
Seorang pria paruh baya menggunakan jas biru tua keluar dari dalam kereta kudanya dan berjalan masuk kedalam istana kerajaan dengan ditemani tiga orang, dua orang bersenjata lengkap dan satu orang wanita berkacamata dengan pakaian ketat kini berada di samping pria paruh baya itu sambil memegangi sebuah buku catatan.
Pria paruh baya itu berjalan masuk kedalam istana tanpa adanya prajurit yang menghentikannya, itu semua karena pria paruh baya tersebut adalah keluarga bangsawan terpandang, dia adalah ayah Ling, Gronth Shoto.
Shoto melirik ke arah wanita yang kini tepat berada di belakang sampingnya, "Siska, mengenai pasokan makanan bulan kemarin, kita mendapatkan berapa masukan?"
Wanita yang bernama Siska itu segera membalikkan buku catatan nya, setelah mencari-cari, dia kemudian mengatakan, "Tuan, untuk masukan kemarin kita mendapatkan sekitar 23.303 keping emas, itu sudah lebih banyak daripada bulan kemarin" Kemudian wanita itu kembali menutup buku catatannya.
"Begitu, kalau begitu baguslah."
Tidak lama mereka sampai di pintu besar kerajaan, para prajurit kerajaan segera membukakan pintu untuk mereka masuk.
"Selamat datang tuan Gronth." Prajurit itu membukakan pintu kerajaan sambil menyapa.
"Terimakasih atas sambutannya." Setelah itu, Shoto masuk kedalam pintu kerajaan yang besar itu.
Seorang wanita berpakaian pelayan segera mengantarkan Shoto pergi ke aula pertemuan, disana sudah terdapat banyak keluarga-keluarga penting lainnya, untuk total jumlah keluarga yang hadir sekitar 14 keluarga besar atau inti.
**
Melihat ketua keluarga dari keluarga Gronth telah datang, raja pun tersenyum lalu mulai berbicara saat Shoto duduk di tempat yang telah di sediakan.
Raja menghela nafas panjang sebelum berbicara, "Semuanya, aku tau pasti kalian telah mengetahui informasi tentang manusia dari kerajaan Bhaki, mereka dikenal akan pembuatan Obat-obatanya, aku disini sebagai raja memerintahkan kalian untuk membantuku menjadikan mereka sebagai budak kerja kita, dan sebagai gantinya aku akan memberikan banyak peralatan sihir dan sumber daya kepada kalian, bagaimana?"
Beberapa dari keluarga terpandang menolak keras tentang perkataan raja, termaksud Shoto, hanya saja Shoto tidak angkat suara terlebih dahulu, dia lebih memilih untuk menyimak keadaan.
__ADS_1
"Raja Kanma, aku menolak." Seorang wanita berpakaian merah coklat berdiri.
"Alasannya?" Raja tersenyum sambil memandangi wanita itu.
"Bukankah sudah jelas? bagaimana bisa kita berbuat seperti ini? bukankah raja terdahulu berkata agar menanamkan moral? dan juga di kerajaan ini sudah sama sekali tidak ada perbudakan dari 100 tahun yang lalu berkat kakek raja, yaitu Raja Alvis Ercol." Wanita itu berkata tegas.
Nama wanita itu sendiri adalah Luna, dia berasal dari keluarga terpandang bernama Leonardo.
Raja Kanma melihatnya dengan tatapan menjijikkan, dalam kamusnya, sudah sepatutnya orang yang berada di bawah selalu tunduk dengan atasan, meskipun itu buruk sekalipun, mereka tidak pantas untuk melawan.
Seorang wanita yang berada disamping Luna segera menyuruhnya diam dan setuju, bagaimanapun juga raja dapat dengan mudah menurunkan kekuasaan keluarga Leonardo.
"Luna, sudahlah hentikan saja, aku takut keluarga dan dirimu kenapa-napa." Wanita itu bernama Yuri, dia berasal dari keluarga Yuusha, hubungannya dengan Luna sendiri adalah sahabat, karena itu dia tidak ingin Luna dan keluarganya kenapa-napa.
"Tapi..."
"Sudahlah dengarkan sahabatmu ini." Yuri memeluk sahabatnya itu, dia kemudian berpaling ke arah raja, "Raja Kanma, kami setuju."
