Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 189 : Kehilangan Koneksi


__ADS_3

Safir Crowmaks terbangun di pagi hari yang cerah, dia berada di sebuah kasur dan ruangan yang penuh dengan perabotan layaknya kamar asli. Dia buru-buru bangun namun tubuhnya terasa sangat sakit, dia ingin berlari dan memeriksa keadaan Kazan namun situasi tidak memihak.


Padahal Safir hanya ingin membesarkan Kazan layaknya anak pada umumnya. Dan membesarkannya sampai di mana dia dapat memberitahu identitas Kazan yang sebenarnya. Namun Kazan berakhir di culik oleh sekelompok pemuda dengan prajuritnya.


“Aku benar-benar bodoh, bagaimana mungkin aku membiarkannya membawa pangeran Kazan...”


Safir Crowmaks rasanya ingin memukul dirinya sendiri karena tidak mampu menjaga Kazan. Hanya jangankan untuk memukul tubuhnya sendiri, berbicara saja sudah cukup menyulitkan dirinya.


Tetapi anehnya dia mendengarkan suara tawa anak kecil yang cukup familiar, dia berusaha bergerak dan membuka jendela yang untungnya persisi di samping tempat tidurnya. Saat membuka Safir menemukan Ling Chen sedang tertawa dengan Kazan di belakang rerumputan.


“Kakak–kakak sebenarnya kalian ini pasangan yang kabur dari rumah kalian kan? Ya kan?”


“Eh, darimana kau mendengar sesuatu semacam itu?” Ling Chen menunjukkan wajah bingung sementara Rafaela menunduk malu.


“Aku mengetahuinya dari sebuah buku yang ku beli, ini menceritakan kisah dua orang yang saling menyukai namun keluarga mereka menentangnya... Pada akhirnya mereka memutuskan kabur bersama dan hidup bahagia berdua...” Kazan dengan bangga menceritakan buku yang dibaca olehnya.


Ling Chen tidak tau harus membalas apa dia hanya tersenyum canggung. Tidak ingin merusak suasana hati pria kecil dihadapannya.


“Baiklah-baillah sudah cukup, kenapa tidak kita berlatih kembali? Kau ingin membuat rumah yang besar untuk pamanmu bukan? Gadis kecil?”


“Akhhh sialan gadis kecil gadis kecil, sudah ku katakan aku ini pria!” Kazan berlari mengambil pedang kayu dan mengarahkannya kepada Ling Chen, “Bersiaplah pangeran ini akan menghukumu!”


“Aku takut sekali tuan putri itu terlihat sangat mengerikan....” Ling Chen tertawa puas meledek Kazan sambil memberikan wajah ledekan yang berhasil memicu emosi Kazan.


Kazan maju dengan cepat menyerang Ling Chen, serangannya begitu banyak dan cepat namu kecepatan yang sudah dianggap tinggi olehnya hanya sebuah mainan belaka dihadapan Ling Chen.


Kazan tetap berusaha menyerang Ling Chen, betapa kesalnya dia terus dipanggil gadis, tuan putri oleh Ling Chen. Namun tidak bisa dipungkiri waktu demi waktu yang dihabiskannya bersama Ling Chen sangat berwarna dan menghibur nya. Rasanya dia tidak masalah meskipun diledek terus menerus oleh Ling Chen.


Satu jam berakhir dengan cepat, Kazan berhenti mengayunkan pedangnya karena nafasnya yang sudah tidak beraturan. Sementara Kazan sudah lelah, Ling Chen masih terlihat biasa saja bahkan tidak ada keringat sedikitpun di wajahnya.

__ADS_1


“Huh, huh, bagaimana bisa kakak tidak kehabisan nafas...” Kazan bertanya dengan suara yang terputus-putus dan terpadu dengan suara nafas terengah-engah.


“Itu karena aku lebih kuat darimu, seluruh tubuhku ini bukanlah tubuh biasa, mereka telah menyatu dengan tubuh monster. Kalau kau mau, aku bisa mengubah beberapa bagian tubuhmu menjadi seperti monster...” Ling Chen tersenyum menawarkan kekuatan pada Kazan.


“Ukh monster...”


“Kenapa?”


“Tidak apa-apa, hanya saja aku sudah cukup lelah, kenapa kita tidak makan dulu kak? Aku sudah lapar, dan aku juga ingin mengecek keadaan paman Safir, entah kenapa tiba-tiba dia sakit, aneh...” Kazan berjalan masuk ke dalam rumah, diikuti Ling Chen dan Rafaela.


