
Beberapa menit kemudian, sebuah suara bel muncul cukup keras, seluruh murid yang kini sedang mengobrol segera membubarkan dirinya dan duduk di bangkunya masing-masing.
Beberapa saat setelah itu, pintu kembali terbuka dan seorang pria paruh baya masuk dengan sebuah buku di tangannya.
"Selamat pagi semuanya." Sapanya sambil berjalan ke meja guru yang berada di paling depan.
"Selamat pagi pak." Seluruh murid membalasnya, namun berbeda dengan Ling, Ling sama sekali tidak tau, karena itu dia terlambat mengucapkannya.
Guru itu kemudian terlihat duduk di kursinya lalu mengenalkan dirinya sebagai guru Kiba, guru Kiba juga berkata bahwa dia pelajaran yang di ajarkannya adalah pelajaran untuk menggunakan sihir secara tepat.
Guru Kiba terus mengajarkan beberapa hal tentang kekuatan dan energi berasal, sedangkan Ling hanya menatapnya namun pikirannya tidak berada di sana.
'Ngomong-ngomong, sepertinya ada yang kurang.' Ling berfikir keras, dia seperti merasakan ada yang kurang, tidak lama kemudian, dia berdiri secara tiba-tiba sambil mengucapkan.
"Kaito!" Ling baru ingat bahwa dia mempunyai rekan, 'Sial, aku lupa ada anak itu.' Ling menepuk jidatnya, bisa-bisanya dia lupa mengenai rekannya itu.
Disaat yang bersamaan, semua murid menatap Ling karena dia tadi berteriak, namun pandangan mereka segera teralihkan saat pintu terbuka.
Seorang pemuda berambut merah masuk dengan terburu-buru lalu meminta maaf kepada guru Kiba yang kini sedang menerangkan, untungnya guru Kiba itu tidak mempermasalahkannya karena hari ini adalah pertama masuknya kelas.
Kaito segera duduk di kursinya, kursi Kaito sendiri cukup jauh dari Ling. Kaito menatap tajam Ling, bisa bisanya rekannya itu tidak membangunkannya di hari pertama masuknya kelas, padahal dia ingin tampil cool agar menarik perhatian para gadis.
Guru Kiba melanjutkan penjelasannya dari waktu ke waktu, hingga beberapa lama kemudian bunyi bel terdengar, dia berpamitan lalu keluar dari kelas.
Kelas menjadi lebih berisik saat guru kiba telah pergi, dan juga terlihat bahwa Kaito memasang wajah yang marah terhadap Ling, meskipun Ling telah menanam kontrak dengannya, tetapi itu hanya sebatas saat suasananya menjadi serius, diluar itu Kaito kembali seperti semula.
Sedangkan Kaito yang berdiri menatap Ling dengan tatapan tajam, seorang gadis berambut pirang datang ke arahnya dan menyapanya.
"Hallo Ling, perkenalkan namaku Nadia, salam kenal." Sapa nya sambil mengulurkan tangan.
__ADS_1
Ling hanya berpaling sebentar ke arahnya lalu kembali lagi menghadap meja, namun setelah itu dia berkata, "Yah salam kenal." Singkat namun dapat membuat gadis berfikiran sosoknya adalah sessorang yang dingin.
'Dingin sekali anak ini, dia mirip Laurel saat pertama kali aku bertemunya' Nadia tetap tersenyum meskipun agak memaksa, dia kemudian memanggil Laurel untuk berkenalan dengan Ling.
"Laurel, kemarilah, mari kita langsung membahas tentang itu." Nadia memanggil.
Bukan hanya Ling dan Nadia yang sedang sibuk membuat Aliansi, di sisi lain terdapat kelompok yang juga membuat kelompoknya.
Sedangkan untuk Count sendiri segera berjalan ke arah Ling, diikuti oleh rekannya Kamaki dan Kaito, "Yo Ling, hey Nadia, kami telah menjalin Aliansi dengannya, kalau mau kau juga bisa bergabung, bagaimana?"
"Hhm, baiklah, aku malas berbasa-basi, jadi aku langsung terima saja, baik, sekarang kita telah beraliansi."
"Baiklah, kita harus saling berkenalan terlebih dahulu agar tau masing-masing kekuatan kita." Saran Count.
