
Sejak melihat keduanya bertemu, masing-masing sepakat untuk saling berhadapan. Hanny memang terlihat muda tapi usianya sudah 700 ratus tahun, dan itu bukan angka yang sedikit.
ㅤ
Hidup selama 700 tahun membuatnya memiliki banyak pengalaman tempur, menghadapi pemimpin musuh di hadapannya Hanny merasa sangat antusias karena merasakan aura yang mendominasi darinya.
ㅤ
Hanny mengayunkan enam sayapnya seperti pedang, menciptakan hawa dingin di sekelilingnya.
ㅤ
“Bersyukurlah karena kau akan mati di tanganku-!”
ㅤ
Levi mendengus kesal mendengarnya, dia merasa diremehkan oleh gadis itu, padahal hawa dingin yang dihasilkan wanita itu tidak mempengaruhinya sama sekali.
ㅤ
Melihat Levi terlihat baik-baik saja setelah merasakan hawa dinginnya, membuat Hanny terkejut, gadis itu kemudian mengeluarkan tombaknya karena merasa perlu melakukan serangan.
ㅤ
“Destiny Breaking Spear-!”
ㅤ
Tombak Hanny bergerak dengan kecepatan tinggi, menyerang Levi dengan ganas. Namun, serangan itu tidak membuat Levi tampak kesulitan, malah tombaknya terpental karena benturan yang cukup keras.
ㅤ
“Jika Destiny Breaking Spear ku tidak berdampak pada mu, bagaimana dengan ini.” Hanny merapalkan sebuah mantra, memunculkan tombak es dari tangannya, “Mountain Destroying Spear!”
ㅤ
Levi bisa merasakan tekanan hebat dari tombak Hanny, tapi dia tidak bisa mundur lagi, mengandalkan energi Mana nya Levi mencoba menahan jurus itu dengan sayapnya.
ㅤ
Butuh banyak Mana dan tenaga untuk menghentikan gerakan Mountain Destroying Spear milik Hanny, Levi bahkan harus mundur untuk memulihkan sebagian Mana nya yang hilang.
ㅤ
“Hebat! Kau bahkan bisa menahan Mountain Destroying Spear ku. Sebagai bentuk hormatku pada mu, aku akan menggunakan aura tombak milikku dan mengakhiri nyawamu...”
ㅤ
“Berhentilah berbicara dan serang diriku, kau tidak bisa membunuhku dengan kata-kata! Kau pikir aku akan saja? Dasar ****** sialan.”
ㅤ
Levi sudah menahan diri untuk tidak berkata kasar tetapi mendengar gadis itu terus menerus berbicara membuatnya begitu kesal.
ㅤ
__ADS_1
Ekspresi gadis itu seketika berubah kesal, terlihat gadis itu sedang kembali mengeluarkan tombaknya.
ㅤ
“Bersiaplah! Tidak banyak yang selamat setelah berhadapan dengan tombakku!”
ㅤ
Gadis itu menyerang dengan percaya diri, menghunuskan tombaknya, sambil menghunuskan tombaknya gadis itu juga merapalkan mantra lainnya, membuat gerakannya semakin cepat.
ㅤ
Kejadian itu berlangsung singkat, karena tidak
menangkap pergerakan pemimpin udara yang tiba-tiba, Levi akhirnya mendapatkan luka dalam di bagian perutnya.
ㅤ
Dengan tenaganya Levi mencabut tombak itu dari perutnya, Hanny tertawa puas melihatnya.
ㅤ
“Lihatlah, kemampuan mu memang benar-benar tidak sebanding dengan ku. Seharusnya kau mengetahui itu dan memohon, kau membuang waktuku saja...”
ㅤ
Setelah berhasil melukai Levi, kepercayaan diri gadis itu semakin tinggi.
ㅤ
ㅤ
“Sepertinya aku akan menggunakannya, meskipun masih belum terbiasa...”
ㅤ
Tiba-tiba Levi memejamkan matanya, wilayah di sekitarnya seakan-akan terhenti, Hanny yang mengawasi dari kejauhan merasa tidak asing dengan apa yang dilakukan Levi.
ㅤ
“Bukankah itu Seni Agung Gerakan pertama yang di miliki Bing?! Bagaimana bisa dia menggunakannya?!”
ㅤ
Seni Agung seharusnya diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya, Hanny sebagai mantan Pemimpin Raksasa Udara, tentu dapat menggunakannya. Namun, Levi yang bahkan bukan seorang Giant, bagaimana bisa mempelajarinya?
ㅤ
“Gawat, jika aku terus berada di dekatnya mungkin aku akan mendapatkan luka dalam...”
ㅤ
Seandainya Hanny tidak segera menjauh, dengan energi yang terkumpul di sekitar Levi dirinya mungkin akan mendapati luka serius atau bahkan kehilangan satu anggota tubuhnya.
ㅤ
__ADS_1
Seni Agung adalah kekuatan praktisi dari leluhur yang hanya dapat dipelajari bagi penerusnya, kekuatan dari seni ini juga tidak main-main, sebab itulah Hanny memutuskan mundur.
ㅤ
Levi mengerutkan keningnya, dia menyadari keberadaan pemimpin raksasa udara itu sudah tidak lagi berada di jangkauannya.
ㅤ
“Dilihat dari reaksinya, seharusnya kekuatan ini memiliki daya serang yang besar. Tapi sepertinya ini akan sia-sia karena dia menjauh...”
ㅤ
Levi membatalkan Seni Agung, dan beralih menggunakan Sayap Neraka, perlahan sayap-sayap hitam di pundaknya berubah menjadi merah tua. Setelah menggunakan Sayap Neraka, Levi mengepakkan sayapnya.
ㅤ
Dengan hanya mengepakkan sayapnya sekali, Levi sudah cukup dekat dengan gadis itu. Ketika berada cukup dekat, Levi mengibaskan sayapnya, beberapa bulu yang terlepas langsung terbang ke arah Hanny, kejadian itu berlangsung singkat dan membuat gadis itu sama sekali tidak dapat menghindarinya.
ㅤ
Bulu-bulu itu membuat Hanny terpental ke bawah karena saking beratnya, terlebih lagi gadis itu merasa panas seperti terbakar api.
ㅤ
Levi tidak berhenti-henti, dia kembali melancarkan serangannya, “Combination magic – Tornado Hell Feather!”
ㅤ
Hanny dapat melihat bulu merah melesat kencang ke arahnya, bergerak menembus jantungnya. Karena kembali mendapatkan serangan, Hanny terjatuh semakin cepat membentur tanah.
**
“Sepertinya aku benar-benar dikalahkan olehnya...”
ㅤ
Wanita itu terbaring di tanah, jangankan untuk menggerakkan tubuhnya, berbicara saja dirinya sudah kesulitan.
ㅤ
Saat Hanny terbaring lemas menatap langit, dari langit muncul satu sosok yang familiar.
ㅤ
“Sepertinya sudah saatnya pria itu membunuhku...”
ㅤ
Levi melesat ke tanah dari langit, mendarat tepat di samping wanita itu. Levi menatap Hanny, gadis yang tadi terus berbicara kini tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya.
ㅤ
“Kau punya kata-kata terakhir untuk di sampaikan?” Levi bertanya, sambil menyodorkan bulu merahnya.
ㅤ
__ADS_1
Namun tidak ada respon dari wanita tersebut, pada akhirnya mantan Pemimpin raksasa Udara tersebut harus menghembuskan nafas terakhirnya di tangan Levi..