Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 98 - Acara Lelang Keluarga Gronth


__ADS_3

Pada akhirnya, Yuki sampai lebih dulu dan memenangkan pertandingan. Sebenarnya Ling bisa saja membalapnya, namun dia ingin mengalah kepada gadis itu. Itu semua agar wanita itu senang, mungkin perasaan Ling sudah agak berubah sejak berduaan dengan Yuki.


"Ling, kau tidak boleh ingkar janji yah." Yuki mengedipkan mata kirinya dengan mimik wajah yang tersenyum sambil menjulurkan jari kelingkingnya.


"Eh, ah yah baiklah." Ling ikut tersenyum lalu jari kelingkingnya kini bergandengan dengan jari kelingking dari Yuki.


Kini sebuah janji telah dibuat, Ling hanya menatap gadis itu dengan senyuman cerah. Sudah sangat lama dia tidak merasakan sensasi ini. Mungkin alasannya adalah karena Ling menggunakan teknik terlarang dari gurunya yaitu Sai. Agar tidak merasakan apa itu perasaan. Ternyata saat Ling mendapatkan perasaannya kembali di tubuh ini, dia menjadi lebih tenang dan santai dalam menanggapi semua hal.


*Guru Ling itu dari novel sebelah.


Sedangkan itu, prajurit yang bernama Roy itu kini terlihat sudah berada di depan pintu berdiri tegak. Saat melihat Ling dan Yuki, dia langsung menghampiri mereka lalu membawa mereka ke arah dimana lelang di adakan. Ling juga diberikan sebuah papan nomor dari Roy.


Sesampainya di tempat Lelang, Ling dapat melihat banyak kursi yang disediakan. Namun, berbeda dengan kebanyakan orang. Ling memiliki tempat khususnya sendiri.


Ling berada di lantai dua, tempat itu seperti balkon rumah. Hanya saja di situasi ini balkon tersebut menjadi tempat terbaik untuk melihat lihat barang bagus. Terlebih, disana disediakan cukup banyak fasilitas. Seperti, makanan, minuman, kursi sofa yang sangat lembut.


Yuki duduk di samping Ling dengan ragu. Kursi yang disiapkan oleh keluarga Gronth sangatlah nyaman. Dan itu membuat Yuki berfikir seberapa banyak penghasilan keluarga Gronth.


Keluarga bangsawan di bagi menjadi tiga. Keluarga bangsawan kelas 3. Yaitu keluarga bangsawan yang berpenghasilan rata-rata 2.000-5.000 koin emas. Keluarga bangsawan kelas 2. Yaitu keluarga bangsawan yang berpenghasilan 5.500-11.000. Dan yang terakhir, Keluarga bangsawan kelas 1. Mungkin lebih cocok disebutnya adalah Keluarga terpandang. Penghasilan mereka tidak ada yang tau, kecuali 4 Keluarga.


Tiga keluarga inti dan keluarga kerajaan, mereka mengetahui penghasilan dari semua keluarga terpandang.


Kembali di cerita, Ling menyenderkan tubuhnya di kursi sofa yang sangat lembut itu. Kursinya sangat nyaman, membuat Ling mulai mengantuk.


Yuki yang berada disamping Ling menatap rumit tuannya itu, dalam hati dia berkata, 'Sebenarnya Ling ini ingin tidur atau ikut lelang sih.'


Dan benar saja, beberapa menit kemudian. Yuki mendengar suara dengkuran kecil dari Ling. Yuki tersenyum kecut, dia kemudian mencoba membangunkan Ling


"Ling, kau ingin tidur atau bagaimana sih? Acaranya sudah ingin dimulai loh."

__ADS_1


Ling yang tertidur itu segera terbangun karena tubuhnya yang di gerak gerakan oleh Yuki dan juga karena suara lembut yang mengisi kepalanya.


Ling lalu melirik ke arah Yuki, dia tersenyum malu karena hanya dalam beberapa menit dirinya tertidur di sofa itu.