**


Setelah melihat keakraban Kazan dan Ling Chen, Safir menghela nafas berat.


“Sepertinya aku akan membiarkannya pergi bersama dengan pemuda itu...” Safir Crowmaks menyadari tidak ada niatan buruk dan apa yang diperlihatkan Ling Chen tidaklah terlihat seperti setingan. Jujur itu saja sudah membuat Safir Crowmaks percaya, terlebih dia yang menduga bahwa hari itu dirinya akan dibunuh, rupanya hanya pingsan.


Kalau dipikir-pikir kembali tidak masuk akal rasanya bagi penculik membantu lawannya.


Tiba-tiba dari pintu muncul suara ketukan, tidak lama setelah pintu diketuk, satu wanita, satu pemuda dan satu anak kecil masuk ke dalam kamar Safir. Mereka tidaklah lain Ling Chen dan yang lainnya.


“Paman kau sudah sadar, bagaimana keadaanmu?” Ling Chen bertanya dengan senyuman tipis.


“Cukup baik.” Safir membalasnya dengan senyuman kembali.


“Paman apa kau lapar, mari ke meja makan.” Kazan tersenyum sambil menarik-narik ujung pakaian Safir, berniat menariknya dan mengajaknya ke meja makan.


“Kazan, paman Safir masih butuh istirahat, dia harus makan di kamar.” Rafaela menarik pergelangan tangan Kazan.


“Yang dikatakan nona pasangan tuan muda benar, sebaiknya kalian makan bersama. Dan ku pikir-pikir, kalian nampak seperti keluarga sederhana, yah meskipun nona manis ini masih terlihat sangat muda...” Safir tertawa kecil, perkataannya itu berhasil membuat Ling Chen dan Rafaela terdiam malu sedangkan bagi Kazan itu merupakan sesuatu yang lucu.

__ADS_1


‘Paman ini, bahkan di kondisinya saat ini masih bisa bercanda.’ Kerutan di wajah Ling Chen terlihat, namun wajahnya tetap tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa.


**


Levi sedang memasak saat tiba-tiba salah satu gagaknya kehilangan koneksi dengannya.


“Ada sesuatu yang tidak beres,” Levi membuka jendela dan melihat langit, awan kembali mendung, “Aku memiliki firasat buruk tentang ini, sebaiknya setelah memberikan tuan makan, aku memberitahunya...”


Levi melanjutkan memasak untuk Ling Chen, namun dia menggerakkan beberapa gagak untuk kembali berpatroli dan menjadi cctv hidupnya. Tidak lupa Levi juga memberitahu hal ini kepada Xan Zhang, Kurumi dan Arthur.


Selesai memasak banyak hidangan Levi membawa seluruh masakannya ke atas meja makan di bantu gagak-gagak miliknya. Levi menyusun piring di masing-masing tempat duduk lengkap dengan peralatan makan yang terbuat dari kayu di atas piring.


Tidak lama setelah itu, Levi melihat tuannya datang bersama dengan Rafaela dan juga Kazan. Levi seketika memasang wajah senyum terbaiknya, dihadapan lord Levi tidak akan sungkan untuk tersenyum.


**


Ling Chen bersendawa kecil setelah menghabiskan makanannya, dia melirik Levi yang sedari tadi melirik keluar jendela.


“Hmm Rafaela bisakah kau menemani Kazan sebentar, ada sesuatu yang harus ku periksa...”


“Baik Ling.”


Setelah memastikan kepergian Kazan dan Rafaela, Levi menundukkan kepalanya hormat dan langsung memberitahu Ling Chen bahwa dia memiliki firasat buruk karena salah satu gagak miliknya kehilangan koneksi dengannya.


Ling Chen mengangguk paham, siapapun itu yang membuat Levi kehilangan koneksi dengan gagaknya pastilah sosok yang cukup kuat. Kemungkinan besar pastilah monster dengan rank B atau A.


“Apa Kurumi dan lainnya sudah mengetahui tentang ini?” Ling Chen bertanya memastikan.


“Sudah tuan, saya sudah membuat pergerakan sebelum memberitahu tuan.”

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu tugas melacak sosok itu ku serahkan pada Arthur.”


__ADS_2