
Gambar di atas mungkin bisa bersifat sementara. Sampai menemukan yang lebih cocok dengan karakter Kurumi. Enjoy~
Berakting? Ah jangan ditanya, untuk bertahan hidup di dunia yang kejam, orang harus memiliki topeng wajah. Kau menyalahkan seseorang bertopeng? Jangan salahkan mereka, tapi salahkan dirimu. Salahkan karena kau yang tidak berhati-hati dalam mencari seorang teman.
Dalam hidupku ini, aku telah banyak mengkhianati orang demi bertahan hidup. Tetapi lain lagi dengan guruku, Sai, dia seolah memiliki pengetahuan aneh dari dunia lain. Aku sangat tertarik dengan pengetahuannya, sayangnya aku tidak diajari hal tersebut dan hanya di berikan bantuan latihan termasuk sebuah teknik penghilang perasaan. 3 tahun bersamanya berlalu dengan singkat, dia pergi dan aku kembali berkelana hingga jadilah legenda pendekar hampa.
Ku rasa, dunia sebelum kematian ku sangat luar biasa, guruku, Sai! berkata bahwa aku adalah mahluk dari dunia lapisan kesembilan, dia berkata bahwa jauh lebih banyak orang-orang kuat di dunia lapisan delapan hingga satu, aku sedikit penasaran apakah di duniaku saat ini... Sama atau tidak? Atau mungkinkah dunia yang saat ini ku tempati sama namun di lapisan yang berbeda?
Ah ini membuatku pusing, aku pun memutuskan untuk kembali ke kesadaran ku yang sedang ditatap pria tua yang bernama Jack. Jack adalah walikota Monday, dia memiliki dua putra dan satu anak perempuan yang usianya masih terbilang muda.
Aku mengetahuinya dari informasi yang diberikan Kurumi, dia sangat akurat mengetahui informasi disekelilingnya.
"Baiklah aku akan mulai dengan ini..."
Aku mengeluarkan sebuah inti spirit monster tingkat menengah, mereka kudapatkan dari tubuhku sendiri, entah, tetapi aku kadang buang air besar yang keluar adalah inti spirit monster tingkat menengah. Mungkin ini disebabkan memakan tubuh monster yang inti spirit monster nya belum dikeluarkan.
Jack nampak terkejut, jelas dia tidak mempertimbangkan kami sebagai ancaman sebelumnya. Melainkan melihat kami hanya sebagai domba gemuk, setelah melihat ini aku yakin pemikirannya yang mengatakan 'kami bukan ancaman' akan ditarik olehnya.
"Ouh darimana kau mendapatkan ini?"
"Hahaha kami membelinya dari seorang hunter di kota ini." Ku tarik ucapanku, sepertinya memainkan hatinya cukup menyenangkan.
'Cih, ku kira dia yang memburunya, kalau benar aku harus menghentikan ini sekarang juga. Tapi sepertinya aku lanjutkan saja...' Dia memasang wajah tersenyum, kurang lebih aku mengerti jalan pikirannya saat ini.
__ADS_1
"Ah maaf sekali, tetapi inti spirit monster ini sepertinya ada yang aneh. Jadi untuk sementara kami akan menyitanya..."
"Sayangnya itu tidak bisa." Kurumi menatap tajam kepada walikota.
Prajurit-prajurit yang berada disekitar langsung mengarahkan senjata kepada kami. Aku masih dengan santainya meminum teh yang telah disiapkan oleh walikota. Tentu, aku mengetahui ada semacam racun pelumpuh di teh tersebut, tetapi hanya racun biasa tidak akan sanggup membuat tubuhku lemas.
Walikota sedikit kesal saat melihat Kurumi berani menolaknya, namun segera setelah melihat diriku mulai meminum teh, wajahnya kembali tersenyum riang. Dengan santainya, dia langsung menarik lengan Kurumi.
Akan tetapi... Dia terlihat sangat kesulitan hanya untuk menarik Kurumi, padahal ini kesempatan baginya karena aku saat ini baginya hanyalah pria yang lumpuh.
