Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 123 - Sel Ghoul Angry


__ADS_3

Hades, pahlawan yang dijuluki Devil Han saat ini telah berada di sebuah ruangan bersama dengan wanita berambut pink yang bernama Miku.


Ruangan itu penuh akan manusia, namun bukan hanya sekedar manusia, akan tetapi hewan buas dan beberapa jenis hewan sihir berada di dalam ruangan itu dengan tubuh yang diikat dengan rantai.


"Hhm, Miku. Sel Ghoul tipe angry, saatnya kita melakukan percobaan dengan itu. Malam ini, sudah kita pastikan bahwa kerajaan akan menjadi milik kita. Hhm, yah, untuk sekarang kau panggil beberapa anggota organisasi kita dulu." Ucap Hades menyuruh Miku.


"Siap tuan." Balas Miku.


Miku dengan segera berlari keluar dari ruangan percobaan dan meninggalkan Hades sendiri.


"Baiklah, tes pertama akan dilakukan kepada... diriku."


Swuttt...


Sebuah jarum suntik yang di dalamnya terdapat sebuah cairan hijau masuk kedalam tubuh Hades lewat tangan. Ini adalah kali pertama Hades melakukan percobaan dengan dirinya sendiri sebagai objek penelitian tersebut.


Sesaat, Hades tidak merasakan ada yang janggal. Namun beberapa detik kemudian. Tubuhnya serasa terbakar oleh api yang sangat panas dari dalam. Hades juga kesulitan untuk bernafas karena pemompa udaranya juga terkena imbas dari efek sel Ghoul tipe angry.


Mata berubah menjadi merah, keringat bercucuran, urat-urat terlihat jelas dan yang terakhir sebuah gumpalan asap yang panas keluar dari kepala.


Dug!


Hades dapat merasakan jantungnya mengeluarkam bunyi yang cukup keras.


Hades memegang dadanya, dengan tubuh yang sedikit membungkuk. Rasa sakit di jantungnya sangat hebat, kini rasa terbakar tidaklah lebih sesakit jantung.


'Ukh, kalau aku tau ini, aku pasti akan menunggu rekan-rekan ku.' Batin Hades sambil mengeraskan pegangan di jantungnya.


Dug dug!


Kali ini, Hades merasakan seluruh energi dan mananya habis. Hades menjadi lemas dan dalam hitungan detik dirinya terjatuh.


* *

__ADS_1


4 Jam kemudian, Hades tersadar. Yang pertama kali dilihatnya setelah sadar adalah seorang anak wanita yang sedang tertidur di kasurnya.


Wanita itu menggunakan bangku dan kepalanya di taruh di atas kasur.


W gk tau nyebutnya:)


"R -rafaela?"


Wanita yang berada di samping Hades terlihat tidak terbangunkan oleh suara Hades. Hades pun menepuk bahunya dengab tubuh yang masih terbaring.


Wanita itu terbangun saat merasakan sebuah tangan yang familiar menyentuh kepala dan bahunya.


Wanita itu langsung berdiri lalu menggenggam erat tangan Hades.


"Ayah kau tidak apa-apa kan ayah? Ayah ku mohon agar jangan pergi melakukan penelitian lagi."


Rafaela menggenggam tangan Hades erat sambil menangis. Hades yang melihat itu tersenyum lalu mengelap air mata gadisnya dengan lengannya.


"Jangan menangis, kau tidak boleh cengeng." Ucap Hades tersenyum.


"Tidak." Jawab Hades sambil tersenyum tipis.


Kepribadian Hades yang satu ini hanya pernah di tunjukkan kepada anak semata wayangnya dan juga orang-orang terdekatnya. Selain itu, tidak lagi. Namun itu dulu. Saat ini sifat seperti ini hanya akan di tunjukkan kepada anaknya saja karena istrinya yang telah mati...


Rafaela, dia adalah gadis yang berumur 14 tahun. Memiliki kulit seputih salju dan rambut berwarna abu-abu.



Dia cantik dan sangat menggemaskan, laki-laki akan mengejarnya seperti singa yang memperebutkan wilayah kekuasaannya.


Namun sayangnya, Rafaela adalah anak yang hanya pernah bermain di sekitar rumah dan taman di dekatnya. Itu pun juga di awasi super ketat oleh bawahan ayahnya. Karena itu dirinya sebenarnya belum pernah bertemu dengan pria manapun kecuali pria dari bawahan ayahnya.


