
Ling Chen dan rombongannya beristirahat di bawah pepohonan, saat hari mulai gelap dan awan terlihat mendung.
Ling Chen berjalan menjauh sedikit dari rombongan, lalu dia mengayunkan tangannya seketika sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu muncul. Pemandangan yang sangat langka, membuat Kazan dan Paman kusir tertegun.
“Wooahhh kakak bagaimana kau melakukannya?” Kazan bertanya-tanya sambil menunjuk rumah yang terbuat begitu saja.
“Aku akan menjawabnya setelah kita masuk ke dalam...” Ling Chen tersenyum mengelus kepala Kazan.
Sampai di dalam, Ling Chen dapat melihat senyuman cerah Kazan, anak itu sangat ceria. Sayangnya, Ling Chen tidak tau mengapa bakatnya di segel, ini berhubungan dengan wajah Kazan yang murung beberapa saat yang lalu.
“Kakak, kita sudah di dalam rumah, lalu bagaimana kau melakukannya?” Mata yang penuh semangat dan berbinar-binar, terpampang jelas di wajah Kazan.
Anak itu memiliki senyuman dan semangat yang bagus, Ling Chen jadi teringat dengan masa lalunya.
Ling Chen tersenyum lalu mengajak Kazan duduk di bangku. Hanya saja, Rafaela, tidak memberikan waktu untuk Ling berdua dengan Kazan, entah apa yang dipikirkan gadis ini, namun Ling Chen tidak memperdulikannya dan bercerita.
“Kazan, untuk dapat mempelajari ini, dibutuhkan fisik yang sangat luar biasa kuat. Apa kau mampu? Ku lihat kau sepertinya tidak mampu...?” Ling Chen tersenyum mengolok Kazan.
“Heh kakak ini meremehkan aku rupanya, aku ini sangat kuat.” Dengan susah payahnya, Kazan menunjukkan otot lengannya, “Lihat?” Wajahnya Kazan saat ini memerah dan terlihat sangat memaksakan, Ling Chen tidak bisa menahan tawanya.
Rafaela yang berada di samping juga ikut tertawa melihat tingkah laku Kazan. Sungguh, Kazan adalah anak yang menghibur.
“Baiklah-baiklah sudah hentikan, aku percaya kok. Tetapi kalau boleh tau... Untuk apa kau ingin mempelajari Creator?” Ling Chen sudah lebih tenang, meskipun jadi ingin tertawa kembali ketika melihat wajah Kazan.
“I-itu, aku ingin membuat rumah yang sangat besar untuk paman Safir... rumah untuk kami tinggali bersama, meskipun itu dari kayu sekalipun...” Kazan memasang senyuman manis, dia sangat terlihat imut meskipun anak laki-laki.
Rambutnya yang sepanjang pundak membuatnya nampak seperti gadis, rambutnya yang biru dan matanya yang indah seperti bulan purnama. Ling Chen tersenyum melihat Kazan.
__ADS_1
“Tapi bukankah gadis harus bersikap lebih feminim? Contohnya saja Rafaela...” Ling menatap sebentar Rafaela lalu kembali menatap Kazan.
“Apa?! Apa kakak kira aku ini wanita? Jangan bercanda! Sialan! Kenapa aku sering sekali dipanggil wanita... Hmph.” Kazan cemberut dengan menyilangkan tangannya dan membalikkan wajahnya.
“Kau benar-benar seperti gadis saat ini Hahaha...” Ling Chen ingin berhenti namun perasaan bahagia yang dirasakannya saat ini sungguh sangat menyenangkan. Berpikir mesin pembunuh tanpa perasaan berakhir tertawa hanya karena seorang pria kecil, Ling Chen yang dulu pasti tidak dapat membayangkannya.
“Baiklah-baiklah aku minta maaf, jadi apa kau ingin aku membantumu? Tetapi ada syaratnya...” Ling menutup sebelah matanya dengan menaruh jadi telunjuknya di depan bibir yang mengartikan jangan memberitahu kepada siapapun.
Kazan mengangguk paham, dia kemudian membuka bajunya dan menutup matanya.
“A-apa? T-tapi...”
“Tidak ada tapi-tapian...”
Kazan melihat sosok iblis sedang tertawa dan bersiap menerkamnya. Dia ingin berteriak tolong namun dia tidak bisa.