Area yang berada disekitar Kurumi mulai berbeda, dan tentunya aura tersebut tidak mengenaiku. Aku merasa Kurumi semakin kuat setelah menghisap banyak darah warga disekitar.
Wajah para prajurit yang berada disekitarnya mengarahkan senjata, tiba-tiba saja lemas dan terjatuh. Mereka merasakan dominasi yang kuat berasal dari Kurumi. Walikota Jack, pun tidak terlewat, Kurumi menatap tajam walikota dan dalam beberapa detik saja walikota tersebut pingsan.
Aku bertepuk tangan sambil menatap Kurumi, aku juga melontarkan kata pujian kepadanya. Dan sifatnya yang sangat liar tadi, berubah seperti anjing penurut, aku mengelus rambut putihnya. Melihat rambut Kurumi yang memutih, aku teringat rambutku.. Bukankah kalau begini kami terlihat seperti pasangan couplean? Akh sudahlah.
Rafaela yang pertama kali memainkannya sangat kesal karena tidak mengenai sasarannya. Aku merangkulnya dari belakang dan membantunya mengarahkan senapan tersebut, lebih tepatnya aku seperti memeluknya dari belakang dan membantunya mengarahkan tangannya.
Duar!
Satu barang yang ditargetkan berhasil dijatuhkan, Rafaela berteriak riang gembira karena berhasil menjatuhkan barang yang sudah ditargetkan. Paman yang menyewakan permainan juga datang sambil membawa hadiah, hadiah tersebut berupa boneka beruang yang cukup lembut.
"Ini untukmu gadis cantik." Paman itu menyerahkan boneka beruang kepada Rafaela.
Rafaela semakin senang dan tanpa sadar melompat ke tubuhku, aku ingin menghindar tapi takutnya dia akan jatuh, aku pun menangkapnya. Badannya tidak berat sama sekali, tetapi aku sedikit malu menatapnya, dia lebih pendek dariku dan bisa dibilang dia seperti loli. Imut sekali!
__ADS_1
Berbanding balik dengan Yuki, tubuhnya yang sudah matang! Akh tidak jangan pikirkan itu, jangan sampai otaku teracuni dengan pikiran kotor! Aku menurunkan tubuh Rafaela ke bawah, Rafaela hanya memasang wajah herannya. Dan bertanya-tanya dalam hati.
Sedangkan aku memalingkan wajah, tetapi aku sekilas melihat Kurumi yang sedang menatapku.
"Tuan...?"
Aku melirik asal suara, "Ada apa?"
"Wajahmu memerah..."
...* * *...
Di waktu yang sama, kediaman walikota Jack. Jack telah bangun, saat dia sadar dia langsung membanting meja tamu nya! Dia sangat marah besar karena berhasil dibuat pingsan, namun dia juga tidak ingat apa yang terjadi. Dia hanya ingat dia pingsan namun tidak tau karena apa.
"Semua prajurit! Kemari!"
Teriakannya sangat besar, para prajurit yang berada di luar maupun dalam langsung berjalan ke asal suara. Bahkan yang ikut pingsan di ruang tamu, mulai bangun kembali.
"Ada apa tuan Jack?" Seorang prajurit bertanya.
"Kemana orang-orang tadi?! Kalian tidak menghentikannya?!"
"Ah orang-orang tadi? Kami tidak melihat mereka keluar dari kediaman. Prajurit yang berada di luar pintu sendiri yang memastikannya..." Prajurit tersebut menjelaskan.
Akan tetapi Walikota Jack yang terbakar amarah tidak tinggal diam, dia memerintahkan kepada seluruh prajuritnya untuk menyiapkan bounty kepada tiga orang tersebut. Dan dia menambahkan untuk menyewa banyak Hunter, dia tidak peduli berapa pengeluarannya dia harus membalas perbuatan Ling kepadanya.
__ADS_1
"Liat saja! Akan ku beritahu kalian siapa yang berkuasa! Dasar bajingan dan jala*g!"