Mendengar itu, raja Kanma tertawa puas, "Hahaha, bagus, jika saja dari kalian menolak, keluarga kalian akan dibakar hidup-hidup, namun untuk perempuannya, aku akan menjadikan mereka wanita penghibur bagi prajurit." Sekali lagi raja Kanma tertawa lepas.
Dengan begitu, semua keluarga menyetujuinya meskipun sebenarnya tidak tega, tetapi diantara mereka, separuh keluarga terpandang tidak mempermasalahkannya selagi bukan mereka yang terkena imbasnya, bahkan mereka langsung menyetujuinya.
* * *
Ling kini sedang berbicara mengenai pembahasan Aliansi dengan Count di ruang makan, hanya saja di meja makan sama sekali tidak terdapat makanan karena Ling dan Count memutuskan untuk menyelesaikan makannya terlebih dahulu sebelum membahas pembentukan aliansi.
__ADS_1
Count menatap Ling tajam, "Ling, aku punya rekomendasi rekan aliansi yang cocok dengan kita, seperti ini." Count mengeluarkan sebuah kertas gambar yang berisikan foto-foto gadis di meja makan.
Ling kemudian mengambil salah satu foto itu dan melihatnya, Ling menatapnya biasa, untuk foto yang diberikan oleh Count sendiri adalah foto gadis yang memakai bra saja, namun Ling sama sekali tidak bereaksi, membuat Count menatapnya heran.
"Ada apa? apakah kurang cantik?"
"Aku tidak membutuhkan yang cantik, hanya saja aku membutuhkan yang kuat dan bukan beban seperti mereka." Hanya dengan melihat fisiknya, Ling sudah mengetahui bahwa setidaknya kekuatan mereka hanyalah setingkat Perak bintang 3, itu bahkan sama sekali bukan tandingan bawahannya.
Ling kemudian merogoh kantungnya lalu mengeluarkan satu foto pria berambut putih panjang, dia berasal dari keluarga Yuusha dan dia memiliki nama Shukaku Yuusha, untuk informasi sendiri Ling mengetahuinya dari bawahannya yang Ling tugaskan dari berhari-hari yang lalu untuk mengumpulkan informasi mengenai murid baru maupun lama.
Melihat foto itu, Count cukup terkejut saat melihatnya, "K..kau, apa yakin dengan dia? dia terkenal tidak ingin tunduk dengan siapapun kau tau? bagaimana jika dia menolak?" Nada Count terdengar cukup gelisah.
Ling kembali menatap Count, "Tidak, menurutku dia hanyalah orang yang terlalu waspada, bahkan bawahan ku yang ku suruh untuk mengamatinya dibuat terluka oleh jebakan-jebakan yang berada di kediamannya, namun karena aku memiliki kartu As yaitu pelayan ku yang bernama Levi, aku tetap dapat mengetahui sifat aslinya dan apa saja yang disukainya ataupun tidak disukainya." Ling menjelaskan cukup panjang.
"Begitu? ouh yah Ling, rekanku bernama Kamaki, dia adalah seorang Assassin, kau tau, dia memiliki rambut hitam yang diikat..." Count berusaha mengenalkan rekannya dengan ciri-cirinya.
Ling mengangguk pelan, dia sebenarnya sudah mengetahui tentang rekan Count, bagaimanapun juga dia harus menyelidiki seseorang yang akan menjadi rekannya.
Ling kemudian kembali merogoh sakunya dan kembali mengeluarkan beberapa foto lainnya, dia menunjukkan beberapa orang lainnya, namun menurut Count sendiri itu bukanlah pilihan yang bijak.
"Hey Ling, mereka ini masih kecil, kenapa kau memilih mereka? meskipun terdapat satu orang yang berbadan kekar, tetapi aku tidak tau kenapa kau harus memilih mereka" Count tidak bisa tidak penasaran, meskipun mereka bisa dikatakan murid dalam juga, namun menurut informasi yang Count dapatkan, mereka adalah tipe pendukung, tipe dark, dan tipe Paladin.
Dark adalah Class yang membuat penggunanya menjadi lebih kuat saat mengeluarkan sihir, namun disaat yang bersamaan akan memakan Mana dari dua orang disekitarnya, karena itu Count agak ragu untuk menerimanya.
_ _ _
__ADS_1
Dear : Tulisan seperti ini yang kalian suka? koment dibawah