...* *...
“Tuan...” Rafaela menghampiri Ling yang tengah sibuk memperhatikan Kazan.
Wajahnya terlihat menginginkan sesuatu, namun Ling Chen tidak mengerti apa maksud dari gadis ini.
“Apa?” Ling Chen sungguh bingung apa yang diinginkan gadis ini darinya.
“Um tidak apa-apa...” Rafaela berbalik dan meninggalkan Ling tiba-tiba.
“Ukh, apa yang diinginkannya yah, aku tidak mengerti. Ya sudahlah, lebih baik aku meminta sesuatu untuk dihidangkan, tapi...”
__ADS_1
Rafaela baru saja pergi, Ling Chen terpaksa menyuruh Levi sebagai koki kedua selain Rafaela memasak. Ling Chen pergi meninggalkan Kazan sendiri di ruangannya menuju dapur.
Sementara Ling Chen pergi, Kazan nampak mulai menyetabilkan energi di dalam tubuhnya lebih sempurna. Secara tidak sadar, Kazan membuat mana di dalam tubuhnya bergejolak dan mengalir lebih pesat ke seluruh tubuhnya, hal tersebut membuat Kazan menjerit kecil.
Sepuluh menit kemudian Ling Chen kembali dan menemukan tubuh Kazan terlihat sangat lelah dan berkeringat. Hanya saja, Ling Chen juga ikut dibuat terkejut dengan pencapaian yang dimiliki Kazan, dia baru saja mencapai tahap perunggu akhir hanya dalam beberapa menit.
“Aku pasti sedang bertemu dengan jenius di dunia ini... Sepertinya, aku mulai mengetahui mengapa energi di dalam tubuhnya di segel...”
Ling Chen menebak, menyegel energi mana ditujukan untuk menghindari perebutan antara sekte atau di dunia ini disebut organisasi. Kejeniusan Kazan tidak perlu diragukan lagi, terlebih dengan semangat juangnya itu menjadi point plus untuknya.
Saat ini Ling Chen berusaha memberikan kenyamanan untuk tubuh Kazan dengan mengalirkan mana ke dalam tubuhnya. Perlahan-lahan, nafas Kazan mulai teratur dan normal, Kazan di bawa ke suatu kamar dan di istirahatkan di sana.
Sementara itu, paman yang bernama safir berdiri di belakang Ling Chen, dan Ling Chen baru menyadarinya saat posisinya paman Safir berada 10 meter darinya.
“Apa yang anda inginkan darinya tuan?” Suaranya biasa saja, hanya Ling Chen merasakan getaran emosi di balik katanya.
Ling Chen berbalik, nampak seorang pria paruh baya dengan setelan kemeja. Berambut hijau tua tersenyum menghadapnya.
Akan tetapi, di belakang Paman Safir, terdapat Kurumi dan Xan Zhang yang sudah mengarahkan tangan mereka kepada Paman Safir.
“Perhatikan nada bicaramu saat berbicara dengan tuan...” Kurumi menatap tajam sambil mengarahkan tangannya.
“Seperti yang kuduga, pangeran kerajaan Diamond memiliki pengawal yang sangat kuat... Namun aku tidak memiliki niat buruk sama sekali, hanya saja aku tidak ingin tuan ikut campur dalam hidup kami...”
“Apa maksudmu ini mengenai Kazan? Aku mengetahui mungkin orang yang menyegel energi mana dalam tubuhnya adalah kau, mungkin kau melakukan ini agar tidak terjadi perebutan di manapun yang akan berakhir menjadi perang berdarah... Tapi kau cukup yakin serahkan saja padaku, karena... Dibandingkan dia, bakat ku 10 kali lipat melampauinya!” Dengan bangga Ling Chen mengatakannya sambil tersenyum tipis.
_______
__ADS_1
Selamat tahun baru 😁 terima kasih pembaca yang masih setia. Meskipun tulisan author masih serampangan, hehe~ panjang umur dan cepet-cepet dapat pacar yah, bosen kan anda sendiri terus wkwkwk 🤣 sabar-sabar, jomblo harap sabar wkwk.
Yah meskipun cukup terlambat update nya, soalnya baca novel kak Ron dulu biar tulisannya lebih bagus~ okeh see u next again~