
Di hamparan tanah yang kering bisa terlihat Ling Chen berada di atas batu sedang memulihkan mana di dalam tubuhnya. Dua hari telah berlalu sejak Ling Chen fokus memulihkan mana.
ㅤ
Sementara itu Master Petir menemani Kurumi sepanjang waktu, membantunya berlatih juga mengembangkan dirinya.
ㅤ
Hari ini cuaca sangat tidak mendukung, terlihat mendung yang menandakan akan segera turun hujan.
ㅤ
“Master Petir haruskah aku membangunkan Tuan? Hujan akan segera turun, aku tidak dapat membiarkannya terkena hujan. "Kurumi bertanya pada Master Petir.
ㅤ
Master Petir yang mendengarnya tertawa geli, hujan? Apa masalahnya? Master Petir kemudian terlihat membuat lingkaran dengan jari telunjuknya ke arah langit, seketika asap putih keluar dari jari telunjuknya yang perlahan-lahan membentuk sebuah awan.
ㅤ
Kurumi yang melihatnya pun tercengang, saat melihatnya ia terkesima dengan pemandangan yang belum pernah dilihatnya. Dia sekarang mengerti mengapa Ling Chen menjadikannya Gurunya.
ㅤ
Master Petir yang melihat wajah bahagia Kurumi juga ikut senang. Melihat seorang gadis cantik yang tersenyum membuatnya bahagia.
**
Ling Chen sepanjang waktu fokus memulihkan kondisi tubuhnya, dalam dua hari ini dirinya dengan tergesa-gesa berusaha memulihkan kondisinya, dia hanya akan bangun di siang hari untuk makan dan akan melanjutkan pemulihannya hingga besok siang kembali.
ㅤ
Pada saat ini Ling Chen terlihat dengan perlahan membuka matanya, aura yang tanpa sadar ia pancarkan dari dalam tubuhnya merembas dan membuat beberapa hewan sihir dalam radius jarak 100 m merasakannya, aura ini juga membuat Master Petir yang berada tidak jauh itu menyadarinya.
ㅤ
Ling Chen sendiri saat ini telah berhasil memperbaiki kondisi tubuh ke kondisi prima nya. Dia ingin segera mengonsumsi makanan lalu tidur untuk membuat tubuhnya sehat juga memiliki energi yang vit.
ㅤ
Saat Ling Chen baru saja turun dari Batu Polos yang digunakannya untuk berlatih, Guru Petir dengan Kurumi terlihat dari kejauhan berjalan ke arah dirinya.
ㅤ
Ling Chen menatap mereka dalam diam sebelum berjalan ke arah keduanya.
ㅤ
“Master aku telah Pulih, kondisi mana ku telah prima. Saat ini yang ku butuhkan adalah makanan, minuman serta beristirahat setidaknya satu hari penuh. Baru besoknya kita akan pergi.” Ling Chen segera memberitahu Master Petir ketika jaraknya mendekat.
ㅤ
Dirinya benar-benar merasa lelah akibat tidak beristirahat sepanjang waktu memulihkan kondisi mana nya. Sekarang Ling Chen benar-benar merasa malas menanggapi sesuatu yang lama.
ㅤ
Mendengar itu Master Petir tersenyum tipis, tidak menduga kondisi muridnya ini pulih jauh lebih cepat dari dugaannya.
__ADS_1
ㅤ
“Ngomong-ngomong Chen, berapa tingkat skill Imperial mu?” Master Petir penasaran, karena mengetahui kecepatan pulih Ling Chen yang besar, membuatnya bertanya-tanya mungkinkah ini karena Teknik Pernafasan?
ㅤ
Ling Chen menaruh tangannya di dagu, terlihat sedang berpikir. Beberapa detik setelahnya dia memberitahu tingkat skill Imperial miliknya dengan wajah malas. Terlihat kantung hitam di matanya.
ㅤ
“Ehm 218,9%.” Ling Chen menjawab dengan malas.
ㅤ
Master Petir mengerutkan kening mendengarnya, sebelum akhirnya mengeluarkan kata-katanya, “Bagaimana bisa?!!!” Master Petir merasa dunia terlalu tidak adil kepadanya.
ㅤ
Ling Chen menutup telinganya sambil membuang muka, merasa teriakan Master Petir ini begitu keras membuatnya yang sudah lelah malas mendengarkan nya, “Ini karena Sistem milik Dewa Teknologi. Kemampuan, Bakat, Fisik, Kontrol Mana, Elemen, semua milikku saat ini hanya karena bantuan sistem.” Ling Chen setidaknya ingin Masternya berhenti berteriak, mendengarkannya saja sudah membuatnya malas.
ㅤ
Master Petir lalu terdiam cukup lama, dirinya yang mengetahui sistem adalah kemampuan Dewa Teknologi tiba-tiba berusaha mengingat waktu dirinya pergi Ke kerajaan Dewa Teknologi. Akan tetapi berapa kali pun dirinya mencoba mengingatnya, dia tidak dapat mengingatnya, in seperti ingatannya ketiak memasuki Kerajaan dihapus!
