Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 253 : Telah Dimulai!


__ADS_3

(Beberapa saat setelah memukuli Pangeran)



Orang yang di pukuli oleh Ling Chen rupanya adalah seorang Pangeran dari Kerajaan Raksasa. Ketika Pangeran itu pingsan tubuhnya kembali ke bentuk asalnya. Wajahnya tidak begitu baik karena dapat terlihat darah bercucuran dari hidungnya.



Setelah memukuli Giant tersebut, kini Ling Chen duduk sambil beberapa kali memijat keningnya, dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini.



“Yuki, sebaiknya kau gunakan pakaian mu dulu sebelum aku menanyakan banyak hal padamu.” Ling Chen menundukkan kepalanya tidak ingin melihat penampilan Yuki saat ini.



Yuki hanya menundukkan kepalanya merasa malu untuk di tatap oleh Tuannya dalam kondisi seperti ini. Dia kemudian memakai pakaiannya, yang di beberapa bagian terlihat sobek. Setelah selesai memakai pakaiannya, dia duduk kembali di kasur sambil menundukkan wajahnya. Masih tidak berani menatap Ling Chen.



Sementara itu Kurumi hanya memperhatikan keduanya bergantian. Terlihat dirinya tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan mereka.



“Bagaimana kabarmu? Apakah kau merasa baik-baik saja berada di sini terus-menerus?”



Ling Chen bertanya hal tersebut agar suasana tidak terlalu kaku. Jujur saja Ling Chen masih tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya tadi. Wanita pertama yang membuat hatinya tergerak, kini menjadi seorang mainan sesosok Giant.



“S-saya... saya tidak baik-baik saja.” Tangan Yuki yang berada di atas paha bergetar, wajahnya semakin menunduk dan sebuah air mata keluar darinya, “Keluarga saya! Mati dengan cara mengenaskan! Saya membenci Giant! Saya ingin membunuh mereka!”



Terlihat Yuki berteriak sambil menangis, perasaannya kini campur aduk. Antara senang dengan kedatangan Ling Chen, sedih karena kembali teringat dengan keluarganya, dan benci dengan kelemahannya.



Ling Chen hanya memandangi Yuki dengan tatapan mengasihani. Tetapi untuk saat ini dia masih terus berusaha untuk menenangkan dirinya. Karena setiap dirinya mengingat Yuki berhubungan dengan Pangeran Giant, dirinya menjadi begitu kesal!



“Tuan! Bagaimana anda bisa masuk ke sini? Penjagaan di Tembok Maria seharusnya sangat sulit untuk di tembus? Apalagi ini malam hari, lalu bagaimana bisa?” Setelah beberapa saat menangis dengan kesal, Yuki akhirnya bertanya.



Pertanyaan tersebut membuat Ling Chen yang dari tadi menunduk kesal, sedikit mengangkat kepalanya untuk menjawab.



“Aku memiliki kemampuan untuk berteleportasi. Tidak sulit bagiku untuk masuk ke dalam karena jarak lingkup ku berteleportasi lumayan jauh.”



“Aku juga telah melakukan rencana besar untuk mengalahkan Giant. Saat ini yang perlu kau tahu adalah aku datang ke mari untuk mencarimu dan mencari Kaito juga Eric.” Ling Chen menghela nafas mengakhiri pertanyaan Yuki.


__ADS_1


Yuki yang melihat Tuannya bertingkah demikian hanya menundukkan kepalanya kembali.



“Apa aku melakukan kesalahan Tuan? Tuan Ling?” Yuki bertanya sambil terus menundukkan kepalanya, tundukan nya mengarah pada ujung ruangan.



Dirinya merasa Tuannya ini seperti tidak ingin melihatnya, membuatnya merasa sedikit kesal namun juga sedih. Tetapi Yuki sadar, mereka tidak memiliki hubungan apapun dan kalaupun sekarang ingin berhubungan dengan Ling Chen. Yuki sudah tidak memiliki keperawanannya, baginya saat ini dunianya telah hancur.



Di sisi lain Ling Chen yang mendapatkan pertanyaan demikian kembali menghela nafas panjang sebelum menjawab, “Kau tidak salah. Aku hanya tidak tahu harus bersikap bagaimana, aku tidak mengerti. Kenapa hatiku sakit sekali melihat mu dengan Giant bajingan itu berhubungan int*m.”


“Huh... Sudahlah, saat ini yang terpenting aku telah menemukan mu. Aku senang kau masih terlihat cukup baik-baik saja, tetapi sebaiknya kau ikut dengan Kurumi, sebab sebentar lagi aku ingin mencari kedua orang lainnya.” Ling Chen beranjak dari lantai tempat dirinya terduduk, memilih untuk tidak membahas lebih jauh.



‘Apa Tuan tidak mengerti dirinya sendiri? Ini aneh, kenapa banyak sekali Manusia yang mengerti tentang orang lain tapi tidak dengan dirinya sendiri.’ Kurumi yang dari tadi mengamati, kini mulai bergumam sendiri mendengar perkataan Tuannya. Menduakan tugas untuk mengantar Yuki.



