Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 252 : Pintu


__ADS_3

(Malam Hari : Di dalam makam)



Saat ini Ling Chen telah berada di dalam Makam bersama dengan Kurumi, Naga Kecil dan Laba-laba Es Perak. Ketika dirinya sampai, seluruh pasukan monster memberikan ruang kepadanya dan melakukan penghormatan padanya.



Ling Chen mengabaikan mereka dan terus berjalan, saat ini di dalam pikirannya dia sedang berfikir tentang makam ini.



Sebelumnya Ling Chen telah di beritahu bahwa Makam ini bernama Snow Hand. Dari apa yang telah di lalui olehnya, Ling Chen mengetahui mengapa Makam tersebut di namakan Snow Hand.



Ketika masih berjalan dengan santai sambil memikirkan Makam, tidak terasa waktu telah berjalan dengan singkat. Ling Chen dan ke tiga sosok yang mengikutinya telah sampai di luar Lorong besar yang berada di belakangnya. Membuatnya tersadar dari lamunan.



“Berhenti, aku ingin memastikan sesuatu.” Ling Chen menghentikan ke tiga sosok yang mengikutinya ketika berada di dekat sebuah mayat Laba-laba Putih.



Kurumi, Naga Kecil juga Laba-laba Es Perak mengikuti perintah Tuannya tanpa masalah. Mereka melihat Tuan mereka dalam diam, memperhatikan apa yang ingin di lakukan olehnya.



Di sisi lain Ling Chen yang baru saja berhenti sedikit menunduk lalu menaruh tangannya di atas tubuh Laba-laba Es Perak, “Σηκώνομαι!” Sesaat setelah berkata demikian, sebuah Cahaya keunguan gelap muncul dari dalam mayat Laba-laba tersebut.



Langkah selanjutnya Laba-laba Putih tersebut kini bangkit, tetapi berbeda dengan sebelumnya tampilannya menjadi berwarna hitam legam. Tidak berbeda jauh dengan penampilan Laba-laba Es Perak yang kini juga berwarna Hitam legam.



Sesaat setelah kebangkitan Mahluk Bayangan tersebut. Ling Chen kembali melanjutkan ke mayat-mayat Laba-laba lainnya. Hal tersebut membuat Kurumi dan yang lainnya menatap Ling Chen dengan khawatir.



“Σηκώνομαι!”



“Σηκώνομαι!”



“Σηκώνομαι!”



Suara Ling Chen yang mengucapkan mantra terdengar cukup keras. Di saat yang bersamaan kini semakin banyak Mahluk Bayangan yang telah berada di sisi dirinya.



Setelah melakukan hal tersebut dalam beberapa menit, Ling Chen menghela nafas berat lalu berjalan kembali menuju Kurumi dan lainnya.


__ADS_1


“Mereka akan dibutuhkan untuk melakukan rencana. Aku tidak ada pilihan lain.” Seolah mengetahui ke tiganya penasaran untuk apa dirinya melakukan hal tersebut, Ling Chen langsung memberitahu mereka.



Ke tiganya termenung beberapa saat sebelum menganggukkan kepala singkat.



“Meskipun Jumlah nya menjadi lebih banyak rencana yang kita diskusikan bersama tidak akan berubah kecuali terdapat sesuatu yang mendesak. Seperti rencana awal, aku dan Kurumi akan mencari letak Yuki berada.”



“Sementara Laba Es mengalihkan perhatian dan membuat kerusakan di arah yang berlawanan dengan kami. Lalu Miya seperti rencana, aku ingin kau mengalihkan dan menghadapi beberapa Giant Ras Udara. Lebih baik kau melakukan serangan kepada Ras Udara yang memiliki DNA Burung dengan mata yang sangat tajam.” Ling Chen mengakhiri penjelasannya. Lalu berjalan kembali.



Kurumi, Naga Kecil dan Laba-laba Es Perak yang dari tadi mendengarkan sambil terus mengangguk kini mengikuti dari belakang.


**


Saat ini Ling Chen dengan Kurumi berjalan menyusuri Kerajaan. Mereka telah berpisah dengan Naga Kecil dan Juga Laba-laba Es Perak. Dalam perjalanan melakukan pencarian mereka beberapa kali terpaksa menggunakan mode Ghost untuk mempermudah proses pencarian.