Bawahan ayahnya itupun rata-rata telah menginjak usia 20 tahun ke atas. Sangat berbeda cukup jauh dengan Rafaela yang masih berusia 14 tahun.

__ADS_1


Kembali ke cerita, saat ini Rafaela menggembungkan pipinya dengan wajah yang terlihat berpaling. Saat Rafaela seperti itu, Hades sebagai ayah tertawa kecil. Sudah beberapa kali dia melihat hal ini namun Hades masih tidak dapat menghentikan tawanya.


Putrinya, adalah orang yang paling di sayang oleh Hades. Tujuan Hades ingin merebut kerajaan juga karena ingin putrinya menjadi ratu di masa depan. Dengan begitu, saat Hades meninggal, dirinya dapat tenang.


"Hahaha, ah iya nak. Bisakah kamu membawakan ayah makanan? Hahaha, perut ayah sudah lapar." Ucap Hades tersenyum sambil berusaha untuk bersandar di tembok.


"Ah ayah hati-hati, sini aku bantu dulu," Rafaela membantu Hades untuk bersandar di tembok dibelakangnya. Rafaela berjalan menuju pintu kamar, saat berada di depan pintu dan sudah membukanya, "Huh, jangan memaksakan diri. Aku tidak ingin ayah terluka karena aku. Pokoknya dalam 1 hari kedepan ayah tidak boleh keluar titik!"


Buakkkk!!!


Suara pintu yang di tutup dengan keras terdengar dan mengejutkan Hades. Sejak kapan putrinya yang imut ini menjadi se-galak ini?


Hades hanya tersenyum tipis, meski begitu dia tau putrinya sangat menyayangi dirinya. Hanya saja cara yang diterapkan putrinya tidak terlalu benar dan itu kurang efektif.


"Hhm, untuk calon suami dari anakku. Aku akan memutuskannya... Yah, ku rasa aku akan memilih anak itu. Dia pintar dan juga licik, aku akan menculiknya dan mencuci otaknya. Dengan begitu dia akan melupakan semuanya dan hanya akan mencintai anakku. Yah, tapi sebelum itu ..."


Hades melihat sekujur tubuhnya, urat nadinya berkerja sangat baik dan bahkan lebih baik dari sebelumnya. Aliran darahnya juga terasa di isi oleh energi yang sangat besar. Hades belum pernah merasakan energi sebesar ini di tubuhnya.


Namun untuk saat ini bisa dibilang tubuh Hades juga mengalami luka fisik. Beberapa organ dalamnya juga mengalami luka meskipun tidak fatal, namun itu tetap harus di obati dengan cepat.


Sampai beberapa menit kemudian, sang anak kembali datang dengan membawa sebuah mangkuk dan teko di atas nampan. Hades langsung memasang wajah tersenyum lebar lagi.


Rafaela duduk di kursi sebelumnya lalu sedikit memajukan bangkunya. Setelah itu, Rafaela pun mulai menyuapi ayahnya dengan sup itu.


"Ayah makan, sup ini masih hangat. Ini bagus untuk kesehatanmu." Ucap Rafaela sambil menjulurkan sendok kayu yang di atasnya terdapat sup itu.


"Ah, ha-ha." Hades tersenyum ragu, setaunya panas membuat tubuhnya saat ini terluka. Lantas untuk apa lagi dia memakan makanan yang panas?


"Ah, aku rasa sebelum itu aku ingin minum dan mendengarkan nyanyian mu dulu nak." Ucap Hades berbohong.


"Ah, ayah ingin mendengarkan aku bernyanyi? Baiklah, kalau itu mau ayah aku tidak dapat membantahnya." Setelah menuangkan air pada gelas. Rafaela memberikannya kepada Hades.


Barulah setelah itu, dia mulai bernyanyi. Suaranya sangat indah, bahkan burung-burung berterbangan masuk kedalam ruangan berkat suara indah Rafaela.

__ADS_1


Hades hanya tersenyum tipis, namun dalam hatinya dia berfikir.


'Awas saja sampai ada laki-laki yang menyia-nyiakan anakku. Aku tidak akan memaafkannya dan aku akan bangkit dari kuburan untuk membunuhnya jikalau aku nanti mati.'


__ADS_2