Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 125 - Ujian Babak Final


__ADS_3

Sudah lima pertandingan selesai dan saat ini tim yang tersisa tinggal 6 orang.


Aliansi yang sampai saat ini masih bertahan adalah Aliansi...


• Y.T.Z dengan menduduki peringkat pertama.


• Syinmurai yang menduduki posisi kedua karena konsekuensi yang diberikan setelah kejadian yang melanda pertarungannya dengan Aliansi Lord Hans.


• Hunterx


• Glarxuan


• Arctroo


• Reven Gouse.


Reven Gouse menduduki peringkat akhir akibat kesalahan yang Ling lakukan. Namun, para anggota aliansi Reven Gouse tidak mempermasalahkannya, lagipula dengan begini mereka masib yakin akan dapat memenangkan turnamen Kasara.


* *


Saat ini, ke enam anggota aliansi di suruh berdiri di atas lapangan pertandingan dengan barisan dari aliansinya masing-masing.


Minna, sebagai wasit dari turnamen, saat ini telah berada di hadapan mereka. Semua barisan Aliansi tertuju kepadanya. Saat ini, Minna lah yang akan memberikan ujian turnamen ini.


"Semuanya! Dengar! Jika kalian ingin masuk babak Final, kalian harus melewati ujian, ujiannya adalah... Bertarung dan kalahkan guru! Kalian tidak perlu mengalahkannya bertarung, tapi setidaknya kalian harus mampu membuat guru tersebut jatuh. Baiklah, semuanya!" Ucap Minna berpaling kebelakang.


Di belakang Minna, terlihat para guru yang berbaris. Mereka semua menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya dan tidak memberikan waktu untuk para Aliansi memilih guru yang terlemah.


"Baiklah, aku berikan 1 menit! Cepat pilih! Ah yah, 1 orang dari perwakilan Aliansi kalian saja yah. 3 Tercepat akan masuk sebagai orang yang masuk babak Final!" Tegas Minna.


Perwakilan dari berbagai Aliansi dengan cepat memilih guru yang akan di lawan mereka.


20-30 detik kemudian, semua orang sudah selesai memilih guru yang akan di lawan oleh mereka. Dan saat itulah, para guru mulai melepaskan topengnya.


Dari yang tidak dipilih atau yang dipilih, semuanya membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya. Ling dapat melihat, sosok guru yang terasa familiar juga. Yah, dia adalah guru Leon. Teman ayahnya.


"Guru Leon."


Leon tersenyum tipis memperlihatkan giginya yang sangat putih dan berkilau ( berkat matahari )


"Ah Ling, sudah cukup lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" Sambil berjalan ke mendekati Ling, Leon bertanya.


"Baik guru. Bagaimana dengan guru? Apakah sudah menemukan kekasih?"

__ADS_1


Jlebbbb...


Bak di tusuk panah, Leon merasakan serangan batin dari perkataan Ling. Ekperesi Leon juga berubah menjadi kecut saat mendengar hal tersebut. Namun yang lebih mengesalkan nya lagi, seluruh anggota aliansi Reven Gouse menertawakannya. Membuat dirinya malu karena aliansi lain dapat mendengarkannya juga.


"Ha-ha-ha. Ling aku tidak akan berbelas kasih kepadamu yah." Leon tersenyum tipis sambil memegang bahu kanan Ling.


Berkat Ling, hari ini, Leon mendapatkan kenangan yang tidak akan pernah dilupakan olehnya.


* *


Aliansi pertama yang di uji adalah Aliansi Arctroo. Guru yang mereka lawan adalah seorang guru dengan Class Paladin.


"Bagus-bagus, anak muda jaman sekarang... Kalian memang seru!"


Cletang!!!


Guru itu menangkis serangan dari anggota aliansi Arctroo dengan mudah. Di dalam aliansi Arctroo sendiri, mereka memiliki anggota Class ilusi, Healler, Gunner dan Fighter.


"Hhm, kalian bahkan tidak mampu membuatku terdesak. Huh, payah, kalian gagal!"


Wushhhh....


Seluruh anggota Arctroo terbang terpental membentur tembok di bawah bangku penonton.


Semua orang hanya dapat tersenyum tipis, bagaimana Aliansi Arctroo tidak langsung kalah? Yang menjadi lawan mereka adalah salah satu Guru yang menduduki 30 Posisi terkuat. Wajar bila kekuatannya sangat besar.


