Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 229 : Berburu


__ADS_3

Menyadari kemampuan Void sangatlah di butuhkan, Ling Chen memutuskan untuk berburu Monster sebanyak-banyaknya agar mendapatkan Point Tukar. Dirinya saat ini temani oleh Kurumi dan beberapa pemburu.



Mereka saat ini sedang menaiki kuda menuju Hutan Belantara, letak hutan itu sendiri 120 km dari Ibukota Kerajaan. Ketika Hutan Belantara terlihat jelas dalam pandangan, Ling Chen memberikan tanda untuk mempercepat gerakan.



Prajurit Pemburu yang terdiri dari dua belas orang dengan cepat mengikuti instruksi Ling Chen. Ketika mereka memasuki wilayah hutan, mereka sedikit memperlambat laju kuda sambil melihat-lihat ke sekelilingnya.



“Mulai dari sini tingkatkan kewaspadaan kalian, atau aku sendiri yang akan membunuh kalian.” Kurumi berbicara dengan ekspresi datar serta tatapan dingin.



Kedua Belas Prajurit Pemburu menelan ludah mendengar perkataan Kurumi, mereka dengan cepat memasang sikap waspada. Di sisi lain Ling Chen menggaruk kepalanya canggung, mungkin alasan Para Prajurit Pemburu itu tadi menolak untuk ikut adalah karena takut dengan Kurumi.



Ling Chen mendekatkan kudanya dengan Kurumi, menyadari hal tersebut Kurumi menatap Ling Chen dengan senyuman ramah.



“Ada apa Tuan?” Tanyanya dengan senyuman manis.



Kedua Belas Prajurit Pemburu yang sedang bersikap waspada terkejut melihat perubahan sikap Kurumi. Mereka mengira Kurumi adalah sosok paling dingin di antara Ksatria Pahlawan Kerajaan, tetapi saat ini sifatnya berubah seratus delapan puluh derajat.



Kurumi menoleh kebelakang, melototi mereka yang sedang memandanginya, dengan pandangan mengerikan, pandangan tersebut seperti sebuah tanda peringatan yang mengatakan 'Bocah sialan kenapa kalian menatapku?' Kedua Belas Prajurit Pemburu segera memalingkan wajahnya.



Kurumi kembali menatap Ling Chen dengan senyuman manis, menunggu tuannya berbicara.



Ling Chen yang ikut melihatnya hanya dapat tersenyum canggung, “Kurumi ku rasa kau bukan mengajari mereka berwaspada, tetapi ku rasa kau mengajari mereka apa itu rasa takut.” Ling Chen menghela nafas melihat perilaku Kurumi.



Melihat ekspresi Ling Chen yang terlihat kecewa, Kurumi merasa bersalah.



“Tuan maafkan saya, saya kurang mengetahui cara bersosialisasi dengan manusia. Saya hanya melakukan apa yang menurut saya benar, maafkan saya jika itu membuat Tuan kecewa.”



Mendengar perkataan 'manusia' Kedua Belas Prajurit Pemburu menatal Kurumi dengan penasaran, dalam hati mereka mempertanyakan sosok Kurumi, kenapa dia tidak tau cara bersosialisasi dengan manusia? Terlebih cara pembicaraannya aneh. Mungkinkah dia bukan manusia? Kalaupun benar artinya Julukan Penyihir Sesat memang pantas untuknya.

__ADS_1



Sementara itu Ling Chen mengerutkan keningnya, ketika melihat wajah memelas Kurumi dirinya tidak tega melihatnya, “Ah tidak-tidak, jangan merasa bersalah. Yah meskipun kau memang salah aku tidak akan memperhitungkannya. Untuk saat ini aku hanya ingin kau tidak terlalu berlebihan dalam mendidik mereka.” Ling Chen menunjuk kedua belas Prajurit Pemburu di belakangnya tanpa melihatnya.



Kedua Belas Prajurit Pemburu menatap Ling Chen kagum, mereka terharu mendengar Ling Chen membela mereka.



Di sisi lain Kurumi menganggukkan kepalanya dan mengatakan akan memperbaiki cara didiknya.



Ketika masalah sudah teratasi, tiba-tiba suara raungan terdengar cukup keras dari pedalaman Hutan Belantara. Kedua Belas Prajurit Pemburu mengerutkan kening sebelum menatap Kedua Ksatria Pahlawan.



“Tuan Ksatria Mata Iblis, apa sebaiknya kita berbalik dan mencari mangsa lainnya?” Salah Satu Prajurit Pemburu memberanikan diri maju dan bertanya.