Setelah melakukan pencarian cukup lama di lantai pertama. Ling Chen memutuskan untuk melakukan pencarian yang lebih efesien karena tidak menemukan petunjuk apapun.



Belum lama ketika Ling Chen memutuskan untuk melakukan pencarian yang lebih efesien, dia teringat akan sesuatu. Yuki berada di bawah kendali oleh Pangeran dari Kerajaan Giant ini.



“Kenapa aku melupakan hal yang begitu penting!” Ling Chen berdecak kesal sendiri, sebelum berteleportasi ke lantai dua di atasnya bersama Kurumi


**



Ling Chen sedang mengamati suatu ruangan yang pintunya lebih kecil dibandingkan pintu lainnya, bahkan di pintu tersebut terdapat beberapa hiasan permata. Ruangan tersebut menarik perhatiannya karena seorang Pangeran pastilah memiliki selera yang berbeda dengan yang lainnya.



“Kurumi kita akan masuk, bersiaplah untuk menggunakan mode Ghost.”



Kurumi mengangguk paham, seketika tubuhnya menghilang dari pandangan. Diikuti oleh Ling Chen yang berada di sebelahnya. Sesaat setelah mereka menggunakan mode Ghost, mereka mendengarkan sebuah suara.



“Ahhhhh!!”



“Hentikan! Tolong hentikan, Ahhh.”



Ling Chen tertegun ketika mendengar suara tersebut dari dalam ruangan ini.

__ADS_1



“Suara ini! Yuki?!”



Ling Chen tanpa memberikan aba-aba langsung berteleportasi ke dalam ruangan. Ketika berada di dalam ruangan, mulutnya terbuka cukup lebar tidak percaya dengan apa yang telah di lihat olehnya.



Seorang wanita cantik berambut ungu tanpa memakai sehelai kain terlihat sedang melakukan hubungan dengan seorang pria. Pria tersebut setidaknya memiliki besar tubuh dua meter.



Ketika sedang memandangi mereka Ling Chen terus menerus mendengar suara desahan dari wanita tersebut. Terlihat, matanya berubah menjadi berkedut.



Sesaat kemudian Ling Chen yang sudah tidak tahan dengan apa yang dilihat olehnya segera menonaktifkan mode Ghost. Lalu mengeluarkan aura miliknya.



Kurumi yang sedari tadi memegang tangan Tuannya saat ini terjatuh hingga berlutut, merasa tertekan dengan aura yang merembas keluar dari Tuannya. Aura ini sangat begitu menekan juga menakutkan!



“Tuan!”



Ling Chen berjalan menuju kedua sosok di atas kasur, mengabaikan perkataan Kurumi. Dia dapat melihat sosok Pria yang sedang melakukan hubungan dengan seorang wanita itu kini meliriknya dengan wajah ngeri.



“S-siapa kau!” Pria tersebut bertanya dengan wajah yang ngeri, terlihat pria tersebut tidak memperdulikan kelaminnya yang terlihat jelas.



Ling Chen menundukkan kepalanya sambil berjalan menuju ke arah pria tersebut, tidak menjawab pertanyaannya.



Melihat hal tersebut, Pria itu kini mundur beberapa langkah. Dia kemudian melirik pintu di sebelahnya, “Persetan denganmu, kau tunggu saja aku akan membawa pasukan untuk membunuhmu!” Pria tersebut seketika berlari menuju pintu.



Namun di saat yang bersamaan Ling Chen tiba-tiba saja muncul di hadapannya ketika dia berada beberapa langkah lagi dari pintu. Ling Chen lalu memegang dengan kasar wajah pria tersebut sebelum membantingnya ke lantai.



Tatapannya mengandung amarah dan nafsu membunuh yang besar, membuat pria di hadapannya memandangnya dengan ngeri.



Ketika situasi menjadi begitu panas, tiba-tiba Ling Chen dapat mendengar suara seorang wanita.



“Tuan Ling!”

__ADS_1


...***...


Aku gak tau mau namain apa, jadi pintu aja deh.


__ADS_2