ㅤ
Kini Master Petir merasa perbedaannya dengan Dewa Teknologi begitu jauh.
ㅤ
ㅤ
Ketika merasa hanya muridnya lah yang dapat membuatnya tersenyum, Master Petir menjadi begitu kesal karena melihat Ling Chen sudah tidak ada di tempat. Dirinya mengerutkan kening mencoba menahan amarahnya.
**
Dalam beberapa hari ini tidak hanya Ling Chen memulihkan kondisinya, dia juga membuat Teknik Imperial nya berkembang pesat karena penggunaannya yang terus-menerus, jangka waktu yang lama membuahkan hasil yang bagus.
ㅤ
Tetapi ada satu masalah saat ini, saat ini dirinya hanya berusaha untuk tidur dengan cepat. Ling Chen bahkan membeli kasur dari toko sistem nya untuk membuatnya cepat tertidur. Namun...
ㅤ
30 Menit kemudian....
ㅤ
1 Jam kemudian....
ㅤ
Dirinya telah menutup mata namun tidak tertidur. Membuat Ling Chen mengerutkan keningnya kesal akibat tidak dapat tertidur. Dia akhirnya memilih untuk bangun dari tempat tidurnya.
Ling Chen menghela nafas panjang, memikirkan cara untuk dirinya tertidur hanya ada satu cara saat ini. Pandangannya lalu tertuju pada Kurumi yang tidur di bawahnya. Ling Chen ingin membangunkannya.
ㅤ
__ADS_1
Ketika dirinya hampir menyentuh tubuh Kurumi untuk membangunkan nya, sebuah Petir menyambar jari telunjuknya yang hampir mengenai Kurumi. Sengatan petir itu tidaklah kuat namun sudah cukup membuat Ling Chen menghentikan niatnya.
ㅤ
Ketika melihat arah Petir di lancarkan, Master Petir dengan wajah yang tidak bersahabat terlihat sedang menatap Ling Chen. Ling Chen yang di tatap dengan tatapan tidak bersahabat hanya meresponnya dengan wajah datarnya, merasa capek untuk melakukan senyuman canggung dan lainnya.
ㅤ
Namun ketika Master Petir melihatnya dengan pandangan tidak bersahabat. Ling Chen tiba-tiba mendapatkan sebuah ide untuk membuat Masternya kesal, dia pun menyusun rencana sebelum meledek Masternya ini.
ㅤ
“Master apakah kau menyukai Kurumi? Woahhh aku tidak tahu master adalah orang yang begitu Cabul. Tidakkah kau ingat umurmu berapa saat ini? Hahaha.” Ling Chen tertawa meskipun sebenarnya merasa tidak lucu.
ㅤ
Master Petir meresponnya dengan menarik nafas lalu membuangnya, berusaha bersabar menghadapi muridnya yang begitu membuatnya kesal. Di saat dirinya sedang merasa kesal terhadap takdir yang begitu kejam, muridnya ini bukannya membuatnya senang malah membuatnya semakin kesal!
ㅤ
“Master kau tidak menjawabnya apa berarti kau benar-benar cabul yah, yah kalau kau menyukainya aku akan memberikannya. Hahahaha cabul, guru cabul.” Ling Chen tertawa sekali lagi meskipun sebenarnya tidak lucu baginya.
ㅤ
Master Petir kembali mengerutkan keningnya, begitu banyak kerutan kekesalan yang terlihat di dahinya, “Bajingan kecil ini! Aku tidak dapat menahannya lagi!!! Kau sudah tidak sopan dengan guru mu sendiri!!!” Master Petir bersiap melemparkan petir yang cukup keras ke arah Ling Chen.
ㅤ
Ling Chen yang melihatnya bukannya takut tetapi seperti melihat sepercah harapan untuk dirinya dapat tidur. Sesaat setelah petir di lepaskan Ling Chen dengan sigap bergerak ke arah petir tersebut dengan kepalanya terlebih dahulu.
ㅤ
Ketika Petir tersebut bertabrakan dengan Ling Chen, Master Petir merasa begitu puas karena dapat membuat muridnya itu kesakitan. Namun, ketika muridnya tidak mengeluarkan reaksi kesakitan seperti biasanya, Master Petir merasa ada yang salah.
ㅤ
Ketika dirinya mengetahui Ling Chen tersenyum dalam Sambaran petir nya. Master Petir menyadari telah dimanfaatkan oleh muridnya sendiri.
ㅤ
“Arhggg!!!” Master Petir melepaskan amarahnya ke tanah kering di sekitarnya, dia menyambar tanah kering di sekitarnya dengan liar melepaskan petir bertegangan 50 juta volt.
...— — —...
Di buat jam 02:00-03-00 kalau ada kesalahan maklum, aku berusaha update sebisanya.
......CONTINUE......
Sebagai Bentuk Dukungan Kepada Penulis, Penulis Hanya Berharap Tanpa Paksaan untuk melakukan :
•Like (Setelah membaca)
•Komentar (Positif/Negatif+Saran)
^^^Written by : arkan^^^
...(Sekian Terimakasih)...
__ADS_1