil memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing. Meskipun begitu, di saat bersamaan dirinya dapat merasakan mana di dalam tubuhnya hampir mencapai titik primanya.
ㅤ
Di sekitar dirinya juga terdapat selimut yang menutupi tubuh bagian atasnya. Juga kain menjadi alas tempat untuk dirinya tidur. Namun, yang menarik perhatiannya bukanlah itu, melainkan sebuah CD berwarna hitam yang terkesan sexy berada tidak jauh di atas selimut yang menutupi tubuhnya.
ㅤ
Ling Chen membuka mulutnya dengan mata yang terbelalak, “Tidak mungkin kan...” Dirinya langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
ㅤ
ㅤ
“Fiuh aman. Aku masih perjaka. Ngomong-ngomong sebenarnya apa yang di lakukan Kurumi tadi malam?”
ㅤ
“Ah sudahlah. Tidak penting, yang terpenting saat ini mana ku hampir mencapai kondisi prima.” Setelah berkata demikian, Ling Chen memakai seluruh pakaiannya. Dan berjalan mendekati Kurumi yang seperti biasanya sedang memasak sesuatu untuk di makan.
ㅤ
__ADS_1
Keduanya tidak banyak bicara karena situasi yang canggung. Ling Chen segera meninggalkan Kurumi untuk berlatih setelah selesai menghabiskan jatah makannya.