"Tidak perlu, biar aku saja yang menjelaskan." Ling secara tiba-tiba berdiri dari kursinya.
"B.. baiklah." Semuanya hanya dapat berkata yes.
Ling berkata bahwa Laurel adalah wanita dengan tipe Assassin Class B , tingkatnya sendiri berada pada tahap menengah emas, dia mempunyai ukuran payud*ra M, saat mandi selalu berlama-lama dan akibatnya beberapa kulitnya terlihat masih agak lembek.
Mendengar itu, semua orang terkejut, ini terlalu rinci dan agak memalukan bagi para wanita, sedangkan untuk Laurel sendiri kini terlihat marah dan segera menyerang Ling dengan cepat, semua orang segera menyingkir karena bisa-bisa mereka yang akan terkena serangan.
"Ku bunuh kau sial*n!" Laurel mengeluarkan pedangnya dan mengayunkan pedangnya ke arah Ling.
Seluruh murid Evolve yang berniat pergi menghentikan langkahnya, mereka lebih tertarik dengan pertarungan Laurel dan Ling, dan juga perlu diketahui bahwa seluruh murid yang hadir dalam kelas ini adalah keluarga besar semua.
"Nadia, hentikan temanmu itu." Ucap count dengan wajah gelisah, dia takut Ling akan terluka dan memperburuk keadaan aliansi nya.
"Tidak bisa, anak itu kalau marah tidak akan berhenti, bahkan aku baru 2 kali melihat dia marah seperti ini, setahu ku tidak akan ada yang dapat bertahan dari 13 gerakannya, tetapi aku tidak yakin Ling selemah itu, lebih baik kita tonton saja." Nadia menyarankan.
__ADS_1
Sedangkan untuk Laurel sendiri dari tadi terus menyerang Ling dengan pedangnya, namun apapun serangannya, Ling dapat menghindar dengan mudah, membuat dia kesal.
"Laki laki brengs*k, dari tadi kau hanya menghindar, kenapa tidak menyerangk-."
Boom
Belum selesai dia berbicara, Ling telah memukul perutnya hingga dia terpental.
Semua orang yang melihatnya berbisik-bisik tentang Ling, seperti, "Apakah dia tidak punya hati? serangannya terlalu keras untuk seorang gadis? jahatnya? menjijikkan." Semua orang memberbicarakan tentang Ling yang terlihat tidak mempunyai hati.
Meskipun jauh, tetapi telinga Ling dapat tetap mendengarnya, karena itu dia mengetahui tentang pembicaraan mereka tentang dirinya, tetapi dia sama sekali tidak memperdulikannya.
"Ini hanya pertahanan diri." Ling berkata lantang, "Aku mendukung kesetaraan gender, tidak membedakan antara laki-laki dan wanita, meskipun lawanku wanita aku tidak segan membunuhnya." Lanjut Ling dengan lantang.
Setelah itu, Ling berjalan keluar kelas dan diikuti oleh aliansi nya.
* * *
Di dekat kerajaan Whazard, seorang wanita berambut hitam panjang dan bermata merah sedang mengamati dari luar gerbang, dia adalah Kurumi, sang vampir bawahan Ling.
Kurumi melirik ke segala arah mencari beberapa orang lainnya agar penyusupannya tidak diketahui, dia mengkonfirmasi bahwa setidaknya pasukan yang berjaga di luar kerajaan berjumlah 10 orang di masing-masing dinding nya.
Setelah mengkonfirmasi, Kurumi segera menghentikan waktu disekitarnya dengan jarak lingkup 200 m dari dirinya, itu setidaknya menghabiskan sekitar 100 liter Mana Kurumi, namun karena itu juga Kurumi dapat masuk tanpa ada yang melihatnya.
Untuk jumlah Mana kurumi sendiri telah mencapai setidaknya 2000 liter, dan masih dapat berkembang, namun bisa dikatakan itu sangat besar, tidak, bahkan itu sepertinya melebihi batas manusia.
Mana : Mana adalah energi yang digunakan untuk menggunakan skill ataupun sihir, biasanya saat seseorang pertama kali menginjakkan kakinya ke dalam dunia pertarungan, mereka akan mendapatkan setidaknya 20 liter Mana, dan akan terus naik seiring mereka menaikan tingkatnya.
_ _ _
__ADS_1
[ 8/40 ] 17 hari lagi