"Hahaha, maaf-maaf." Ucap Ling sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Beberapa saat kemudian, terlihat seorang gadis yang naik ke atas panggung. Pakaiannya terbilang ketat dengan hiasan telinga kelinci di atasnya. Diikut dengan satu orang pria botak yang membawa sebuah meja dorong yang di atasnya terdapat pakaian. Setelah menaruh meja tersebut di atas panggung. Pria botak itu turun kembali.


Wanita itu mengambil pakaian itu lalu memperlihatkannya kepada seluruh pengunjung, "Semuanya, barang yang pertama ini adalah pakaian dari keluarga bangsawan kelas 2, barang ini memiliki kegunaan..."


Wanita itu mulai menjelaskan, bahwa dalam pakaian tersebut. Mengandung dua formasi sihir yang berguna untuk melindungi tubuh dan meregenerasi luka fisik. Semua orang sudah mengetahuinya, bahwa pakaian yang di lengkapi oleh formasi sihir seperti ini pastinya sangat bagus dan itu layak untuk ditukarkan dengan uang yang banyak.


Wanita itu kemudian meletakan kembali pakaian tersebut di atas meja lalu berkata.


"Harga terendah adalah 1.000 koin emas, lalu harga kelipatannya dua ratus koin emas."


Pada akhirnya, Ling pun mengangkat papan nomornya lalu berkata, "3.000 koin emas!" Papan nomor milik Ling adalah angka 8. angka keberuntungan bagi Ling dan angka yang author sukai.


"Nomor 8, ada lagi?" Tanya wanita itu.


Dari bawah tempat Ling, terlihat seseorang yang mengangkat papan nomornya.


"5.000!"


Orang itu terlihat sudah berumur tua, sebagian rambutnya sudah memutih.


Ling dari atas dapat melihat orang yang baru saja menawarkan harga lebih tinggi darinya. Ling pun menghela nafas panjang sebelum berkata.


"10.000 koin emas!"

__ADS_1


Semuanya menjadi hening saat Ling berkata seperti itu. Sebenarnya Ling sendiri bukan mengincar pakaian tersebut. Namun ingin mempelajari formasi sihir dengan skill Save.


"Nomor 8 tiga, nomor 8 dua, nomor 8 satu!"


Bukkk...


Buk...


"Iya, pakaian sihir ini milik tuan nomor 8 sekarang."


Ling tersenyum senang karena barang yang diinginkannya sudah didapatkan nya. Hanya saja, karena biaya yang yang dikeluarkan oleh Ling sangat banyak. Membuat semua orang memperhatikan nya dan bertanya-tanya siapa Ling sebenarnya.


Ling dari atas dapat mendengarkan perkataan mereka, namun dia tidak peduli dengan hal itu. Ling kemudian memalingkan wajahnya ke arah Yuki.


"Yuki, kau juga boleh mengambil barang yang kau mau. Anggap saja ini hadiah kencan."


Yuki tersenyum tipis mendengar perkataan Ling. Meskipun dirinya bukan kekasih Ling, namun dimasa depan. Yuki akan mengungkapkan perasaannya, dia berjanji kepada dirinya sendiri akan menjadi kuat sehingga Ling akan memperhatikannya lebih lama dari siapapun.


"Baiklah, terima kasih Ling."


Hari ini adalah hari yang membuat Yuki sangat senang. Itu semua karena Ling terus bersamanya. Meskipun Ling saat ini tidak memiliki perasaan kepadanya, dia akan berusaha sekeras mungkin untuk membuat Ling jatuh hati kepadanya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, seorang pria botak kembali membawa sebuah kandang besi yang di tutupi dengan sebuah kain. Kandang besi ini di bawanya dengan sebuah meja roda khusus.


Setelah menaruhnya di atas panggung, pria itu kembali turun dari sana.


Wanita yang membawakan acara lelang itu kini terlihat berjalan mendekati kandang tersebut. Dia kemudian berkata.


"Semuanya, mungkin sebagian dari kalian datang karena hewan ini. Yah seperti yang kalian ketahui, hewan sihir sekelas ini sangat jarang dimiliki secara umum selain raja. Namun karena kami sudah mendapatkan izin, kami pun melelang satu hewan sihir ini. Harga terendah adalah..."

__ADS_1


__ADS_2