Sementara raut wajah Yuki yang mendengar perkataan Ling Chen tertegun untuk beberapa saat sebelum pada akhirnya mengeluarkan tangisan yang lumayan kencang.



Ketika Yuki masih menangis dengan kencang, suara ledakan terdengar dari arah barat, suara itu seperti sebuah pesan bagi Ling Chen agar segera melakukan pencarian.



“Kurumi bawa Yuki ke ruang bawah tanah. Aku akan mencari Eric dan Kaito secepatnya!” Ling Chen berbalik badan lalu berlari meninggalkan ruangan yang di dalamnya terdapat Yuki yang masih menangis dengan Kurumi.


**



Victoria mengerutkan kening ketika mendengar suara ledakan, dia segera menatap tiga sosok yang berada di hadapannya.



“Kalian! Cepat pergi dan lihat apa yang


terjadi!” Victoria berdiri dan menyuruh ketiga sosok di hadapannya untuk memeriksa.



Ketiga sosok Giant ini adalah Giant yang kemarin hari datang bersama untuk bertemu Victoria. Bahkan sebenarnya saat ini mereka sedang berbicara santai tentang Festival yang akan segera di adakan. Namun, mereka mengetahui apa yang dinamakan Profesional, saat ini mereka dengan sigap memberikan hormat sebelum pergi bersama untuk memeriksa keadaannya.


**


(Di luar Kerajaan)



Ketiga sosok Giant ini telah sampai di luar Kerajaan, mereka kemudian mengepakkan sayapnya untuk dapat melihat dengan jelas asal ledakan tersebut.



“Sebenarnya siapa yang membuat suara sebesar itu?! Mengganggu saja, ini bahkan sudah dapat di Anggap hari-hari Suci kita!” Salah satu Giant yang terbang atas langit mendengus beberapa kali, merasa kesal.

__ADS_1



Sementara Giant bersayap Burung Gagak hanya menatapnya dalam diam sambil terus terbang ke atas langit. Ketika mereka berada cukup tinggi di atas langit, mereka samar-samar melihat sesuatu.



Boom!!!



Boom!!!



Ledakan demi ledakan tercipta, ketika mereka masih menatap dari langit beberapa Giant terlihat mendekati sosok berkaki delapan yang saat ini tengah di selimuti oleh asap-asap ledakan.



“Itu Laba-laba! Bagaimana bisa Laba-laba itu ada di sini? Kemana Prajurit yang menjaga Gerbang Maria?! Kenapa mereka tidak menghentikannya.” Giant Burung bersayap Merpati itu mendengus kembali. Bagaimana dia tidak kesal? Dia dapat melihat dari atas langit tidak hanya satu Laba-laba besar yang menyerang, melainkan rombongan Laba-laba Gelap lainnya.



Terlebih mereka dapat melihat setiap Laba-laba Bayangan berukuran lebih kecil mati, mereka seperti mahluk abadi terus kembali bergerak dan beregenerasi. Membuat sebagian Giant yang tidak mengetahuinya langsung tewas dalam beberapa serangan.



“Kita tidak bisa menunggu lebih lama.” Salah satu Giant yang dari tadi bertindak tenang kini mulai ikut berbicara, berbeda dengan kedua Giant lainnya. Giant yang satu ini memiliki keunggulan di malam hari, karena dia adalah Giant dengan DNA Burung Hantu.



Kedua Giant lainnya mengangguk paham, mereka kemudian terlihat berancang-ancang untuk terbang menuju Laba-laba yang membuat keributan. Namun, ketika mereka sedang fokus mengamati Laba-laba tersebut, seekor Naga yang ukurannya tidak berbeda jauh dengan mereka terbang dengan santainya di depan mereka.



Giant yang memiliki DNA Burung Dara menggigit bibir sambil mengepal tangannya dengan keras, terlihat sangat kesal. Meskipun dirinya terkejut, rasa terkejutnya hilang dengan cepat ketika merasa di injak-injak harga dirinya.



Melihat hal tersebut Naga Hitam yang terbang tersenyum menyeringai, ini sesuai yang di rencana. Dia lalu memutuskan untuk melakukan kontak dengan Giant tersebut.



‘Giant Ras Udara ternyata hanya tempat bagi sampah berkumpul. Yah kalian beruntung dapat melihat sosok sepertiku, bagaimanapun juga Naga sepertiku memiliki Derajat lebih tinggi dari dirimu, kau beruntung dapat melihatku.’ Naga Kecil terkekeh kecil setelah mengatakannya.



Di sisi lain Giant yang mendapatkan Kontak dari Naga Kecil kini di selimuti oleh aura membunuh yang sangat kuat, membuat kedua Giant di belakangnya mundur beberapa meter darinya.



“KU BUNUH KAU NAGA SIALAN!!!”



*Swoshhh



Bersamaan dengan suara yang diliputi keamarahan, energi Mana berwarna Putih mulai menyelimuti tubuh Giant tersebut.

__ADS_1


__ADS_2