Ling Chen mengalihkan pandangannya kepadanya, dengan senyuman menghiasi wajahnya, “Tidak perlu, dia adalah mangsa yang paling cocok” Ling Chen kemudian memalingkan wajahnya kepada Kurumi, “Kurumi tolong kau bawa dia kemari setelah dia sekarat.”



“Sesuai perintah Tuan.” Kurumi menunduk memberikan hormat, lalu dalam sekejap menghilang.




“Hari ini adalah hari buruk bagi mahluk yang mendiami hutan ini, aku jadi kasihan dengan mereka.” Salah Satu Prajurit Pemburu masih bergetar ketakutan.


Saat mereka memikirkan dirinya yang menjadi hewan tersebut mereka langsung berpelukan akibat ketakutan. Tidak sanggup membayangkannya.



Tidak lama kemudian suara rintihan menghilang dan dari kegelapan Hutan Belantara perlahan Kurumi muncul sambil membawa monster. Alangkah terkejutnya ketika melihat monster tersebut memiliki tingkat B.



Ling Chen yang melihatnya segera melemparkan pisau angin, pisau tersebut membunuh Singa Api itu. Kurumi awalnya tidak mengerti tapi melihat Ling Chen segera membunuh mahluk yang telah di buat sekarat olehnya, dia menjadi tau maksud tuannya itu.



“Kau bisa ambil darahnya. Lalu dagingnya bisa kita jual.” Ling Chen merasa perburuan ini terlalu hebat, dalam sekali melangkah ini seperti tiga pulau langsung terlampaui.



Kurumi yang mendengarnya segera mengisap darah singa api di hadapannya, tubuh singa itu dengan cepat mengering. Ketika Kurumi kembali mengalihkan pandangannya kepada Ling Chen, wajahnya terlihat lebih cantik dan muda, namun darah dan gigi yang tajam membuat kedua belas Prajurit Pemburu melupakan kecantikannya.


__ADS_1


Ling Chen terkekeh geli melihat tingkah laku kedua belas Prajurit Pemburu di belakangnya sebelum kembali melanjutkan perburuan.


**


Waktu telah berjalan selama empat jam, selama itu juga Ling Chen telah membunuh dua ratus Monster dan mendapatkan seratus ribu lebih Point Tukar.



Sedangkan Kurumi membunuh sekitar 112 Monster yang rata-rata memiliki tingkat C. Di sisi lain Kedua Belas Prajurit Pemburu hanya dapat memburu monster Kelas D, itupun bersama-sama.



Setelah membunuh banyak sekali Monster, Ling Chen memasukan seluruh Tubuh Monster yang sudah tidak memiliki darah itu ke dalam cincin dimensinya. Ling Chen menatap Kurumi, dia bisa merasakan Kurumi hanya berada satu tingkat di bawahnya.



Ling Chen turut senang, mungkin hari ini adalah hari nyaman terakhirnya. Karena besok dirinya akan segera pergi meninggalkan Kerajaan Diamond dan pergi menuju Kerajaan Whazard bersama Kurumi.



Dalam perjalanan pulang menuju Ibukota Scrollaves, Ling Chen beserta rombongannya beberapa kali di cegat oleh Bandit ataupun Goblin. Padahal waktu tadi dirinya datang kemari tidak ada mereka.



Hanya saja sayangnya mereka dengan cepat di kalahkan dengan Kurumi, bahkan karena mereka menyerangnya Kurumi menghisap darah mereka serta menghancurkan tubuh Bandit juga Goblin.



Kurumi mengelap darah yang berada di tepi bibirnya lalu menatap Ling Chen dengan senyuman hangat, “Tuan Apa aku boleh menyantap mereka juga?” Kurumi menunjuk Kedua Belas Prajurit Pemburu.



Kedua Belas Prajurit Pemburu yang dari tadi ketakutan melihat Kurumi mengisap darah segera berpelukan ketika mendengar Kurumi menginginkan darah mereka. Tetapi ketika mereka mulai berpelukan, suara tawa mulai terdengar kencang.



Ling Chen dan Kurumi tertawa, Ling Chen telah mengetahui Kurumi sedang menggoda mereka. Menyadari mereka sedang di tertawai, Kedua Belas Prajurit Pemburu membuang muka dengan raut wajah kesal.



Perilaku mereka hanya membuat Ling Chen serta Kurumi makin tertawa, setelah puas tertawa mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Ibukota Scrollaves.


......CONTINUE......


Sebagai Bentuk Dukungan Kepada Penulis, Penulis Hanya Berharap Tanpa Paksaan untuk melakukan :


•Like (Setelah membaca)


•Komentar (Positif/Negatif+Saran)


^^^Written by : arkan^^^


...(Sekian Terimakasih)...

__ADS_1


__ADS_2