* *


Aliansi yang kedua maju adalah Aliansi Syinmurai, lawan mereka adalah Guru yang sudah berpenampilan tua dan rambut yang sudah memutih.


"Anak muda, jangan terlalu keras kepada yang tua ini yah..." Pria itu tersenyum sambil mengelus-elus jenggot putihnya.


Semua anggota aliansi Syinmurai memasang kuda-kuda. Pedang mereka langsung terarah kepada pria tua itu.


Dari pedang seluruh anggota Syinmurai, semuanya terlihat mengeluarkan aura biru yang menutupi pedang mereka. Aura itu sangat kuat karena di saat bersamaan aura itu mengarah kepada pria tua itu.


"Ah, kalian telah mempelajari aura yang sangat hebat. Aku tidak menyangka ini. Di usia yang terbilang muda, kalian dapat menggunakan aura." Puji pria tua itu.


Aura, adalah sesuatu yang dipelajari oleh seluruh orang di kerajaan Whazard. Namun, yang dapat mempelajari aura sangatlah sedikit, itu karena untuk mempelajarinya, dibutuhkan ketekunan dan konsentrasi yang sangat bagus.


Terlebih, dikarenakan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Kebanyakan orang pun pada akhirnya jadi malas untuk mempelajarinya.


"Terimakasih atas pujiannya guru..?"

__ADS_1


"Panggil saja Guru Chun." Jawab Chun tersenyum tipis.


"Iyah, aku sangat berterima kasih atas pujiannya. Namun, sayangnya kami tetap tidak akan berbelas kasih kepadamu guru. Semuanya! Maju!" Titah Yama sambil berlari menuju Kakek Chun.


Kakek Chun tersenyum tipis, dia kemudian mengeluarkan katannya dari sarung katana. Dia menangkis serangan-serangan anggota aliansi Syinmurai dengan cepat dan hebat.


Insting Chun dalam bertarung sangatlah hebat, terlebih jika itu adalah musuh dengan orang yang banyak. Maka kekuatanya akan semakin bertambah.


Untuk Class Chun sendiri, dia adalah seorang Assassin yang menggunakan senjata Katana. Umurnya telah menginjak 46 tahun dan dia adalah Guru yang menduduki posisi 40 terkuat.


"Hiyap, hahaha serangan kalian memang sangat hebat namun sayangnya kerja sama kalian kurang kompak." Ucap Chun tertawa.


Setelah bertukar beberapa jurus, Aliansi Syinmurai tidak dapat lagi berkutik. Namun mereka tidak ingin kalah di sini. Itu karena mereka berharap setidaknya mereka akan kalah di babak final daripada harus kalah di sini.


Merekapun akhirnya bangkit kembali, membuat sosok pria tua bernama Chun itu tersenyum kembali.


"Tidak salah aku belum menyatakan kalian kalah, baiklah kalau begitu apa yang bisa kalian tunjukkan lag-"


Bukkkkk...


Sebuah pukulan yang keras membuat pria tua tersebut terpental jatuh ke lantai. Orang yang melakukan pukulan itu adalah Yuma, ketua dari aliansi Syinmurai.


"Bagus!"


Semua orang dan penonton rata-rata bertepuk tangan dengan keras. Yah, namun jika sebenarnya itu pertarungan nyawa, para penonton yakin bahwa Yuma sama sekali akan mati dalam beberapa jurus Chun.


"Ok, pemenangnya adalah Aliansi Syinmurai. Dengan totoal waktu 23 menit 31 detik." Ucap Minna sambil mencatat sesuatu di kertas.


"Baiklah, selanjutnya! Ingat, jangan berlebihan menggunakan kekuatanmu yah Leon." Ucap Minna memperingati Leon.


Leon membalasnya dengan anggukan dan senyuman. Namun, senyuman itu sangat menakutkan bagi anggota Reven Gouse. Hanya Ling sendiri saja yang tidak merasakan takut.


Saat Aliansi Reven Gouse dan Guru Leon sudah menggantikan posisi sebelumnya. Minna pun langsung memulaikan pertandingan.


Seluruh anggota aliansi Reven Gouse terlihat memasang kuda-kudanya, hanya Ling yang masih terlihat stay cool dengan gayanya.


"Hhm, yah, ku pikir. 5 menit cukup untuk mengalahkannya." Ling tersenyum seringai.


_ _ _


Sambal Aci di makan aca,


makasih buat yang udh baca

__ADS_1


__ADS_2